The Edelweis

The Edelweis
06 La Sagrada Familia


__ADS_3

Rico dan Sarah sudah berusaha keras untuk membujuk Sienna agar mau kembali ke indonesia.


"Sayang,.. Kamu gak Kasian ya sama papa? Jangan bikin papa kamu khawatir dong?" Bujuk Sarah lembut.


Sienna Memilin kasar ujung kemejanya.


Sejak tiba di rumah tadi pagi, dia bahkan tak menyentuh sarapan paginya.


"Kakak janji, setelah kuliah kamu libur tahun depan. kamu boleh kemari lagi. Atau kamu mau tinggal disini bersama kami. It's okay!" Sambung Rico.


"Nana benci papa!" dengusnya melirik pada sang kakak.


"Sayang, kalo kamu kaya gini terus nanti mama marah loh, kamu kan bentar lagi masuk kuliah, liburan udah mau selesai? Setelah kuliah kamu selesai kakak yakin, papa gak akan melarang kamu lagi, mau kamu pergi kemana pun?" Sarah mengusap lembut pundaknya.


"Tapi Nana gak setuju sama pernikahan itu, papa udah tua, papa gak boleh nikah lagi, itu namanya papa menghianati mama!" Protes Sienna kesal.


Sarah dan Rico saling tatap bingung.


"Ya udah, yuk kita jalan-jalan. Kakak ajak kamu ke suatu tempat" Ajak sarah mengalihkan kemarahan Sienna. Wanita itu tahu, jika mereka terus mendesak Sienna. gadis itu akan semakin berontak dan melarikan diri lagi seperti kemarin.


Rico menatapnya aneh.


"Biar aku yang Urus" Bisik sarah meyakinkan.


"Nana gak mau keluar. Nana capek!"


Tolaknya ketus


"Are you sure? Katanya sih katedral itu sekarang sudah di buka untuk umum"


Sarah nampak meyakinkan.


Sienna menatapnya tajam.


"La sagrada familia? Serius?!" pekiknya pelan. Sarah mengangguk tegas untuk meyakinkannya.


***



La Sagrada Familia


Basilika Sagrada Familia, begitulah orang-orang menyebut namanya.


Bangunan megah dengan bentuk dan gaya arsitektur Ghotic dan Art Nouveau ini begitu Terkenal di seantero Dunia. bangunan yang di nobatkan sebagai World Heritage Site ini begitu sangat Anggun dan mempesona. Tak heran jika para turis Asing berbondong-bondong untuk melihatnya.


Sebenarnya Sagrada Familia di bangun oleh arsitek Francisco Paulo De Vilear namun kemudian di teruskan oleh Antonio Gaudi karna Francisco mengundurkan diri.


Bangunan yang hingga saat ini belum Rampung pembangunannya,telah melewati berbagai macam proses yang panjang. Bahkan Sempat terhenti beberapa kali akibat terjadinya Perang Saudara, hingga Perang Sipil. karenanya membuat Antonio Gaudi kekurangan Dana untuk pembangunan katedral tersebut. Namun hal itulah yang menjadikan Sagrada Familia menjadi Ikon kebanggaan Warga Spanyol dan Dunia. Karna proses pembuatannya yang rumit dan memakan waktu puluhan tahun.


***


Sebetulnya Sienna enggan untuk


Bepergian keluar, tapi mendengar La sagrada Familia dia tak bisa menolak.


Sepertinya Sarah tahu betul, apa yang menjadi keinginan gadis itu.


Sienna mengintip di balik jendela mobil, sebelum akhirnya mobil itu terparkir di salah satu tempat yang agak sepi.


"Dari sini kita jalan kaki saja, biar kamu juga bisa isi kamera kamu dengan foto-foto bagus" sarannya.

__ADS_1


Sienna menatap dingin kearah jalanan. Kota ini berisik, namun juga sangat membuat dirinya jatuh cinta dan penasaran pada keindahannya.


Kota yang Setiap hari tak pernah tidur karena selalu sibuk dengan Wisatawan Asing dan Domestik ini. Memang menyimpan banyak bangunan dan tempat-tempat bersejarah peninggalan Jaman dahulu. Dan itu yang membuat Sienna sangat tertarik untuk mengabadikan setiap momen yang ada disana dengan kameranya.


Sarah menilik Raut wajah adik iparnya tersebut. Mencoba Mencari celah untuk membujuknya agar mau pulang kembali ke indonesia.


"Beruntung sekali ya" tukas Sienna tiba-tiba.


Sarah mengikuti arah pandangannya, terlihat seorang gadis kecil tengah bermain bersama ayah dan ibunya.


Sarah tahu apa yang Sienna rasakan.


Di dekapnya gadis itu perlahan.


"Kita makan siang yuk, kakak lapar?"


Ajak sarah coba mengalihkan perhatiannya. Dia tentu tak ingin Sienna terus larut dalam ingatan kelamnya.


"Oke.." Sienna mengangguk setuju.


Namun matanya masih tertuju pada apa yang di lihatnya tadi. Selalu saja Ada perasaan sakit yang sulit dijelaskan jika sudah melihat pemandangan Seperti itu.


Dua buah Roti panggang,serta telur rebus dan beberapa potong alpukat cukup untuk mengganjal perut mereka siang ini.


