
Setelah selesai bersenang-senang selama beberapa jam, dan kenyang dengan semua permainan. Akhirnya mereka pun kembali untuk pulang kerumah nya, karena matahari sudah mulai tidak menampakkan cahaya nya.
"ayo kita pulang udah mulai gelap udah gerimis juga nih" ucap Fikri
"iya ka ayo" jawab mona
Mereka berempat pun berlari ke arah parkiran untuk segera menaikki mobil nya itu.
Setelah sampai di mobil fikri. Miko pun mengambil alih mobil fikri, sekarang ia yang mengendarai mobil milik fikri itu.
Miko yang di temani oleh mona duduk di depan, sedangkan fikri dan intan duduk di belakang. Miko mengendarai mobil nya dengam kecepatan sedang, karena memang jalanan yang licin karena hujan sudah turun.
Mereka berempat asik bercengkrama dan saling meledek satu sama lain, saat mereka mengikuti permainan yang uji nyali itu.
Miko pun menurun kan kecepatan nya karena memang keadaan sedang macet macet nya. Satu jam sudah berlalu, tapi kemacetan tak kunjung usai. Intan pun merasakan perut nya yang lapar kemudian mengajak nya untuk makan di restoran terlebih dahulu.
"aku laper tau kalian" kata intan sambil memajukan bibir nya
"yaampun kaka, perut karung sekali kamu ka. Baru aja tadi makan sekarang udah makan lagi aja" timpal mona
"sudah tidak bisa di kondisikan ini mah" kata intan lagi
"Yaudah yaudah ayo kita makan dulu. Miko cari restoran terdekat ya"
"oke ka"
***
Rifal dan asisten faisal yang tengah sibuk dengan dokumen yang berada di tangan masing-masing itu seketika merasa terusik saat ponsel milik faisal berdering.
Faisal pun mengangkat telpon nya itu dan melihat nama yang ada di layar ponsel nya itu.
Faisal : hallo
Anak buah faisal : hallo bos, saya ingin memberitahukan, bahwa anak buah Jessica akan melakukan penyerangan terhadap intan di restoran dekat jalan C bos
Faisal : perketat penjagaan, jangan sampai ada yang terluka. Saya akan kesana sekarang
Anak buah faisal : baik bos
Tut.. Sambungan terputus
Rifal yang mendengar jawaban dari faisal pun menatap nya dengan bingung dan rifal pun langsung menanyakan nya kepada asisten nya itu.
"ada apa?" tanya nya dengan penuh nyelidik
__ADS_1
"anak buah nona Jessica akan menyerang nona intan dan yang lain nya tuan muda di restoran dekat jalan C" jelas faisal
"kita kesana sekarang"
"baik tuan muda"
***
Disebuah restoran dekat jalan C, yang tak lain dan tak bukan adalah restoran yang intan, fikri, mona dan miko tempati sudah terlihat sepi. Yang tadi nya ramai mendadak menjadi sepi pengunjung. Miko yang merasakan ada yang aneh pun mulai mengatakan pendapat nya kepada mereka bertiga.
"ko aku merasakan ada sesuatu yang aneh ya" ucap miko
Mereka bertiga yang tengah asik menyantap makanan nya pun berhenti seketika ketika mendengar ucapan miko.
