Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
32.putus kuliah demi raffa (1)


__ADS_3

mama hanya mengangguk tanpa menjawab sepatah kata pun.


mama tidak tahu apa yg sebenarnya terjadi sama mereka.tapi mama yakin jika mereka sedang menyembunyikan masalah.


mama menjadi tidak tenang dengan ucapan iffa.


mama mencoba berfikir sejenak dan mencerna setiap kata yg terlontar dari bibir putrinya.


insting seorang mama lebih kuat dan tajam dari apapun.


mama kembali kekamarnya dan menceritakan semua kepada suaminya.mama memang orang yg tak tahan melihat air mata putra dan putrinya jatuh tanpa sebab.


terlebih sekarang raffa sedang tidak baik kondisinya.


mama menelpon diandra untuk di ajak bertemu.mama penasaran dengan ucapan iffa tadi sore.


mama tidak tenang sebelum mendengar langsung penjelasan dari diandra.diandra adalah menantu yg baik.tidak mungkin dia akan berbohong pada mama mertuanya.


mungkin itulah yg di pikirkan mama sekarang.


mengajak bertemu dan mengorek informasi dari menantunya.


___***


pagi buta diandra telah terbangun dari tidurnya.mengeryip ngeryipkan matanya pelan ,mencoba menahan kantuknya.


mata diandra mulai terbuka lebar setelah berusaha membukanya.sinar lampu yg minim cahaya membuat ruangan terlihat samar dan tak begitu jelas.


mata diandra langsung tertuju pada sosok pria tampan yg tertidur pulas di sampingnya.


tangan raffa masih melingkar di perut datar istrinya.wajah pucat masih menghiasi raut wajah raffa.


raffa terlihat pucat pasif,tubuhnya semakin hari semakin terlihat kurus.kantung matanya terlihat cowong dan berkantung.


tak terasa air mata diandra kembali jatuh bercucuran.hatinya mulai ragu dan tak tenang.tak tau apa yg akan terjadi selanjutnya.


pikirannya mulai tak tenang dan berhamburan entah kemana.berjuta pertanyaan terlintas begitu saja di otaknya yg paling dalam.tangan kanan diandra mengusap pipi raffa lembut.


ia menangis melihat suaminya dengn keadaannya yg seperti itu.


mencoba bersabar dan ikhlas menjalaninya.


diandra tak sanggup jika harus kehilangan orang yg paling dia cintai.raffa adalah cinta pertamanya.raffa yg telah mengubah hidupnya menjadi wanita terhormat.raffa telah mengubah semua kehidupan diandra menjadi indah dan nyata.


diandra tak tahan dengan dadanya yg semakin nyesek menahan jeritan air matanya.


diandra melepaskan tangan raffa dari atas pusarnya pelan.melangkah pergi mengambil air wudhu.karena hanya dengan berdoa pada Tuhanlah hati diandra merasa lega.


setelah selesei mengambil air wudhu diandra mencoba membangunkan suaminya pelan.


"sayang,sudah shubuh,bangunlah."panggil diandra lembut.

__ADS_1


raffa mencoba membuka matanya pelan.entah kenapa rasanya ia enggan untuk membuka matanya.ia terlihat sangat lelah dan tk ingin membuka matanya.


namun ia berusaha membuka matanya lebar,tak ingin menyia nyiakan waktunya yg tinggal tak lama lagi.


ia pergi melangkah ambil air wudhu dengan langkahnya yg seyok tak stabil itu.


diandra melihat setiap pergerakan suaminya.hatinya merasa tersentak tak tega dan ingin rasanya ia menjerit dan menangis.


raffa kembali dan berusaha menjadi imam dalanm sholatnya.diandra mengikuti setiap pergerakan sholat dengan khusyuk.


selesei sholat diandra keluar dan turun untuk membantu bibi menyiapkan sarapan.


hari ini diandra tidak ingin pergi kuliah.ia ingin menghabiskan waktu bersama suaminya.


tak ingin menyia nyiakan kesempatan yg tk mungkin lama lagi,ia berusaha menyempatkan waktu untuk memanjakan suaminya.


diandra kembali kekamar setelah menata makanan di atas meja.


ia menyapu setiap sudut kamar namun,ia tak menemukan sosok suaminya.


ia memutuskan untuk mandi sebelum mencari keberadaan suaminya.


kini diandra sudah berpakain santai ala rumahan.


ia melangkah dan membuka pintu ruang belajar suaminya.


ya memang raffa terlihat sibuk dengan laptop di depannya.


tangan diandra melingkar lincah di leher jenjang suaminya.


"sayang,apa yg kau lakukan di sini?" tanyanya lembut.


raffa tersenyum dan melingkarkan tangan kirinya di pinggang istrinya.


"aku hanya mengecek pekerjaan yg di kirim kafka."jawabnya pelan.


