
"Apa semalam Sienna gak pulang?"tanya Bu Susan
"Enggak bu. Semalam Yuli telepon,kalo Mereka nginep di rumah temennya. Tenang aja Bu. mereka baik-baik aja kok" Jelas Bi Imah sembari menata makanan di meja.
"Bapak tahu 'gak kalo Sienna gak pulang?"
Bu Susan melirik ke arah tangga. Takut jika suaminya tiba-tiba muncul.
"Bapak gak tau bu"Sahutnya.
Tak berapa lama Rara turun dari kamarnya dan duduk di meja makan.
"Ada apa ma?"
"Sienna semalam gak pulang. Mama khawatir aja." jelas Bu Susan.
Rara tersenyum sinis,Ibunya ini ternyata pandai bersandiwara.
"Gak usah di pikirin ma, lagian dia kan udah gede. Mau Gak pulang seharian pun gak masalah."desis Rara.
"Kamu kalo ngomong suka ngawur! Biar bagaimana pun Sienna itu kakak tiri kamu." Dengus Bu Susan.
Meskipun sejujurnya ia tak begitu peduli pada Sienna,tapi setidaknya dia harus bersikap sebaliknya agar Bi Imah tidak akan mengadukan hal yang macam-macam pada suaminya nanti.
***
Cahaya Mentari pagi mulai masuk dari celah-celah jendela yang usang itu.
Sam memicingkan matanya silau. Seraya menggeliat memegang tengkuknya yang terasa nyeri,karna posisi tidur yang tak begitu nyaman semalam. Tentu jika bukan karena Sienna,dia enggan bermalam di tempat itu. Hanya saja,dia heran kenapa dia bisa dengan suka rela ikut serta hingga berakhir tidur di atas ubin keras ini.
Sam mengedarkan pandangan pada sekitarnya,Namun sudah Tak ada siapapun disana. Hanya terdengar sayup-sayup suara orang berbicara dari arah luar.
Karena penasaran Sam pun keluar untuk memastikan sumber suara tersebut.
"Kakak Sam sudah bangun?"Seru Dian.
"kalian lagi ngapain?" Tanya Sam seraya Memperhatikan Sienna yang tengah membersihkan kakinya.
"Kak Sienna minta di ajak berkeliling. jadi kami antar keliling kampung"jelas Rina.
Sienna tersenyum tipis menatap Sam. menunjukan kakinya yang sangat kotor dan penuh lumpur. Sepertinya gadis itu amat sangat bangga pada dirinya yang bisa berkeliling kampung meski dengan kaki penuh lumpur.
"Udah mirip kaki bebek kok," celetuk Sam.
Sienna melirik tajam.
Gadis itu berjalan mendekati pintu,lalu Tiba-tiba menarik paksa tangan Sam agar kakinya ikut menyentuh lumpur yang becek Didepan teras rumah.
"Sini turun!" paksa Sienna.
"Hey! Sienna. Jangan coba-coba!"
Teriaknya kaget.
SRAAT!
Kaki Sam menginjak lumpur yang becek akibat hujan semalam.
Sienna dan kedua anak itu tergelak puas. saat melihat seluruh kaki Sam berlumuran lumpur.
"Sekarang udah ada dua pasang kaki bebek?" Goda Sienna sembari mengamati kaki Sam.
"Awas kamu ya!" Sam mencoba menangkap Sienna. Namun gadis itu dengan sigap menghindar.
"Sienna! Jangan kabur!" teriak Sam.
Sienna mencibir Sembari tertawa nyaring, begitupun Dian dan Rina. Mereka seakan mendapatkan tontonan gratis pagi ini. Dua kakak asing yang mereka temui di jalanan. Ternyata bisa membawa nuansa baru dalam cerita mereka.
Suasana perkampungan yang sepi penduduk,juga sangat minim sarana umum. Nyatanya tak membuat Sienna dan Sam terganggu. Mereka justru sangat menikmati hari ini bersama keluarga pak Usman.
***
"Sayang, tolong bilang sama bapak kalian. kalau kita mau pamit pulang ya?"