"kenapa?" tanya fikri
"apa kalian tidak merasakan ada sesuatu yang aneh? Lihat lah sekarang pengunjung hanya ada kita saja, sedangkan tadi sangat ramai pengunjung" jelas miko yang membuat mereka bertiga melirik kesana kemari dan akhir nya mereka saling pandang
"iya juga, ko aku merasakan akan terjadi sesuatu hal ya" ucap mona
"kenapa kita engga ikut keluar aja sekarang?" kata intan
"iya juga. Ayo" jawab mona sambil berdiri
Baru saja mereka bertiga hendak berdiri, sudah ada satu wanita yang bertepuk tangan sambil mendekat ke arah mereka berempat
"Jessica" ucap intan dengan terkejut
"wah ternyata kamu ingat dengan ku ya, apa kabar nona cantik, sepertinya kalian sedang double date ya, senang sekali rasa nya"
"mau apa kau kesini?" teriak intan
"santai saja nona. Aku kesini hanya untuk bersenang-senang dengan mu" jawab nya dengan nada sinis dan sorotan mata tajam
"jangan coba coba kau menyentuh wanita ku" teriak fikri
"oh jadi ini pacar mu ya nona? Ah iya perkenalkan aku adalah ratu Jessica diningrum"
"aku tak butuh perkenalan mu" ucap Fikri
"sudah lah aku tak ada urusan dengan kalian bertiga, aku hanya ada urusan dengan wanita mu ini" ucapnya sambil mencekal tangan intan
Intan pun menepis tangan Jessica "jangan kau sentuh aku" teriak intan
"jangan keras kepala kau intan. Pengawal" teriak Jessica
__ADS_1
Semua pengawal milik Jessica pun keluar dari tempat persembunyian nya. Mereka semua pun mengepung intan, fikri, miko dan juga mona.
"hahaha kalian sudah tidak bisa kemana-mana lagi saat ini" ucap Jessica dengan penuh kemenangan
"pengawal tangkap mereka" perintah Jessica kepada pengawal nya
Mereka berempat pun dengan sigap memasang kuda kuda nya.
Mereka berempat pun melawan para pengawal yang mendekat ke arah mereka.
Bughh..
Bughh...
Brak...
Brak...
Karena memang mereka berempat yang sulit untuk di lawan, para pengawal itu pun mulai mengeluarkan senjata api nya.
Mereka berempat pun terdiam sambil saling lirik mirik. Belum ada perlawanan dari mereka berempat, tanpa mereka duga. Pengawal yang di perintahkan oleh rifal untuk menjaga intan pun mulai keluar dari tempat persembunyian nya walaupun telat.
Karena memang ini sudah menjadi perintah, rifal dan faisal yang sudah tiba di restoran tersebut, ingin melihat dahulu seperti apa mereka untuk menyelamatkan diri mereka. Apalagi rifal yang ingin melihat fikri sampai mana ia akan menjaga wanita nya itu. Sampai mereka berempat yang sudah tidak bisa berkutik lagi akhirnya para pengawal rifal pun keluar dari tempat persembunyian nya sambil menodongkan senjata api ke arah pengawal yang akan menyerang mereka berempat.
Jessica yang melihat itu pun langsung terkejut, karena ia tidak memiliki persiapan untuk ini.
"siapa kalian?" tanya Jessica dengan penuh amarah nya
Pengawal tersebut hanya diam saja tanpa mau menjawab. Akhirnya rifal dan faisal pun ikut keluar dari tempat persembunyian nya itu.
"apakah kau terkejut Jessica?" tanya rifal. Sontak membuat mereka semua melihat ke arah suara itu
"rifal" ucap Jessica
"ya ini aku Rifal putra permana. Apakah kau terkejut?"
"tidak. Untuk apa aku terkejut"
"sudah ku bilang, jangan kau sentuh mereka. Tapi sayang nya itu semua tidak kau dengar Jessica"
"untuk apa aku mendengar mu rifal. Baik kalau itu mau mu, ayo kita bertarung" ucap Jessica sambil menodongkan senjata api di hadapan rifal
Rifal yang tak kalah siap pun ikut menodongkan api ke arah Jessica "jika itu mau mu akan ku turuti" ucap rifal dengan tegas
"faisal kau lindungi mereka berempat, biar urusan Jessica menjadi urusan ku pribadi" ucap rifal kepada asisten nya itu
__ADS_1
Mereka berempat yang mendengar nya pun merasa bangga dan tak di duga, ternyata rifal sangat peduli kepada mereka.
Fikri yang melihat itu pun langsung menatap ke arah intan, ia berkata dalam hati nya bahwa ia telah salah untuk mempertahankan intan untuk menjadi miliknya. Karena sebenarnya yang pantas melindungi intan adalah rifal. Otak dan hati fikri pun saling bergelut masing-masing.