The First And Last Love (Revisi)

The First And Last Love (Revisi)
37


__ADS_3

Setelah berjam jam di dalam pesawat, akhirnya rifal pun sampai di negara Z dengan membawa tubuh kaku milik Jessica.


Rifal turun dari pesawat pribadi nya dengan gagah nya, ia langsung menaikki mobil milik keluarga nya itu yang sudah menjemput kedatangan sang tuan muda nya.


Satu jam perjalanan untuk sampai ke tempat kediaman Jessica, rifal pun turun dengan di ikuti oleh asisten nya itu.


Rifal pun mendekat ke arah keluarga Jessica untuk menyapa nya. Sudah terlihat jelas kedua orang tua Jessica yang bersedih ketika kehilangan anak gadis yang amat di sayang nya itu. Terlihat jelas raut wajah mama Jessica yang tiada henti nya untuk mengeluarkan air mata ketika melihat tubuh kaku sang anak nya.


Terlihat pula kedua orang tua rifal dan beberapa rekan dari kedua orang tua Jessica. Acara pemakaman Jessica pun terlaksana secara khidmat.


***


Di tempat lain, fikri yang masih bergelut dengan pemikiran nya, harus melakukan apa. Fikri yang sudah memikirkan nya dengan matang, dengan bantuan motivasi dari sang kaka wanita nya itu.


Fikri pun sudah mengambil keputusan untuk meninggalkan intan dan pindah ke negara K untuk melanjutkan hidup nya.


Fikri pun mengambil ponsel nya untuk menghubungi intan.


Fikri : hallo?


Intan : iya fik?


Fikri : aku mau kerumah kamu, ada yang mau aku omongin


Intan : boleh fik, kerumah aja ya, aku tunggu


Fikri : yaudah aku kerumah kamu ya sekarang


Intan : iya


Setelah mematikan sambungan telpon nya, Fikri pun menuju rumah intan sesegera mungkin.


Setelah tiga puluh menit di perjalanan, akhirnya fikri sampai di rumah intan.


Fikri pun di persilahkan masuk oleh pelayan tersebut. Pelayan tersebut pun memberitahukan bahwa ia sudah di tunggu oleh intan di taman belakang rumah nya.


Fikri pun melangkah kan kaki nya untuk menuju taman belakang rumah intan, sampai di taman tersebut sudah terlihat intan yang sedang duduk di gazebo taman tersebut sambil memainkan ponsel nya.

__ADS_1


"intan" panggil fikri


Intan yang merasa di panggil pun menoleh ke arah suara tersebut. Ia tersenyum di saat Fikri berjalan mendekat ke arah nya.


"sini duduk" ajak nya


Fikri pun mendudukan tubuh nya di samping intan.


"ada apa? Tumben ngajak ketemu" kata intan membuka suara


"hem.. " ucap fikri


"ngomong aja kenapa Fikri?"


"aku langsung to the point aja ya ntan. Besok aku akan pindah ke negara K"


Intan yang mendengar nya pun kaget bukan main, karena ia tidak tahu kenapa tiba-tiba fikri akan pindah ke negara K "ke... Kenapa ko kamu pindah?"


"aku hanya ingin pindah saja ntan"


"terus kita gimana?"


"ma... Maksud kamu kita putus fik?" tanya intan sambil terbata bata dan mata nya mulai berkaca kaca


Fikri mengangguk mantap "iya ntan, maafkan aku. Aku harap kamu menerima semua keputusan ku" ucap nya sambil memeluk tubuh intan


Hiks... Hiks.. Hiks.. "tapi kenapa fik kenapa?" ucap intan sambil terisak


Aku harus melakukan ini agar kamu dan rifal bisa bersatu intan. Gumam fikri dalam hati


"aku.. " ucap nya menggantung


"kenapa? Apa ini semua karena rifal?" tebak intan


"... " tak ada jawaban dari firki


"aku sudah mulai mencintai mu fikri, tapi kenapa kamu malah gini. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Kamu jahat fik" ucap intan sambil memukul dada bidang fikri

__ADS_1


"maaf, bukan maksud ku untuk melukai hati mu intan. Tapi ini sudah menjadi keputusan ku, aku harap kamu bahagia bersama dia ya"


"jadi bener ini karena rifal?"


".. " tetap tak ada jawaban dari fikri


"kam berapa kamu akan berangkat ke negara K?"


"jam 10 pagi"


"kau sangat jahat fikri, aku sangat benci kepada mu sungguh"


"maafkan aku, sungguh aku minta maaf kepada mu, aku tak bermaksud untuk melukai mu. Aku harap kamu masih mau menjadi sahabatku"


"hiks... Hiks... Hiks... "


"sudah jangan menangis, aku tau kamu lebih mencintai dia dari pada aku"


"..."


"sudah ya jangan menangis lagi, aku ga mau liat kamu nangis kaya gini" ucap Fikri sambil menghapus air mata intan


Cup


Fikri mencium kening intan dengan waktu 3 menit


"aku sayang kamu, aku akan tetap menyayangimu. Sudah jangan menangis lagi" ucap Fikri masih sambil menghapus air mata intan yang masih keluar


"sudah ya, sekarang waktu nya kita harus bersenang-senang. Kita tidak memiliki waktu banyak, sekarang kita sahabat" ucap fikri lagi


Intan pun mengangguk lemah "maafkan aku" ucap nya lirih


"seharusnya aku yang meminta maaf, sudah membuat mu menangis seperti ini"


"tidak, kau tidak salah fikri"


"yasudah jangan seperti ini lagi"

__ADS_1


Intan pun berhenti dalam tangis nya, ia pun mulai bercengkrama dengam fikri layak nya seorang sahabat. Fikri pun melapangkan dada nya untuk menerima kenyataan ini, ia pun menahan sesak yang ada di dada nya, sebisa mungkin ia berusaha untuk menutupi rasa sakit nya itu.


Fikri dan intan pun menghabiskan waktu nya bersama dengan penuh canda dan tawa mereka.


__ADS_2