The Edelweis

The Edelweis
23. Bertemu!


__ADS_3

Hampir Setengah jam perjalanan,dan akhirnya Sam tiba di depan sebuah klinik.


Sam melihat dengan seksama tempat itu,


"Siapa sih yang nabrak! Masa iya, supir gue cuma di bawa ke klinik? Dasar gak modal" Umpatnya merasa di rendahkan


Sam masuk ke dalam dan segera bertanya pada salah seorang suster.


Setelah mendapatkan informasi, Sam segera menuju ke salah satu ruangan. Sam tentu sangat cemas,jika sesuatu yang parah terjadi pada Eno. Mereka sudah seperti saudara dekat. Bahkan Sam begitu bergantung pada Eno.


Namun langkahnya terhenti di ambang pintu ruangan itu,


Matanya menatap tajam ke arah seseorang yang tengah terduduk dengan raut wajah cemas.


Sienna menoleh pelan.


Kedua mata itu beradu, tatapan tajam Sam melemah dan Berubah menjadi Senyuman kecil.


"Kamu,ada disini?" Sapa Sam ragu.


Sienna kaget seraya bangkit dari duduknya. Sementara Yuli yang berada di ujung pintu pun nampak terkejut.


"Eh,bukannya kamu yang ada di pesta pernikahan waktu itu ya?" Terka Yuli menilik dengan seksama.


"Kamu ngapain disini?" Gumam Sienna pelan.


"Aku nyari lagi nyari temen aku, katanya dia di rawat disini" Jelas Sam.


Sienna dan Yuli saling lirik bingung.


"Kalian sendiri lagi ngapain?" Sam balik bertanya.


"kita,Lagi--" Belum juga Yuli menyelesaikan kalimatnya,seorang dokter keluar dari ruangan bersama Eno.


Terlihat tangan Eno di lilit perban begitupun dengan kepalanya.


Yuli menatapnya heran. Rasanya ada yang tak beres.


"kalian,keluarga dari pasien?"Tanya sang dokter


"Saya dok. Terus gimana kondisinya?" Sam terlihat cemas.


"Pasien hanya perlu istirahat. Dan harus lebih hati-hati saat berkendara" Jelas sang dokter.


"Tapi kok, kepalanya di perban dok? Perasaan tadi gak ada luka deh?" Yuli menatap Eno tajam


"Karena sedikit syok, dan juga sedikit memar di kepalanya. Nanti saya kasih resep obat nya!"Jelas dokter lagi.


"Ya udah dok, biar temen saya aja yang tebus obatnya" Sienna mendorong Yuli dengan paksa.


"Kok aku?" desis Yuli tak terima.


"Atau mau kamu yang bayar biaya rumah sakitnya?" desak Sienna memaksa


Dan akhirnya Yuli pergi menebus resep obatnya meski enggan. Sementara Sienna, Sam berjalan bersama menuju parkiran,di ikuti oleh Eno dari arah belakang.


"Maaf yah. Gara-gara kita, temen kamu jadi terluka begitu" Tukas Sienna penuh sesal.


"Kamu gak usah cemas, dia baik-baik aja kok. Bentar lagi juga sembuh" Sahut Sam.


Eno yang mendengar obrolan mereka hanya bisa mengelus dada. Tentu saja bos nya itu,menganggap kecelakaannya ini sepele. Padahal nyawanya nyaris melayang.


"Hari ini kamu mau kemana?" Tanya Sam


"Entahlah," Jawab Sienna dingin


"Ya udah kalo gitu, mending kamu ikut aku aja!" Sam tiba-tiba menarik cepat tangannya dan membawanya ke dalam mobil.


"Eno,Lo pulang sendiri ya" perintah Sam


"Woiyyy bos! Yah,Kenapa jadi gue yang di tinggal sih? Kan gue yang sakit?"


Keluh eno.

__ADS_1


Mobil Sam segera melaju kencang menuju suatu tempat yang sama sekali tak di ketahui oleh Sienna.


"Kita mau kemana sih?!"Tanya Sienna menatap sekeliling tempat yang di lewatinya.


"Selama ini kita ketemu, tapi gak punya kesempatan buat bicara satu sama Lain. Itu bikin aku gak bisa tidur tau!"


Sam menatap gadis manis itu dengan serius.


"Bukannya kita udah sering bicara ya? bahkan lebih dari itu,-" Sienna mengingat kembali bagaimana dirinya menangis dalam pelukan Sam.


**


Seandainya kita tidak bertemu, mungkin aku tak tahu apa itu Rindu'.


Seandainya dulu kita tak saling menyapa, mungkin sekarang aku tak akan Jatuh Cinta.'


**


"Jadi, kamu masih mengingatnya?"Goda Sam


Sienna memalingkan wajahnya keluar jendela,malu rasanya saat dia tak bisa mengendalikan diri seperti ini.


"Aku minta maaf, jika kamu gagal menghubungi nomer ku. Waktu itu Aku kecopetan di Barcelona, semua barang ku hilang termasuk ponsel"Jelasnya


"Apa? kamu kecopetan? Terus gimana? Ada yang luka gak? Mereka nyakitin kamu gak?" Tanyanya cemas.


Sam menahan tawanya.


"Makasih. Kamu Udah cemasin aku."


Sam mencubit lembut hidungnya.


DEG!


Tentu saja hal itu membuat wajah Sienna seketika bersemu merah. Desiran panas itu bergejolak di dalam dadanya.


Kenapa sikap pemuda itu selalu membuatnya was was.


