
Sebulan sudah intan menjadi tunangan dari rifal. Hari ini hari dimana intan dan rifal akan berangkat menuju negara Z, untuk meminta restu kepada keluarga rifal.
"om tante, saya izin untuk membawa intan menuju negara Z"
"iya nak, tolong jaga anak om dengan baik"
"pasti om"
"papah, mamah intan pergi dulu ya"
"hati hati ya nak disana" ucap sang mama
"siap mah"
"kaka jangan lupa ya oleh oleh nya" timpal mona
"yeh oleh oleh aja lo"
"haha wajib dong ka"
"iya deh nanti gue bawain"
"gitu dong, itu baru kaka gue"
"iye iye"
Rifal dan intan pun berangkat menuju bandara untuk naik pesawat pribadi milik rifal.
Setelah sampai di parkiran bandara, mereka berdua berjalan untuk masuk ke bandara.
"intaaaan" teriak al
Rifal yang mendengar itu pun berbicara kepada intan.
"sayang, itu kaya suara al deh yang manggil kamu"
"al?"
"iya, emang kamu ga denger"
"engga"
"intaaaan" teriak al lagi
"tuh kamu denger kan?"
"iya aku denger, yaudah kita balik badan dulu aja, siapa tau itu beneran al"
"oke"
Rifal dan intan pun membalikan badan nya, dan yap benar itu memang suara al, yang sedang berlari kearah nya bersama dengan kai.
"aduh aduh cape gue, bengek ini mah gue bengek" ucap al sambil ngos ngosan
"lah lagian kalian kenapa lari lari dah" kata intan
"bodoh, kita lari karena ngejar lo pea" kata al
"lah emang nya mau ngapain?"
"mau ngucapin selamat tinggal" celetuk kai
"eh gila kali lo ya, emang nya gua mau mati apa di ucapin selamat tinggal segala"
"yaa abis pake nanya lagi mau ngapain, ya jelas mau minta oleh oleh lah. Lo kan kalau ga diingetin pasti bakal lupa sama kita kita" jelas kai
"kan bisa di telpon"
"hp lo tu mati, dari tadi kita udah hubungi elo, tapi kaga nyambung nyambung" ketus al
Intan pun mengambil ponsel nya, intan melihat ponsel nya yang memang sudah mati "hehe, kaya nya hp gue lobet" kata intan sambil nyengir kuda
Pletak
__ADS_1
"aw.. " jerit intan ketika jidat nya di getok oleh al
"lagian elo, dengan watados nya ngomong begitu doang"
"hehe sorry"
"maaf kalian, kami harus segera berangkat" ucap rifal menengahi
"yaudah kalau begitu, kalian hati hati ya disana" ucap kai
"jangan lupa oleh oleh nya" ucap kai dan al bersamaan
"kompak bener dah" ucap intan
"harus dong"
"yaudah ya dah" kata intan
"dah" jawab intan dan al bersamaan
Intan dan rifal pun kembali berjalan meninggalkan al dan juga kai.
***
Di dalam mobil al dan kai sedanf berbincang-bincang mengenai rifal dan intan.
"al"
"hem?"
"menurut lo, orang tua rifal bakal setuju ga sama hubungan mereka berdua?"
"kurang yakin sih gue mah kai, tapi semoga aja ya di restuin. Lagian mereka kasian, udah banyak bamget cobaan nya"
"iya al bener. Tapi mereka cocok ya"
"iya mereka itu emang cocok banget kai"
"iya bener, al kita ke cafe depan situ dulu yuk. Kata nya enak disitu"
"oke"
Al dan kai masuk kedalam cafe dan mencari tempat yang nyaman untuk mereka berdua.
Setelah menemukan tempat yang pas, kemudian mereka memesan minuman untuk menemani duduk mereka.
"al, gue ke toilet dulu ya"
"oke"
Kai melangkah kan kaki nya menuju toilet.
Setelah selesai, kai pun keluar dari toilet berjalan tanpa melihat ke depan dan
Brugh
Kai menabrak seseorang.
"eh maaf maaf aku ga sengaja" ucap kayla kepada orang yang ia tabrak
"oh iya mba santai aja" ucap seorang pria yang kai tabrak
"eh, sorry ya mas" ucap kaila
"iya mba santai aja"
"yaudah kalau gitu saya duluan ya mas, permisi" ucap kaila
Pria tersebut melihat kepergian kaila "cantik" gumam laki laki tersebut.
Kaila berjalan ke arah al dengan perasaan yang tidak menentu.
"gue kenapa? Haduh gue harus periksa nih ke spesialis jantung. Kayanya cowo yang tadi bawa pengaruh buruk" gumam kaila
__ADS_1
Kaila duduk di depan al. Al yang menyadari itu langsung bertanya kepada kai
"lo kemana aja sih kai, lama banget deh"
"sorry, tadi gue abis nabrak orang"
"haa? Apa lo bilang nabrak orang?"
"iya"
"terus gimana? Berantem engga? Marah marah engga?"
"dia cowo al, ganteng banget"
"mulai deh gatel"
"hehe"
"udah bisa move on nih ceritanya"
"yeh gue mah emang udah move on. Emang nya elo"
"gue juga udah ya hello"
"masa sih"
"iya"
"eh nanti ko jadi ngomongin gue, kan lagi ngomongin elu kai. Gimana itu laki cakep banget? Melebihi mantan lo?"
"beh melebihi lah, beda jauh sama si ono"
"sikat"
"dih emangnya gue cewe apaan, maen sikat sikat aja. Kalau dia punya cewe gimana?"
"yaa lo tanya lah, lo dapet nomornya kaga?"
"kaga"
"yeh blekok lu, masa liat cowo cakep malah kaga lu pinta nomor nya"
"yee gue kan udah bilang emang nya gue cewe apaan dah, minta minta nomor cowo begitu. Ada geh cowo yang minta nomor cewe"
"bener juga. Yaudah deh lo jual mahal aja"
"lagian gue baru ketemu tadi, gimana mau jual mahal"
"haha iya juga. Yaudah lah meningan kita minum cape gue"
"ye dari kamar mandi aja cape, kek abis di kejar hantu aja lo"
"ini kayanya gue punya penyakit jantung deh al, soalnya gue cale abis nenangin jantung gue"
"wah gawat tuh, ayo gue anter lo periksa"
"nanti aja deh gue periksa nya, sekarang kita seneng seneng dulu dari rumit nya pekerjaan dan kampus"
"widih tumben lo. Yaudah ayo sikaaat"
"okay"
Al dan kai pun menghabiskan waktu nya di cafe dengan bercanda bersama, sambil tertawa renyah untuk menghilangkan rasa penat yang ada di otak mereka.
***
Setelah menempuh waktu yang lama, akhirnya intan dan rifal sampai juga di negara Z.
Rifal yang lebih memilih pergi ke apartemen nya untuk beristirahat sebentar sebelum besok pagi ia bertemu dengan kedua orang tua nya.
"sayang, kamu istirahat dulu aja ya di kamar aku, biar aku tidur di kamar lain"
"yaudah, kamu jangan lupa istirahat ya"
__ADS_1
"iya sayang"
Rifal dan intan pun merebahkan dirinya masing-masing di kamar yang terpisah, sebelum terpejam mereka berdua memilih untuk mandi dan akhir nya tertidur pulas, mungkin karena mereka ke lelahan setelah menempuh waktu yang lumayan lama dan menguras tenaga.