
Pagi pagi wajah Vera sudah seperti kepiting rebus karena Diandra dan Kafka selalu saja mengodanya.
Kalau boleh jujur sih sebenarnya Vera diam diam juga jatuh hati sama sosok tampan 'An'. Vera adalah seorang artis, selalu ada mata yg mengintainya untuk mencari tau tentang kehidupan sehari-harinya untuk bahan gosip.
Kalau dirinya pacaran sama An sudah pasti gosip miring pasti akan menghampirinya, dan Vera juga tidak ingin ada gosip yg bisa merusak reportasinya.
Antara hati dan karier selalu bertentangan, Ia benar-benar harus jaim supaya karirnya tetap eksis.
Seribu pilihan dan pertimbangan untuk mengakui semua perasaan yg sebenarnya.
Vera masih bertahan hingga saat ini, menyembunyikan semua perasaanya.
"Udahlah kak aku harus pergi, sebentar lagi aku ada syuting." Ucap Vera lalu berdiri dan mencium pipi Diandra berganti mencium pipi Kafka.
"Baiklah hati-hati di jalan dan jangan ngebut naik mobilnya." Jawab Diandra sambil mengusap punggung Vera.
"Nanti malam kau harus datang, ok. Biar An menjemput mu." Ucap Kafka sambil tersenyum licik dan memainkan alisnya.
"Terserah kakak." Sahut Vera sambil melebarkan matanya. Vera berlari kecil keluar dari rumah itu karena tidak mau jika Kafka terus mengodanya.
Sesampai di dalam mobil Vera menatap wajahnya dari balik spion.
Ia tersenyum dan mengelengkan kepalanya.
Ia merasa bahagia saat Kafka mengodanya, seperti ada lampu hijau dari kakaknya.
"Entahlah sampai kapan aku harus menyembunyikan perasaan ku ini, aku takut jika aku benar jatuh cinta padanya, lalu gimana dengan karir aku." ucapnya lirih lalu menyandarkan kepalanya di bangku mobil.
Vera menata nafasnya lalu menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan halaman rumah menuju lokasi syuting.
♥️♥️♥️♥️
Di hotel semua orang sibuk mempersiapkan acara pesta yg akan di gelar nanti malam.
Acara di lakukan malam hari karena menurutnya malam adalah hari yg paling syahdu dan romantis untuk melangsungkan sebuah resepsi pernikahan.
Acara pemberekatan sudah di lakukan pagi tadi di gereja ternama di kota itu.
Rosi dan Egi adalah Non Muslim, namun mereka tidak pernah membedakan antara agama yg satu dengan agama yg lain.
Buktinya Rosi sudah berteman dengan Jaka dan Diandra sejak dulu tanpa membedakan agama mereka.
Rosi sengaja tidak mengundang Kafka dan Diandra ke acara pemberkatannya, karena cuma di hadiri keluarganya saja.
Rosi terlihat bahagia dengan pernikahannya, meskipun awalnya Rosi ragu akan pernikahan itu.
Egi adalah pria yg paling bahagia karena akhirnya Ia bisa mempersunting kekasih yg paling Ia cintai.
Ia sudah berjanni di depan saksi untuk menjaga dan menyangi Rosi di saat bahagia maulun susah.
Malampun telah tiba, Rosi dan Egi sudah duduk di atas pelaminan dengan wajah mereka yg terlihat bahagia dan berseri.
Gaun putih dengan dada terbuka telah membalut tubuh Rosi, tata rias wajah yg tipis dan lipstik merah tipis menghiasi wajah mungilnya.
Egi pun terlihat gagah dan tampan dengan jas dan bawahan berwarna senada dengan gaun pengantin yg di pakai istrinya.
Semua para tamu undangan telah termanjakan dengan kecantikan dan ketampanan wajah dua mempelai.
Semua mata tertuju dengan mereka, rasa kagum dan bahagia terpacar dari wajah kedua orang tua dan para undangan.
Diandra datang bersama Kafka.
__ADS_1
Mereka terlihat bahagia malam itu, Diandra selalu menebarkan wajah bahagianya di hadapan semua orang.
"Selamat menempuh hidup baru ya Ros, semoga bahagia selalu." ucap Diandra sambil memeluk Rosi.
"Amin, terima kasih kamu sudah mau datang ke acara aku." jawab Rosi dengan senyuman bahagianya.
Kafka pun memberikan selamat kepada Egi dan Rosi.
Ia tidak ingin mengingat masa lalu mereka, yg lalu biarlah berlalu, kini saatnya untuk menata masa depan.
Diandra turun dari atas panggung dan berdiri di samping Kafka mencari tempat yg tepat untuk istirahat.
"Diandra." Panggil Jaka dari balik punggungnya.
Diandra dan Kafka langsung menoleh setelah jaka memangilnya.
" Hei, kamu." ucapnya
"Selamat malam, Tuan ." sapanya Jaka ke Kafka sambil menundukkan kepalanya.
