The Edelweis

The Edelweis
07 pertemuan kedua


__ADS_3

Setengah jam mengantri akhirnya Sienna bisa masuk ke dalam katedral dan mulai memotret beberapa ukiran-ukiran di dalam katedral tersebut.


Mata gadis itu dimanjakan oleh hiasan dinding yang sangat megah dan mewah. Siapa sebenarnya dia? orang yang dengan berani mendirikan tempat serumit ini? tempat semerah ini? Batin Sienna takjub.


"Konon katanya,Antonio Gaudi sangat kesulitan dalam pembuatan tempat ini?"


Suara Sam membuat Sienna terhenyak.


Gadis itu menoleh pelan untuk memastikan, apakah Suara itu berasal dari orang yang terakhir kali terlintas di ingatannya. Sienna terpaku cukup lama. kaget sekaligus senang bisa bertemu kembali dengannya.


Pertemuan yang kedua kalinya...


"Sam? Kamu disini? Kok bisa?!" tanya Sienna heran.


"Dimana ada kamu,pasti ada aku"


Godanya penuh percaya diri.


Sienna mengernyit ragu.


"Oh iya,soal malam itu,- Maaf ya, kakak aku pasti kasar sama kamu" Sesal Sienna. Biar bagaimanapun tetap tidak sopan membiarkan tamu menunggu dan dia malah tertidur.


"Gak apa-apa kok, justru aku yang minta maaf karna udah bikin kakak kamu cemas" sahut Sam.


"No. Aku yang seharusnya minta maaf. Aku malah nangis dan tidur, -"


Sienna menggantung kalimatnya. gadis itu tampak gugup kala Mengingat bagaimana dirinya memeluk Sam malam itu.


"Loh! kok wajah kamu jadi merah. Kamu demam?" Tanya Sam.


''Enggak kok!" Sanggahnya cepat.


Baru pertama kali Sienna mengenal seorang Pemuda yang bisa membuatnya tersipu malu dan salah tingkah begitu.


"Menurut kamu Seberapa mewah bangunan ini?" Sam menatap seisi katedral dengan takjub. Apalagi langit-langitnya di penuhi Mozaik dari Pecahan kaca berwarna warni.


"Menurutku,.. Katedral ini sama sekali tidak Mewah. Justru aku Merasakan Kesedihan yang Lain dari tempat ini, Kekhawatiran Dan rasa kehilangan"


Jelas Sienna lirih


"Hm. Benarkah?!" Tanya Sam menatapnya serius.


"Antonio Gaudi Bahkan tertidur di tempat ini berhari-hari dalam perasaan bingung dan penuh keresahan. karna takut jika katedral ini tak terselesaikan. Bukankah itu satu hal yang mengerikan? Sendirian menanggung beban yang begitu berat. bahkan tak ada siapapun yang bisa menolongnya kala itu" Sienna menatap nanar salah satu sudut tempat itu.


"Tapi,- bukankah dalam kesulitan itu dia memiliki keyakinan. Keyakinan Bahwa karya yang dibuat dengan setulus hati, akan mendapatkan tempat yang istimewa di hati setiap orang yang nanti akan melihatnya." Sam tersenyum simpul menatap Sienna.


Mencoba meyakinkan gadis itu, bahwa tidak semua kesedihan di dunia ini berakhir dengan mengerikan.


"Antonio gaudi kehilangan sahabat-sahabatnya,bahkan dia sering sakit-sakitan dan pada akhirnya lebih memilih menutup diri. Itu semua terjadi karena tak ada dukungan dari sekelilingnya. Benar-benar tragis"


Sienna menyeka air matanya.


Sejujurnya Sienna menceritakan kisah pilu orang lain,untuk menggambarkan kesedihannya sendiri yang selama ini tak sanggup dia utarakan.


"Kamu tak perlu mencari Korban fiktif dari kisahmu. Karna aku bisa merasakannya. bahwa kamu benar-benar sedang terluka. Kamu hanya perlu yakin,ada hal yang akan tetap hidup dan abadi di dunia ini,yaitu cinta" Sam tiba-tiba bergerak mendekat dan menyeka air mata yang membasahi pipi gadis manis itu.


Lagi-lagi Desiran itu terasa nyata.


Siapakah dirimu?


Bahkan,saat ini dengan berani menyeka kedukaanku?


Benarkah kamu adalah Sebait doa yang Tuhan kirimkan padaku?

__ADS_1


Atau,kamu hanya seutas mimpi yang datang untuk singgah sebentar, kemudian pergi dan tak kembali.


"Maaf," Desis Sam


Sienna berpaling dan mencoba mengendalikan dirinya. Dia tak boleh terlihat lemah dihadapan siapapun.


"Besok aku akan kembali ke Jakarta"


Tukas Sienna pelan


Samuel menatapnya kaget.


"Besok? Kenapa begitu mendadak? Apa yang terjadi?" tanya Sam.


