The Edelweis

The Edelweis
19 Nyaris bertemu!


__ADS_3

Kamu kok gak kasih kabar ke aku, kalo udah di jakarta?" Tanya Rara berusaha tak peduli dengan keributan kecil tadi.


"Emang harus ya?"Desisnya sinis.


Eno melirik sang tuan, kemudian menatap Rara. Rasanya dia benar-benar seperti Obat nyamuk sekarang.


"Sebagai teman yang baik,aku juga ingin tahu kabar kamu dong! Emangnya gak boleh?"Rara menekan setiap kalimatnya, dengan tatapan mengarah pada Eno.


Namun Eno bergegas memasang Earphone dan pura-pura tak mendengar obrolan mereka.


"Kamu udah liat kan, aku baik-baik aja. Jadi, sekarang aku bisa pergi" Sam beranjak dari duduknya.


"Sam! Kamu kenapa Si? Gak pernah bisa menghargai usaha aku?!" Tanya Rara kesal


"Kamu juga gak pernah bisa menghargai kemauan aku 'kan? Kalo gitu Kita impas!" Sulut Sam seraya meninggalkan tempat itu.


Eno menatap kaget sang majikan yang sudah 'menghilang'. Dengan sigap Eno pun bangkit,


"Goodbye princess!" pamit Eno yang kemudian ikut berlari mengejar tuannya.


Rara hanya bisa mendengus kesal mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan dari orang yang selama ini di sukainya. Ternyata sesulit ini mendapatkan perhatian dari Sam.


Tak berapa lama bu Dewi datang membawa makanan,


"Loh, Sam kemana sayang?"


"Sam pergi tante, Rara juga mau pergi. Permisi" Tukasnya kesal.


"Eh! Rara.. Tunggu! Rara!" panggilnya panik.


Namun karna sudah sangat kesal,gadis itu sama sekali tak menggubris panggilan dari Bu Dewi sedikitpun dan lebih memilih pergi.


"Ya ampun Sam! Kamu ini selalu aja begitu. Lama-lama kabur semua cewek yang mama kenalin sama kamu!"


Gerutu sang mama putus asa.


Keluarga Bagaskara adalah salah satu keluarga Terpandang. Tentu saja mereka harus memilih calon pendamping yang cocok untuk sang putra. Tidak boleh sembarangan. Tak hanya cantik, berkepribadian baik, juga harus memiliki Strata yang sama dengan mereka.


Barulah bisa di anggap pantas.


Bukan sekali dua kali Samuel menolak wanita yang di kenalkan oleh sang mama padanya. Tapi mungkin sudah ratusan kali. Sejak masa SMA hingga kuliah, dirinya tak lepas dari pertemuan pertemuan konyol yang sering kali berujung cekcok antara dirinya dengan sang mama.


Malam ini Sam dan Eno menghabiskan waktu di luaran. Menikmati udara malam yang teramat dingin di temani obrolan hangat bersama teman-teman yang dia jumpai.


Bagi Sam,wanita ada di urutan paling bawah dalam daftar hidupnya. Dia lebih memilih menghabiskan waktu dengan bersenang-senang dan bermain bersama sahabatnya.


***


Sementara itu,Terlihat Sienna dan Yuli tengah asyik menikmati suguhan pentas musik di sebuah kafe milik salah seorang teman.


Lelah rasanya seharian ikut membantu menyelesaikan persiapan pernikahan sang ayah. Terlebih lagi harus bertatap muka dengan Tante Susan setiap sepanjang hari.


"Hm,.. Badanku rasanya sakit semua yul" Sienna menggeliat lesu meregangkan otot-ototnya.


"Lagian kamu sih! katanya gak setuju sama pernikahan tuan. Tapi kok antusias banget buat bantuin. Heran"


Sindir Yuli.


"Ini kan pernikahan papa,Yul. Biar bagaimana pun kita harus menyiapkan dengan sempurna, apalagi papa sibuk di kantor. Kalo Sampe gak meriah,kan kita juga yang malu! Lagian aku gak bisa nyerahin gitu aja tugas ini sama tante Susan"Bisiknya tak yakin.


Yuli terkekeh.


"Bener juga ya. bisa-bisa semuanya di atur mau dia" gumam yuli.


"Eh bentar ya, aku pesan minum dulu. Tenggorokan aku seret nih," Pamit Yuli seraya mendekati seorang bartender di depan. Meninggalkan Sienna yang tampak asyik memainkan ponselnya.

__ADS_1


**


Sebuah melodi tiba-tiba mengalun indah. mengusik diamnya seorang gadis.


Liriknya seakan merayu,dan berbisik merdu.


Seakan berkata,


Jika kekasih hatinya akan segera datang. Serta melepas rindu,dan tanya. Yang selama ini mengganggu tidurnya.


**


Yuli Nampak sibuk menunggu sang bartender meracik minuman untuknya. sementara Eno berdiri tak jauh di belakangnya.


"Ekhem. Cewek! lagi pesen kopi ya?"


Goda Eno


Yuli menoleh pelan pada sumber suara.


"Setan!" Pekiknya kaget.


"Ya ampun, gitu banget sih! Gue udah cakep gini,masih aja di bilang setan"


protes Eno


"Maaf mas! maaf. Barusan saya kaget"


Ralat Yuli.


