
Setelah kepergian sang sekretaris, al pun kembali ke dalam pembicaraan mereka bertiga.
"hey kalian berdua harus jawab aku, kalian kenapa ada di sini dengan raut wajah yang seperti ini pula"
"biar intan aja deh yang jelasin" kata kai
"loh ko gue?"
"ya kan elo yang punya masalah bukan kita-kita"
"iya juga"
"Yaudah cepet jelasin" ucap al tidak sabaran
"jadi gini al, tadi ada yang telpon gue. Kata nya dia mau balas dendam, pas di lacak sama si kai ternyata itu Jessica, cewe yang ngejar-ngejar si rifal" jelas intan
"terus hubungannya sama gue apaan?" tanya nya polos
"b*d*h" kata kai
"ko b*d*h sih?"
"yaa gini ya mba Raflesia Anggraeni Putri. Jadi kalau misalkan dia mau bales dnedam sama gue, otomatis ya lo juga kena lah, secara lo kan temen gue temen deket lah gitu" ucap intan
"iya juga ya" kata al
"yaiyalah" timpal kai
"Yaudah berarti sekarang kita harus berhati-hati lagi kedepan nya"
"yup betul itu" kata intan
"apa gue harus nyuruh bokap gue buat kerahin anak buah nya supaya bisa jaga kita?" tanya intan
"menurut gue sih ga perlu ntan, lagian kan kita kita lada bisa bela diri walau pun ga seberapa sih. Tapi emang kalian ga mikir apa kalau misalkan rifal ga bakal tinggal diem, ga mungkin kan kalau dia gatau permasalahan kita? Mungkin iya gatau, tapi kan ini permasalahan kita sama Jessica, cewe yang ngejar-ngejar dia. Ga mungkin kan dia gatau?"
__ADS_1
"bener juga" kata kai sambil memikirkan perkataan al
"apa iya kita juga udah di jagain sama rifal dari jarak jauh?"
"bisa jadi sih" ucap al
"semoga aja deh iya" kata kai
"oh ya mumpung kita lagi bertiga nih, gimana hubungan lo sama fikri?" tanya al
"baik gue"
"lo udah ngomong yang jujur tentang itu?"
"belum"
"mau kapan?"
"entahlah gue jadi bingung sendiri"
"iya gue tau, tapi makasih banget loh ya buat kalian berdua, kalian selalu aja kasih saran ke gue, selalu support gue. Maaf juga waktu itu gue udah ngehindar dari kalian, bukan maksud gue juga sih buat ngehindar hehe" ucap intan
"santai aja" kata kai
"iya lagian kita juga paham ko sama apa yabg elo lakuin" kata al
"eummm terimakasih" kata intan
***
Fikri yang sedang melamunkan semua yang di informasi kan dari orang kepercayaan nya, bahwa pria yang selama inu intan tunggu ternyata sudah kembali.
Sebenarnya fikri sudah mengetahui semua ini semenjak dua minggu yang lalu, ia melihat galerak gerik dari intan dan sifat dan sikap intan yang sudah mulai berubah kepada nya. Ia tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka, maka dari itu ia menyuruh orang kepercayaan nya untuk mencari tahu tentang kekasih nya itu.
Sampai hal yang membuat ia tercengang adalah, ketika ia mendapat kan informasi bahwa intan bersedia membantu seorang pria yang bernama Rifal Permana menjadi pacar pura-pura nya, dan ternyata rifal permana itu adalah pria dari masa lalu nya intan yang selama ini ia tunggu-tunggu.
__ADS_1
Flashback off
"permisi tuan muda, saya sudah mendapatkan informasi tentang nona intan"
"katakan!"
"sebenarnya pria dari masa lalu nona intan sudah kembali tuan, ia bernama rifal permana. Mereka bertemu di saat nona intan mengalami kecelakaan, karena pada saat nona intan kecelakaan, tuan rifal permana yang mengantarkan nona intan ke rumah sakit. Selama ini tuan rifal tidak mengetahui bahwa anda adalah kekasih dari nona intan karena nona intan yang tidak pernah memberitahukan kepada tuan rifal bahwa nona intan sudah memiliki kekasih. Padahal nona intan sudah di beritahukan oleh kedua sahabatnya bahkan mama dari mama intan pun bahwa anda dan tuan rifal harus segera di pertemukan untuk menyelesaikan masalah ini. Karena nona intan yang tidak sanggup untuk kehilangan anda dan tuan rifal, maka nona intan tidak melakukan itu kepada anda dan tuan rifal. Sampai akhir nya tuan rifal mengetahui nahwa anda dan nona intan itu adalah sepasang kekasih, dan tuan rifal pun hadir di cafe milik nona al ketika anda mengajak kencan romantis kepada nona intan. Semenjak saat itu tuan rifal menjauh dari nona intan. Sampai akhirnya mereka di pertemukan kembali di saat tuan rifal meminta bantuan kepada nona al untuk menjadi kekasih pura-pura tuan rifal agar tuan rifal tidak jadi di jodoh kan oleh kedua orang tua nya, tapi yang datang adalah nona intan, karena nona intan yang menerima bantuan itu dari nona al tuan" ucap kepercayaan fikri dengan jelas
"intan benar-benar menerima itu?" tanya fikri dengan keadaan masih terkejut
"iya tuan, nona intan menerima bantuan itu"
"sungguh di luar ekspetasi. Mengapa intan harus seperti itu?" tanya nya kepada diri sendiri
"kamu boleh keluar" titah fikri kepada orang kepercayaan nya itu
"baik tuan saya permisi" kata orang kepercayaan nya Fikri dan hanya di jasab anggukan saja oleh fikri
Fikri yang sangat kecewa dengan apa yang sudah di lakukan oleh intan pun memutuskan untuk tidak menghubungi dan bertemu dengan nya dulu.
Ia merasa sudah si bohongi oleh intan. Walaupun ia tahu bahwa intan memang sedang menunggu pria dari masa lalu nya itu, tapi ia tidak terima bahwa ia harus di bohongi seperti ini
Flashback on
Dan sampai sekarang fikri masih memikirkan apa yang tadi anak buah nya sampaikan.
Hati nya merasa sangat sesak ketika mendengar kenyataannya seperti ini. Ia tidak tahu harus melakukan apa lagi setelah ini. Apakah harus melanjutkan hubungan nya atau malah melepas kan nya.
Fikri sadar bahwa cinta yang di miliki oleh intan kepada nya tak sebesar cinta nya untuk intan. Karena ia tahu bahwa cinta intan hanya untuk rifal seorang, pria yang sudah hadir kembali dari masa lalu nya.
"apa yang harus ku lakukan aaargh... " icap fikri frustasi
Fikri terus menerus memikirkan semua nya, sampai ia merasa lelah dan akhirnya tertidur.
Pantastis intan sudah mampu membuat kedua nya menjadi bimbang dan frustrasi karena kelakuan nya. Rifal yang sampai melukai diri nya sendiri karena merasa frustrasi berbeda hal nya dengan fikri yang akhirnya tertidur karena rasa lelah nya memikirkan cara untuk melakukan apa.
__ADS_1
Intan yang tidak tahu menau tentang kedua pria nya itu masih menganggap bahwa kedua pria nya itu baik-baik saja. Padahal kenyataannya mereka berdua lah yang tidak baik-baik saja.