
Sienna tersenyum simpul. Meskipun dia tahu Kalina sangat peduli padanya. Tapi dia tidak boleh terlihat sedih.
"Jadi gimana soal bunga nya Tante!" Sienna mencoba mengalihkan perhatiannya
"Sepertinya stok disini habis. Tapi sebenarnya di belakang masih banyak. hanya saja,harus petik langsung. Gimana? Kalian Mau menunggu?" Tanya Kalina
"Petik sendiri seru deh kayanya. Iya gak yul? Kita bantu petik gimana?!"
Sienna menarik yuli.
"Serius?"Tanya Yuli tak yakin.
"Ah,banyak nanya deh! Kita mau bantu metik boleh kan tante?!" Sienna menatap Kalina antusias.
"Boleh donk sayang, ayo ikut ke belakang?!" Ajak Kalina dengan senang hati.
Baginya Sienna sudah seperti keponakannya sendiri. Apalagi dulu Hesty banyak membantunya dalam hal berbisnis. anggap saja ini sebagai balas Budi untuk kebaikannya.
Mereka bertiga pun berjalan menuju ke halaman belakang yang langsung terhubung dengan kebun bunga yang sangat luas.
"Wah,ini sih namanya taman bunga indoor ya?" Sanjung Yuli takjub.
Sementara Sienna asik menghirup wangi bunga-bunga yang ada di hadapannya. Berbagai jenis bunga mawar itu mampu mengalihkan perhatiannya.
**
Menurut sebuah legenda,dahulu bunga mawar semuanya berwarna putih.
Sehingga bunga mawar putih di anggap sebagai bunga tertua di dunia.
Namun suatu hari, Dewi kecantikan, yaitu Aphrodite terluka jarinya hingga darahnya menetes pada bunga mawar putih. Lalu bunga mawar putih itu pun berubah menjadi merah darah
Tapi,tetap saja mawar putih lah yang menjadi lambang keabadian dan menjadi awal sebuah harapan.
Mawar putih juga bisa mengembalikan harapan cinta pertama.
Cinta yang malu-malu Namun penuh rindu. Juga di lambang kan sebagai mawar putih.
**
Tengah asik memetik bunga-bunga itu, tiba-tiba terdengar suara seseorang masuk ke dalam Toko dan memesan bunga mawar putih juga.
"Permisi Kak, Bisa pesan satu buket mawar putih?" Tanya pemuda yang ternyata Sam.
"Stok kami habis mas, tapi jika anda mau menunggu kami akan memetik langsung bunga yang masih segar di belakang?" Tukas sang pelayan.
"Petik langsung? Kira-kira berapa lama? Soalnya saya butuh secepatnya untuk
Ulang tahun mama saya?" pintanya nampak tergesa gesa.
"Mungkin hanya 10 menitan saja, bagaimana?" si pelayan menatap Sam ragu.
"Baiklah saya tunggu. Tapi tolong cepat ya!" sahutnya malas.
Sembari menunggu,Sam menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan melihat ruangan yang penuh dengan bunga itu.
Sementara sang pelayan pergi menuju ruang belakang.
"Permisi bu, di depan ada yang pesan mawar putih, tapi hanya satu buket saja. katanya untuk ulang tahun ibunya" Pelayan itu menghampiri Kalina
Sienna dan Yuli menatap sang pelayan bersamaan.
"Kenapa kamu gak bilang habis aja sih! ini kan sudah di pesan oleh tamu kita" Kalina menatap Sienna tak enak hati. Dia tak mungkin memberikan bunga yang baru di petiknya pad orang lain.
"Gak apa-apa kok tante, hanya satu buket kan? Lagian aku udah metik banyak, berikan saja padanya?"
__ADS_1
Tukas Sienna menyerahkan bunga itu.
"Gimana kalo punya kita gak cukup?"
sergah Yuli ragu-ragu.
"Tenang aja, kita masih ada bunga cadangan" Bisik Sienna yakin.
"Kamu itu benar-benar sangat murah hati. Sama persis seperti mama kamu"
Puji Kalina
"Ya sudah kalau begitu. Tolong bungkus kan untuk pelanggan kita didepan. Cepat sana!" Kalina memberikan seikat bunga mawar ditangannya.
Sienna menatap ke arah depan. Mencari tahu siapakah orang yang hendak memesan bunga itu. sayangnya hanya nampak punggung seorang pemuda yang tengah sibuk melihat bunga-bunga di sana.
"Jaman sekarang masih ada anak yang menyiapkan bunga untuk ibunya. romantis banget" gumam Sienna kagum.
Yuli menatap ke arah yang sama. Namun sayangnya karna jarak yang agak jauh, wajah pemuda itu terlihat samar. Tampak Si Pelayan sudah selesai membungkus bunga pesanan nya.
"Ini mas,sudah selesai"
"Eh,bisa minta tolong gak! Di tambah sedikit aja bunga Edelweis, saya bayar lebihnya?" Pintanya.
"Baik, tunggu sebentar mas"
Si Pelayan nampak sibuk merangkai bunganya lagi.
"Begini mas? Mau di bawa sekarang atau lewat pengiriman?"
