
Dua hari setelah pesta pernikahan, keluarga Ibrahim Baru Bisa duduk bersama di meja makan.
Sienna harus mulai beradaptasi dengan kehadiran Bu Susan dan Rara. Begitupun sebaliknya, Rara harus bisa menyesuaikan diri di rumah keluarga barunya.
"Sayang, gimana soal kuliah anak-anak, kamu sudah urus,'kan?" Tanya Susan pada pak Tirta yang tengah asik membaca koran paginya.
Sienna menoleh kasar pada sang ayah.
"Aku belum bicara sama Sienna." tukas pak Tirta hati-hati.
"Kuliah? Gimana Maksudnya?!" Sienna menimpali.
"Begini sayang,.. Tante mau kamu sama Rara bisa lebih deket. Makanya tante ngusulin kamu pindah kampus. Lagipula kan,kampus Rara itu kampus ternama. Jadi,--"
"Maaf tante! Tapi Sienna gak bisa!"
Sanggahnya cepat
Susan menatap Tirta.
"Lagian mama ngapain sih," gumam Rara yang duduk tepat dihadapan Sienna.
"Tapi,sayang. Papa setuju sama mama Susan. Lagipula Universitas itu, papa dan ketiga rekan bisnis papa yang membangun dari Nol. Jadi papa tahu dengan baik bagaimana fasilitas juga Kwalitasnya!" bujuk sang papa.
"Sienna baik-baik aja kok di kampus lama. Selama ini gak ada masalah"
Elaknya semakin sengit.
"Ya udah kalo memang gak Mau. Tante cuma pengen kalian bisa selalu sama-sama dan saling mengenal. Tak ada maksud lain" imbuhnya dengan nada sedikit kecewa
"Kamu jangan buru-buru menolak, niat mama Susan baik kok sayang" Saran sang papa dengan nada lembut. Dia tentu tak ingin merusak sarapan pagi keluarga barunya dengan obrolan itu
Pak Tirta paham, jika dirinya terus menekan,maka Sienna akan bersikeras melawan
Sienna tak menggubris sedikitpun dan hanya melahap rotinya yang terasa hambar.
Inilah hal yang selalu di takutkan oleh pak Tirta, sikap putrinya yang tak menentu. Terkadang membuatnya Takut jika menyakiti hati Susan
"Nana selesai. Nana pamit pergi duluan"
Sienna beranjak dari meja makan dan menyabet tasnya dengan segera.
Gadis itu berjalan cepat keluar,tampak Di depan gerbang Yuli sudah menantinya.
"Cieee! Yang abis sarapan sama keluarga baru" Goda nya.
"Apaan sih, BERISIK!" Dengus Sienna kesal.
"Ih,Galaknya. Kenapa sih? Oh iya, aku punya satu pertanyaan deh buat kamu. waktu sesi foto tadi, ibu nyariin kamu kemana-mana tapi kamu gak ada. Abis dari mana sih?!" Yuli menatapnya penasaran.
Sienna mengerjap kan matanya gugup
"Dari,- dari toilet lah! dari mana lagi"
tandasnya.
"Serius? Toilet mana? Soalnya aku juga cari kamu ke toilet,tapi gak ada"
Desaknya lagi.
Sienna terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaannya.
"Mm.. Mungkin waktu kamu nyari ke toilet,aku udah keluar kali. Jadi gak ketemu" Gumamnya ragu
"Oh gitu ya. Eh,waktu di pesta ada dua cowok ganteng loh. Kamu liat gak?!"Tanya Yuli lagi.
Sepertinya gadis itu tak curiga dengan gelagat Sienna yang berusaha menutupi kebohongannya.
__ADS_1
"Yang mana sih?" Sahut Sienna cuek.
"Itu loh, cowok yang pake Jas biru sama cowok yang pake Jas warna pink!"Yuli nampak begitu antusias.
"Gak tau,- Gak liat!" Jawabnya gelagapan.
Sienna membuang muka,Jelas dia sangat gugup saat membayangkan wajah pemuda yang tadi nyaris membuatnya mati tak berdaya itu.
"Yah sayang banget deh. Padahal mereka berdua bener-bener ganteng! Ah, seandainya bisa kenal salah satu dari mereka. Sumpah,Gak bakalan aku lepasin!" Cerocos nya penuh harap.
"Dasar ngaco!" desis Sienna yang nampak geli dengan sikap Yuli.
"Sampe juga akhirnya," Sienna segera membuka pintu mobil seraya merentangkan kedua tangannya.
Tak berapa lama, Sienna dan Yuli tiba di Taman kota. Taman ini selalu ramai di pagi dan sore hari. Banyak pedagang yang menjajakan dagangannya,banyak pula orang-orang yang datang sekedar untuk nongkrong atau berolahraga.
Setiap akhir pekan, Sienna dan Yuli selalu pergi ke tempat ini, mereka menghabiskan waktu berdua untuk mengobrol tentang banyak hal.
"Wah! Rame banget sih, udah lama gak kesini, makin rame aja" Seru Yuli yang langsung membuka pintu mobil. tanpa dia tahu dari arah belakang ada seseorang yang hendak memarkirkan motornya.
"WOIIIYY!!!"
Namun pengendara motor itu tak dapat menghindar dan langsung menabrak pintu mobil.
BRUGH!
