The First And Last Love (Revisi)

The First And Last Love (Revisi)
44


__ADS_3

"Pagi" jawab kedua orang tua rifal


"Mah, pah kenalin ini Intan" ucap rifal


"Intan om" kata intan kepada papah nya rifal


"Papah rifal"


"Intan tante"


"mama nya rifal"


"senang bisa bertemu dengan mu nak" timpal mama intan


"sini duduk bareng" lanjut mama intan


Rifal dan intan pun duduk bersama dengan kedua orang tua dari rifal.


'haduh nih jantung gue, dag dig dug begini, ayolah jangan begini malu maluin gue aja etdah" gumam intan dalam hati


"sebentar ya, mama mau panggil bi inah dulu buat bikin minum"


"ga usah repot repot tante"


"gapapa"


"tolong panggil kan bi inah" ucap mama rifal kepada salah satu pelayan di situ


"baik nyonya"


Tak beberapa lama, bi inah pun menghampiri mama rifal


"iya nyonya, ada apa memanggil saya?"


"tolong buatkan 4 minuman sama bawakan makanan ringan ya bi"


"baik nyonya"


Bi inah pun balik lagi ke dapur untuk membuat kan minuman dan juga makanan.


"kamu berasal dari kota A?" tanya papa rifal


"iya om"


"oh"


'etgila cuek banget nih camer gue' gumam intan dalam hati


"Pah" ucap mama intan sambil mengusap bahu sang suami


"Mah, pah. Rifal kesini mau minta restu dari kalian" ucap rifal to the point


"Restu?" ucap mama rifal terkejut


"I... Iya tante" kata intan gugup


"Papah mau bicara empat mata dengan mu fal" ucap papa rifal dengan tegas


"Baik"


"Ayo ke ruang kerja papa"

__ADS_1


"Iya pah"


"Sayang, kamu sama mamah dulu ya, aku ada urusan dulu sebentar"


"Iya"


Setelah kepergian suami dan anak nya, mama rifal mulai membuka suara nya kepada intan, karena merasa tak enak akan sikap sang suami terhadap calon menantu nya itu.


"Maafin papah nya rifal ya nak"


"Gapapa tante" ucap intan sambil tersenyum


"Papah rifal memang begitu kalau baru kenal sama orang baru, jadi wajarin aja ya"


"Iya tante, intan juga paham ko"


"Yaudah, mending kita sekarang masak aja buat makan siang, gimana?"


"Ayo tante"


Mereka berdua pun berjalan ke arah dapur, setelah sampai di dapur, mama rifal memerintah kan pelayan untuk tidak membantu mereka berdua.


"Saya dan intan akan memasak makan siang hari ini, kalian bisa mengerjakan pekerjaan yang lain"


"Baik nyonya"


Setelah memerintahkan kepada semua pelayan nya, mama rifal dan intan mulai memasak untuk makan siang bersama dengan di penuhi obrolan dan canda tawa.


***


Di ruang kerja papa rifal


"ada apa pah?"


"pah, dia intan. Dia yang selama ini rifal cari pah"


"kamu menolak semua perjodohan yang di lakukan oleh mama dan papah kamu hanya karena wanita itu?"


"iya pah"


"kamu mau apa sih rifal sebenarnya?"


"rifal hanya ingin bersama dengan orang yang rifal cintai pah, lagi pula intan teman kecil rifal, yang selalu menemani rifal disaat papah dan mama sibuk dengan bisnis kalian"


"papah tidak setuju dengan wanita itu rifal"


"apa sih yang papah ingin kan dari rifal? Rifal selalu menuruti apa mau papah, kali ini aja papah ikutin apa mau rifal, rifal hanya ingin bersama intan saja pah, tidak mau dnegan wanita lain, hanya ingin intan"


"Papah suda menjodohkan kamu dengan teman papah"


"engga pah, rifal ga bisa. Udah cukup Jessica saja yang terakhir papah dan mama menjodohkan rifal"


"papah ga bisa kau dengan wanita itu rifal"


"pokoknya rifal akan tetap bersama dengan intan, ada atau tidak ada nya restu dari papah"


"rifal!!"