"Oh gak apa-apa kok! Kalo buat cewek cantik mah It's okay. Bye the way, kamu sendirian ya?" Tanya Eno lagi.


"Enggak kok, kita berdua" Sahut Yuli nampak tak nyaman.


"Ih bohong banget deh! orang situ pesen minumannya satu juga. Jomblo ya?! Cie...,sama dong!" Goda Eno seraya mengerlingkan sebelah matanya.


"Mas-nya gak percaya banget yah. Tuh Liat! Saya berdua sama temen saya,dia di sana" Yuli menunjuk ke arah Sienna yang nampak duduk di sudut ruangan.


"Oh.. Berdua. Kalo gitu,perlu temen gak? Siapa tau aja kekurangan temen ngobrol?!" Sarannya percaya diri.


"Iiih... Apaan sih! udah ya mas,saya mau pergi. Gak jelas banget!" dengus Yuli


sembari berjalan cepet setelah menyabet minuman yang dipesannya.


"Goodbye sweety..! Sampai ketemu lagi"


balas Eno genit.


"Pesan kopi Late dua,dan tiramisu"


Eno menatap bartender yang sejak tadi menahan tawa karena tingkah konyolnya.


"Bener-bener Belahan jiwa gue tuh cewek" Gumam Eno yakin.


"Ini mas pesanannya,silahkan!"


Eno mengambil Minumannya dan bergegas menuju meja sang bos yang berada lumayan jauh dari tempatnya memesan.


"Kenapa Lo cengar cengir, kaya kuda?"


tanya Sam heran.


"Bos, sumpah bos! Gue barusan ketemu cewek cakep banget,manis pula kaya gula aren" Cerocosnya


"Standar manis menurut Lo. jauh banget,sama standar manisnya gue. Jadi gak usak berlebihan" balas Sam cuek.

__ADS_1


"Si bos sinis banget sih! Gak ikhlas banget kalo saya bahagia"


gerutunya sembari menyimpan minuman di tangannya secara kasar.


"Lo itu gak boleh bahagia,sebelum gue bahagia duluan. Ngerti?!" perintahnya


"Waduh! Kalo gitu, selamanya saya menderita terus dong. Bos kan selama ini gak pernah bahagia. Oops!" Eno sontak menutup mulutnya.


Sam melirik tajam.


"Maaf bos! keceplosan!" Eno menyeringai malu.


"Pokoknya Lo harus bantu gue, supaya bisa nemuin gadis itu. Gimanapun caranya" Imbuhnya lagi.


"Tapi kayanya bakal susah deh Bos! Bos kan gak punya nomernya. bos juga gak punya foto nya. Oh iya, namanya tau gak bos?" Tanya eno


"Namanya,--"


"Ada permintaan Lagu dari gadis cantik di sana. Sienna. Wow! Ini Lagu berbahasa spanyol yah. Oke! Mari kita coba!"


Kalimat yang di ucapkan salah seorang penyanyi cafe tersebut,sontak membuat Sam terperanjat kaget dan seketika bangkit lalu berjalan menuju panggung yang jaraknya lumayan agak jauh.


"Dia ada disini?" Gumamnya menatap setiap orang yang ada di cafe itu.


"Mas, Orang yang minta lagunya disebelah mana ya?" Tanya Sam


"Oh tadi sih ada di meja nomer 11"


Jelasnya.


Dengan segera Sam pun mencari meja nomer 11 itu, dan kebetulan meja tersebut berada di sudut ruangan yang terhalang sekat pemisah.


Eno menatap bingung tingkah Sam yang menurutnya aneh.


Sejurus kemudian Sam berlari dan tiba di meja nomor 11 itu. Namun hanya tersisa dua buah cangkir kopi yang tak habis di minum.


"Kamu benar ada disini" gumamnya sangat yakin.


Sam lalu berlari menuju parkiran, berharap dia bisa menemukan gadis itu.


Area parkir yang lumayan besar tentu saja membuat Sam sedikit kesulitan. Dan lagi,Ada banyak orang disana yang sedang asyik mengobrol.


Sam berjalan kesana kemari,matanya jelaga menatap setiap mobil yang terparkir. Tapi sayangnya tak ada Sienna di sana.


Sam mengacak rambutnya kesal.


Ada hal yang selama ini baru disadarinya. setiap dia berusaha mengingat dan mengejar Sienna. Pasti hatinya akan terasa sakit,seolah ingin segera bertemu. Pada awalnya Sam tak menyadari hal itu,namun semakin dia mengingatnya,maka akan semakin terasa sakit di dadanya.


"Bos! Bos nyari siapa?!"


Eno nampak terengah-engah mengejarnya.


"Cewek yang gue cari ada disini No! Dia baru aja pergi" Jelas Sam yakin.


"Maksudnya,cewek yang mana bos?"


Eno kebingungan.


"Kita telat no,dia udah gak Ada"


Gumamnya putus asa.


Sam terdiam sejenak.


Ada gurat kecewa di wajahnya. Melihat itu Eno nampak tak tega pada tuannya. Namun dia pun tak bisa berbuat apa-apa untuk membantunya.

__ADS_1


Gadis yang di cari Sam,tentu sama sekali tak tergambar di pikirannya. Seperti apa dan bagaimana rupanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2