
"apa kata al?" tanya kai
"katanya dia ada urusan, jadi sekarang kita cari taxi"
"oke"
Intan dan kai berjalan ke luar salon tersebut untuk menunggu taxi. Tak berapa lama taxi pun ada, mereka berdua pun menaiki taxi tersebut untuk menuju butik milik kai.
Setengah jam sudah berlalu, intan dan kai sudah sampai di butik milik kai. Mereka berdua pun masuk, intan langsung memilih gaun yang cocok untuk di pakai nanti malam.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, intan yang memang sudah siap dengan dirinya sedang menunggu kedatangan sang pujaan.
Terdengar suara klakson mobil milik rifal. Intan langsung keluar dari kamar nya dan langsung menemui rifal.
"dimana orang tua mu?" tanya rifal kepada intan setelah mereka berdua bertemu
"sebentar, akan ku panggilkan" ucap intan, yang kemudian memanggil kedua orang tua nya yang sedang menonton tv
Papah dan mama intan menghampiri rifal yang sedang duduk di ruang tamu. Rifal yang melihat itu langsung berdiri dan menghampiri kedua orang tua intan untuk meminta izin membawa anak nya.
"om tante, rifal minta izin buat bawa intam keluar"
"iya nak silahkan, tapi pulang nya jangan malam malam ya" ucap sang papa
"baik om, rifal tidak akan mengantar kan intan malam malam"
"yaudah sekarang kalian berangkat" titah mama
"iya tante, saya dan intan permisi dulu" ucap rifal
__ADS_1
"papah mamah intan berangkat dulu ya" timpal intan dan di Jawab anggukan oleh kedua orang tua nya.
***
Satu jam sudah berlalu, mereka berdua sampai di sebuah tempat yang indah, semacam seperti taman yang sudah di sulap menjadi tempat yang romantis.
Rifal menggandeng tangan intan dan melepaskan nya ketika hendak duduk. Mereka berdua duduk berhadapan dengan makanan yang sudah tersaji diatas meja tersebut.
"fal?"
"ya?"
"ini ide kamu?" rifal pun mengangguk
"apa kamu suka?" lanjut rifal
"iya suka banget"
"yaudah sekarang kita makan"
Mereka berdua menyantap makanan yang sudah tersedia disitu sambil ditemani dengan malam yang penuh dengan bintang dan angin yang sangat sejuk.
Setelah selesai makan, rifal kembali membuka suara nya.
"intan"
"iya fal?"
"aku mau ngomong serius sama kamu"
"ngomong aja"
__ADS_1
Rifal mengambil kotak berwarna merah berbentuk love, ketika di buka isinya adalah cincin "intan, aku tau, aku bukan lah orang yang baik dan sempurna, aku juga bukan orang yang romantis kaya cowo lain. Tapi jujur, dari kita masih kecil bersama aku sudah jatuh hati padamu, awal nya aku berfikir bahwa itu hanyalah cinta sesaat karena kita yang masih sama sama kecil pada saat itu. Seiring berjalan nya waktu aku sudah berusaha untuk membuang jauh perasaan ku, tapi semakin ku buang semakin kuat rasa sayang itu. Hari ini, pukul segini dan di tempat ini aku ingin ngomong sama kamu kalau aku itu benar benar jatuh cinta sama kamu, aku serius sama kamu. Intan, will you marry me?"
Lagi dan lagi intan di buat terkejut oleh rifal. Ia tidak menyangka bahwa ia akan dilamar oleh pria yang sudah lama ia tunggu tunggu. Entah ini mimpi atau nyata, yang pasti jika ini mimpi aku ga mau bangun dari mimpi indah ini, tapi kalau ini nyata tolong berhenti kan waktu sebentar saja, karena rasa indah ini sangat lah indah melebihi apapun.
"intan ko diem?" ucap rifal yang mampu membuyarkan lamunan nya
"maaf" cicit intan
"jadi, apa jawaban kamu?"
"yes i do"
Rifal langsung mencium tangan intan dan langsung membawa tubuh intan kedalam pelukan nya.
Betapa bahagia nya hati rifal yang mendengar jawaban dari wanita yang selama ini ia cari dengan susah payah.
"terimakasih ntan terimakasih udah mau menerima aku"
"iya sama-sama, aku juga sangat berterima kasih sama kamu, kamu udah mau nunggu aku, maaf aku udah pernah nyakitin hati kamu"
"aku ga masalah, mungkin itu rintangan pertama kita dalam hubungan ini, setelah ini aku akan meminta izin kepada orang tua mu, untuk membawa kamu ke negara Z untuk bertemu dengan kedua orang tua ku"
"apa itu benar?"
"iya sayang itu benar, kamu harus janji apapun yang terjadi kamu harus tetap bersama ku dan harus tetap berada di samping ku"
"iya aku janji" setelah mendengar jawaban dari intan, rifal melonggarkan pelukan nya untuk mencium kening intan
Setelah mencium kening intan, mereka pun beradu tatap dan tersenyum bahagia.
"yaudah sekarang kita pulang, udah jam 9 juga. Nanti aku ga di izinin bawa anak om fello lagi kalau telat nganterin kamu pulang"
__ADS_1
"iya ayo" jawab intan sambil tersenyum manis
Mereka berdua pun pergi meninggalkan tempat tersebut dengan senyum bahagia mereka. Mereka berdua tidak akan melupakan tempat bersejarah ini, yang dimana rifal menyatakan perasaan nya yang selama ini ia pendam.