The Edelweis

The Edelweis
08 Selamat tinggal Catalan!


__ADS_3

Di katakan Menurut Sejarah, Juana adalah putri Kerajaan Aragon yang terkenal di Spanyol.


Dia Menikah dengan pangeran Felipe putra dari kaisar Romawi Maximilian 1.


Namun Putri Juana di juluki 'Si Gila' Karna setelah kematian Ibunya Isabel, dan kematian Suaminya Felipe. Juana menjadi frustasi dan sedih. Dia menghabiskan hidupnya menjadi seorang biarawati.


Rasa kehilangan manusia itu sama, Seperti Apapun keadaannya. Kehilangan adalah satu peristiwa yang Sangat di takuti. Apalagi Jika itu menyangkut Orang yang sangat Kita cintai dan kita sayangi.


Kecewa,Menyesal,Rasa Bersalah dan Putus Asa. Sudah Menjadi Belati tajam yang menghunus hati dan jiwa mereka yang di tinggalkan.


Bahkan Lautan Air mata tak akan


Mampu mengembalikan Mereka yang sudah Hilang jiwanya.


Sehingga kata 'Gila' bisa saja tersemat pada Mereka yang Masih belum bisa merelakan Kepergiannya.


Namun ingatlah, Tuhan Masih Menyimpan satu Penawar Untuk jiwa-jiwa yang di tinggalkan,


Seorang 'Pengganti' Yang Mungkin bisa dan Layak,untuk Mengobati kekecewaan mereka yang mendalam.


***


Semilir angin malam terasa begitu menusuk sanubari. Setelah perpisahannya tadi malam dengan Samuel,Sienna masih terjaga. Jam Waker. di atas Nakas menunjukan pukul 1 dini hari.


Gelisah tak menentu,entah apa yang sebenarnya yang terjadi dengan hatinya. kenapa dia bisa segelisah ini.


"Apa kamu takut jika kelak tak bertemu lagi dengan pemuda itu?" Batin Sienna bertanya-tanya.


Sienna menarik bantal secara kasar dan membenamkan wajahnya frustasi.


"Siapa juga yang mikirin cowok aneh kaya gitu" Gumamnya melawan kata hatinya sendiri.


Sienna mengambil kamera digitalnya, tak di sangka sudah puluhan foto yang tersimpan disana. Sienna memandangi satu persatu foto itu,sesekali dirinya menyunggingkan senyum manis saat melihat foto dirinya dan Sam ketika tengah berkeliling di Catalan.


"Dasar cowok aneh. Eh,tapi yang ini lucu juga sih" Gumamnya menilik selembar foto yang cukup menarik.


Tapi Ada satu foto yang tiba-tiba membuat Sienna seketika terdiam. Foto ketika Sam dan dirinya tengah saling menatap. Dia melihat ada yang aneh dari tatapan pemuda itu.


Seperti tatapan seseorang yang sudah mengenalnya lama, begitu dalam dan penuh makna.


"Jika suatu saat nanti kita bertemu lagi. Mungkin Itu yang di namakan jodoh"


Sienna menghela nafas dalam.


***


"Apa? Laki-laki?!" Pekik sarah kaget setelah Rico menceritakan bagaimana dirinya menemukan Sienna di villa keluarganya.


"Kok kamu baru cerita sih?!" keluh Sarah


"Tadinya aku males cerita ke kamu, Pasti kamu lapor ke papa nantinya. Aku aneh aja sih lihat muka cowok itu, sepertinya gak asing. Apa mungkin aku pernah bertemu dia atau dia mirip seseorang ya?" Rico nampak mengingat samar.


"Apa pemuda itu dari kalangan orang kaya? Atau biasa saja?" Tanya Sarah.


"Kayanya sih Orang kaya,Gak mungkin dia miskin bisa ada di Barcelona"


terka nya


"Menurut kamu,mereka pacaran?"


Sarah menilik penasaran.

__ADS_1


Rico menatap sang istri aneh.


"Kamu kaya gak kenal Nana aja. sejak kapan dia mau bersama pemuda yang baru dia kenal. Tapi sepertinya dia anak yang baik"


"Terus kenapa dia bisa sama Sienna ya?" Sarah nampak bingung.


"Nana bilang,pemuda itu yang menolongnya kemarin. Ah,Udahlah. Aku lapar,buatkan aku pasta!" Elak Rico.


"Ish,.. Kamu ini,aku lagi serius juga. Masih aja mikirin makan" Decak Sarah kesal.


"Eh, sayang. Tapi kamu harus Rahasiakan ini dari papa ya? Aku gak mau Nana dapet masalah lagi di sana. Kamu kan tahu papa kaya gimana orangnya" Pinta Rico.