Jelas sam
"Kakak gak nginep lagi?" Tanya dian dengan polosnya
"Kapan-kapan kalian yang harus nginep di rumah kakak yah?" tukas Sienna.
"Oh iya, kak Sam punya sesuatu untuk bapak. Nanti kalian sampaikan yah sama bapak! hati-hati jangan sampe ilang!" Tukasnya kemudian mengeluarkan sebuah amplop putih.
__ADS_1
"Ini apa kak? Kalo Rani terima, nanti bapak marah?" Rani menatap Sam ragu.
"Bilang aja sama bapak, ini ucapan terimakasih kak Sam sama kak Sienna karna udah di ijinkan menginap. Ya!"
Pinta Sam
Rani akhirnya menerima amplop tersebut dengan terpaksa.
"Kalian gak boleh kemana-mana ya! tunggu sampe bapak pulang bekerja? Nanti kapan-kapan kak Sienna kesini lagi, kalian harus ada di rumah. oke?"
Sienna mengacungkan jari kelingkingnya tanda mengikat janji.
"Oke!" Jawab keduanya mengaitkan jemari kecil itu pada jari Sienna secara bergantian.
Setelah itu, Sienna dan Sam pergi dari tempat tersebut. Meninggalkan sejumput kenangan yang suatu hari akan mereka ingat dengan baik.
***
"Ya ampun! 15 panggilan masuk dari yuli. Aku sampe lupa ngabarin dia"Pekik Sienna kaget saat membuka layar ponselnya
"Ya udah,kamu hubungi Yuli sekarang? "
Saran Sam
Sienna pun bergegas menghubungi sahabatnya itu.
"Halo, yuli.Maaf aku baru ngasih kabar sekarang. Aku lupa!" Rengek Sienna merasa bersalah.
"Jadi Kamu nginep di rumah Melly? Syukurlah. Kalo gitu,Aku kesana sekarang"Tukas Sienna lega
"Apa katanya?" Sam menoleh pada gadis itu.
"Yuli ada di rumah teman kampus ku. Kayanya kita kesana aja"Pintanya
"Siap. Nona bebek" Goda Sam seakan mengingatkan Sienna pada panggilan lucu itu.
Sienna mencibir.
Perjalanan menuju Rumah salah Satu teman Sienna tak terlalu jauh. Hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit saja.
Dan Tak berapa lama mereka pun tiba di depan sebuah rumah yang cukup mewah.
Terlihat Yuli dan Melly tengah menunggu di depan gerbang.
"Apa kita masih bisa bertemu lagi,nanti?!" Tanya Sam seakan tak rela berpisah dengan Sienna.
"Jika ada kesempatan kita pasti ketemu lagi." Sienna tersenyum tulus. Lalu membuka pintu mobil.
"Eh sebentar," Sam menarik tangannya.
Sienna menoleh kaget.
"Boleh pinjam ponsel kamu sebentar?"
Pintanya
Sienna menatap Sam curiga,namun melihat Sam mengulurkan tangannya,gadis itu pun tak bisa menolak dan memberikan ponselnya.
Sam tersenyum seraya mengotak-atik ponsel milik Sienna.
"Oke. takutnya,nanti malem kamu kangen. Jadi tinggal hubungi aku"
Godanya percaya diri.
Sienna mengernyitkan dahi.
Betapa percaya dirinya cowok aneh itu.
pikir Sienna.
"Pe'de banget!" desisnya seraya menyabet ponsel itu dari tangan Sam.
Sienna turun dari mobil dan segera menghampiri Yuli dan Putri.
"Eh siapa sih itu," Bisik Melly penasaran.
"Pangeran" Desis yuli.
"Tumben banget ada cowok yang bisa deket sama dia" Gumam Melly nampak tak percaya.
"Bukannya cinta itu ajaib ya?"
__ADS_1
Sahut Yuli yang masih menatap mereka berdua.
"Haiiiii..." Sienna menyeringai menunjukkan pakaian kotornya.
Yuli dan Melly menatapnya bingung.
