Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
23.Cemburu


__ADS_3

Hari ini Diandra tidak ada kuliah hingga


ia merasa kesepian karena Raffa sudah pergi ke kantor. Ia memutuskan untuk mengunjungi ibunya daripada kesepian di rumah.


"Pak Han, tolong antar ke toko ibu ya."ucap Diandra kepada sopir Han.


"Baik nona." Han membukakan pintu untuk Diandra.


"Terima kasih." Ucapnya sambil masuk mobilnya.


Dia membawa makanan dan beberapa kue yg tadi pagi di buat Bibi.


Ia sudah lama tidak mengunjungi ibunya.


Han menghentikan mobilnya di depan toko Ibunya.


Diandra turun melihat ke arah toko dengan wajah berseri karena kerinduannya akan terobati.


"Wau, besar sekali tokony. Ngak nyangka kak Raffa akan memberinya untuk ibu, terima kasih sayang kau sudah mengubah hidup ku dan keluarga ku jauh lebih baik seperti sekarang ini ."ucap Diandra lirih.


Diandra mengambil ponsel dari tas kecilnya lalu mengarahkan foto ke toko ibunya.


Ckreekk..


Satu jepretan telah tersimpan di galerinya,


ia juga sempat mengirim ke no ponsel suaminya.


"Sayang, aku ada disini maaf tadi aku tidak sempat minta izin dulu."send.


Diandra membuka pintu toko yg terbuat dari kaca yg sangat tebal. Melihat- lihat isi toko sambil mencari keberadaan ibunya.


Ia melihat ibunya sedang sibuk melayani pelanggan.


Susana juga sibuk melayani pelanggan di sudut ujung sana sedangkan ayahnya mengukur badan pelanggan yg hendak menjahitkan pakainnya.


Diandra tersenyum bahagia melihat mereka kompak dan mau bekerja sama. Pelan tapi pasti langkah kakinya mendekati ibunya.


"Bu,,,"


Ibu menoleh, bibirnya tersenyum lebar.


"Sayang, kau ada di sini? " Ibu laila lalu memeluk putrinya hangat.


"Iya Bu, aku kangen ibu."jawab Diandra serak, mereka berbincang dan melepas rindunya.


Ia sangat bersyukur dengan kehidupannya yg sekarang, tak menyangka jika Tuhan akan membuat perubahan dalam hidupnya sederatis itu.


Susana mendekati Diandra lalu memeluknya erat.


"Ndra, maafkan aku selama ini aku sudah jahat padamu, aku sudah membencimu. Ku mohon maafkan aku."ucap Susana memelas.


"Iya, aku sudah memaafkan mu sejak dulu. Kita kan saudara jadi jangan sungkan pada ku, jika ada masalah katakan padaku,aku pasti akan menolong mu."jawab Diandra.


Susana dan Ayah kini sudah menyadari kesalahannya. Mereka meminta maaf kepada Diandra setelah apa yg mereka lakukan selama ini. Diandra memaafkannya dan tak ingin membahasnya lagi, yg lalu biarlah berlalu kini ia ingin membuka lembaran baru.


Itulah roda kehidupan yg selalu berputar kadang di bawa kadang di atas.


Jangan ada kata menyerah untuk menjadi sukses teruslah bersabar dan terus berusaha

__ADS_1


Yakinlah jika Tuhan akan selalu ada di saat kita susah maupun disaat kita senang.


Tuhan tidak akan memberikan apa yg kita inginkan, tapi Tuhan akan memberikan apa yg kita butuhkan.


Hari sudah mulai siang, Diandra berpamitan kepada ibunya untuk kembali pulang,


namun Diandra tidak langsung pulang ia lansung pergi menemui suaminya yg masih di kantor.


Sampai di kantor Diandra langsung masuk keruangan suaminya. Dia berharap suaminya masih ada di dalam ruangan.


Ia melihat setiap sudut ruangan namun tampak sepi dan tak menemukan keberadaan suaminya.


Ia mengambil ponsel dari tasnya dan membukanya.


Ada beberapa pesan dari Raffa, Diandra mengeser lalu membuka setiap pesen yg di kirim dari suaminya.


Diandra berlari keluar dari ruangannya lalu turun kebawa naik lift pribadi .


Sampai di bawa Diandra berlari menuju mobilnya.


"Pak, tolong antar saya ke rumah sakit."ucap Diandra panik.


Hati Diandra merasa tak tenang rasa curiga berselimut dalam benaknya. Ia mulai tak tenang dan ingin cepat sampai di rumah sakit. Ia sudah tak tahan menahan emosinya. Hatinya sangat dingin sedingin es batu tangannya terkepal keras siap menonjok.


Han menghentikan mobilnya pelan di halaman rumah sakit. Diandra keluar mobil tanpa menunggu Han membukakan pintu untuknya. Berlari terburu- buru langkahnya semakin cepat dan sudah tak sabar ingin menarik suaminya jauh dari gadis itu.


