The First And Last Love (Revisi)

The First And Last Love (Revisi)
23


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, sejak pertemuan di cafe waktu itu, intan, al dan kai belum bertemu lagi hingga sekarang. Al dan kai selalu menghubungi intan, selalu menyempatkan waktu untuk berkunjung kerumah intan. Entah apa yang terjadi dengan intan. Seperti nya intan menutup akses diantara mereka.


Hari ini adalah hari kedatangan Jessica ke negara A. Lebih tepatnya ke negara tempat rifal sejak kecil.


Rifal yang sedang menunggu kedatangan al untuk mulai memainkan rencana nya hari ini. Tapi di luar dugaan, intan lah yang datang ke tempat janjian rifal dan juga al. Rifal terkejut dengan apa yang ia lihat di depan mata nya.


Rifal baru saja akan menanyakan nya, tapi dengan cepat jari telunjuk intan berada tepat di tengah-tengah bibir rifal. Yang dalam artian tidak berbicara apapun untuk sekarang.


Rifal yang mengerti akan tatapan dan jari telunjuk itu pun hanya menganggukan kepala nya saja. Intan pun tersenyum dan kemudian duduk si samping rifal.


Tak lama Jessica pun sampai di cafe tersebut. Intan yang sudah mengetahui semua rencana nya dari al, intan langsung memulai rencana nya itu.


"sayang.. "panggil intan kepada rifal


Rifal yang kaget dengan ucapan intan pun melongo dan berfikir keras dengan apa yang dilakukan oleh intan. Intan yang melihat itu lun kemudian berbisik kepada rifal " aku sudah tahu semua rencana mu dari al. Jadi ayo kita mulai saja rencana kita" bisik intan


"oke lah kalau begitu " ucap rifal


Jessica pun menghampiri mereka berdua yang sedang bermesraan.


" rifal" panggil Jessica


Rifal pun menoleh ke arah Jessica "eh jess udah sampai? Sini duduk bareng kit" kata fifal basa basi


Jessica pun duduk di hadapan rifal, ia melihat ke arah intan dengan tatapan sinis.


Rifal yang mengerti itu pun berusaha untuk menahan senyum nya "oya jess kenalin, ini wanita yang aku pernah ceritakan kepada mu. Ini itu wanita yang selama ini aku cari jess, wanita yang selalu aku impikan untuk menjadi ibu dari anak anak ku kelak" kata rifal dengan tulus sambil melihat ke arah intan dengan tersenyum


Intan yang mendengar nya pun, melihat ke arah rifal dan melihat mata hitam nya itu. Ia merasa sangat tertegun ketika mendengar apa yang di katakan oleh rifal. Ia merasa bahwa rifal berbicara sangat tulus dalam hal ini.


Intan yang akhirnya tersadar dari lamunan nya itu segera memberikan tangan nya untuk berkenalan dengan Jessica "perkenalkan nama ku intan" kata intan


"Jessica " tanpa menjabat tangan intan


Intan dan rifal yang melihat itu hanya tersenyum kikuk. Sebenarnya mereka berdua ingin tertawa melihat wajah Jessica yang sudah merah padam, tapi itu semua di urung kan karena mereka tidak mau menggagal kan rencana nya.


" kau ingin memesan apa jess? "tanya rifal memcahkan situasi tegang ini


" coffe latte saja" jawab Jessica

__ADS_1


"baik" jawab rifal


Kemudian rifal memanggil pelayan dan memesan kan coffe latte untuk Jessica .


"bagaimana jess, apakah kamu sudah percaya dengan apa yang aku katakan? " tanya rifal


" belum" jawab Jessica cepat


"mengapa mba? Ko mba belum percaya? " tanya intan


" karena aku tidak yakin"


"apa mba perlu bukti? "


" tentu"


Seketika intan langsung menc*um b*bir rifal, dan itu membuat rifal dan Jessica membulat kan mata nya, karena tidak menyangka bahwa intan akan melakukan hal itu di umum


"apakah anda sudah percaya mba? " tanya intan tanpa rasa bersalah


" yayaya saya sudsh percaya " kata Jessica


"rifal, apakah wanita seperti ini yang kamu cari? " tanya Jessica


" ya" jawab rifal ketus


Jessica yang hendak melanjutkan pertanyaan nya lagi terhenti karena pesanan nya sudah tiba.


Setelah pelayan sudah kembali ke tempat nya, Jessica melanjutkan pertanyaan lagi.


"wanita tidak tahu malu ini yang kamu idam-idam kan rifal? "


" apa maksud mu jess? "


" wanita yang dengan mudah nya menc*um di tempat umum seperti ini. Tak tahu malu" kata Jessica ketus


"kau tahu jess? Itu lah cinta kami, cinta yang sangat besar, kami tak perduli pada siapa pun, kami tidak melihat siapa pun disini. Maka dari itu wanita ku berani melakukan hal seperti itu kepada ku" jelas rifal


"kau menyukai itu fal? "

__ADS_1


" tentu"


"kau sudah berubah rifal. Kau juga sama seperti nya"


"biarkan, aku sendiri yang berubah kau tak perlu khawatir "


" kau sungguh tidak waras rifal"


"bagus kalau kau sudah sadar. Jadi sekarang kau tidak usah mengejar-ngejar ku lagi, karena kau sendiri yang sudah melihat dengan mata kepala mu, bahwa aku sudah memiliki seorang kekasih, dan kau sendiri yang bilang kalau aku tidak waras. Jadi aku harap ini pertemuan kita yang terakhir, jangan ada lagi pertemuan-pertemuan selanjutnya. Hentakin perjodohan kita, karena kita memang di takdir kan tidak untuk bersama. Saya permisi" jelas rifal


"ayo sayang" ajak rifal. Intan pun mengangguk dan memegang tangan rifal dengan erat


"tunggu rifal" teriak Jessica


Rifal dan intan pun menghentikan langkah kaki nya dan membalikkan tubuh nya untuk menghadap ke arah Jessica


"apa lagi? "kata rifal dengan malas


" kau tahu bukan. Bahwa apapun itu yang sudah menjadi milik ku tidak akan bisa menjadi milik siapa pun"


"ya aku tahu "


" dan sampai kapan pun itu, aku Ratu Jessica Diningrat, tidak akan merelakan Rifal permana untuk siapa pun. Walaupun nyawa taruhan nya! "


" dan aku Rifal permana tidak perduli dengan semua ucapan mu itu. Karena aku Rifal permana sudah akan melabuhkan hati ku kepada wanita pertama da terakhir ku yaitu Intan Pratiwi Mahardika "


" The First and Last Love " timpal intan


Kemudian mereka berdua meninggalkan Jessica dengan keadaan Jessica yang sudah sangat marah besar terhadap nya.


" aku tidak akan tinggal diam rifal. Lihat saja pembalasan ku" geram Jessica


"aku tidak akan dengan mudah melepaskan mu, aku akan merebut mu dari genggaman wanita itu rifal permana!! "


" lihat saja" kata Jessica sambil tersenyum licik


Jessica pun meninggalkan cafe tersebut, dan pergi menuju hotel yang telah ia pesan untuk beberapa bulan kedepan sampai ia mendapat kan rifal kembali.


Di dalam mobil, rifal dan intan saling diam. Karena mereka masih terlihat kikuk dengan apa yang terjadi dengan mereka. Intan yang merasa malu karena sudah dengan berani nya menc*um rifal di depan umum. Dan rifal yang masih berfikir dengan hal itu, kenapa intan bisa se berani itu kepada nya. Dan akhirnya mereka hanya diam dalam fikiran mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2