"Lo abis kebawa banjir apa gimana?"
Tukas Melly nampak sangat syok
"Kamu dari mana sih? Kenapa baju kamu penuh lumpur?" Yuli meringis ngeri melihat penampilan majikannya itu.
"Mandiin dong" Pinta Sienna manja.
Yuli dan Melly saling lirik,keduanya pun segera 'menyeret' Sienna masuk ke dalam rumah.
"Woiiy! Gak di seret juga kali!" teriak Sienna berontak.
Namun keduanya hanya tertawa nyaring menanggapi teriakan Sienna.
***
"Dari mana kamu? Jam segini baru pulang?" Suara pak Surya terdengar menyelidik.
Sam menoleh pelan dan memasang wajah 'Lugu'nya.
"Sam kena musibah pa. Ban mobilnya pecah di tengah jalan,mana hujan deras. Masih untung Sam bisa pulang pa," Celotehnya beralasan.
Pak Surya mendekat dan memperhatikan pakaian yang dikenakan Sam. tampak kotor dan berlumpur. Entah apa yang di lakukan putranya di luar sana semalam.
"Sebentar lagi libur kuliah selesai. Papa harap kamu bisa fokus dengan kuliah kamu" Tegasnya kemudian pergi meninggalkan Sam begitu saja.
"Oke,pa" sahutnya enteng. Seolah tak begitu mempedulikan perintah papanya.
"Untung aja papa gak curiga," Gumamnya lega. Sam kemudian berbalik badan dan hendak menuju kamarnya.
"SETAN!" Pekiknya kaget saat Eno berdiri tepat di belakangnya.
Eno menatap majikannya sinis.
"Si Bos kalo ngomong seenaknya aja!" protesnya
"Lagian ngapain sih! muncul tiba-tiba kaya gitu. nakutin aja"
"Saya baru mau nyari si Bos. Dari mana sih,pakaian kotor begitu,abis nyangkul di sawah yah?"Tanyanya.
"Mau tau aja urusan orang. Sana-sana siapin air! Gue mau mandi" Titahnya mendorong Eno secara paksa.
Sam berjalan gontai menuju kamarnya dan kembali duduk di sofa.
Dia membuka layar ponselnya.
Menatap deretan nomor yang baru saja di simpannya 'NONA BEBEK'.
Sam tersenyum geli,kala mengingat bagaimana Sienna sangat tak menyukai panggilan itu. Baginya,sikap ketus Sienna justru terlihat sangat manis dan menggemaskan.
Dan lagi-lagi dia tersenyum. Mungkin otaknya sudah mulai Rusak sejak bertemu Sienna.
"Ckck! Bahaya nih kalo udah senyum-senyum sendiri" decak Eno.
Sam melirik sekilas pada Eno.
"No,hari ini gue bahagia banget." gumamnya dengan senyuman lebar
Dan Eno hanya menanggapi ucapan Sam dengan tatapan bingung.
***
Sementara itu,tepat di salah satu gedung perkantoran. Terlihat Pak Tirta Tengah sibuk mengurusi berkas-berkas untuk pemindahan Kuliah Sienna. Yang ternyata tanpa sepengetahuan sang putri.
Sebenarnya Pak Tirta melakukan semua itu atas Desakan Susan. agar kedua putri Mereka bisa Lebih dekat dan akur.
Pak Tirta tentu tahu jika apa yang di lakukannya, akan mendapat penolakan keras dari sang putri. Tapi disisi lain, sebagai seorang ayah dia tak Ingin melihat putrinya kesulitan dalam bergaul.
Kampus Sienna yang dahulu juga, bukanlah kampus biasa. Hanya saja letaknya cukup jauh dari ibukota.
Itu juga lah yang membuat pak Tirta khawatir. Selama ini putrinya tidak memilik banyak teman. Terkadang ejekan serta gunjingan tentang putrinya yang pernah mengalami depresi selalu membuat pak Tirta tak nyaman.
"Maafkan papa nak, semua ini demi Kebaikanmu," gumamnya lirih
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1