The First And Last Love (Revisi)

The First And Last Love (Revisi)
36


__ADS_3

"pengawal bunuh mereka, jangan sampai ada yang tersisa" perintah Jessica kepada para pengawal nya


"bunuh mereka jika mereka juga menyerang kalian. Lindungi yang harus kalian lindungi" ucap faisal kepada anak buah nya


Baku hantam dan tembak saling menembak pun tak dapat di pungkiri lagi.


Rifal dan Jessica yang masih saling beradu tatap pun membuka suara nya.


"kau ingin membatalkan perjodohan ini kan rifal?"


"ya"


"baiklah jika begitu, salah satu diantara kita harus ada yang mati"


"Sebenar nya aku tak ingin melukai mu Jessica, tapi apalah daya kau yang duluan ingin menyerangku. Baiklah aku akan memenuhi keinginan mu, maafkan aku"


"kau tak perlu meminta maaf rifal, ini sudah menjadi keputusan ku, mari kita selesaikan semua ini"


"baik"


Duar.. Satu tembakan sudah di keluarkan oleh Jessica dan itu mengenai lengan rifal.


Duar.. Satu tembakan di keluarkan oleh rifal tepat mengenai kaki Jessica.


"aku tidak bisa melakukan ini jess. Kau teman terbaik ku dari kecil, aku sudah menganggap mu sebagai adik ku Jessica. Jika kau ingin, kau saja yang membunuh ku, aku akan mengalah" jelas rifal


Jessica yang sudah di butakan oleh rasa cinta dan kecemburuan itu pun mengeluarkan satu tembakan.


Dan..


DUAR..


Rifal yang tadi nya sudah terpejam karena ia akan menerima semua peluru yang di keluarkan oleh Jessica akhirnya membuka kan mata nya, karena ia tidak merasakan apapun.


Rifal melihat ke arah Jessica dan ia pun terkejut ketika melihat Jessica sudah tergeletak dengan darah yang mengalir cukup banyak.


Rifal pun melihat sekeliling dan ia pun menatap sosok seorang pria paruh baya yang sedang memegang pistol ke arah Jessica.


"tuan fello?" tanya rifal dengan penuh tanda tanya


Ya.. Yang menembak Jessica adalah papah dari intan dan mona. Ia datang dengan beberapa anak buah nya.


"ya.. Terimakasih karena kau sudah menyelamatkan anak anak ku rifal. Dan maaf saya harus membunuh wanita itu di hadapan mu"


"ah tidak apa-apa tuan, saya juga mengucapkan terimakasih karena sudah menyelamatkan nyawa saya"


tak lama faisal dan beberapa anak buah rifal datang menghampiri rifal dan tuan fello.


"selamat malam tuan fello" ucap faisal sambil membungkukan badan nya


"malam. Kalau begitu saya permisi dulu, untuk melihat anak anak saya rifal dan asisten fai" ucap tuan fello


"iya tuan fello" timpal rifal


Setelah kepergian tuan fello, faisal pun menanyakan tentang kondisi tuan muda nya itu "bagaimana keadaan anda tuan muda?"

__ADS_1


"keadaan saya baik-baik saja"


"lengan anda berdarah tuan muda, saya akan mengobati nya".


"tidak perlu fai, ini tidak begitu sakit. Nanti saja ketika dirumah baru di obati. Kau bereskan semua ini sampai beres, berikan kompensasi kepada restoran ini. Untuk Jessica, kirim Jessica ke keluarga nya, siapkan pesawat pribadi, aku akan ikut mengantarkan nya"


"baik tuan akan saya siapkan semua nya"


"kalau begitu saya akan menemui mereka dan akan kembali ke rumah untuk mengobati luka ku"


"saya akan panggil kan dokter pribadi keluarga permana tuan"


"baiklah"


Rifal pun melangkah kan kaki nya untuk bertemu dengan mereka semua.


"bagaimana keadaan kalian?" tanya rifal setelah berada di hadapan mereka berempat


"kami baik fal, bagaimana keadaan mu?" tanya Fikri


"baik"


"oya tuan fello sekali lagi saya turut berterima kasih atas bantuan anda"


"ya anda tidak perlu sungkan kepada saya rifal"


"baik kalau begitu. Untuk kerugian dan kekacauan di restoran ini, sudah ada asisten saya yang mengurusi semua nya"


"ah iya terimakasih ka rifal" ucap mona


"ya, baik kalau begitu saya permisi dulu, masih ada urusan yang harus saya selesaikan"


"iya"


Rifal pun meninggalkan restoran tersebut untuk menuju rumah nya.


***


Setelah kepergian rifal, asisten faisal pun membereskan restoran tersebut menjadi seperti semula. Ia pun pamit kepada mereka berlima.


Intan, mona, Fikri, miko dan papah intan pun ikut pulang dari restoran tersebut. Papah intan yang mengemudikan mobil nya dan ada intan dan juga mona yang satu mobil dengan papah nya itu. Di mobil belakang ada fikri, miko dan satu anak buah milik papah nya intan yang mengemudikan mobil milik fikri.


Di mobil papah intan ~


"pah, ko papah bisa ada di restoran itu sih?" tanya mona


"iya pah, ko papah bisa sih ada disitu, tepat waktu lagi" timpal intan


Flashback off


Tok.. Tok.. Tok.. (ketukan pintu ruang kerja milik papah intan)


"masuk" teriak papah intan dari dalam


Satu anak buah papah intan masuk kedalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"ada apa?" tanya papah intan dengan penuh selidik


"maaf tuan, kedua putri anda sekarang sedang dalam bahaya"


"apa maksud mu"


"nona intan dan nona mona sedang di kepung di restoran dekat jalan C oleh nona Jessica dan anak buah nya. Disana sudah ada yang membantu nona intan, nona mona, tuan muda fikri dan tuan muda miko yaitu tuan muda rifal tuan"


"antarkan saya kesana dan bawa beberapa anak buah kita untuk kesana"


"baik tuan"


Flashback on


"wah bagaimana bisa pah?" tanya mona


"apa yang tidak papah bisa nak"


"apakah mama tahu pah?"


"mamah mu tahu nak, pasti ia sekarang sedang memikirkan kalian berdua"


"ayo pah kita harus cepat sampai dirumah"


"iya iya"


***


Rifal yang sudah mendapatkan penanganan dari dokter pribadi nya pun kini tengah bersiap-siap untuk pergi ke negara Z.


"apakah semua sudah siap fai?"


"sudah tuan muda"


"ayo, lebih baik kita segera pergi"


"baik tuan"


Rifal dan asisten nya pun pergi ke negara Z untuk mengantarkan Jessica untuk terakhir kali nya.


Di dalam pesawat~


"apakah kau sudah memberitahukan kepada keluarga nya Jessica?"


"sudah tuan, mereka sangat terkejut mendengar putri mereka seperti itu"


"haaaah...ternyata cinta dapat membuat seseorang menjadi sebrutal ini ya fai"


"mungkin tuan muda"


"baiklah, berbicara dengan mu soal cinta tidak akan nyambung. Lebih baik aku istirahat saja, jika sudah sampai bangunkan aku"


"baik tuan muda"


Rifal pun melangkah kan kaki nya menuju kamar pribadi yang ada di pesawat pribadi nya itu. Ia pun merebahkan tubuh nya yang sudah merasa letih itu.

__ADS_1


"hari ini sungguh hari yang penuh dengan kejutan" ucap nya


"aku harus mengistirahatkan tubuhku untuk bertemu dengan orang orang itu lagi" ucap nya lagi dan kemudian rifal pun terlelap dalam tidur nya.


__ADS_2