
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang waktu setempat, dimana al meminta untuk bertemu dengan kai dan intan untuk membicarakan permintaan dari rifal.
Al dan kai yang sudah berada di cafe milik al, mereka berdua sednag menunggu pemeran utama nya yaitu intan. Intan yang memang belum mengetahui tentang kedatangan rifal ke sini.
Beberapa menit sudah menunggu akhirnya intan datang juga ke cafe tersebut.
"sorry telat banget ya" kata intan
"udah biasa" jawab kai santai
"hehe sorry " ucap intan sambil nyengir kuda
" langsung to the point aja" ucap al
"iya iya oke kenapa? " tanya intan
" rifal minta bantuan gue buat jadi pacar pura-pura nya agar wanita yang di jodohkan dnegan rifal tidak mengejar-ngejar rifal lagi" jelas al
"what???!! " pekik kai
" se... Serius al? " tsnya intan meyakinkan
Dan al hanya bisa mengangguk tanda setuju dan membenarkan pertanyaan mereka berdua
" ke...kenapa rifal ga minta bantuan ke gue aja? " kata intan dengan menahan tangis nya, ia merasa cemburu kepada al
" karena lo udah punya cowo" jawab kai enteng
"a.... Apa? " kata intan
" ya, rifal udah tau semua tentang lo ntan. Lo pasti tau kan, kalau rifal sekarang sudah menjadi orang yang benar-benar terpandang, dan dia bisa mengetahui semua hanya dengan hitungan menit" jelas al
"gu... Gue harus gimana al? " tanya intan sesak
" kita berdua udah pernah bilang sama lo ntan, pertemuin mereka ntan pertemuin, jangan sampe kaya gini. Asal lo tau dia menghindari perjodohan ini cuma karena lo doang ntan, dia pengen ketemu lo, pengen bareng-bareng lagi sama lo. Tapi lo malah gini" jelas kai
"dan untuk sekarang lo ga bisa ngapa-ngapain lagi ntan. Lo harus setuju untuk al membantu rifal, karena ini jalan satu-satunya untuk membalas kebaikan rifal dari lo. Lo juga ga bisa nyakitin Fikri begitu aja, dia udah sayang banget sama lo ntan. Lo ga bisa gegabah dalam hal ini" lanjut kai
Intan sudah mulai terisak
"udah lo ga usah nangis, tangisan lo ga bakal bisa ngubah semua nya ntan. Lo harus perjuangin salah satu atau engga kedua nya" kata al
"kita ga mu lo dapet karma yang lebih sakit dari ini ntan. Udah cukup kita berdua aja yang selalu di sakitin sama cowo lo jangan" kata kai
"kita sayang lo ntan. Lo harus bisa yakinin hati elo, untuk siapa dia? Siapa pemilik hati ini sesungguhnya. Lo sekarang pulang lagi biar fikiran lo jernih dan lo harus ambil keputusan ini ntan" kata al sambil memeluk mereka berdua
"hiks... Hiks.. Hiks... Thanks pokoknya thanks buat kalian. Makasih udah mau jadi sahabat gue, gue gatau harus apa kalau ga ada kalian" kata intan
"nama nya juga sahabat, harus ada di saat membutuhkan kan? " kata kai
" Yaudah gue telpon mona dulu, lo jangam bawa mobil sendiri ga baik buat lo" kata al
Al pun menghubungi mona untuk datang ke cafe nya.
Mona : hallo ka?
__ADS_1
Al : mon bisa ga dateng ke cafe kaka yang ada di pinggir kota
Mona : oh bisa ka. Emang nya kenapa ya ka?
Al : jemput kaka mu disini ya
Mona : emang ka intan kenapa ka?
Al : udah kesini aja
Mona : oke ka
Mona langsung menuju cafe milik al. Karena memang mona sedang berada di jalan hendak pulang bersama dengan miko.
"ada apa? " tanya miko
" kita ke cafe milik ka al yang berada di pinggir kota, untuk jemput ka intan "
" ada apa memang nya? "
"aku pun tak tahu"
"yasudah kita kesana sekarang "
" oke"
Mereka berdua bergegas ke cafe milik al. Sesampainya di sana mereka berjalan dengan gusar karena ingin segera melihat keadaan intan.
"kakak tak apa? " tanya mona
"bawa lah pulang "lanjut kai
Mona pun membawa intan pulang. Mona yang membawa mobil intan dan miko mengikuti mereka dari belakang takut terjadi hal yang tidak-tidak.
Di cafe
" kasian ya si intan" kata kai
"tapi emang intan yang salah kai, kalau aja dia engga gegabah mungkin ga bakal gini jadi nya" ucap al
"iya juga sih. Yaudah lo telpon si rifal gih biar cepat kelar semua nya"
"oke"
Al kemudian menghubungi rifal
Al : hallo ka
Rifal : iya al?
Al : oke ka, al mau bantu kaka
Rifal : allhamdulilah, makasih ya al. Oya gimana sama kai dan intan?
Al : hem....
__ADS_1
Rifal : ada apa?
Al : untuk kai aman ka, tapi untuk intan..
Rifal : kenapa?
Al : seperti nya dia cemburu ka, soalnya tadi pas al bilang intan langsung ngomong gini "ko rifal ga minta bantuan gue ya, kenapa malah minta bantuan ke elo?" terus dia langsung nangis gitu ka
Rifal : haish ko bisa begitu
Al : al dan kai juga udah ngejelasin ko ka, kata kita kaka udah tau kalau dia udah punya fikri mangka nya kaka ga minta bantuan ke intan takut ada salah paham
Rifal : terus intan nya gimana al?
Al : makin kejer ka. Kita suruh dia pulang aha suruh mikirin semua nya. Terus mona jemput deh kesini sama miko yaudah akhirnya intan di bawa pulang sama mona dan miko
Rifal : hem gitu. Yaudah deh gapapa al, makasih ya udah mau nolongin kaka. Nanti kita mulai rencana nya kalau dia jadi kesini ya al
Al : oke ka
Rifal : yaudah saya matikan ya al
Al : iya ka
Tut..
Sambungan pun di putus oleh rifal
Rifal yang mendengar penjelasan dari al tentang keadaan intan pun tersenyum penuh kemenangan.
"cepat atau lambat kau akan kembali kepada ku intan" kata rifal
"aku harap kamu tetap menjadi dirimu sendiri ya "
" rencana ini pasti berhasil, bisa membuat Jessica menjauh dan intan kembali" ucap rifal
"haaah.... "
" aku harus memikirkan langkah selanjutnya untuk menjauh dari Jessica dan menjaga al dari ancaman Jessica "
Sedang asik berfikir tentang alasan itu. Jessica tiba-tiba menelpon.
Jessica : hallo sayang
Rifal : hem
Jessica : aku akan berangkat ke negara mu hari ini, untuk menjemput mu sayang
Rifal : aku sudah memiliki kekasih, Jessica
Jessica : aku tak peduli fal, aku akan menjemput mu. Kau tak akan lepas dari tangan ku, kau hanya akan menjadi milikku saja
Rifal : ga waras
Tut..
__ADS_1
Rifal langsung mematikan sambungan telpon nya.