Diandra membuka pintu kamar rumah sakit kasar.


Ia melihat suaminya menyuapi makanan ke mulut Vera.


Hatiny merasa sakit dan perih namun ia berusaha menyembunyikan rasa sakit hatinya.


"Sayang, maaf aku terlambat."ucap Diandra berpura- pura baik.


"Tidak apa gimana kabarnya ibu."


"Ibu baik- baik saja."jawab Diandra.


"Sayang, sini biar aku yg suapin Vera, kamu makanlah,m aku sudah membawakan makan siang untuk mu." Diandr mengambil mangkuk dari tangan suaminya lalu menarik tangan suaminya untuk berdiri.


Raffa menyetujuinya lalu pergi dan duduk di sofa agak jauh dari tempat Vera berbaring.


Raffa membuka rantang yg di bawa istrinya lalu mengeluarkan isinya, ia menikmati makannya.


"Gimana keadaan mu, apa sudah membaik."tanya diandra sambil melirik suaminya.


Tangganya menyendok makanan lalu memasukkan kemulut Vera kasar.


"Kenapa kau datang ke sini, kau sudah mengacaukan semuanya."jawab Vera sambil mengunyah makanannya, ia sesikit kesusaha. mengunyah karena tadi Diandra menyuapinya sesendok penuh.


"Dengarkan aku baik- baik, aku tak akan membiarkan wanita seperti mu menggoda suamiku."ucap Diandra sinis.


lalu menyuapi makanan kemulut Vera sesendok penuh.


Kini mulut Vera penuh dengan makanan hingga dia tak mampu untuk mengunyahnya lagi.


"Apa kau ingin membunuh ku."ucap Vera yg susah mengunyah makanannya.


"Iya, jika kamu berani menggoda suami ku maka aku akan menyiksa mu lebih dulu lalu menguliti mu dan membuang munke laut, apa kau mengerti." Ucapnya sambil melebarkan bola matanya.

__ADS_1


"Apa Kau mencoba menakuti ku."tanya Vera.


"Aku tidak menakuti mu tapi aku serius."


Vera terdiam sesaat mendengar ucapan Diandra, ini terdengar mengerikan dan sedikit menyeramkan.


"Dasar cewek gila,apa benar dia akan menyiksa ku, hii,,ngeri banget kalau ini sampai beneran terjadi pada ku."ucap Vera dalam hati.


Diandra sudah selesei menyuapi Vera makan.


Ia beranjak dari duduknya lalu pergi mendekati suaminya.


"Sayang, apa kau akan kembali ke kantor."tanya Diandra.


"Tidak, kita langsung pulang saja tapi nunggu mama datang."jawab Raffa lalu menarik tangan istrinya pelan. Raffa menyuruh Diandra duduk di sampingnya.


Diandra duduk di samping Raffa. Ia memeluk Raffa dari samping mencoba membuat Vera cemburu. Ia tak ingin Vera terus menggoda suaminya.


Dia tau jika Vera suka sama Raffa namun Raffa tak menyadarinya. Raffa sudah menganggap Vera sebagai adiknya.


"Sayang, aku ingin nonton bisakah kau menemani ku."tanya Diandra manja sejujurnya ia tak suka nonton.


"Tentu aku pasti akan menemani mu."jawab Raffa lalu mencium kening istrinya lembut.


Vera melihat adegan itu merasa sakit hati. Menurutnya Diandra tak pantas menjadi istri Raffa karena hanya dia yg pantas menjadi pendamping hidup Raffa .


Diandra sudah mengahancurkan rencananya


dan telah merebut Raffa darinya.


Hati Vera semakin sakit dan perih seperti teriris sembilu. Ingin rasanya ia menjambak dan mencabik- cambik Diandra. Dia semakin geram melihat kemesraan mereka.


Tak lama Mama datang bersama Iffa.


Mereka masuk dan menyapa Diandra.


"Kak Diandra."panggil Iffa lalu memeluk Diandra dan berganti memeluk Raffa.


"Sayang, apa kabar mu?"tanya Diandra sambil membalas pelukannya.


"Aku baik, kak."balas Iffa.


Diandra mendekati Mama mertuanya.


"Apa kabar, Ma?" tanya Diandra mencium punggung tangan Mama mertuanya.


"Baik sayang, sayang jaga kesehatan mu sekarang pulanglah dan istirahatlah biar Mama yg ganti jaga Vera. Raffa, tolong ajak istri mu pulang jangan biarkan dia kelelahan."ucap Mama.


Raffa berdiri lalu mencium punggung tangan Mamanya.


"iya Ma, kami pulang dulu."ucap Raffa mengandeng istrinya keluar ruangan.


🙏🙏🙏🙏


selesei membaca jangan lupa like,komen dan tinggalkan saran.


vote dan rate5.


terima kasih.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2