
"kak,tolong berhenti di depan dong,aku mau beli sosis bakar." perintah iffa ke Raffa.
"iya."jawab Raffa singkat.
Raffa menghentikan mobilnya didepan penjual sosis bakar.
iffa keluar dan memesan dua porsi sosis bakar untuk dirinya dan untuk diandra.
setelah beberapa menit sosis bakar sudah berpindah dan tertenteng di tangan iffa..
iffa kembali mendekati mobil raffa.
mengetuk kaca cendela mobil raffa.
raffa membukanya pelan.
"ada apa?" tanya raffa datar.
"kak,minta uang buat bayar ini."jawabnya tanpa merasa bersalah.
"kau ini,kalau tidak punya uang kenapa harus membelinya." jawab raffa kesel
"kakak,jangan pelit dong sama adik sendiri,ini sosis jug bukan punya ku sendiri,ada punyanya kak diandra juga."balasnya.
padahal diandra tidak minta di belikan tapi iffa sengaja bikin alasan kaya gitu biar tidak kena omel raffa.
raffa mengambil uang selemabar uang ratusan ribu dari dompetnya, lalu memberikannya ke iffa.
iffa menerimanya dengan senang hati.iffa kembali ke penjual sosis bakar lalu membayarnya.
ia kembali masuk mobil dan duduk manis di belakang diandra.
ia menyantap sosis bakar yg masih terlihat mengepul itu.
"kakak mau."ucap iffa sembari menyodorkan satu tusuk sosis bakarnya ke diandra.
"tidak,makan saja sendiri,aku masih kenyang."jawab diandra.
"hei,,anak kecil,mana kembaliannya?" tanya raffa lalu kembali melajukan mobilnya.
"kak raffa,pelit banget sih,uang yg sudah di berikan tidak bisa di minta lagi tau."jawab iffa tak jelas karena mulutnya masih penuh dengan makanan.
raffa dan diandra hanya bisa tersenyum pasrah mendengar alasan iffa.
__****
sehabis pulang kuliah Rosi tidak langsung pulang kerumah, melainkan lebih memilih menemui kafka.
kini Rosi sudah memarkirkan mobilnya di parkiran kantor kafka.
rosi keluar mobil dengan menenteng satu kotak makanan buat kafka.
Rosi menata penampilannya sebelum masuk kantor.
melangkah masuk dan mendekati resepsionis.
"mbk,kak kafkanya ada."tanya rosi ke resepsionis.Rosi memang sengaja tak mengabari kafka jika dirinya akan datang ke kantor.rosi ingin memberi kejutan pada kafka.
resepsionis nina menelpon ke ruangan kafka.
__ADS_1
"nona,tuan kafka menyuruhmu langsung masuk ke ruangannya." jawab nina setelah mendengar perintah dari kafka.
tanpa pikir panjang Rosi langsung meluncur ke ruangan kafka.ia melewati beberapa karyawan yg masih sibuk bekerja.
mereka memandang rosi tajam.ada yg suka dengan kehadiran Rosi ,ada juga yg tidak suka dengan kehadirannya.
tapi Rosi cuek dan tak perduli dengan pandangan mereka.
"lihat tu,bukankah cewek itu yg kemaren datang sama nona muda."tanya si A.
"iya benar,itu yg kemaren sama nona muda."jawab si B.
"apa dia pacarnya tuan kafka.."tanya si C.
"aku rasa begitu."jawab si D.
ya sudahlah,itu bukan urusan kita,ayo kita kerja lagi,jangan bikin masalah sama mereka." tambah si D.
Rosi mengetuk pintu pelan dan sopan.
setelah mengetuk pintu Rosi masuk pelan pelan.
ia merasa grogi dan gugup setelah melihat kafka berdiri di depan meja kerjanya
"kemarilah."panggil kafka lembut.
Rosi masuk dan duduk di sofa.ia terlihat masih grogi dengan wajahnya yg semakin memerah.
jantungnya terdengar berirama merdu.bibirnya tersenyum merekah.ia terlihat berbinar binar.
kafka mendekatinya lalu duduk di samping Rosi.
"ada apa kau kesini." tanya kafka lembut.
kafka menerimanya dengan tersenyum manis.
"terima kasih." sahutnya lalu membuka kotak nasi itu.
raffa mulai menyendok makanan itu lalu memasukkan ke mulutnya.ia mengunyahnya pelan dan anggun
Rosi memandangnya tanpa berkefip.
