
Sejak kecil Yuli sudah menjadi sahabat Sienna. Dia tahu betul bagaimana perasaan gadis itu. Meski dia menyetujui pernikahan papa nya. Tapi,Yuli juga tahu jauh di dalam lubuk hatinya, Sienna sangat kecewa.
"Eh,Gimana kabar 'Teman' mu itu?"
Tanya Yuli mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Temen yang mana?"sahut Sienna bingung.
"Mr. Barcelona itu"godanya
Sienna membelalakkan matanya ketus.
"Loh kenapa? Dia gak ada kabar lagi?"
Tanya Yuli.
Sienna menggeleng lesu.
"Wah,Itu cowok pasti otaknya gak beres! Masa cewek cantik begini di cuekin"
Protesnya tak terima.
"Mungkin dia menemukan hal yang lebih menarik di Barcelona" Celetuknya.
"Yakin dia gak ngasih kabar? Coba kamu telepon lagi? Siapa tau aja dia lupa, atau nomer kamu ke hapus?!" Saran Yuli.
"NO!" sanggahnya gengsi
"Alah! Masih aja gengsian" Yuli menyabet ponsel yang tergeletak di samping bantalnya.
"Eh,mau ngapain jangan macem-macem ya!" Perintahnya.
Namun Yuli menjauh dan buru-buru mengecek ponsel di tangannya.
"SAM? Wah namanya Sam? Samuel? Apa Samantha? Hahaha. Lucu deh"
Godanya lalu melakukan panggilan pada nomer tersebut dan menekan tombol Loudspeaker
Sienna menajamkan pandangannya.
"NOMOR YANG ANDA TUJU,SEDANG BERADA DI LUAR JANGKAUAN. COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI!"
Sienna dan Yuli saling lirik.
"Nomernya di luar jangkauan" Yuli menyeringai.
"Tahukan artinya!" Dengus Sienna yang kesal Pada Yuli.
"Artinya bisa macem-macem sih. Dia emang diluar jangkauan,atau ponselnya hilang, atau-" Yuli menggantung kalimatnya
"..Atau,dia ganti nomer dan ngelupain aku,gitu kan? Udah deh Yul, gak usah di bahas! Lagian mana mungkin sih dia ingat. kita kan cuma ketemu beberapa hari doang" tegasnya.
"Yah,abisnya aku penasaran aja. siapa cowok yang bisa dapetin nomer ponsel kamu dengan mudah. Gak biasanya 'kan?" celetuknya nampak berfikir.
"Anggap aja waktu itu aku lagi baik sama dia" elak Sienna.
"Kalian bertemu di Las Ramblas dan bermalam di vila, lalu bertemu lagi di katedral itu. Wah.. Bahkan Tuhan pun merangkaikan tempat yang indah untuk kalian bertemu. Masa iya,tiba-tiba tamat gitu aja. Sayang banget." pikir Yuli heran.
"Gini nih, kalo kebanyakan Nonton drama. Hidupnya gak bisa Realistis"
Ledek Sienna.
"Tapi Kamu juga masih ngarep ketemu dia lagi 'kan?" Tanya Yuli coba menebak.
"Gak mungkin juga aku ketemu dia lagi. Udah ah,Gak usah di bahas! Mending kita nonton" Sienna menarik laptop di atas mejanya.
Pada akhirnya,Yuli menemani Sienna Menonton hingga larut malam.
Membiarkan gadis itu melupakan dan mengubur harapannya yang tak pasti terhadap Sam.
****
"Kak Haris! Bangun!!!"Teriak Rara
Haris yang tengah terlelap pun, hanya bisa menutup telinganya dengan sebuah bantal.
Sudah tak aneh lagi, jika Gadis manja ini bisa tiba-tiba muncul di kamarnya. Padahal jam masih menunjukan pukul 8 pagi.
"Masih pagi Ra! Biarin aku tidur 1 jam lagi"Gumam Hariss menarik selimutnya.
"Ini udah jam 8,ayo bangun?!"
__ADS_1
Rara menarik kembali selimutnya itu.
"Kemaren kan udah belanja. Hari ini aku libur."Protes Hariss.
"Gak bisa, antar aku ke butik! Baju yang kemaren gak muat kekecilan. Ayo dong!"
Rara sekuat tenaga menarik selimutnya.
Dan tanpa sengaja selimut itu terlepas dari cengkraman Hariss,hingga membuat Rara terpelanting kebelakang.
BRUGH!
"AWHHH! "Jeritnya kesakitan
Hariss terperanjat kaget, dan buru-buru
Mendekat.
"Maaf! Maaf! Sakit ya? Yang mana yang sakit?" Tanyanya panik.
"Nyebelin banget sih!" Rengek Rara memegangi sikutnya yang sedikit lecet.
"Kamu sih iseng banget. Jadi lecet gini kan! sini aku obati" Ajak hariss pada gadis manja itu.
Hariss membawa kotak obat dan mulai mengobatinya.
"Pelan-pelan!" Rengeknya lagi.
"Tahan! Gak sakit kok" Hariss meniup dan mengolesi sedikit demi sedikit obat itu di sikutnya.
"Lain kali, jangan tarik-tarik selimut orang sembarangan. Ini nih akibatnya"
Tukas hariss melirik tajam
"Semuanya salah kak hariss!"
Dengus Rara tak mau kalah.
"Masih nuduh? Lagian jadi perempuan lemah banget sih!" Ledeknya
Rara berdecak kesal.
"Perempuan itu memang terlahir lembut, tapi gak boleh lemah. Seenggaknya bisa bela diri" Nasihatnya penuh perhatian.