"kenapa kau kesini ?" tanyanya balik.


"aku hanya ingin memastikan dirimu agar tidak sibuk dengan pekerjaanmu,kafka dan kak an akan mengurus semuanya ! jangan buat dirimu lelah karena pekerjaan,aku tidak suka itu ! ayo kita sarapan ?" tutur diandra lembut.


"sayang,terima kasih atas perhatianmu,tapi aku jenuh hanya di rumah diam tak ada kerjaan."jawab raffa mengelak.


diandra diam sejenak lalu memandang suaminya lekat.mengusap pipi suaminya lembut.


"aku janji,aku akan membuat dirimu sibuk."sahut diandra lalu mengecup pipi suaminya.


raffa tersenyum lebar mendapat kecupan manis dari istrinya.


bahagia rasanya memiliki istri seperti diandra.dia tidak pernah protes dan selalu pengertian.perhatian diandra membuat hati raffa meleleh .


diandra dan raffa keluar menuju meja makan .

__ADS_1


mereka terkejut melihat kafka sudah duduk di sana.


"sejak kapan kamu disini ?" tanya raffa .


"aku baru nyampek kak.maaf kalau aku lancang."jawab kafka sopan.ia merasa bersalah dengan sikapnya selama ini.ia begitu membenci raffa.kini ia ingin meminta maaf dan menebus semua kesalahanya.


diandra dan raffa duduk berjejer,sedangkan kafka duduk di seberang sana.


diandra mengambilkan makanan untuk suaminya lalu mengambil untuk dirinya sendiri.


Raffa terus melirik.ke arah kafka yg dari tadi terdiam dalam tundukannya.sesungguhnya hati raffa masih terasa sakit setelah mengingat kejadian kemaren sore.raffa tak ingin membuat masalah ini semakin runyam.berusaha menahan rasa sakit itu dengan berpura pura tersenyum.


mereka mulai menyantap makananya.diandra dengan lahap menikmati setiap kunyahannya.


namun berbeda dengan raffa,raffa menelannya karena terpaksa.selera makan raffa sudah ta seperti dulu.mulutnya terasa pahit,semua makanan yg masuk kemulutnya terasa hampar seperti tak berbumbu.


selesei makan diandra berpamitan ke raffa untuk pergi keluar .di antar sopir han diandra pergi menemui mama mertuanya.namun diandra berbohong,diandra tidak ngomong kalau ingin menemui mama mertuanya.diandra bilang ingin pergi belanja.


sopir han melajukan mobilnya pelan setelah mendengar perintah dari dindra.diandra juga sudah mengunci rapat mulut han untuk tidak memberi tahu ke raffa jika dirinya menemui mertuanya.


sopir han hanya patuh dan tak berani berkutik.


sedangkan raffa dan kafka masih duduk diam di ruang tamu.


kafka diam dan bingung ingin memulainya dari mana.takut membuat hati raffa terluka dan marah.


raffa meliriknya tajam.ia tahu apa yg akan di katakan adiknya.namun ia tak ingin menanyakan lebih dulu,ia ingin mendengar kejujuran dari kafka.


"apa yg ingin kau katakan ? katakanlah." ucap raffa ketus


kafka menaikkan pandangannya,ia memandang raffa sendu.


"kak,aku mau minta maaf padamu.selama ini aku sudah salah sangka padamu.aku salah dengan sikapku.aku telah menghianatimu,maaf kan aku."jawabnya ragu.


"maksudmu menghianatiku,karena kamu pernah mencintai istriku."sahut raffa ketus.


kafka tercengang kaget mendengar ucapan raffa.


"darimana kakak tahu ?" tanya kafka kaget.


raffa tersenyum devil.


"tentu aku tahu,istriku tak akan pernah menghianatiku."ucapnya datar tanpa ekspresi.


"sudahlah, tidak ada yg perlu di bahas lagi.bukankah istriku telah menolakmu? itu sudah membuktikan jika istriku setia padaku,itu sudah membuktikan dan membuatku lega.aku tak ingin membahas masalh ini lagi.sekarang yg terpenting kerjakan tugas kantormu dengan benar !" ucap raffa mengahiri pembicaraanya.


raffa pergi meninggalkan kafka dan kembali kekamar.bagi raffa tak ada gunanya membahas maslah yg sudah berlalu karena itu hanya menguras energinya.


yg terpenting sekarang adalah kesehatannya.


tak perduli dengan masalalu mereka,baginya hanya masa depan yg paling terpenting

__ADS_1


kafka pergi ke kantor dengan hati yg lega.ternyata raffa tidak marah seperti yg ia fikirkan sebelumnya.ia bangga pada sikap dewasa kakaknya.ia berjanji tidak akan membuat hati kakaknya terluka.


__ADS_2