"Kemarin Yuli menghubungi kakak,-"


Tukas sarah memberitahu


"Yuli.. Kenapa dia?!"


Sahut Sienna kaget


"Sebetulnya dia meminta kakak buat Rahasiakan soal ini. Tapi,kayanya kamu harus tahu deh" Jelas Sarah ragu.


"Kenapa sih kak? Ayo kasih tahu?!"


Desaknya


"Yuli lagi sakit. Sebaiknya kamu hubungi dia" Saran kak Sarah.


Mendengar itu, Sienna segera merogoh Tas kecilnya, dan melakukan panggilan.


Sarah melirik dan menahan tawa, Lucu Rasanya jika melihat gadis itu sedang panik. Walaupun dia judes di luar, tapi Sienna sangatlah perhatian.


"Halo, Yuli? Beneran kamu sakit hah?"


Tanya Sienna panik.


"Kamu tau dari siapa Na? Aku gak apa-apa kok,-" Balas Yuli dari ujung teleponnya.


"Sekarang kamu dimana? Udah diperiksa ke dokter 'kan?" Cerocosnya


"Aku lagi di infus nih. Gak bisa kemana-mana. Kata dokter sih cuma kecapean" Jelasnya lemas.


"APA?! Kenapa kamu gak ngomong sih? Ya udah, besok Aku pulang!" Tukasnya cemas.


"Beneran? Makasih ya nyonya muda"


Sahut Yuli manja.


"Iya, besok aku pulang" Sienna nampak masih sangat cemas.

__ADS_1


Yulia adalah anak Dari pengasuh keluarga Tirta sekaligus asisten dan sahabat satu-satunya Sienna dirumah. Sienna sudah menganggap Yuli sebagai saudara sendiri. sehingga apapun yang terjadi. dia selalu berusaha yang terbaik untuknya.


Namun karena pertengkaran Sienna dan sang papa, membuatnya tak sempat berpamitan pada Yuli saat hendak ke Barcelona.


Sienna menutup telponnya,


"Kak, bilang sama bang Rico. Pesankan satu tiket peswat ke Jakarta" pintanya menghela nafas.


Sarah tersenyum dan tanpa sepengetahuan Sienna, dirinya memberi kabar pada papa mertuanya. Bahwa Sienna berhasil di bujuk untuk pulang.


"Kalo gitu Kakak pulang duluan aja, kasih tau bang Rico. Aku mau disini sebentar lagi" jelasnya.


"Kamu yakin?" tanya Sarah memastikan.


"Iya."jawabnya singkat.


Sepertinya untuk saat ini, Kembali menemui Yulia adalah yang terpenting.


"Okay, Be carefull honey" Pamit sarah meninggalkam Sienna sendirian.


***


Sam tiba di Depan katedral La sagrada Familia dia menatap gereja yang menjulang setinggi 170 meter itu.


Begitu banyak turis yang mengantri di depan gerbang agar bisa masuk ke dalamnya. Sam lalu duduk manis di sekitaran taman di depan katerdal itu. Melihat orang-orang berlalu lalang.


Tengah asyik melamun,tiba-tiba saja ponselnya berdering tak henti. Sam mendengus,seakan malas menjawab panggilan teleponnya.


"Iya,Ma. Kenapa?"Tanya Sam cuek.


"Sayang kok ketus gitu sih nanyanya? Kamu baik-baik aja kan disana?"tanya sang mama cemas


"Iya,Sam baik kok. Ada apa sih ma? Pasti mama di suruh papa lagi ya?"


Terkanya dan sepertinya tebakan Sam tepat. Sang mama terdengar menghela nafas.


"Sayang,bentar lagi kan masuk kuliah. Masa kamu mau ninggalin kuliah kamu lagi sih? Kamu gak kasian sama mama?" Bujuk sang mama.


"Ah! Sam males ma, apalagi kalian sering banget jodohin Sam ke cewek-cewek di luar sana. Mama pikir Sam gak laku apa?"Cerocosnya kesal.


"Abis kamu gonta ganti pacar tapi gak ada yang bener. Semuanya dari keluarga gak jelas! Gak sesuai sama kita" protes sang mama


"Ya udah, kalo gitu Sam gak akan pulang" Ancamnya.


"Sayang, jangan begitu dong Kamu pulang ya? Mama janji deh, kalo kamu mau pulang,mama bakal kasih apapun yang kamu minta." bujuk sang mama.


"Enggak!" tukasnya singkat.


Sang mama terdengar mendengus lesu.


"Kamu jangan keras kepala dong! kalo papa kamu tahu kamu begini, kamu pasti bakalan di hukum" Gertak sang mama.


"Udah dulu ya ma,Sam mau ke toilet! Bye" Sam mematikan ponselnya.


Hal yang sudah biasa dia lakukan jika enggan mengobrol lama dengan sang mama. Sam melemparkan pandangannya pada barisan orang yang mengantri di depan gerbang.


"Sienna!"


Pekiknya kaget. sedetik Kemudian Sam berlari mendekat. Namun sayang antriannya begitu panjang sehingga membuat Sam harus menunggu.


"Aduh! Mana antriannya panjang banget lagi" Gerutunya bingung.

__ADS_1


Sementara Sienna nampak asik memainkan ponselnya. Tanpa tahu jika Sam berada tak jauh di belakangnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2