The Edelweis

The Edelweis
10 Sahabat terbaik


__ADS_3

"Kata dokter sih cuma demam aja. Tapi sekarang sudah lebih baik kok,Non. Barusan habis minum obat." sambung Bi Imah lagi mencoba menenangkan.


"Syukurlah,Kalo gitu. Oh iya, ini ada oleh-oleh buat Bi Imah sama yuli. Diterima yah" Sienna memberikan 4 buah Paperbag pada Bi Imah.


"Wah! Padahal gak usah repot-repot" Bi Imah segera menarik bingkisan tersebut dari tangan Sienna. Gadis itu mengulum senyum.


"Ah! Gak usah malu-malu bi" goda Sienna yang tahu betul bagaimana sifat Pengasuhnya itu.


"Non Sienna emang paling tahu kesukaan bibi" Bi Imah menyeringai setelah mengintip isi dari bingkisannya.


"Bi,.. Biar Sienna aja yang jagain Yuli! Mending Bibi pulang aja, istirahat. Bibi pasti capek"


"Tapi,Non. Non Sienna baru aja nyampe. Nanti Tuan besar marah loh" tolaknya Takut.


"Bibi gak usah ngebantah deh! bilang aja sama papa. Kalo Nana yang minta jagain Yuli disini" tegaskan lagi


Bi Imah menatap Sienna lekat. pasti ada yang tak beres dengan hubungan anak dan ayah itu.


"Non,lagi Berantem yah sama tuan besar? Jangan berantem terus dong Non. kasian bapak non,waktu non Sienna pergi,bapak sampe gak mau makan,gak tidur juga. Pokoknya kasian banget deh non" Jelas Bi imah.


"Papa kan punya pacar, kenapa harus khawatir sama Nana." Dengusnya


"Ya ampun jadi ceritanya si non cemburu? kalo bapaknya menikah lagi. Ya beda lah Non,sayang ke anak sama sayang ke istri. Lagian tuan besar udah lama sendirian,gak ada salahnya toh menikah lagi. Bapak juga kan perlu ada yang ngurus"


"Kan ada Bi Imah yang urus. Ada mang Ujang juga yang anter papa kemana-mana!" protes gadis itu tak terima.


"Aduh,Gimana ya ngomongnya, maksudnya tuh yang ngurus lahir dan batinnya tuan besar. Ahh, Non gak bakalan paham sih" bi Imah menggaruk-garuk tengkuknya bingung.


Sienna menoleh tajam padanya.


"Papa cuma boleh punya istri satu Bi. Nana gak mau punya mama baru! Lagian papa juga cinta kok sama mama'


Tukasnya semakin ketus.


"Ya udah deh, iya non, iya. Bibi pulang dulu, nanti malam kesini lagi."


Pamitnya mengalah. Tak bagus juga jika Imah terus meladeni Majikannya itu. Nana orang yang keras kepala untuk urusan itu. Dan tak ada seorangpun yang bisa membantahnya.


Sienna menghela nafas kesal. gadis itu menatap cincinnya dan mendekapnya erat.


"Maafin Sienna ma"Gumamnya lirih.


****


"Gimana sayang? Apa Sienna udah kamu kasih tau?" Tanya wanita berusia hampir 40 tahun itu


"Tadi pagi aku udah kasih tahu dia soal makan malam nanti. dan dia bilang 'Oke',-" Jelas Tirta .


"Serius kamu? Sienna setuju buat makan malam sama kita? Akhirnya,kita bisa mempertemukan kedua putri kita itu,semoga mereka bisa akur yah. Aku rasa sih putriku akan cocok Sama Sienna" Sahut Susan penuh semangat.


Susan Moelya, adalah Seorang Ibu dan juga seorang Artis yang mendirikan perusahaan Agensi artis terbesar di indonesia. Dia memiliki seorang gadis cantik yang bernama Rara anastasia Moelya.


Susan sudah berpacaran selama 2 Tahun dengan Tirta,Namun karna terganjal Restu dari Sienna. mereka batal bertunangan Minggu lalu.


Sebetulnya Susan adalah Janda kaya Raya,dia bisa mendapatkan pria manapun untuk menjadi suaminya.


Hanya saja Tirta itu adalah Cinta pertamanya dan juga teman kuliahnya.


Tentu saja Susan tak bisa melupakan Tirta,bahkan Saat tahu Istri Tirta meninggal,Susan lah yang selalu ada di samping tirta dan semakin gencar mendekatinya.


"Lalu gimana sama Rara?"tanya Tirta

__ADS_1


"Rara sih nurut aja,aku juga berencana Mindahin kuliahnya di ketempat Kuliah Sienna,biar mereka bisa kenal lebih dekat" Tukasnya antusias


Tirta melirik tak yakin.


"Hah? Kamu yakin? Kenapa kamu gak bicara dulu sama aku sih?" Protesnya


"Loh,.. Emang kenapa sayang? Kan nanti mereka akan jadi saudara,gak


ada salahnya 'kan satu universitas, biar bisa saling menjaga?" timpal Bu Susan.


Tirta menatap Susan bingung,tapi apa yang di katakan Susan ada benarnya juga. Setidaknya Sienna akan punya teman dekat.


"Ya sudah,aku harus ke salon dulu. Untuk acara nanti malam" Susan memeluk sang kekasih dan pergi meninggalkan kantornya. Pak Tirta hanya menatap gamang kepergian kekasihnya itu.


