
Sienna berlari cepat meninggalkan rumah dan menyetop sebuah taksi yang kebetulan melintas.
Sienna masuk dan menutup pintu mobil dengan keras. Hingga membuat si sopir menoleh padanya.
Di dalam mobil Sienna hanya bisa menangis. Rasa kecewa dan marahnya sudah terlampau banyak. Juga sikap sang papa yang selalu menuntut banyak padanya. Sienna bukan tak bisa bersikap dewasa,Sienna hanya takut. Takut jika sang ayah Menikah lagi,maka dia akan sendirian.
Sienna menatap cincin di jari manisnya lalu mendekapnya erat. Dengan begitu dia bisa merasakan bahwa sang mama sedang memeluknya.
BUGH!
Sienna terhenyak saat tas nya jatuh.
"Pak,pelan-pelan dong!" Protesnya
"Maaf Non,sepertinya di depan ada kecelakaan" Jelas sang sopir ragu.
Sienna menatap ke arah depan. tampak seorang pengendara motor dan mobil tengah terlibat adu mulut.
Saat menoleh ke belakang pun,mobil lain nampak berjejer memadati jalanan, yang macet karna tersendat.
"Ya udah pak,saya turun disini aja"
Sienna memberikan selembar uang lima puluh ribuan. dan kemudian turun ke trotoar.
Suara bising klakson,juga debu polusi dari asap-asap kendaraan seakan menjadi irama bising yang memekakkan telinga. Sekaligus menghibur kedukaannya.
**
Ada satu kisah romantis dari sebuah galaksi.
Konon bintang Alteir dan Vega hanya bisa bertemu setahun sekali. Karena keduanya terpisah oleh sungai milky way.
Dan hanya pada tanggal ke 7 bulan ke 7 , salah satu bintang akan menyebrangi sungai milky way tersebut dan akhirnya kedua bintang itu sejajar dan bisa bersama.
Disebutkan bintang Vega dan Bintang Alteir adalah bintang yang paling terang di musim panas.
Itu menunjukkan betapa bahagianya mereka setelah dapat bertemu. Sehingga memancarkan sinar yang paling terang.
**
Sienna berjalan pelan dan berhenti didepan zebra cross lalu menoleh ke arah kiri dan kanannya. Untuk memastikan dia tak mati konyol di jalan meski dengan perasaan kalut.
Dan Tanpa di sengaja, sepasang mata dari dalam mobil itu menatapnya .
"Sienna?" Gumam Sam kaget sekaligus senang. Tapi sayang, saat itu mobil yang Sam tumpangi tak dapat berhenti karna berbeda jalur.
"Apa itu benar-benar Sienna?!" desisnya sedikit ragu
"Pak,apa kita bisa puter balik?!"
Tanya Sam dengan mata tak lepas menatap gadis di luar sana.
"Maaf den, belokannya sangat jauh. Di lajur kiri juga sepertinya macet"
Jelas sang sopir.
Mobil Sam melaju semakin jauh, meninggalkan Sienna yang berjalan berlainan arah.
__ADS_1
Sam menatap bros yang di pegangnya,
"Ini pasti takdir." Gumamnya yakin.
Kamu mungkin akan melupakan orang yang pernah tertawa denganmu.
Tapi kamu tak mungkin melupakan orang yang pernah menangis bersamamu.
Awalnya Sam sangat putus asa. Dia takut jika saat kembali ke tanah air akan sulit menemukan Sienna. Tapi nyatanya,Tuhan begitu baik pada Sam. Mereka dipertemukan dengan cara sederhana dan begitu cepat. Meski Sam tahu, Sienna pasti takkan menyadari keberadaannya saat ini.
Setibanya di rumah,Sam bersikap biasa saja ketika bertemu dengan sang mama yang begitu mencemaskan kondisinya.
"Sam sudah pulang?" Bu Dewi yang baru tiba melirik mobil taksi yang terparkir di depan halaman rumahnya.
"Sudah nyonya. Baru saja" Seorang pelayan mengangguk sopan.
"Sayang! Kamu kok gak bilang-bilang kalo udah nyampe? kan mama bisa suruh Eno buat jemput kamu.Ya ampun, wajah ganteng kamu jadi rusak gini, kita ke rumah sakit ya?!" Cerocos sang mama panik,saat melihat ada goresan luka di wajah tampan putranya.
"Sam cape mah. Sam mau istirahat!"
Tolaknya cuek
"Kamu tuh cuek banget sih sama mama, gak kangen apa?" Dengus sang mama.
Sam bangkit dari sofa kemudian mengecup kening sang mama.
CUP!
"Udah ya, Sam mau tidur"
Pamitnya berjalan menuju lantai dua kamarnya.
"Eno nganter papa ketemu Relasi di luar kota, besok baru pulang. Kamu mau makan apa nak? Biar mama masak"
Tanya sang mama
"Gak usah ma. Sam udah kenyang"
Tolaknya sembari pergi menuju kamar.
