Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
39.pertengkaran Rosi dan Diandra


__ADS_3

Kafka memandang Diandra iba,ia tak tega melihat wajah lesu Diandra.


"maaf,aku sudah menyusahkanmu." ucap kafka pelan.


Diandra hanya mengangguk sembari memandang wajah kafka sendu.


"kafka,kasihan Rosi.Dia sangat mencintaimu, tolong jangan buat dia sakit hati." pinta Diandra melas.


kafka bangkit dari tidurnya,kini ia duduk di samping diandra.memandang wajah diandra lekat sembari menggengam tangan diandra.


"Apa kamu akan bahagia jika aku mencintai Rosi."tanya kafka pelan.


"iya,aku pasti akan bahagia.Dia adalah sahabatku,dia selalu ada di saat aku senang maupun susah.dia sudah banyak membantuku.ku mohon kafka,tolong balas cintanya,demi aku kafka." jawab diandra memelas sembari meneteskan air mata.


kafka melepaskan tangan Diandra lalu memeluknya erat.


"maaf diandra, mungkin aku terlalu egois,hingga membuatmu terluka.aku akan berusaha mencintainya,jika itu akan membuatmu bahagia.tapi jangan salahkan aku jika suatu saat aku menyerah dengan rasa ini.mungkin ini akan membuat hati Rosi terluka jika ia tahu yg sebenarnya." ucap kafka lirih.


ia lakukan semua ini hanya demi diandra.


ia tak pernah jatuh cinta selain sama diandra.berharap diandralah yg akan jadi cinta pertama dan terakhirnya.


"besok aku akan bicara sama Rosi,aku akan menerima dia walaupun sulit aku lakukan, aku lakukan hanya demi dirimu." tambahnya.


Diandra melepaskan pelukannya lalu memandang wajah kafka lembut.ia tersenyum tipis mendengar ucapan kafka.


"terima kasih ,kafka!" ucap diandra dan kembali memeluk kafka hangat.ia merasa bahagia,akhirnya kafka menyerah dan mau berusaha mencintai Rosi.


****


Hari berlalu begitu cepat,mentari sudah memancarkan sinarnya.Diandra sudah bersiap dan duduk di meja makan bersama keluarga besar kafka.


Diandra menyapa mereka ramah dan hangat begitupun mereka,mereka membalas sapa diandra penuh kasih sayang..


Mereka mulai menikmati sarapan pagi.


Diandra duduk di samping kafka.


Hatinya mulai tenang dan bahagia.


karena kafka hari ini akan menerima cinta Rosi.


selesei sarapan kafka pergi ke kantor dengan mengendarai mobilnya sendiri.


sedangkan Diandra berangkat di antar sopir Han.


Diandra ingin menemui Rosi sebelum berangkat ke kantor.


Han menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Rosi .


satpam sudah kenal dengan Diandra,makanya tanpa kata apapun,dengan segera satpam membukakan pintu untuknya


ia melihat ada Rosi sedang olahraga di halaman rumahnya .Diandra tersenyum bahagia lalu melangkah menghampiri Rosi.

__ADS_1


"pagi Rosi!" sapanya renyah.


Rosi berhenti dari aktifitasnya dan memandang ke arah Diandra sinis.


"ada apa?" tanyanya datar.


"Rosi,aku ingin bicara padamu." ucap diandra lirih.ia tidak tahu jika sahabatnya kini sedang marah padanya .


"mending kamu pergi,sebelum aku mengusirmu." jawab Rosi penuh amarah.


"Rosi ini aku......"


"iya aku tahu,siapa dirimu yg sebenarnya.kamu adalah wanita penghianat dan murahan .pergi dari sini." ucap rosi kasar.


Diandra binggung dan tak mengerti dengan sikap rosi yg tiba tiba menyerangnya.


"Rosi,ada apa,kenapa kamu marah padaku?" tanya diandra bingung.


"jangan sok ***** kamu,aku udah tau semua kebusukkanmu.kamu sudah menghianatiku.diam diam ternyata kamu dan kafka selingkuh dariku dan suamimu.suamimu meninggal karena ia tahu,jika dirimu selingkuh dengan adik kandungnya sendiri,benarkan?" bentak Rosi kasar.


plakkk...


satu tamparan mendarat di pipi mulus Rosi.


