The Edelweis

The Edelweis
20 Pesta pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan siap di gelar, Para Tamu undangan sudah memenuhi ruangan. dengan suguhan makanan yang beraneka ragam,dari makanan tradisional sampai makanan luar negeri semuanya nampak lengkap dan lezat.


Para tamu undangan yang memang berasal dari kalangan atas, nampak ramai dan asyik bercengkrama dengan tamu lainnya.


Bi Imah dan yuli nampak sibuk menyajikan makanan di bantu oleh para pelayan lainnya.


Ada Dua keluarga besar yang merupakan rekan bisnis pak Tirta.


Yang pertama adalah Surya Bagaskara yang tak lain adalah orang tua Sam.


Dan seorang lagi adalah Bayu Kusuma yang tak lain adalah ayah dari Hariss.


Mereka berteman baik dengan Pak Tirta sejak kuliah begitupun dalam Urusan bisnis. Namun sayang kedua anak mereka sama sekali tidak mengenal putri pak Tirta. Karena sejak kecil, Sienna memang tertutup dari dunia luar.


"Hai Sam apa kabar?" Sapa hariss yang baru saja tiba.


"Hai Bro! Lo kesini juga?" Tanya Sam seolah meledeknya.


"Gue datang Hanya demi Menghormati undangan dan persahabatan orang tua kita saja," Tandas Hariss dengan tatapan meremehkan.


Pada dasarnya persahabatan orang tua mereka yang sangat baik, belum tentu berimbas baik pula pada kedua putranya. Buktinya Samuel dan hariss tak pernah terlihat bersama. Justru Sam dan Haris selalu bersaing dalam segala hal. Mereka nampak akur di luar,tapi keduanya memiliki tekad yang kuat untuk saling mengalahkan satu Sama lain. Bahkan di kampus pun keduanya menjadi idola dan selalu bersaing.


"Hai om, apa kabar?"


Sapa hariss pada pak Surya


"Halo, haris. Semakin hari kamu semakin tampan saja" Puji pak Surya


"Selamat pagi Om Bayu, lama gak ketemu?" Sam pun turut menyapa ayah Haris dengan sangat ramah.


"Halo Sam. kamu sudah pulang dari Barcelona?" Tanya pak Bayu


Sam menoleh pada sang papa kesal. Bagaimana bisa, orang lain tahu tentang kepergiannya ke Barcelona. Padahal dia sudah sangat merahasiakan hal itu dari khalayak.


"Udah om. Sam kesana cuma untuk liburan Bentar kok" Sahutnya pelan


Hariss menahan tawanya.


"Liburan sama kabur,beda kali!"


Gumamnya membuang muka.


Hariss jelas tahu apa yang terjadi pada Samuel dan keluarganya. Orang Tua mereka begitu dekat. Tak mungkin ada hal yang di sembunyikan.


Sam nampak tak acuh. Dan malas untuk meladeni gurauannya.


''Wah! Ini dia calon pengantin kita?"


Sambut pak Bayu dan pak Surya bersamaan ketika melihat pak Tirta menghampiri keduanya.


"Terima kasih kalian sudah meluangkan waktu untuk hadir,di hari bahagiaku"


Tukas pak Tirta yang nampak Gagah dengan balutan Tuxedo berwarna biru langit.


"Hai om. Apa kabar?" Sapa Hariss memberi salam.


"Hai hariss, makin tampan aja kamu"


Tukas pak Tirta seraya membalas jabatan tangannya.


"Om juga gak kalah ganteng kok"


sanjung haris.

__ADS_1


Namun saat hendak menyalami Sam, Tirta nampak tertegun sejenak.


Ya, tentu saja Anak ini selalu mengingatkannya pada kejadian 8 tahun silam. Kejadian yang terasa rumit kini.


Surya nampak menepuk pundaknya.


"Dia Sam anakku. masih ingatkan? Berkat kebaikan hatimu, dia sudah sebesar ini sekarang" Tukas surya.


"Tentu saja aku ingat. Aku bahagia melihat dia sudah sebesar ini"


Tirta memeluk Sam tiba-tiba,ada gurat kesedihan dimatanya. Dan Sam sadar akan hal itu.


Namun Sam dibuat kebingungan dan kaget,kala pelukan itu menjadi sangat erat dan di selingi isakan kecil.


"Om baik-baik aja kan?!"


Tanya Sam heran.


"Maaf ya nak. Om terlalu senang, hingga emosional begini" sanggahnya, mencoba menahan sekuat tenaga rahasia yang di pendamnya Itu.


Sam terpaku menatap Pak Tirta. pertanyaan besar mulai bermunculan di kepalanya. Namun Sam coba mengabaikan itu dan tak berniat mencari tahu. hari ini adalah hari istimewa untuk pak Tirta,dan Sam tak ingin merusaknya.


**


Diantara kisah yang menarik,adalah kisah dalam sebuah pernikahan.


Entah itu kisah cinta yang di tinggalkan,


Atau kisah cinta yang dipertemukan.


Percayalah,


Akan ada banyak cerita yang terukir di dalam suka citanya.