"Baik." jawab Kafka singkat.
"Apa kabar, Ndra?" sapa Jaka renyah lalu memeluk Diandra hangat.
"Aku baik, kamu sendiri gimana?" tanya Diandra balik dengan membalas pelukannya.
Diandra senang bisa bertemu Jaka.
"Siapa dia." Tanyanya saat melihat ada cewek cantik di sampingnya.
"Dia kan Novi, karyawan Suami mu, apa kau lupa dengannya?" Jawab Jaka heran.
padahal dulu Dia yg mengenalkannya tapi dia sendiri juga lupa.
"Selamat malam Nona, selamat malam Tuan." Sapa Novi sambil menundukkkan kepalanya.
"Malam." jawab Kafka datar sambil menganggukan kepalanya.
"Malam Novi, kau sangat cantik dan kalian sangat serasi." jawab Diandra sambil menjulit lengan Novi pelan.
"Terima kasih Non." jawab Novi dengan senyuman tipis.
Jaka dan Novi pergi meninggalkan Mereka, sedangkan Kafka dan Diandra lebih memilih berjalan menuju kolam renang sambil menikmati pemandangan di sana.
"Wah, acaranya meriah sekali, lihatlah banyak lilin di dalam kolam itu." Ucap Diandra sambil menunjuk ke arah kolam.
"Kau suka?" tanya Kafka dengan memasukkan dua tangannya ke dalam saku celananya.
Kafak terlihat gagah saat berdiri seperti itu, apa lagi jas dan bawahan hitam yg membalut tubuhnya membuatnya semakin gagah dan terlihat tampan.
"Tentu saja aku suka." jawab Diandra sambil memandang tubuh Kafka dengan pandangan kagumnya.
Diandra memandang Kafka mulai dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
Mata dan senyumannya terlihat licik dengan mengetuk-ngetukkan jemari telunjuknya di bawah bibirnya.
"Kau terlihat tampan dan keren kalau seperti itu." Ucapnya lalu mengambil ponsel dari dompet kecilnya.
Cekrek, cekrek, cekrek....
Beberapa foto telah tersimpan di dalam galerinya.
__ADS_1
"Aku akan menyimpan foto keren mu ini." imbuhnya.
Kafka tidak protes ataupun marah padanya, justru Ia tersenyum saat melihat tingkah Diandra.
"Sayang, sudah dari dulu kalau aku itu tampan, kamu nya aja yg gk pernah peka." Jawab Kafka dengan pedenya (percaya diri).
Kafka mengambil ponselnya lalu selfi bersama.
"Ah kau ini, sungguh aku terpesona melihat ketampanan mu malam ini, sayang." Godanya lagi dengan pandangan mesumnya.
"Hehehe,,,." Kafka terkekeh saat mendengar ucapan Istrinya.
"Apa kau sedang mengodaku." Tanya Kafka lalu memeluk dan mencium kening Istrinya.
Kafka melakukannya tanpa ada rasa malu padahal saat itu banyak tamu yg berlalu lalang menyaksikannya.
Kafka ingin mencium bibir Istrinya, namun Diandra menolaknya.
Wajah Diandra berubah menjadi merah karena menahan malu.
"Sudah hentikan, malu tau di lihatin orang." protes Diandra sambil meregangkan pelukannya.
Kafka kembali terkekeh saat melihat Istrinya jadi salah tingkah.
"Baiklah aku tidak akan melakukannya di sini, tapi nanti aku akan melakukannya di rumah, ok." Goda Kafka lirih di samping telinga Istrinya.
Diandra langsung membulatkan matanya dan merinding geli mendengar ucapan Kafka.
"Kau ini, dasar si otak mesum." jawab Diandra sambil mencubit perut Kafka.
Diandra melepaskan pelukannya lalu pergi mencari kue kesukaanya.
Banyak makanan dan kue yg tertata rapi di atas meja itu.
Diandra mengambil kue berbentuk hati dan minuman dingin lalu berjalan menghampiri Suaminya.
Diandra juga menyuapi Kafka dengan kue itu.
Kafka pun tidak menolaknya dan langsung melahapnya.
Mareka terlihat romantis dan serasai malam itu.
"Apa menurutmu Vera dan An akan datang malam ini." Tanya Diandra sambil mencari-cari keberadaan mereka.
"Aku rasa mereka tidak akan datang, Vera pasti takut jika akan ada gosip miring nantinya, Dia kan artis." jawab Kafka sambil menyesap minuman yg Ia pegang.
Diandra hanya mengangguk sambil memassukan kue ke mulutnya lalu berganti menyuapi Suaminya.
🌹🍀🌹
Kira-kira Vera dan An datang ngak ya di acara pernikahan Rosi dan Egi, kalau datang apa gimana sikap Rosi ke Vera??
Hai sobat ku semua terus dukung semua karya aku ya dengan cara
👍Like
📝Komen
⭐Rate
📝Vote
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