Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
31.penyesalan dan air mata


__ADS_3

sekitar jam empat sore kafka sudah tiba di rumah raffa untuk menjemput iffa.


hati kafka kini mulai tenang dan tidak canggung lagi jika ketemu diandra.


"dra,aku pingin ngomong ."ucapnya datar.


diandra menoleh lalu berdiri setelah mendengar ajakan kafka.


mendekati kafka lalu mengajaknya mengobrol di teras depan rumah.


"ada apa?" tanya diandra


"aku cuma mau minta maaf padamu."jawabnya melas.


"untuk..?"


"mungkin selama ini aku sudah membuatmu terluka.aku egois,aku tak pernah memikirkan perasaanmu dan perasaan raffa.aku lebih mementingkan egoku dari pada perasaan kalian.benar katamu jika cinta tidak harus memiliki." sahutnya lirih dan samar.kafka terlihat menyesal dengan sikapnya yg kamaren kemaren.


"apa yg ingin kau katakan,katakanlah!" balas diandra ramah.


"iya,aku baru tau jika raffa mengidap penyakit itu.dulu aku sangat membencinya karena dia selalu menang dari aku,papa dan mama begitu menyayanginya.aku pikir itu karena mereka tak perduli denganku,ternyata aku salah menilai mereka.aku menyesal,aku merasa,akulah orang yg paling bodoh di dunia ini.aku bahkan tidak tau apa yg di alami kakakku selama ini." ucap kafka bersedih.matanya sudah berkaca kaca,seperti langit menahan air hujan.menghela napas panjang sembari mendongakkan pandangannya ke atas.


"jangan salahkan dirimu,mungkin memang kita punya banyak salah , tapi tak sepatutnya kita menghukum diri kita,yg perlu kita lakukan hanyalah memperbaiki diri kita sendiri. aku juga minta maaf ,karena diriku sudah membuat hatimu tersiksa.maafkan aku,kafka.seandainya aku tidak hadir dalam hidup kalian,mungkin semua tidak akan seperti ini."jawab diandra samar.diandra menangis dan selalu menyalahkan dirinya dengan apa yg terjadi selama ini.diandra menyeka air matanya dan berusaha menahannya.


"kau tidak bersalah,aku yg membuat semuanya semakin runyam.diandra,berjanjilah padaku ,kau akan selalu menjaga raffa.jangan biarkan dia patah semangat.aku akan berusaha melupakanmu,aku akan menyerahkam dirimu sepenuhnya ke raffa.cintamu kepada dia begitu besar.aku salut padamu.berjanjilah padaku kamu akan selalu setia padanya,apapun yg terjadi kau akan selalu ada untuknya."ucap kafka menangis.kini air matanya jatuh bercucuran seperti air sungai yg mengalir begitu deras.


diandra mengangguk dan tak mampu berucap kata lagi,dadanya terasa sesak menahan tangisnya dan nafasnya terputus putus.


hanya isak tangis yg terdengar jelas memenuhi ruangan itu.


diandra menyeka air matanya dan mulai menata nafasnya begitu juga dengan kafka.


mereka kembali masuk ke dalam rumah.


___


mereka tak menyadari jika ada sepasang telinga sedang mendengarkan pembicaraan mereka.


raffa mendengar jelas setiap kata yg terucap dari bibir kafka dan istrinya.


hati raffa sangat terluka dan sakit mendengar obrolan mereka.tak menyangka jika selama ini dirinya sudah merebut diandra dari kafka.


ia menyesal,tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur.


raffa kembali keatas sebelum mereka masuk kedalam rumah.


di dalam kamar raffa hanya bisa menangis dan menyesal.ternyata selama ini dirinya sudah membuat hati kafka terluka.seandainya waktu bisa di putar kembali,dia tak akan pernah membuat hati kafka terluka,ia akan membiarkan kafka menikahi diandra.namun itulah penyesalan selalu datang terlambat.


mungkin kini raffa telah menemukan jawabannya,apa yg harus ia lakukan untuk menebus semua kesalahanya selama ini. sebelum raffa pergi untuk selamanya,raffa ingin membuat hidup diandra bahagia.


itulah tujuannya sekarang.


____**

__ADS_1


kafka dan diandra kembali menemui iffa di depan tv.


"iffa,ayo kita pulang."ucap kafka serak.


"iya kak,apa kakak habis menangis."tanya iffa ragu.iffa memandang wajah kafka lalu berpindah memandang wajah diandra.


"kak,apa yg terjadi?" tanyanya lagi.


"kau anak kecil tau apa."jawan kafka mengelak.


"tapi...."