"Saudaraku sakit,dan rasanya aku tak punya hati jika tak kembali dan memastikan dia baik-baik saja"


Terangnya.


Sam terpaku cukup lama. Rasanya ini adalah kabar paling buruk yang tak ingin didengarnya.


"Oh. Semoga kamu bisa pulang dengan selamat" Sam nampak kebingungan.


"Terimakasih" Sienna pun nampak enggan untuk berpisah dengan pemuda yang ada di hadapannya ini.


"Eh,kok jadi sedih gitu? Pasti gak mau pisah sama aku ya?" Goda Sam


Sienna mengernyitkan dahi.


"Enak aja,Jangan kepedean deh"


Sienna berjalan mendahului Sam.


"Tuh Kan! kalo udah di ajak ngobrol serius pasti pergi" Godanya lagi.


"Kita udah berkeliling,masa iya mau disini terus?" Elak Sienna beralasan.


"Hm. Ide bagus" Sahut Sienna setuju.


Seharian penuh Sam dan Sienna berkeliling kota Barcelona. Dari pusat hiburan,taman bermain,museum,hingga restoran semuanya mereka datangi.


Inilah Kali Pertama Sienna begitu Bahagia. Tawa Nya sangat lepas. Bahkan tak terlihat bahwa dirinya tengah menyimpan luka yang cukup besar karna kehilangan seorang Ibu.


Sam adalah sosok asing yang tiba-tiba muncul di kehidupannya. Dan dengan berani masuk serta mengusik hatinya.


"Hari ini aku seneng banget, makasih ya?" Tukas Sienna antusias


Sam menatapnya lembut,Benarkah dirinya telah jatuh hati pada gadis ini?


"Gak masalah kok, Tak ada ruginya Menyenangkan Orang cantik?" sahut Sam


Sienna tersenyum simpul.


"Eh,sebagai ucapan terimakasih gimana kalo kita berfoto disini?!"


Ajak Sienna menyiapkan kameranya.


"Oke. Siapa takut" Sam mendekat pada Sienna,Namun saat Camera menyala keduanya tak sengaja Saling tatap dan terekam dalam foto.


Semilir angin laut yang bertiup,membawa wangi harum.


Dua pasang mata itu bertemu,


Menilik lebih dalam bayangan yang tercipta.

__ADS_1


Hembusan Nafas yang memburu,


menyisakan sesak dan kelu.


Keduanya saling menghindar dan nampak sangat canggung.


"Aduh Sam,tolol banget sih. Kenapa gak ngomong aja? Kalo lo suka sama dia? Sejak kapan lo jadi malu-malu sama cewek?" Batin Sam mengumpat kesal.


Sienna bergidik karna tiupan angin semakin kencang. Dia hanya mengenakan kemeja 3/4 dengan motif garis-garis berwarna coklat susu.


Sam kembali melepas jaketnya, untuk Yang 'kedua kali'.


Dan kemudian menyelimuti tubuh mungil sienna dengan Jaketnya.


"Lebih baik kita kembali, disini terlalu dingin" Ajak Sam.


Mereka kembali ke pusat kota Catalan, keduanya nampak enggan untuk berpisah.


"Aku pulang dulu ya?"


Pamit Sienna mendahului.


"Eh,tunggu-" Sam menarik tangannya cepat.


Sienna menoleh pelan.


"Aku lupa. Waktu di perkebunan benda ini jatuh, aku kembalikan" Sam mengeluarkan bros yang disimpannya.


Sienna tersenyum.


"Kenapa gak kamu buang aja,itu kan cuma bros biasa" Tanya Sienna.


"Kalo mau di buang,biar aku aja yang simpan?" Sam kembali menyimpan bros itu ke dalam sakunya.


Sienna terdiam,menatap Sam dengan senyuman berseri.


"Kalo gitu,aku Pamit sekarang?!"


Sienna melangkah mundur.


"Eh tunggu dulu!"


Lagi-lagi Sam menghadangnya.


Sienna mengernyit heran.


"Sekarang apalagi yang ketinggalan?"


Goda Sienna


"Hati aku, Kayanya-" Sahut Sam menatapnya lekat.


Wajah gadis itu sontak saja bersemu merah.


"Aku boleh minta nomer ponsel kamu gak? Siapa tau kita bisa ketemu lagi di indonesia?" Pinta Sam


Sienna menarik nafas dalam.


"Oke,-" Tukas gadis itu mengulum senyum bahagianya.


Setelah bertukar nomor ponsel keduanya pun akhirnya benar-benar saling berpamitan. Entah Kapan Tuhan akan mempertemukan mereka lagi.


Namun Sam meyakini, Bahwa pertemuannya ini sudah di atur Oleh sang pencipta,Maka dia pun harus yakin mereka Bisa bertemu Lagi di Lain waktu.

__ADS_1


"Selamat tinggal Barcelona Selamat tinggal Sam-" gumam Sienna sendu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2