**


"Maaf, maaf! membuat kalian tak nyaman. Kalau begitu silahkan nikmati hidangannya! Saya harus ke depan dulu" Pamit pak Tirta bergegas.


***


Sementara keadaan di ruang rias, Bu Susan nampak sangat menawan dengan balutan gaun putih dan sebuah mahkota bertahtakan berlian Swarovski yang berkilauan bak seorang Ratu.


"Kenapa sih,harus bareng sama dia?"


Dengus Rara, yang enggan menjadi pendamping bersama saudara tirinya.


"Sayang, ini cuma sebentar kok. Tolong jaga sikap kamu!" Pinta sang mama serius.


Dan dengan terpaksa Rara pun harus menuruti keinginan sang mama. Dia tak boleh jadi perusak di pesta penting ini.


"Bu, sudah waktunya keluar!"


Pinta seorang petugas pernikahan.


Bu Susan keluar di temani Rara dan tak berapa lama, mereka Berpapasan dengan Sienna yang juga baru keluar ruangan.


Sienna menatap keduanya sembari tersenyum. Senyum yang dia usahakan terlihat seikhlas mungkin,dan mencoba merelakan cinta sang mama untuk di bagi dengan calon ibu sambungnya.


"Tante cantik banget," Tukas Sienna


"Terima kasih sayang, kamu juga sangat cantik" Pujinya sembari mengusap Lembut lengan gadis itu.


Rara yang berdiri di samping sang ibu, terlihat begitu tak nyaman. Apalagi Sienna tampak begitu menawan dengan gaun yang dikenakannya.

__ADS_1


"Tante,bolehkan Sienna minta sesuatu sama tante?" Tanya Sienna serius.


"Boleh sayang,apa itu?!"


"Tolong jaga papa dengan baik tante. Jangan buat papa kecewa! Apalagi sampe berani bikin papa nangis" pinta Sienna lirih.


"Tentu saja nak, Tante pasti akan jaga papa kamu. Terimakasih kamu sudah percaya sama tante," susan memegang erat tangan Sienna. Meski dia merasa ucapan Sienna itu ibarat ancaman baginya. Tapi Susan mencoba bersikap tenang.


Rara yang berdiri di belakang mereka, hanya mematung menyaksikan pemandangan itu. Entah harus merasa jijik atau iba pada keduanya yang menurutnya sama-sama aneh itu.


Dan akhirnya Mereka bertiga pun Berjalan menuju Pelaminan. Sienna dan Rara berjalan di sisi kiri dan kanan bu Susan.


Para tamu undangan nampak begitu terpesona melihat sang pengantin. Tapi yang membuat mereka penasaran justru kehadiran putri pak Tirta yang jelas akan menjadi anak tiri dari Susan. Spekulasi dan opini publik tentang pernikahan ini tentu sangat beragam. Mengingat bagaimana dulu,Putri bungsu dari pengusaha kaya raya itu menolak pernikahan mereka.


Banyak yang berbisik pelan hingga nyaris membuat Sienna ingin lari dari tempat itu.


**


Begitu adilnya Tuhan mempertemukan kita dalam sebuah keadaan.


Membiarkan aku memandang dirimu yang begitu cantik dan rupawan.


Kali ini aku tak akan diam,


Akan aku buktikan,..


Bahwa Takdir telah menuntun kita, Sejak di Barcelona untuk saling bertegur sapa.


**


Dari ratusan pasang mata,ada seseorang yang terus memperhatikan dari kejauhan. Mengawasi dan tak ingin kehilangan.


Awalnya Sam tentu begitu terkejut, bagaimana bisa Sienna berdiri bersama Rara disana. Jadi mereka akan menjadi saudara tiri sekarang?


Tapi,yang terpenting bukan itu. Yang terpenting adalah dia bisa menemukan Sienna disana.


"Ternyata,Aku bisa menemukan mu" Gumam Sam terpana.


Sam bersembunyi di balik para tamu yang berkerumun,Dia belum Berani menampakan diri karna takut membuat Sienna kaget jika melihat dirinya. Maka dari itu dia hanya bisa berdiam diri dan menunggu saat yang tepat untuk menyapanya secara langsung.


Kini kedua mempelai sudah siap melakukan prosesi pernikahan.


Pak surya dan pak Bayu bertugas sebagai saksi pernikahan mereka.


Sienna menyeka pelan air matanya.


Sekarang Dia harus terlihat bahagia dan turut mendoakan pernikahan sang ayah.


Setelah bertukar cincin kedua mempelai pun memulai tradisi melempar bunga.


Sienna merasa tugasnya sudah selesai. dia kembali menuju ruangannya, untuk Menghindari kerumunan orang-orang yang nampak asyik dengan pestanya.


"Si yuli Kemana sih?" Gumam Sienna sembari mengedarkan pandangan ke setiap arah.


Tiba-tiba sebuah tangan menarik tubuhnya kuat, membuat Sienna Langsung masuk ke dalam ruang rias.


Pintu lalu di tutup dan di kunci rapat.


"Hey, siapa sih,-?" dengus Sienna kesal.


Namun seketika dirinya tersentak kaget dan terpaku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2