Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
38. kafka sakit perut


__ADS_3

sepulang dari lestoran kafka dan Diandra mampir ke kedai bakso mercon.Kafka sengaja mengajak Diandra makan bakso mercon,ia tahu jika bakso adalah makanan kesukaan Diandra.


kafka memesan dua porsi bakso mercon dan dua gelas jeruk hangat.


Tak butuh waktu lama, dua porsi bakso mercon dan dua gelas jeruk hangat sudah ada di hadapan mereka.


Diandra melahapnya pelan begitu juga dengan kafka.


Kafka merasa ragu dengan makanan itu,dia memang cowok,tapi dia tidak doyan pedas.beda dengan diandra,meskipun dia cewek tapi dia paling doyan makanan pedas.


kafka menyendoknya pelan lalu memasukkan kemulutnya.baru beberapa suapan ia sudah tidak tahan dengan pedasnya.matanya sudah mulai berair,hidungnya mulai keluar ingus bening,telinganya terasa panas bergetar,kepalanya terasa sangat besar dan mulutnya terasa terbakar.ia berusaha menahannya namun apalah daya,wajahnya tidak bisa berbohong.wajahnya yg putih mulus berubah menjadi merah merona karena kepedasan.keringat jatuh bercucuran dari kening dan wajahnya.


Diandra menatapnya tajam,dengan segera ia menarik mangkok kafka yg masih ada baksonya,mengambil jeruk hangat lalu menyodorkan kemulut kafka.


kafka menyesapnya hingga separuh.


"Dasar bodoh,kenapa memakannya,jika kau tidak doyan pedas." omel diandra sambil mengusap keringat kafka pakai tisu.


"apa masih terasa pedas?" tanya diandra bingung.


kafka hanya mengangguk sambil menahan pedas yg luar biasa di mulutnya.


Diandra mengambil garam yg tersedia di atas meja lalu memasukkan ke mulut kafka.


lagi lagi kafka hanya patuh tanpa perlawanan.


Diandra berdiri dan menghampiri bapak tukang baksonya,ia membayar dengan uang lebih ,ia tak menggubris kembaliannya.


dengan kasar diandra menarik tangan kafka.


"ayo kita pulang,sebelum perutmu mules." ucap diandra kesal.


ia sangat kesal dengan sikap kafka yg sok pahlawan itu.


Kini Diandra dan Kafka sudah ada di dalam mobil.Diandra melepas jas kafka lalu membuangnya kasar ke bangku tengah.


"ayo jalan,takutnya nanti perutmu akan mules di sini." perintah diandra.


Kafka segera melajukan mobilnya kenceng sambil menahan pedas di mulutnya.kini perutnya mulai terasa panas dan mules.


kafka menghentikan mobilnya di halaman rumah secara kasar.ia sudah tak tahan dengan sakit yg mendera perutnya.perutnya terasa panas yg luar biasa.


kafka turun dari mobil dan berlari meninggalkan Diandra.kafka langsung masuk rumah dan pergi ke kamar mandi umum.


Diandra meringkas tas dan jas kafka yg tadi di tinggalkan di mobil.


Diandra berjalan masuk rumah dengan buru buru.


ia menunggu kafka di depan pintu kamar mandi.


Mama heran melihat tingkah konyol mereka.


mama berjalan mendekati Diandra.


"sayang,ada apa,kenapa kafka berlari ke kamar mandi?" tanya mama penasaran.


Diandra tersenyum nyengir.


"itu ma,Kafka sakit perut,tadi habis makan bakso mercon." jawab diandra sambil mengaruk belakang kepalanya.


Mama tersenyum renyah mendengar jawaban menantunya.


"pantesan saja dia kaya cacing kepanasan. Dia memang tidak doyan pedas,lalu kenapa dia memakannya." balas mama sambil menggelengkan kepalanya.ia heran dengan tingkah kafka yg tak biasa ini.


lalu mama pergi mengambil kotak obat dan memberikan ke Diandra.

__ADS_1


Diandra menerimanya.


kafka terlihat pucat setelah bolak balik ke kamar mandi.


badannya masih lemas karena kehabisan tenaga.


Diandra memapahnya naik ke lantai dua.


diandra membuka kamar kafka pelan lalu membaringkan tubuh kafka di atas ranjangnya.


"buka mulutmu,dan minum obat ini." ucap diandra sambil memasukkan obat ke mulut kafka.kafka meminunya pelan.


"apa perutmu masih sakit?" tanya diandra lirih.


"lumayan,terima kasih sudah membantuku."jawab kafka tersenyum.


"maaf ya,gara-gara aku, kamu jadi begini!" ucap Diandra melas.


"iya,tapi kamu harus mengurusku sampai aku sembuh." jawab kafka datar.ini namanya kesempatan dalam kesempitan.sakit membawa berkah.


dengan begini diandra akan dekat dengan dirinya.ya,,itu yg di pikirkan kafka saat ini.


