
Susan menatap Rara tak percaya. Bagaimana bisa Sienna yang sangat keras kepala tiba-tiba mau menyetujui pernikahannya begitu saja.
"Ya udah, kamu atur aja waktunya sayang. Tapi untuk gaunnya,aku mau pilih sendiri! sepertinya hari ini aku harus ke butik! Kamu masih di kantor 'kan?!" tanya Susan.
"Iya. Maaf aku gak bisa antar kamu" Tirta terdengar menghela nafas berat.
"Gak apa-apa sayang. Aku bisa sendiri kok. Kalau gitu,aku tutup dulu ya!" pungkas Susan.
Rara menatap sang mama ketus.
"Apaan sih. mama lebay banget deh"
Dengusnya kesal
"Sayang. Akhirnya kita akan jadi bagian dari keluarga Ibrahim? Seenggaknya 25% saham perusahaan bisa jadi milik mama?!! " Serunya bahagia
Rara tersenyum simpul.
"Kok mama bisa sih,menikah tanpa cinta dan hanya di dasari oleh bisnis? "
Tanyanya heran
Susan menatap sang anak yang mulai berani mengkritik dirinya.
"Sayang, kamu jangan terlalu naif. Di dunia ini Cinta memang penting, tapi yang lebih penting itu cara kita Bertahan hidup." Tukasnya tajam.
"Tapi, gimana kalo pernikahan mama gak bertahan lama?" Rara menatapnya penasaran
"Ya, mama usahakan agar bertahan lama. Tapi kalo memang harus berpisah, It's okay. Kita bisa bercerai,mudah 'kan"
Jelas sang mama enteng.
Rara menggeleng tak percaya dengan apa yang mamanya utarakan.
"Mama keren banget. Rara salut sama sikap Berani mama. Tapi kalo bisa, jangan sampe ada berita-berita Aneh di media! Rara malu." protesnya setengah mengancam.
Susan adalah seorang Artis yang cukup berpengaruh, tindak tanduknya pasti akan di liput oleh banyak media. Terkadang hal itu yang membuat Rara tak nyaman, karna bisa sangat mengganggu kehidupan pribadinya.
"Kamu tenang aja sayang, mama akan berhati-hati. Oh iya, mama dengar pacar kamu udah pulang dari Barcelona? Kenapa kamu gak temuin dia?"
Tanya Susan Kemudian
"Dia Temen Rara ma, bukan pacar!"
sanggahnya cepat
"Kamu gak usah bohong sayang, Kalian berdua udah kenal lama 'kan? kalau mama lihat-lihat sikap kamu terhadap dia beda banget dengan cowok lain."
Goda sang mama.
"Tapi dia cuek banget sama aku?!"
Dengusnya kesal
Susan tersenyum lalu Mendekat.
"Kamu gak usah khawatir,mama sudah bicara dengan orang tua Sam. Setelah mama menikah, kita adakan pertemuan keluarga" Sambungnya
"Hah?! Maksud mama?"Tanyanya serius
"Makanya kamu usaha dulu! Setidaknya kalau kamu gagal. Mama masih punya cara lain untuk mendapatkan Anak petinggi polisi itu " Tukasnya yakin.
"Mama serius?!"
Rara mengulang pertanyaan seolah tak yakin pada sang ibu.
"Kamu terima beres aja. Udah yah, Mama mau ke butik dulu!" Sela sang mama mengakhiri obrolan mereka.
Rara tersenyum tipis. Meski tak terlalu yakin pada ucapan sang mama. setidaknya ada sedikit harapan tentang hubungannya dengan Sam.
****
Sienna tiba di perpustakaan,ini adalah tempat favoritnya. Dia bahkan bisa menghabiskan waktu seharian untuk sekedar membaca buku atau bersantai.
"Hi,Princess! Kok baru keliatan sih, kemana aja?!" Sapa Irvan sang penjaga perpustakaan
"Baru pulang Melancong kak," Tukasnya enteng
__ADS_1
"Aduh! Kok wajahnya Kusut gitu sih? Lagi dapet ya?" Goda irvan terkekeh.
Sienna menajamkan pandangannya.
Seakan terganggu dengan lelucon Irvan yang memang hobi menggodanya.
"Hehe.. Maaf-Maaf! Kayanya aku salah ngomong, ya udah silahkan masuk! Selamat membaca" Tukas Irvan mempersilahkan.
Sienna masuk tanpa menanggapinya,
Dia menuju lorong-lorong yang berjarak sekitar satu meter dengan Rak-Rak yang tinggi menjulang.
Sienna berjalan perlahan, dia berdiri di depan rak yang dipenuhi dengan berbagai macam buku-buku sejarah.
Sienna tersenyum kala menemukan buku yang dicarinya. Namun sayangnya, buku itu berada di atas rak yang paling tinggi, sehingga Sienna tak sanggup menggapainya.
Sienna mencari cara agar bisa mengambil buku yang di incarnya,gadis itu mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, namun tangga yang biasa di gunakan sedang di pakai orang lain.
"Gimana sih! Tangganya di pake lagi"
Sienna berjinjit mencoba meraih buku tebal tersebut. buku itu hampir di gapai nya,Namun dirinya masih kesulitan.
Dan kali ini Sienna mencoba melompat, membuat buku yang tebalnya hampir 1500 halaman itu jatuh dan nyaris mengarah ke kepalanya. Dengan sigap Sienna meringkuk melingkarkan tangan menutupi kepalanya.
BUKH!
Buku itu jatuh namun tak mengenai kepalanya. Sienna memicingkan matanya. Terlihat Sebuah tangan dengan kuat menahan buku agar tak jatuh menimpanya.