Orang tersebut jatuh beserta sepeda motornya,
Sienna yang menyadari ada suara bising, segera berlari ke arah sumber suara.
"Suara apaan sih?"Tanyanya panik.
Yuli terlihat begitu syok saat melihat orang tersebut tak bergerak sama sekali.
"Jangan-jangan,Dia mati !"Gumam Sienna mematung.
Yuli bergegas mendekati orang tersebut.
"Ya buka dong helm nya. Buruan!" Sienna tak kalah panik.
Dengan perasaan takut,Yuli membuka helm nya perlahan.
Namun Orang tersebut sama sekali tak bereaksi.
"Dia? Ihhh,.. Kok gue ketemu dia terus sih!" Dengus Yuli saat melihat wajah pemuda itu yang tak lain adalah Eno.
"Kamu kenal?!" Tanya Sienna
"Enggak. Udahlah biarin aja. Mau mati kek, mau enggak kek," celetuknya enteng
"Heh! Nanti kalo ada yang liat kita berdua ninggalin dia,di kira tabrak lari. Coba di cek, masih hidup enggak?!" perintah Sienna yang enggan mendekat
Dengan malas, Yuli memeriksa denyut nadinya.
"Masih hidup kok" Jawabnya sedikit lega.
Dan Tiba-tiba saja Eno membuka matanya perlahan. lalu melihat dua orang gadis manis yang sedang Memperhatikannya.
"Eh, mas nya bangun. Mas gak apa-apa kan?!" Tanya Sienna cemas
Yuli menjauh dan nampak cuek.
"Ahhhh,Sakit. aduh!" Erangnya sembari memegang kepalanya.
Tentu saja hal tersebut membuat Sienna dan Yuli semakin panik.
"Ya udah, kita bawa ke klinik aja! Buruan Yul!" Sienna segera membantu mengangkat tubuh Eno,dengan susah payah Yuli dan Sienna pun mengangkat tubuhnya.
__ADS_1
20 menit , akhirnya Mereka tiba di klinik, dan langsung menemui dokter yang bertugas.
"Mudah-mudahan itu orang gak gegar otak ya" Gumam Sienna
Yuli menatapnya tajam.
"Masa iya, kepentok doang bisa gegar otak"Sergah yuli.
"Ya siapa tau aja yul, lagian yang musti tanggung jawab itu kan kamu. Makanya kalo buka pintu itu hati-hati" gerutu Sienna
"Iih,orang dia yang salah. tiba-tiba muncul di deket pintu mobil" Elak Yuli merasa tak bersalah.
"Ya udah, kita doain aja semoga itu orang baik-baik aja" Sienna menghela nafas dalam.
****
Sementara itu di kediaman Sam. Pemuda itu nampak asyik duduk di sofa dan tengah menatap sesuatu di tangan nya dengan seksama.
Bayangannya kembali ke masa di mana dirinya pertama kali bertemu Sienna
"Kenapa sulit banget sih buat deketin kamu? Bikin penasaran aja," Gumamnya seraya mengelus lembut bros di tangannya.
"Ekehm.. Siapa yang bikin penasaran?"
Tukas sang mama yang sejak tadi berdiri di ambang pintu.
"Mama,"
Sam segera menyimpan benda itu di saku jaketnya.
"Jadi,anak mama mau main rahasia-rahasiaan nih?" Goda sang mama mendekat.
"Enggak kok ma. Sam cuma iseng doang" sanggahnya.
"Jujur deh sama mama. Apa kamu ketemu seseorang selama di Barcelona?" selidik sang mama menatapnya tajam.
"Apaan sih ma!" Lagi-lagi Sam mengelak.
"Habisnya sikap kamu berbeda banget deh sejak pulang dari sana? Sering senyum-senyum sendiri, kadang sering ngelamun. Kamu pikir,mama gak tahu "
Desisnya yakin
Samuel menatap sang mama dalam.
"Mama, percaya gak sama cinta pada pandangan pertama?" Tanyanya serius.
Sang mama balik menatapnya kaget.
"Jadi,kamu beneran lagi jatuh cinta? Yang mana ceweknya? Cantik gak? Siapa orang tuanya? Pendidikannya gimana?!" Cerocos sang mama antusias.
Mendengar pertanyaan sang mama,Sam jadi tak bersemangat. Tentu saja,sang mama selalu membandingkan keluarga si gadis dengan keluarganya.
"Mama selalu aja kaya gini, apa yang Sam suka pasti di sangkut-pautkan sama garis keturunan,kedudukan sosial. Kampungan banget" Sam beranjak dari duduknya dan hendak pergi.
"Eh,Mau kemana kamu?" Tanya sang mama.
"Cari angin," Dengusnya cuek.
Sang mama nampak kebingungan, obrolan mereka selalu saja berakhir dengan cara seperti ini.
Sam menjatuhkan tubuhnya di kursi kemudi. Di menatap kesal ke arah rumah. Ayah dan ibunya ini, selalu saja bersikap begitu sejak dulu. Tak pernah berubah. Mereka lebih mementingkan Kedudukan sosial daripada hati putranya sendiri.
Drrrrrrtttt!
Sam menoleh malas pada benda berisik itu,
"Halo.. Apa? Eno Kecelakaan?!"Sahutnya kaget.
__ADS_1
Dan tanpa banyak bicara Sam menekan pedal gas dan segera meluncur ke salah satu rumah sakit.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