****


Sementara itu,Keadaan di rumah sakit. Sienna masih menunggu Yuli dengan sabar. Berkali-kali gadis itu menatap layar ponselnya,sudah beberapa kali menulis kalimat,namun kembali di hapusnya.


"Kok Sam gak ngirim pesan sih,gak peka banget! mentang-mentang aku yang mau kasih kabar duluan. Ih nyebelin"


Gerutunya.


Namun sesaat kemudian ponselnya berdering. Di Layar ponselnya tertera nama orang yang baru saja di gerutuinya.


"Ish,akhirnya dia telepon juga" Sienna berdecih.


"Hai.." sapa Sienna lebih dulu.


"Halo? Sam? Halo?" Sienna menatap layar ponselnya heran.


"Ini beneran Sam apa hantu sih yang nelepon? Kok gak ada suaranya?" Sienna mengernyit Heran karena tak ada jawaban.


"Halo. Billar, ini kamu kan? Haloo?"


"Tuuttt...... Tuuuuttt... Tutt.... "


Panggilan telpon berakhir tanpa terdengar suara apapun.


Hening.


Lesty menatap gampang keluar jendela.


"Orang Bilang,


Pertemuan pertama,adalah suatu ketidak sengajaan.


Pertemuan kedua,tak bisa di hindari.


Dan pertemuan ketiga,adalah TAKDIR.


****


Aku bukanlah Penelope yang setia Menanti sang suami,Oddesey kembali dari peperangan Troya.


Aku hanya Gadis biasa yang sedang Gusar menanti Kabar tak pasti.


Apakah dia ingat?


Apakah dia Menunggu?


Apakah dia Rindu?!

__ADS_1


Sienna menghela nafas kesal, kenapa juga dia harus memikirkan pemuda itu. Bahkan saat di telepon barusan Sam tak bicara sepatah katapun.


"Dasar nyebelin!" Dengus Sienna.


"Siapa yang pengecut?" Suara parau Yuli sontak membuat Sienna kaget


"Yuli,kamu udah bangun?" Sienna mendekat dan mengusap jari jemarinya


"Kapan kamu pulang?" Tanya Yuli lemas.


"Kamu gak usah sok bawel deh! Yang lagi sakit itu kan kamu. Kenapa kamu bisa sakit" Sulut Sienna dengan nada ketus tapi tak bisa dipungkiri jika dia begitu khawatir.


"Aku denger kok tadi. Sam,-"


Yuli menilik dalam.


"Ssttt!.. Jangan mikir macem-macem!lagian dia cuma temen kok" sanggah Sienna


Yuli menatapnya lekat,Yuli tahu betul bagaimana Sienna.mereka sudah saling mengenal sejak kecil.


"Udah deh gak usah bohong! emangnya Kita baru kenal sehari dua hari" Yuli membelalakan matanya,seolah dia tak akan termakan oleh bualan Sienna.


"Apaan deh. Jangan-jangan kamu gak sakit yah?! Masa orang sakit masih bisa nyindir sih? " Protes Sienna curiga.


Yuli terkekeh.


"Aku kangen..." tukas Yuli tiba-tiba.


Sienna mengulum senyum kemudian memeluknya erat. Hubungan mereka lebih dari anak majikan dan pelayan, lebih dari sahabat masa kecil. Mereka itu belahan jiwa.


"Aku takut kamu kenapa-napa disana. aku takut kamu gak ada temen, sementara ponsel kamu mati. aku kan khawatir." Cerocos yuli.


"Iya Maaf,Maaf! Janji deh gak akan gitu lagi" Sesalnya semakin erat mendekap Yuli.


Yuli melepas pelukannya,Dia masih menatap Sienna aneh


''Apa..?!" Tanya Sienna tak paham dengan maksud tatapannya.


"Jadi siapa si Sam itu?!" Selidik Yuli penasaran.


"Dia hanya teman yang aku temui di Catalan" Jelas Sienna singkat


"Yakin hanya teman? Masa sih? Kok aku ngerasa Kamu bohong?"


"Eh, aku bawain kamu buah segar nih? Aku kupasin ya?" Sienna coba mengalihkan pembicaraan.


Yuli menahan tawanya, namun dia mengalah dan membiarkan Sienna sendiri yang bercerita suatu hari nanti.


"Lain kali kamu harus banyak makan, siapa tahu besok aku ilang lagi,jadi kamu gak akan sakit" Goda Sienna sembari menyuapi Yuli potongan apel yang dikupasnya.


"Dasar orang kaya, seneng banget Liat orang miskin susah!" cibir Yuli.


Sienna tertawa nyaring melihat sahabatnya itu kesal karna kehilangan dirinya.


"Besok-besok kalo mau kabur, ajak-ajak dong!Aku kan juga mau ke Barcelona"


Rengek yuli.


"Gila,tiket pesawatnya aja hampir 9 juta! kalo kita berdua pergi,aku harus bobol Bank dulu dong!" Sienna Menepuk dahinya lesu.


Yuli tergelak. Ada semburat bahagia di wajahnya. Sienna telah kembali pada salah satu sifat yang di sukai Yuli, yaitu humoris dan periang. Meski Yuli tahu, Sienna menyimpan banyak sekali kesedihan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2