"Wajah kamu merah? Kepanasan? Biar aku buka kaca mobilnya?" Tanya Sam serius.


Sienna terhenyak dan nampak canggung.


"Iya nih panas!" tukasnya malu-malu.


Tak berapa lama Sam menghentikan laju mobilnya di sebuah jalan yang tak asing baginya.


Jalan dimana dirinya, pertama kali bertemu Sienna setelah pulang dari Barcelona.


"Kok,kita berhenti disini? Nanti kena tilang loh?" Tanya Sienna bingung.


Samuel tak menggubris dan hanya memandang jalanan itu dengan penuh arti. Sienna mengikuti arah pandangannya.


"Di jalan ini,pertama kalinya aku melihat kamu setelah kita berpisah di Barcelona. Sejak saat itu, aku yakin kalo kita ini memang berjodoh" Sam menatap Sienna yang masih menatap jauh ke arah jalanan itu.


"Apakah jodoh itu bisa kita kendalikan? Apakah jodoh itu bisa kita kejar? Atau kita harus menunggunya datang?"


Gumam Sienna


"Jodoh itu,hanya Tuhan yang tahu. Tapi sepasang kekasih yang berjodoh, biasanya bisa merasakan ikatannya?"


Sam mendekati Sienna untuk mencium wangi parfum yang di pakainya.


Imajinasi liar memenuhi isi kepalanya tiba-tiba.


Sienna terdiam kaku.


Lagi-lagi dua pasang mata itu saling bertemu,tatapan keduanya begitu lekat.


Mencoba berbicara lewat Tatapan syahdu yang mulai tercipta dengan akrab.


"Maaf,"


Sam akhirnya tak tahan dan memilih memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Sienna menggigit kecil bibirnya,dan mencoba mengatur nafasnya sebaik mungkin.


"Ya udah, kita jalan lagi" Tukas Sam gugup lalu menginjak pedal gas. Mobil itu pun melaju menuju tempat kedua.


Dan lagi-lagi ,Sienna tak banyak bicara selama di dalam mobil. Bukan tak suka, hanya saja,dia takut ucapannya malah memicu obrolan yang sangat serius. Dan Sienna belum siap Untuk itu.


"Oh iya, selamat yah atas pernikahan papa kamu!" Tukas Sam memulai obrolan.


"Terima kasih." Jawab Sienna ragu


"Kenapa? Kamu kayanya gak suka? Jangan-jangan kamu gak merestui pernikahan papa kamu ya?" Tebaknya sembari terkekeh geli.


Sienna melirik tajam,


"Mau suka atau enggak, toh pernikahan itu akan tetap terjadi"Jawabnya dingin.


Samuel menangkap gelagat tak biasa dari Sienna. gadis itu pasti mencoba menyembunyikan sesuatu.


"Kalo gak suka ya bilang gak suka, jangan setengah-setengah" Desisnya seolah meledek.


Sienna menghela nafas dalam.


"Terkadang, kita harus terbiasa dengan hal yang tak kita sukai. Karena sebenarnya rasa suka dan benci itu saling berdampingan" Sienna menatap wajah Sam lalu kembali fokus ke arah depan.


"Jadi,kamu suka dong sama aku?"Sam menatapnya lebih serius.


Sienna menyipitkan matanya,


"Ish!... Gak nyambung"Dengusnya cuek.


"Biasanya dalam rasa tak suka, pasti ada sedikit rasa suka. Atau sebaliknya, jadi kamu gak bisa ngelak" Godanya lagi


"Eh,STOP!" Pinta Sienna mendadak


Sam menginjak rem kaget.


"kenapa sih?!" Tanyanya heran,


"Sebentar," Sienna segera keluar dari dalam mobil.


Dia terlihat mendekati dua anak kecil yang tengah mengamen di dekat lampu merah. Kemudian mengajak keduanya bicara.


Tak berapa lama, Sienna membawa anak-anak itu mendekati mobil.


"Aku bisa minta tolong gak?" tanya Sienna setengah memohon


Sam menatap kedua anak yang berpenampilan kumal itu.


"Antarkan mereka pulang?" Pinta Sienna


Awalnya Sam ingin menolak,tapi ini pertemuan pertama mereka. Di tentu tak ingin mengecewakan Sienna. Dan akhirnya Sam mengurungkan niatnya untuk mengajak Sienna pergi menuju tempat pertemuan keduanya.


"Apa tempat tinggal kalian masih jauh?"Tanya Sienna


Kedua anak itu hanya menatapnya dengan raut wajah takut dan cemas.


"Mereka pasti mikir, kita adalah penculik. makanya mereka ketakutan begitu" terka Sam


"Kalian tenang aja, kakak gak mau nyulik kalian kok,Kita orang baik" Jelas Sienna


"Belok kiri kak!" Tukas anak berambut keriting Tiba-tiba.


Sienna kaget namun kemudian menatap Sam dan tersenyum lega, setidaknya kedua anak itu mulai bisa menerima niat baiknya.


Jalanan menuju rumah kedua anak itu begitu jauh dari perkotaan, melewati satu jalur dan nampak seperti wilayah yang sangat kumuh.


"Masih jauh ya?" Tanya Sam


"Jauh kak, satu belokan lagi"Jelasnya.


Samuel nampak terenyuh,Bagaimana bisa dua anak Kecil berjalan sejauh ini hanya untuk mendapatkan beberapa uang recehan. Hidup mereka pasti sangat sulit,lalu dimana orang tua mereka? Batin Sam bertanya-tanya.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


__ADS_2