"Kirim kan nanti malam ke alamat ini, sama kado ini ya" pintanya seraya Memberikan sebuah kado yang di bingkai pita berwarna biru.
"Baik, mohon maaf atas nama siapa ya?"
"Sudah mas. totalnya jadi 570 ribu"
Sang pelayan menunjukan selembar nota pembayaran.
"Oke,Terimakasih kak." sahut Sam terlihat sangat puas. Setelah membayar Sam bergegas keluar dari toko. Bersamaan dengan itu Sienna masuk kembali ke dalam toko,dia sempat menoleh pada pemuda yang baru saja keluar. Namun pemuda itu sudah masuk ke dalam Mobilnya dan berlalu.
"Siapa? Kamu kenal?" Tanya Yuli penasaran
"Hah? Enggak, kaya mirip seseorang aja. Mungkin juga aku salah liat"Elaknya kemudian kembali fokus memilih bunga yang lain.
"Mbak, tambahin beberapa buket Edelweis yah? Oh iya berapa semuanya, saya bayar pake kartu aja" Sienna mendekati meja kasir.
Matanya menatap selembar kertas ucapan yang terselip di atas sebuah bungkusan kado berpita biru.
"Untuk Mama tercinta. Sam"
DEG!
Sienna melangkah mundur.
Tiba-tiba Saja dadanya terasa panas,
ada rasa kaget Namun juga tak percaya.
"kamu kenapa?"Yuli terperanjat dan mendekat saat menyadari ada yang tak beres dengan Sienna.
"Apa kado ini punya pelanggan yang barusan keluar?" Sienna memastikan
"Iya betul, yang tadi Pesan bunga mawar Putih" Jelas si pelayan
Mendengar itu,sontak saja Sienna berlari Keluar. Berharap masih bisa melihatnya. Namun sepertinya dia sudah sangat terlambat. bahkan jejak mobilnya sudah tak terlihat lagi.
__ADS_1
"Ternyata itu benar-benar dia" gumamnya menatap kosong ke arah parkiran.
Sienna masuk kembali ke dalam toko. Yuli dan Kalina yang menyadari sikap anehnya nampak kebingungan.
"Apa itu tadi Dia?" selidik Yuli merujuk pada pemuda yang akhir-akhir ini sering dibicarakannya.
Sienna mengangguk pelan.
"Serius?!" Yuli segera mendekat.
"Siapa yang kalian maksud? Pemuda tadi?" sambung Kalina.
"Tapi bisa saja,aku salah. di dunia ini ribuan orang yang memiliki nama sama" Timpal Sienna tak mau memperpanjang
"Eh bentar, bukannya selalu ada alamat pengirimnya? Kita cari aja disitu?"
Saran Yuli antusias.
Sementara Kalina hanya menatap heran pada keduanya
"Tante boleh gak, kita ijin lihat alamat pengirim paket bunga itu? Ini penting banget tante?"Pinta yuli.
"Boleh sih, tapi kalian gak akan ngapa-ngapain kan?" Tanya Kalina cemas
"Enggak lah tante. kita cuma mau memastikan aja!" sahut Yuli yang sepertinya sangat penasaran.
"Ya sudah, silahkan!"
Sienna menatap Yuli dingin. Sejujurnya dia tak berharap banyak pada Sam. Mau bertemu atau tidak,sama sekali tak penting. Yang utama saat ini adalah pernikahan ayahnya. Tapi berbeda dengan Yuli,gadis itu sangat penasaran dan bergegas melihat alamat pengiriman paket bunga tersebut.
"Amanda cake and pastry" Gumam Yuli menatap Sienna.
Ternyata alamat pengirimannya bukanlah rumah Sam,melainkan sebuah toko.
"Toko ini lumayan agak jauh sih dari tempat kita. Gimana?"Tanya yuli
"Apanya yang gimana? udah ah! Kita pulang aja. Sekarang yang lebih penting itu, pesta nikahannya papa" Dengus Sienna seperti sudah tak memiliki harapan.
Yuli menghela nafas berat. Dia tak bisa memaksakan keinginannya untuk mempertemukan Sienna dengan Sam.
Lagipula Belum tentu jika pergi ke tempat itu, mereka akan bertemu dengan Sam.
Setelah Selesai mengepak bunga pesanannya,Sienna dan Yuli berpamitan pada Kalina untuk pulang kembali ke rumah.
"Artinya, si Mr. Sam itu udah pulang ya"
Lagi-lagi Yuli membahas hal itu.
Sienna melirik sinis.
"Jangan mulai deh! Udahlah, mungkin itu bukan Sam yang aku ceritain." tukas Sienna malas.
Yuli mendengus lesu.
"Hm.. Kenapa sih gak di kejar aja? emangnya gak penasaran?"
Godanya lagi.
"Yuliiiii...!" Sienna melotot tajam ke arah sahabat ya itu.
Yuli terkekeh geli melihat sikap Sienna yang begitu kesal padanya.
Yuli bukan tak tahu bagaimana perasaan Sienna saat ini. Dia pun yakin sebenarnya Sienna penasaran tentang pemuda itu. Hanya saja Sienna gadis yang pandai menyembunyikan perasaan nya. Dan tak ingin orang lain tahu tentang hal itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1