Sienna mengikuti arah tangan dan kemudian menatap sosok yang kini berdiri di belakangnya itu.
"Kamu baik-baik aja kan?!" Tanyanya cemas.
"Eh,Iya.. Makasih" Jawab Sienna canggung.
"Lancelot dan Guinevara. Kamu juga baca buku ini?" Tanya pemuda itu memberikan buku di tangannya pada Sienna
"Iya,aku nyari ini udah lama" Jawab Sienna menatap buku yang kini ada di tangannya.
"Aneh banget yah. Biasanya cewek itu suka kisah cinta klasik dan romantis"
"Bagiku kisah romantis itu hanya rekayasa manusia. Justru kisah tragis seperti ini lah yang sering terjadi di kehidupan nyata" Sienna duduk di salah satu bangku.
Pemuda itu mengekor dan duduk di hadapannya.
"kalo gitu,Kita sama" Godanya seraya mengulurkan tangan untuk berkenalan.
Sienna menatapnya heran. Lalu dengan canggung menjabat tangan pemuda itu.
"Aku hariss" Tukasnya manis
"Sienna.."
**
Dulu kala,Cupid si dewa asmara pernah salah melepaskan panah asmara Karena keegoisannya mencintai seorang gadis cantik.
Apakah saat ini, adalah suatu kesalahan juga?
Saat aku bertemu dengannya, saat pertama aku melihatnya.
Bohong bila aku tak jatuh cinta.
**
"Kamu udah baca bukunya?" Tanya Hariss.
"Belum. Kalo Kamu?" Sienna balik bertanya
"Lancelot adalah Sahabat dari Raja Arthur. Namun dia malah Mencintai sang Ratu. Yang tak lain adalah istri dari sang Raja." Jelasnya singkat
"Hah? Jadi si Lancelot ini,penghianat dong?! " Terka Sienna.
Hariss tersenyum.
"Jatuh cinta itu tidak bisa di atur. Kita tidak bisa menyalahkan seseorang Karna dia jatuh cinta pada orang yang salah" Balas hariss yakin
"Terus, siapa dong yang harus di salahkan? Kak Irvan?!" celetuk Sienna menoleh ke arah Irvan yang tengah merapikan buku.
__ADS_1
Keduanya terkekeh.
"Bisa aja kamu." Ledek Hariss
"Yang Seharusnya di salahkan itu keadaan 'kan? Kenapa Lancelot dan Guinevara gak bertemu sebelumnya."
Sienna meneruskan tebakannya.
Hariss tersenyum menatapnya.
Matanya tertuju pada Cincin berlian yang di pakai Sienna di jari manisnya.
"Apakah aku juga akan bernasib sama seperti Lancelot? Mencintai seseorang di waktu yang salah?" Batin hariss berbisik.
"Kok malah bengong? Tebakan aku bener 'kan?!" desak Sienna.
"Ternyata kamu emang pinter yah. belum baca aja udah paham makna dari bukunya" Puji Hariss
"Aku kan cuma nebak aja" sanggah Sienna tersipu.
Tengah asyik ngobrol ponsel Hariss tiba-tiba berdering. Keningnya berkerut saat tahu siapa yg menghubunginya.
"Sebentar ya, aku harus angkat telepon dulu"Pamit hariss
"Iya halo, kenapa?"
Tanya hariss
"Memangnya harus sekarang? Aku lagi di perpustakaan. Supir kamu kemana?" Tanyanya lagi. Tapi sedetik kemudian Hariss terlihat menghela nafas dalam.
"Iya oke. Sekarang aku kesana"
Haris menutup teleponnya.
"Sepertinya lain kali kita harus ngobrol lagi. Untuk sekarang,Aku ada sedikit urusan" Pamit haris tak enak hati.
Sienna tersenyum dan mengangguk.
Lalu melanjutkan membaca buku yang di pegangnya. Kisah Lancelot dan Guinevara mungkin bukan satu-satunya kisah sedih dari romansa percintaan. Tapi,dari kisah itu Sienna belajar banyak hal. Bahwa waktu adalah salah satu kunci dari sebuah hubungan.
****
"Kak Hariss lama banget sih?!" Protesnya kesal saat Hariss baru saja tiba.
"Jalanan macet Ra. kamu kaya gak tahu Jakarta aja. Lagian kamu minta aku datang di jam-jam macet begini. Ada apa?!" Tanya hariss curiga.
"Ih.. Kok mukanya Sinis gitu?! Gak suka ya aku minta jemput sama kakak!"
Dengus Rara
"Iya Tuan Putri, sekarang kita mau kemana?!" Tanya Haris pada Rara dengan senyum lebarnya.
"Nah gitu dong senyum. Kan jadi keliatan ganteng" Tukasnya menggoda
"Kamu manis begini, pasti ada maunya"
Desis Haris kemudian duduk di sofa.
"Eh,Kok malah duduk sih. Ayo pergi!"
Ajak Rara
"Kemana lagi sih?" Tanya hariss
"Ke Mall. Aku kan mau belanja. Buat persiapan pernikahannya mama"
Tukasnya antusias
"Tante Susan mau menikah? Sama siapa?!"Hariss menatapnya penasaran.
"Ah! Nanti aja ceritanya. Mending sekarang kita Langsung pergi!" paksa Rara padanya.
Hariss dan Rara adalah sahabat dekat. keduanya sudah Bersama sejak SMA. Rara begitu manja pada Hariss dan Hariss pun selalu suka untuk memanjakan dirinya.
Terkadang orang lain melihat mereka seperti pasangan kekasih, Namun Rara selalu mengelak dan mengatakan Bahwa Hariss lebih cocok sebagai Kakaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1