"jaga mulutmu ,aku tidak sehina dan seburuk itu,suamiku meninggal bukan karena aku. iya,,memang kafka mencintaiku,tapi bukan berati aku selingkuh dari suamiku.aku sangat mencintainya,dan aku tidak mungkin menghianatinya." jawab Diandra dengan nada tinggi. air matanya tak terbendung lagi.hatinya terasa sakit karena ucapan Rosi.ia kecewa dengan sikap rosi yg sok tau itu.


Rosi memegang pipinya yg masih terasa panas akibat tamparan diandra.


"kamu pikir aku ini bodoh,aku akan percaya dengan alasanmu yg sok manis itu.sekarang pergi dari rumahku dan jangan pernah lagi muncul di hadapanku,pergi,pergi sana."bengis Rosi penuh amarah.Rosi mendorong tubuh diandra keras,hingga diandra tersungkur ke lantai.


Diandra bangkit dan berdiri,tanpa ucap kata ia berlari meninggalkan Rosi.


diandra kembali masuk ke mobil dengan dereain air matanya.hatinya sangat terasa sakit yg luar biasa.ia tak menyangka jika semua akan seperti ini.


"pak jalan." perintah diandra ke Han.


suara Diandra terdengar samar di telinga Han.


Han melihatnya dari kaca spion.ia merasa iba,tapi ia tak berani menanyakanny ,ia takut akan membuat diandra semakin terluka.


Han bingung harus jalan kemana.


tanpa pikir panjang Han melajukan mobilnya pelan.


"non,kita mau kemana?" tanya Han memberanikan diri.


"ke rumah Raffa aja pak!" jawab diandra serak.


Han menghentikan mobilnya di halman


rumah Raffa pelan .


Diandra keluar dari mobil dan berlari masuk rumah.ia terus berlari hingga tiba di kamarnya.

__ADS_1


ia membuang tasnya kasar ke lantai.


mendekati foto kafka yg tertata rapi di atas meja kamarnya. ia mengambilnya dan memandangnya lekat.


"kak,kenapa penderitaanku ini semakin berat, dia membenciku dan menyalahkanku. apa benar yg di katakan Rosi,jika aku ini seorang penghianat? apa benar kakak pergi karena aku? apa kakak juga menyalahkanku? kak, aku sangat mencintaimu,tidak mungkin aku menghianatimu. hingga saat ini,aku masih mencintaimu.seandainy kamu masih di sini,semua tidak akan seperti ini,kamu tidak akan membiarkan aku terluka,kamu akan menjaga ku." ucap diandra serak.ia terus memandang foto Raffa.


ia kembali meletakkan foto raffa di atas meja dan pergi ke kamar mandi.


tanpa melepaskan pakainnya,ia mengguyur tubuhnya dengan air yg mengalir deras dari shower.


ia merasa putus asa dan kecewa.ia menghukum dirinya sendiri.


*******


kafka di kantor mulai tak tenang,seharusnya saat ini diandra sudah ada di kantor bersamanya.namun h


sampai hampir siang diandra tak muncul juga.


kafka mencoba menelponnya namun tak ada jawaban. kafka semakin cemas memikirkannya.


Kafka mencoba menghubungi han.


kafka merasa lega setelah mendengar jawaban dari Han.


Tanpa pikir panjang kafka menghentikan aktifitasnya dan bergegas keluar kantor.ia masuk ke mobil dan melajukan mobilnya kencang .


Kafka memarkirkan mobilnya di halaman rumah raffa.ia tak perduli dengan sapa Han dan bibi.


ia berjalan cepat menuju kamar diandra.


berkali kali ia mengetuk pintu kamar diandra,namun tak ada sahutan dari dalam sama sekali.


ia membukanya pelan namun tk menemukan sosok diandra,ia melihat tas diandra tergeletak di lantai.


terdengar kemricik air dari dalam kamar mandi.kafka mengetuknya berkali kali,namun diandra tak menjawabnya.


tanpa pikir panjang kafka membuka pintu kamar mandi.


Betapa terkejutnya setelah melihat tubuh diandra terkapar tak berdaya di lantai.


kafka mematikan showernya lalu mengangkat tubuh diandra.


😭😭😭😭😭


ups...apa yg terjadi selanjutnya???


ikuti terus ceritanya ,pasti makin seru.


jangan lupa juga mampir ke cerita aku yg lainnya ada:


πŸ‘‰Roda kehidupan


πŸ‘‰tujuan hidup

__ADS_1


πŸ‘‰aku dan maru ku


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2