Rosi menikmati setiap pergerakan mulut kafka.dia merasa bahagia bisa berduan dengan kafka.
"Rosi."panggil kafka lembut.
"iya."jawab Rosi glagapan.
"bagimana aku bisa makan,jika kau terus memandangku seperti itu." ucap kafka.
Rosi merasa malu lalu mengalihkan pandangannya ke arah yg tak menentu.
____****di rumah raffa.
Raffa memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya.
iffa dan diandra turun setelah mobil terparkir sempurna begitu juga dengan raffa.
mereka masuk rumah beriringan.iffa langsung ke meja makan, sedangkan raffa dan diandra memilih masuk kamar untuk berganti pakaian.
diandra membuka pintu kamar pelan lalu pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
raffa memilih membaringkan tubuhnya di atas ranjang.ia sudah merasa lelah padahal dia sedang tidak bekerja keras.
selesei berganti pakaian diandra keluar dan duduk di samping suaminya.
"sayang,gimana hasil tesnya? "tanya diandra sembari memandang wajah suaminya yg terlihat pucat dan kurang sehat itu.
raffa tidak membalas pandangan istrinya.ia lebih memilih menatap langit langit plafon rumahnya.
"tidak ada masalah."jawabnya singkat.raffa terpaksa berbohong karena tak ingin melihat istrinya semakin bersedih dengan kondosinya yg sekarang.
diandra mengangguk paham meskipun ia tau jika kini raffa berbohong.dia tahu jika kini kondisi kesehatan suaminya semakin memburuk.namun ia tak ingin bertanya lebih jauh lagi.tak ingin membuat hati raffa semakin mengucil.
"sayang,ayo kita makan dulu,kasihan iffa sudah lama menunggu."ucap diandra mencoba membuat suasan mencair.
raffa mengangguk lalu bangkit dari ranjangnya.mereka keluar dan langsung menuju ke meja makan.
di sana sudah ada iffa yg terlihat lesu karena sudah lama menunggu.
iffa melihat kedatangan kakaknya dan langsung nyocros tak henti henti, seperti mak mak marahi anaknya.
"kakak,kalian kenapa lama.apa kalian tidak kasihan sama cacing cacing di perutku.mereka sudah protes dari tadi, mereka marah minta jatah makan siangnya." ucap iffa..
"dasar cerewet." jawab raffa sedikit kesel.
diandra mengusap pundak suaminya pelan.
mencoba menenangkannya.
Diandra mengambilkan nasi dan beberapa lauk di piring suaminya lalu mengambil untuk dirinya sendiri.
iffa melihatnya merasa iri dan cemburu.
"kak diandra,aku mau dong di ambilin."ucap iffa sambil menyodorkan piring ke diandra.
"dasar manja,kau sudah besar,ayo ambil sendiri." sahut raffa menarik tangan diandra yg hampir menerima piring iffa.
iffa menarik lagi piringnya lalu menaruhnya kembali di atas meja.ia mengambil sendiri makanannya.hatinya masih kesel melihat perlakuan raffa.tk biasanya raffa begitu tega pada adiknya.biasanya raffa selalu nuruti setiap perkataan adiknya.
setelah selesei makan iffa lebih memilih menonton tv.sedangkan diandra mengantar raffa kembali kekamarnya.
raffa kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
diandra menyelimutinya lalu mengusap rambutnya pelan.
"istirahatlah,biar cepat sembuh."ucap diandra lirih lalu mengecup kening suaminya.
tak butuh waktu lama mata raffa terpejam erat.mungkin karena pengaruh dari obat yg barusan ia minum tadi.
setelah memastikan suaminya benar benar sudah tertidur, diandra memilih keluar untuk menemani iffa di bawah.diandra mendekatinya lalu duduk disamping iffa.
"kamu sedang apa."tanyanya.
"lihat tom & jery." jawab iffa singkat.
"mana kak raffa?"tambahnya.
"dia sedang istirahat."jawab diandra.
"kak,apa kak raffa sakit."tanya iffa sambil menatap wajah diandra.
"tidak,dia baik baik saja.mungkin karena kecapek'an makanya tadi dia agak kesel sama kamu.maafin kak raffa ya?" jawab diandra berbohong.
__ADS_1
iffa mengangguk paham.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