"sudah sana pulang,mama pasti sudah nungguin."sahut diandra memotong ucapan iffa. kafka dan diandra berusaha menyembunyikannya dari iffa.


"baiklah."jawab iffa lesu.


iffa dan kafka keluar dan meninggalkan rumah raffa.


diandra masuk setelah mengantar mereka sampai teras.


ia terkulai lemas dan tak berdaya.ia menjatuhkan tubuhnya di lantai.


tangisnya semakin pecah tak bisa ia tahan lagi .


"maafkan aku,maafkan aku.aku sudah terlalu jahat sama kalian."ucapnya lirih.


hampir setengah jam diandra menangis terkulai di lantai.


kafka datang dan merangkulnya.


diandra mendongakkan pandangannya,ia menatap wajah suaminya lekat.


diandra memeluk suaminya erat.


"maafkan aku kak,aku sudah membuat kalian terluka."ucap dindra serak dan samar.


"jangan salahkan dirimu,aku sudah mendengar semuanya." tutur raffa lembut.


diandra semakin memeluk erat suaminya dan semakin pecah tangisannya.


"maafkan aku kak."ucapnya lagi.


raffa membopong tubuh ramping istrinya.


walaupun kini kesehatannya tidak stabil,tapi raffa masih sanggup membopong istrinya naik ke lantai dua.


raffa mendudukkan istrinya dia atas sofa yg ada di pojok kamar.


memeluknya erat dan mengusap rambutnya lembut.sesekali raffa mengecup kening istrinya.


itulah sikap dewasa yg di tunjukkan raffa ke istrinya.memperlakukan istrinya seperti ratu dalam rumah tangga.


"sudahlah jangan menangis,jika kau masih menangis terus,aku akan menghukummu." ucap raffa mencoba membuat suasana tidak kaku,namun diandra tetap menangis.akhirnya raffa mengecup bibir istrinya pelan dan lembut

__ADS_1


diandra mulai meredakan tangisannya.melepaskan pelukannya lalu memandang wajah suaminya sendu.


"kak,apa kakak tadi menguping?" tanya diandra serak.


"iya,aku sudah tau semuanya."jawab kafka lirih.


"apa kakak marah padaku,apa kakak akan membunuh kafka."tanyanya khawatir.


karena dulu raffa berjanji akan membunuh siapapun yg membuat hati diandra terluka.


"mana mungkin aku akan memarahi gadis secantik dirimu.kafka adiku,dia tidak bersalah,aku yg bersalah,akulah yg merebutmu dari dia."ucapnya pelan lalu kembali memeluk istrinya.


raffa memang selalu berfikir dewasa.


dia tidak akan mungkin mengambil langkah yg berbahaya.


sesungguhnya hati raffa sangat terluka mendengar pengakuan adiknya.namun ia beruasaha menyembunyikan lukanya.dia tak ingin membuat hati diandra semakin bersalah.selama ini hidup diandra sudah menderita.raffa tak ingin membuat hidup istrinya semakin menderita lagi.


___


kafka sudah sampai di rumah,ia nyelonong masuk begitu saja tanpa memberi salam kepada mamanya.


ia sedikit berlari dan masuk kamar.


melepas semua atribut yg melekat di tubuhnya dan masuk kekamar mandi.


menguyur kepala dan seluruh badanya di bawah shower.


ia melepaskan semua penat dan beban hidupnya di bawah guyuran air yg mengalir dari shower.


berharap semua akan kembali normal.ia akan berusaha melupakan semuanya demi kebahagian diandra dan raffa.


hanya itu yg bisa ia lakukan untuk saat ini,ia tak ingin lebih menyesal lagi dari pada saat ini.karena kafka baru mengetahui jika hidup raffa tidak akan lama lagi.


mama merasa heran dengan sikap kafka yg tak biasanya.


iffa duduk di sebelah mama sambil menyandarkan kepalanya di gunungan kursi.


"sayang,ada apa dengan kakakmu."tanya mama penasaran.


"aku tidak tau ma,sepertinya mereka ada masalah.tadi siang kak raffa sedikit kesal padaku,lalu sore tadi kak diandra sama kak kafka seperti habis menangis.entahlah,masalah orang tua memang selalu rumit dan merepotkan."jawab iffa lesu.


mama hanya mengangguk tanpa menjawab sepatah kata pun.


🙏🙏🙏🙏


aku udah up lagi sayang,semoga kalian suka ya sama ceritanya.


ayo janagn lupa tinggalkan jempolny,syukur syukur kalau mau ninggin vote atau ratenya.


salam hangat dari saya ((dwi rinawati))


yg mau gabung ke group juga boleh xo.

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2