"rifal akan tetap menikah dengan intan, setelah intan lulus kuliah nya"


"terserah kau saja, tapi ingat papah tidak akan merestui kamu sampai kapan pun"

__ADS_1


Brak


Pintu di tutup dengan kencang oleh rifal.


Rifal menghampiri intan yang sedang menata makanan nya di meja makan.


"ayo kita pulang" ajak rifal sambil menarik tangan intan


"eh ko pulang?" tanya intan aneh


"iya ko pulang nak?" timpal mamah rifal heran


"aku banyak urusan" ketus rifal


"tante intan pulang ya" teriak intan karena ia sudah di tarik oleh rifal


"iya nak hati hati ya" teriak mama rifal


Mama rifal yang melihat itu pun sudah meyakin kan bahwa hal ini akan terjadi, karena sejak dulu bapa dan sang anak selalu berbeda pendapat.


"aku harus menanyakan ini" kata mama rifal sambil melangkah kan kaki nya ke ruang kerja


Ceklek.. (pintu sudah terbuka)


Pemandangan pertama yang dilihat oleh mama rifal adalah sang suami yang sedang memijit pangkal hidung nya karena pusing. Mama rifal mendekat kearah sang suami dan mengelus bahu nya lembut.


"pah?" panggil sang istri


"hm?" jawab nya


"kenapa lagi?"


".."


"papah masih tetap mau diam?"


".."


"gapapa kalau papah belum siap untuk bercerita, tapi lebih baik sekarang kita makan terlebih dahulu, setelah itu papah bisa menenangkan pikiran papah ya" bujuk sang istri


"engga mah, papah ga mau makan dulu, papah masih kenyang"


"yaudah kalau gitu, ayo ikut mamah" ajak nya


Papah rifal pun menuruti keinginan istri nya, karena hanya wanita itu lah yang bisa menenangkan perasaan dan pikiran nya saat ini.


Mama rifal mengajak sang suami kembali ke arah taman belakang rumah nya, yang dimana itu adalah tempat yang paling baik untuk menenangkan segala pikiran yang ada.


Mereka berdua duduk di gazebo yang tadi mereka duduki sebelum kedatangan rifal dan juga intan.


"pah?" kembali mama intan memanggil sang suami


Papah rifal yang mengerti itu langsung menceritakan semua yang terjadi di ruang kerja nya.


"pah dengerin mama" kata mama intan setelah mendengarkan cerita dari suaminya itu


"rifal sudah besar sekarang, sudah saat nya kita mengikuti apa keinginan dari anak kita, sudah cukup dulu kita tidak memperhatikan nya pah, syukur syukur rifal selalu mau menuruti keinginan kita, sampai hal kemarin calon tunangan rifal meninggal akibat kesalahan dia sendiri. Apa papah mau punya menantu yang seperti Jessica? Yang ketika kita lihat dari luar dia sangat baik tapi di dalam dia sangat beda jauh dengan cover nya" jelas mama rifal, papa rifal hanya menggeleng lemah


"yaudah kalau kata mamah, biarkan rifal memilih. Kita sebagai orang tua harus nya selalu mendukung anak nya pah, mama perhatiin intan anak nya baik ko selama beberapa jam mamah dekat dengan nya, kepribadian nya juga sepertinya baik. Jadi sekarang papah restuin mereka saja ya pah, kasian rifal seharusnya dia sudah bahagia dengan pilihan nya pah"


"Papah belum bisa ngasih restu kepada mereka"

__ADS_1


"pah asal papah tau, intan dari keluarga baik baik juga, papah ga perlu khawatir. Intan adalah wanita yang selalu menemani rifal dari dia kecil, kedua orang tua nya juhay seperti itu pah, jadi mamah mohon, papah restuin mereka berdua"


"mama kata siapa kalau intan dari keluarga baik baik?"


__ADS_2