"Oke. Lagian Aku juga gak Mau melibatkan orang lain dalam masalah keluarga kita" timpal Sarah


****


Matahari Begitu cepat muncul ke


Permukaan. Sinarnya merangsak masuk melewati sela-sela jendela kamar Sienna.


Sienna menggeliat Malas.


Di tatapnya Jendela kamar yang sudah terang oleh cahaya sang surya itu.


Sienna bangkit perlahan dan duduk di sisi ranjang.


"Aah! Masih ngantuk" Rengeknya malas.


PING!


Notifikasi dari ponselnya,membuat Sienna menoleh ke arah meja Nakas, dan buru-buru melihat pesan yang masuk.


Pesan singkat yang di kirim oleh Sam seketika membuat Sienna terperanjat kaget.


"Ya ampun! ini beneran? Aku gak mimpi 'kan?" Serunya kegirangan lalu kembali menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.


"Aduh,balesnya gimana ya? ngomong apa yah? Bentar'-Bentar" Cerocosnya panik.


Sienna mengetik satu kalimat,


"Selamat pagi juga-" Sienna merengut,


"Ahh, jangan! Terlalu formal, aduh gimana dong. Ya ampun Nana, mikir!"


Gerutunya semakin tak karuan.


Namun sesaat kemudian panggilan telepon masuk.


"AH!!!" Teriak Sienna saat dia tahu Sam yang meneleponnya.


"Aduh! Ekhem.." Sienna membetulkan rambutnya yang acak-acakan. Padahal itu panggilan biasa, bukan Videocall.


"Halo,Selamat pagi" Sienna menyeringai malu-malu.


"Kamu udah bangun?" Tanya Sam.


"Udah dong! Aku juga udah mandi,"


Selorohnya berbohong.


"Wah! Rajin banget jam segini udah mandi?" Seloroh Sam seolah tak percaya.

__ADS_1


"Ih, Gak percaya?" Dengus Sienna


"Ya udah. Aku Videocall Deh,biar aku tahu,kamu bohong atau enggak. Gimana?!" Saran Sam nakal.


"Eh,Jangan!" tolaknya panik


"Kenapa?!" Tanya Sam terkekeh.


"Itu,- Aku harus segera berangkat. Jadi gak boleh telat" jelasnya beralasan.


"Oh iya,aku lupa kalo hari ini kamu pulang ke Indonesia." Sam menghela nafas lesu


"Tenang aja, Nanti setelah tiba di jakarta aku pasti kabarin" Sienna menggigit bibirnya ragu.


"You sure? Oke. Aku tunggu kabar dari kamu. Take care.okay!" Sam mengakhiri panggilannya.


Sienna terdiam, Namun sedetik kemudian dia tersenyum kembali. Ada perasaan lega Namun juga ragu untuk meninggalkan kota ini. Tapi setidaknya mereka sudah saling berjanji untuk berbagi kabar nantinya.


Sienna berjalan pelan menuju kamar mandi. meninggalkan sekelumit keresahan hatinya


****


Setibanya di Bandara internasional El prat Sienna Berpamitan Pada Sarah dan Rico


"Hati-hati ya sayang?" Sarah mencium dan memeluknya erat.


"Sampaikan Salam Kita sama Papa. sama orang rumah juga" Rico memeluk adik kesayangannya itu.


"Oke. Kalian juga yang rukun yah! Jangan sering ribut! Dan secepatnya kasih aku ponakan!" celetuk Sienna sembari mengelus perut Sarah.


"Nanti kakak kasih kamu Ponakan Kembar Lima Sekaligus!" Rico terkekeh.


"Dasar gila," Dengus Sarah.


Sienna tertawa geli melihat tinggah Lucu sang kakak.


''Ya udah,Nana pamit ya kak. Bye! "


Sienna melangkahkan kakinya menuju tempat keberangkatan.


Matanya mengedarkan pandangan pada setiap orang yang berlalu lalang.


Siapa tahu saja ada sosok yang diharapkannya tiba-tiba muncul.


"Enggak! Jangan terlalu percaya diri Sienna. Mana mungkin dia datang!"


Rutuknya


Sienna menatap gamang hamparan kota Catalan Saat dirinya sudah duduk di kursi pesawat.


"Selamat tinggal Catalan. I'll Miss you"


gumamnya lirih.


Setelah meninggalkan Barcelona, Sienna akan kembali ke rumahnya. Menjalani kehidupan membosankan. bertengkar dengan sang papa. Dan menghadapi dunia kampus yang sangat melelahkan baginya.


Tak ada yang Bisa dia harapkan di jakarta,Apalagi soal pernikahan ayahnya itu. Dan Sienna hanya bisa menghela nafas panjang.


Keluarga Utuh yang selama ini menjadi Impiannya,hanya tinggal berupa Serpihan-serpihan kecil yang tak Bisa disusunnya lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2