"Kan ada kak hariss. Ngapain juga Rara harus belajar bela diri? Repot deh"
Elaknya kesal.
Hariss menyunggingkan sebuah senyuman.
"Emang selamanya kamu mau bergantung sama aku? Suatu saat nanti, Kita bakal punya kehidupan masing-masing" Jelasnya
Kali ini Rara memanyunkan bibirnya.
"GAK! Sampe kapanpun, kak Hariss harus selalu siap 24 jam buat jagain Rara. Kak Hariss udah janji sama almarhum papa? Hayo?!" Ancamnya mengacungkan jari telunjuk pada Hariss.
Hariss mengacak pelan rambut gadis itu.
"Dasar egois!" Tukasnya terkekeh sembari beranjak menyimpan kotak obatnya.
"Janji adalah janji! apapun alasannya tetap gak boleh di Langgar!"
Celetuknya.
"Iya, iya. Atur aja deh! Aku mandi dulu, kamu tunggu di bawah!" perintah Hariss sembari masuk ke kamar mandi.
"Dasar kak Hariss jelek!" Cibirnya kesal. Tapi sejujurnya kata-kata Hariss tadi sangat membuatnya khawatir. takut jika suatu saat nanti, Haris benar-benar pergi dari kehidupannya.
****
Hari Berganti, persiapan pernikahan Keluarga Tirta Semakin dekat, tinggal satu hari lagi.
Rumah Sienna sudah di sulap begitu megah dan mewah dengan Nuansa Biru langit dan putih.
Semua orang nampak sibuk, Begitupun Sienna yang nampak serius membantu merangkai bunga.
"Jangan di mainin dong!" Ledek Yuli, Yang sejak tadi melihat Sienna terus Membolak balik posisi bunga di hadapannya.
"Ini gimana sih? Sebelah sini udah kepenuhan deh!" Tukasnya fokus.
Sembari meletakan bunga mawar putih itu di sebelah kiri.
__ADS_1
"Coba di taro di atas!" Perintah Yuli.
Sienna menuruti kata-katanya.
"Tuh kan,pilihan aku selalu bagus"
Sanjung Yuli pada dirinya sendiri
Sienna mencibir kesal.
"Bantuin terakhir doang. sombong banget" Celetuknya sinis.
Tengah asyik merapikan bunga, tiba-tiba seorang petugas dekorasi menelepon di hadapannya.
"Hah? Bunga mawar putihnya habis? Kok bisa? Tadi kan saya sudah bilang sama kamu, pesan dari kemaren! Gimana sih! Kerja gitu aja gak becus"
Cerca nya nampak kesal.
Sienna dan Yuli saling lirik.
"Kenapa Mas?" Tanya Yuli
"Eh,neng Yuli. Itu neng, persediaan bunga mawar putihnya kehabisan, padahal masih ada 10 meja lagi yang belum di tata?" jelasnya nampak putus asa.
"Emangnya gak nyari di toko lain, pasti masih banyak?" Saran Sienna
"Nah itu dia non, sekarang lagi banyak acara nikahan. Konsepnya kebanyakan pake putih, bunga mawar warna putih selain mahal juga agak susah"
Sambungnya.
Sienna nampak berfikir sejenak.
"Ah,aku ada ide deh mas. Mas nya tunggu disini, nanti saya bawa bunga nya. Oke! Ayo Yul berangkat!" ajak Sienna tiba-tiba.
"Eehh, mau kemana?!" Protes Yuli yang langsung di 'seret' paksa oleh tuannya.
Sienna mengendarai mobil hitamnya dan bergegas menuju suatu tempat.
Jalanan Jakarta sore ini cukup lengang.
Sehingga tak butuh waktu lama untuk tiba di tempat tersebut.
"Loh.. Kok kamu kepikiran kesini sih?"
Tukas Yuli setelah tiba di depan sebuah toko bunga yang Sangat besar dan bertuliskan Callina Florist itu.
"Ayo turun! Aku rasa di toko ini gak akan kehabisan stok bunga deh" Jelas Sienna yakin
Sienna dan Yuli buru-buru masuk ke dalam toko dan langsung menuju resepsionis.
"Bisa ketemu dengan ibu kalina gak?"
Tanya Sienna
"Nona Sienna yah? Sebentar yah, saya lihat dulu" Tukas pelayan tersebut.
Tak berapa lama wanita bernama Kalina itu keluar dari ruang kerjanya.
"Halo sayang, ya ampun udah lama banget gak ketemu? Kemana aja?"
Kalina memeluknya erat.
"Nana ada kok Tante. Tante Kalina apa kabar?" Sienna membelas pelukan hangatnya.
Kalina adalah sahabat Lama dari mendiang ibu Sienna, dan Toko
Bunga ini adalah toko bunga favorit Hesty ketika masih hidup.
"Kayanya makin kesini,tante Masih sibuk aja ya. Hebat" sanjung Sienna yang memang sangat kagum dengan wanita satu ini.
"Sibuk biasa lah. Oh iya. Kalian tumben kemari? ada apa?" Kalina nampak heran.
"Eh,iya hampir lupa. gini loh tante,kita kan di rumah lagi ada acara, dan kekurangan bunga mawar putih, kira-kira masih ada gak tante?" Tanya Yuli was-was.
Kalina menatap Sienna lama.
"Apa benar berita yang beredar,jika ayahmu akan menikah lagi?!" selidik Kalina.
Sienna balik menatapnya lekat.
Kalina tiba-tiba memeluk Sienna erat. Mengusap lembut wajahnya.
__ADS_1
"Kamu yang sabar ya sayang.." bisiknya lirih. Kalina jelas tahu Apa yang tengah dirasakan oleh gadis itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...