"aku mau mandi dulu." ucap diandra.


"mandi aja di kamar mandiku!" jawab kafka datar.


"tapi,aku juga mau ganti baju." balas diandra memelas.berharap kafka akan membebaskannya.


"pakai aja bajuku?" jawab kafka singkat.


"kafka,tidak mungkin aku pakai bajumu.!" jawab diandra kesal.


"kenapa tidak mungkin." balas kafka puas.


ia ingin tertawa tapi ia mencoba menahannya.


"aku lagi ada tamu,jadi aku butuh pembalut." ucap diandra berbohong.


kafka diam dan mengaku kalah, karena dirinya tidak punya pembalut.


" Baiklah mandi sana,tapi jangan lupa kembali lagi ke sini." jawab kafka kesal.


Dengan cepat kilat Diandra beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan kafka.


Diandra merasa lega bisa terbebas dari jeratan kafka.


*******


Malan ini Rosi duduk di taman sendirian.


ia melamun memikirkan sikap dingin kafka.


Dia penasaran dengan gadis yg di cintai kafka.ia ingin melihat wajah gadis itu.


namun selama ini kafka tak pernah menceritakan siapa gadis itu.


tiba tiba ada seorang gadis duduk di samping Rosi tanpa permisi.


"malam nona!" sapanya renyah.


"malam." jawab rosi singkat.


"senang bertemu denganmu di sini,aku vera mantannya Raffa." ucap gadis itu pd


Rosi hanya diam tak perduli.tapi mulut gadis itu terus nyocros tanpa henti.

__ADS_1


"aku tau,apa yg kamu pikirkan,kafka menolakmu kan ?" tanya gadis itu dengan tersenyum licik.


Rosi hanya memandangnya sinis tanpa menjawab sepatah kata pun.


"nona,dulu Diandra telah merebut Raffa dariku,dan sekarang ia telah merebut kafka darimu." ucapan vera membuat mata dan telinga Rosi terbelalak tak percaya.


"apa maksudmu?" tanya rosi datar.


"Diandra adalah gadis yg telah merebut hati kafka darimu.kafka jatuh cinta padanya,dan hanya dia gadis yg di cintai kafka.Diandra sudah menghianatimu,dia tahu jika kafka mencintainya,namun ia tidak jujur padamu,dan tak akan pernah jujur padamu."ucap vera meyakinkan Rosi.


vera tersenyum licik dan berhasil membuat Rosi marah sama Diandra.


Rosi merasa kecewa dengan diandra,ia tak menyangka jika sahabatnya akan menghianatinya.hati Rosi semakin membeku keras setelah mendengar ucapan vera.ia semakin membeci dan muak dengan sikap Diandra..


kini Rosi sudah ada di dalam kamarnya dan berdiri di depan kaca.Rosi menatap wajahnya dari cermin.


Rosi menangis karena hatinya terasa sakit..


"dasar penghianat kamu diandra,aku tak menyangka gadis selugumu bisa menghianatiku.dasar murahan,aku tidak akan memaafkanmu brengsek."ucap Rosi sambil memukul kaca itu hingga hancur lebur.ia membuang kasar seluruh alat kecantikannya.


tangisnya semakin pecah tak tertahankan.


*****


selesei mandi dan berganti piyama,Diandra kembali ke kamar kafka.


Ada papa memeriksa kondisi kafka,mama duduk di samping kafka.


Diandra mendekati mama dan berdiri di samping mama.


"pa,gimana kondisinya?" tanya diandra sopan.


"tidak ada masalah,hanya mules biasa."jawab papa jujur.


"Apa kata papa,mules biasa.sakit pa,badanku masih lemas karena tadi aku dah bolak balik kekamar mandi buang hajat,papa bilang ini tidak ada masalah." sahut kafka kesal.


"dasar anak manja!" jawab papa lalu pergi meningalkan kafka,mama mengikuti papa dari belakang.


di kamar hanya ada kafka dan diandra.


Diandra duduk di samping kafka.


"kafka,tadi siang kamu mau ngomong apa?" tanya diandra ragu.


"Kau ini,aku masih sakit malah kau tanya yg lain." bengis kafka .


"maaf." balas diandra sendu.ia terlihat lelah dan lesu.


Kafka memandang Diandra iba,ia tak tega melihat wajah lesu Diandra.


"maaf,aku sudah menyusahkanmu." ucap kafka pelan.


🙏🙏🙏🙏🙏


gimana ceritanya,serukan??


jangan lupa jempolnya ditinggal ya.👍👍


boleh juga tinggalkan vote dan ratenya.


di tunggu juga komen dan kritiknya


♥️♥️♥️♥️


baca juga karya aku yg lainnya.

__ADS_1


salam hangat dari aku😍😍


__ADS_2