The First And Last Love (Revisi)

The First And Last Love (Revisi)
26


__ADS_3

Setelah selesai mengobati luka yang berada di tangan tuan muda nya itu, Faisal memberanikan diri untuk bertanya tentang kejadian hari ini, sampai tuan muda nya itu berada di rumah yang biasa ia singgahi untuk sekedar menenangkan diri nya.


"maaf tuan muda, boleh kah saya bertanya?"


"hem?" ucap faisal sambil menganggukan kepala nya


"apa yang terjadi antara anda dan nona intan?"


"apakah kau tau jika yang datang itu adalah intan bukan al?"


"ya tuan muda saya sudah tahu, karena tadi nona al menghubungi saya bahwa yang datang adalah nona intan bukan nya nona al"


"oh"


"jadi tuan muda apa yang terjadi?"


"haish kau ini sangat kepo sekali ya"


Lah? Kepo? Aku kan memang seperti ini tuan muda rifal permana. Oh tuhan salah apa aku hiks.. Hiks.. Hiks.. Gumam faisal dalam hati


"baiklah jika kau memang benar-benar kepo aku akan memberitahu mu" imbuh rifal


Mengapa tidak dari tadi saja tuan muda. Gumam faisal lagi dalam hati


"haaah (membuang nafas kasar).. Apa aku salah asisten fai jika aku memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan intan?" tanya rifal


"tidak tuan muda"


"yaa!!! Karena itu aku memutuskan hubungan dengan nya asisten fai. Tapi mengapa hati ku ini sangat sakit sekali rasa nya"


"karena anda sangat mencintai nona intan tuan"


"ya aku tahu itu"

__ADS_1


Jika tuan muda tahu kenapa harus bertanya kepada ku? Tanya faisal dalam hati


"aku harap intan sudah memutuskan yang terbaik. Ia lebih memilih fikri dari pada aku faisal" lirih rifal. Rifal dan faisal yang memang sudah dekat, terkadang mereka memanggil tanpa embel-embel tuan muda dan asisten jika mereka sudah benar-benar sedang berdua


"fal" ucap faisal yang sudah mendengar kata 'faisal' dari mulut sang majikan, maka ia pun akan merubah panggilan nya menjadi nama


"dengar kan aku. Kau memang tidak salah sudsh berbuat seperti itu. Jika memang intan yang sudah memilih fikri dari pada kau. Aku tahu jika intan itu wanita yang sangat amat kau sayangi dan cintai rifal, tapi kau tidak bisa terus-terusan seperti ini, hidup mu masih panjang, perjalanan mu pun masih panjang. Kau gagah, tampan taka da wanita yang tidak mau menjadi wanita mu fal. Sudah waktunya kau membuka hati mu untuk wanita lain. Ikhlas kan intan untuk bersama dengan pria lain rifal"


"bagaimana bisa faisal? Kau tahu jika intan adalah wanita yang sangat aku sayangi dan cintai, kau juga pernah melihat kan sebelum nya jika aku pernah kehilangan dia sebelum nya, apa aku harus kehilangan dia untuk kedua kali nya?"


"rifal apa kau tahu tentang jodoh? Jodoh itu rahasia tuhan, kita tidak tahu jodoh kita siapa. Begini saja, jika memang intan adalah jodoh mu, kalian berdua akan terus mendekat walau pun banyak rintangan diantara kalian berdua. Jika kalian memang bukan jodoh, maka kalian berdua akan selalu terpisah dan akan semakin menjauh walau pun kalian berada di tempat terdekat sekali pun. Percaya kan saja urusan jodoh pada tuhan"


"aku belum bisa ikhlas fai"


"kau barus bisa mengikhlaskan intan dari sekarang fal, aku tau itu pasti sulit tapi kau harus tetap belajar agar bisa melupakan wanita mu itu. Kau bisa menyibukkan diri mu agar bisa melupakan intan"


"baik jika begitu, aku akan mencoba nya fai. Mulai sekarang aku tidak akan membuka hati ku kepada wanita mana pun, sampai aku menemukan wanita yang mampu menggetarkan hati ku kembali"


"baiklah jika begitu, aku akan terus mendukung mu"


"aku akan menjaga mereka dari jarak jauh"


"oke"


"yasudah, katakan kapan kau akan kembali?"


"apakah ada pekerjaan yang penting sekali?"


"besok kau ada rapat penting dengan klien"


"jam?"


"jam sembilan pagi"

__ADS_1


"kita akan pulang jam lima pagi"


"baik, kalau begitu kau istirahat saja terlebih dahulu di kamar ini, aku akan melihat ke kamar mu apakah kamar mu sudah selesai di bersihkan atau belum. Dan aku akan membelikan makanan untuk mu"


"ya"


Faisal pun keluar dari kamar tersebut, ia berjalan ke arah kamar yang berada di samping kamar yang tadi ia masuki. Ia melihat sekitar kamar itu yang sudah rapih dan bersih. Ia pun melangkah kan kaki nya untuk ke lantai bawah, setelah sampai di lantai bawah, ia memesan kan makanan untuk tuan muda nya itu.


Setelah memesankan makanan untuk tuan muda nya itu, faisal memilih untuk menunggu di taman belakang, karena di depan rumah tersebut sudah ada anak buah nya yang berjaga.


Faisal merenung kan tuan muda nya itu, ia sangat menyayangkan perihal hubungan yang di lewati oleh tuan muda nya itu. Faisal yang sudah mengetahui cerita masa lalu antara rifal dan faisla pun merasa iba. Karena cinta mereka yang selalu di uji silih berganti, apakah ini yang dinamakan cobaan dalam setiap hubungan, memang terlalu rumit dan sangat sakit ketika mengingat nya.


Untung aja aku ga punya cewe huh. Kalau aku punya cewe pasti itu akan sangat sulit bergerak, pasti akan selalu terluka terluka terluka dan terluka. Gumam faisal dalam hati


*Tapi kasihan juga ya tuan muda, apakah aku harus mencarikan wanita lain untuk nya? Eh tapi kan tadi tuan muda bilang bahwa dia tidak akan membuka kan hati nya untuk siapa pun kecuali memang sudah ada wanita yang mampu menggetarkan hati nya. Gumam faisal lagi dalam hati


Haih kau ini memikirkan apa faisal, kenapa kau selalu membicarakan tuan muda mu dalam hati ha? Lebih baik fikir kan saja diri mua sendiri jangan memikirkan orang lain. Gerutu faisal dalam hati*


Faisal yang sedang asik berbicara dengan hati nya pun di kejutkan oleh panggilan anak buah nya.


"permisi bos"


"ya?" ucap faisal sambil merasa kesal


"ini makanan yang tadi anda pesan bos"


"simpan di meja makan, saya akan membangunkan tuan muda terlebih dahulu" titah faisal yang kemudian melangkah kan kaki nya menuju kamar rifal


"baik bos" jawab anak buah nya patuh


Setelah memanggil tuan muda nya itu, faisal kembali turun kebawah untuk menyiapkan makanan nya itu, tak lama terdengar suara orang melangkah yang tak lain adalah rifal.


Rifal yang melangkah kan kaki nya dengan sempoyongan, karena ia merasa amat sangat pusing dengan kisah percintaan nya itu.

__ADS_1


Rifal pun duduk dan mulai memakan makanan yang sudah di siapkan oleh asisten nya itu. Beberapa menit kemudian setelah rifal menghabiskan makanan nya, rifal pun kembali ke kamar nya untuk merebah kan tubuh nya kembali.


__ADS_2