"Sam! Samuel.. Gimana mau ketemu jodoh,kalo kelakuan kamu masih kaya anak kecil gitu" Gumam sang ibu.
Sam segera masuk ke dalam Kamarnya, Lalu duduk di sudut ruangan yang menghadap ke arah jendela.
"Gila! Kenapa hati gue jadi gak karuan gini sih?" Gumamnya menatap bros milik Sienna.
"Apa Sienna tinggal di dekat situ ya? Tapi pakaiannya rapi. mungkin juga,dia kebetulan lewat situ. Terus dia mau kemana tadi?" Desisnya menerka-nerka.
Sam menggaruk kepalanya frustasi.
****
Sienna tiba di rumah sakit, gadis itu menceritakan kejadian semalam
pada Yuli, mereka berdua tertawa nyaring.
"Ya ampun, hebat banget kamu bisa makan jamur semahal itu."Tukas yuli.
__ADS_1
"Haha.. Padahal aku gak suka makan jamur, tapi demi memberi pelajaran sama tante Susan dan anaknya. Itu sih setimpal." Jawabnya nampak begitu puas.
Bi imah yang sedang merapikan pakaian putrinya pun, ikut bicara.
"Non,seharusnya Non pikirin juga perasaan papa-nya Non. Pasti tuan sangat kecewa,apalagi di hadapan Calon ibu sambung non Sienna"
"Bi Imah! Tante Susan belum jadi calon ibu sambung Nana. Baru pacar papa doang kok!" tegasnya tak terima.
"Kalo Nyonya Hesty masih ada dan melihat sikap non yang kurang sopan sama bapak, Pasti nyonya juga marah. Nyonya itu, memanjakan Non Sienna agar Menjadi anak gadis yang manis dan penyayang, Bukan jadi anak gadis yang pembangkang dan Egois"
Bi Imah nampak serius merapikan tas nya.
Yuli melirik takut pada Sienna. Sementara gadis itu tiba-tiba terdiam.
"Seandainya saja mama masih hidup. Sienna juga gak bakalan jadi anak pembangkang dan ngelawan papa. Lagian Sienna gak egois kok! jelas-jelas mereka menikah karna memperkaya jaringan bisnis, bukan karna cinta. Jadi yang egois itu mereka!" sanggahnya
"Yo, Podo Wae nduk! Intinya gak boleh melawan apa kata orang tua. kalaupun Non gak setuju, semuanya bisa di bicarakan baik-baik. Gak usah marah,apalagi sampe kabur-kaburan "
Jelas bi imah.
Sienna menoleh kesal pada pengasuhnya itu.
"Bi Imah di bayar berapa sama papa buat nasehatin Nana" Tanyanya sinis.
"Bibi gak memihak siapapun, gak di bayar juga sama tuan. bibi bicara sebagai seorang ibu. Kalo seandainya bibi meninggal,dan Yuli punya ibu baru. bibi gak akan marah. Apalagi ibu barunya itu bisa menyayangi Yuli"
Sienna bergeming,dia nampak menengadah menahan air mata yang terasa panas di pelupuk matanya.
"Ya udah, bilang sama papa. Sienna akan merestui pernikahan papa sama tante Susan." celetuknya tiba-tiba. Lalu berjalan mundur dan meninggalkan ruangan itu.
"Sienna, mau kemana?!"Tanya yuli
Namun Sienna terlanjur tersinggung dan tak mau menggubrisnya.
Yuli menatap sang ibu bingung. Omongan ibunya itu memang benar. Tapi juga dia tak bisa menyalahkan sikap Sienna.
"Ibu.. Kenapa ibu bicara begitu sih sama Sienna?" Yuli menoleh pelan pada ibunya.
"Ibu cuma tak ingin Sienna terus-terusan menghindar, dia harus menghadapi kenyataan kalo ibunya sudah lama Meninggal. Semua orang jadi tersiksa karna sikapnya yang ke kanak-kanakan seperti itu." jelas bi Imah.
Yuli menghela nafas lesu.
Bi imah segera menelpon Pak Tirta dan menceritakan apa yg terjadi hari ini. Juga memberitahu Bahwa Sienna sudah setuju dengan pernikahan pak Tirta dan Bu Susan.
****
"Ish! Kenapa sih semua orang nyebelin banget" Umpatnya seraya berjalan cepat meninggalkan rumah sakit dan menyetop sebuah taksi untuk pergi ke perpustakaan kota.
Seberapa kuat kamu mempertahankan ego mu,yang menurutmu Benar?
Melawan Musuh terkuat dalam dirimu,dengan sekuat tenaga?
Benarkah Cinta yang kamu lindungi akan tetap selamat?
Atau justru kalah oleh keadaan?
****
__ADS_1
"Apa sayang? Sienna setuju kita menikah? Serius?!" Susan nampak antusias juga tak percaya. Akhirnya keinginannya untuk menjadi nyonya Ibrahim akan segera terwujud.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...