The First And Last Love (Revisi)

The First And Last Love (Revisi)
24


__ADS_3

Rifal memberanikan diri untuk membuka suara nya, karena sejak tadi tidak ada obrolan diantara mereka berdua.


"intan?" panggil rifal


"ya?"


"apakah aku boleh bertanya?"


"silahkan"


"emm... Kenapa kamu bisa datang?"


"karena aku sudah memutuskan untuk datang"


"apa maksud mu, kamu sudah mengambil keputusan?"


"belum"


"belum?"


"ya"


"lalu?"


"aku hanya ingin membantu mu saja, aku ga mau kamu ngerepotin al"


"apa kamu beneran sudah tidak ada perasaan apapun lagi terhadap ku?"


"aku juga masih bingung dengan hati ku fal, aku tidak bisa memilih diantara kalian"


"aku tau. Kamu pilih saja fikri jangan pilih aku, aku sudah melepaskan mu bersama nya, berbahagia lah"


"kamu tau dari mana tentang hubungan ku dengan fikri?"


"itu urusan mudah untuk ku ntan, kamu tidak akan bisa menutupi apa pun dari ku. Berbahagia lah, jangan kau sakiti dia, dia pria yang baik-baik"


"Maaf fal"


"tak masalah, aku mengerti. Perasaan itu tidak bisa di paksakan. Jika memang kau jodoh ku, kau pasti akan kembali kepadaku dengan cara apapun"


".. " tidak ada jawaban dari intan


"untuk yang tadi, aku berterima kasih banyak kepada mu sudah mau membantu ku"


"sama-sama"


"aku harap kamu bisa melupakan aku dan hal yang tadi, karena aku tak ingin menjadi penghalang diantara kalian"


"... "


" maaf, aku sudah datang kedalam hidup mu"


"aku yang salah"


"engga, kamu ga salah"


"... "

__ADS_1


"sudah sampai turun lah, aku harap ini pertemuan kita yang terakhir"


"terimakasih" ucap intan dan langsung meninggalkan rifal


Rifal pun meninggalkan kediaman intan, ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.


***


Intan yang langsung masuk ke dalam kamar nya, ia menangis sejadi jadinya, karena ia mengerutuki kebodohan nya.


Mama mona yang melihat anak nya sedih, mengikuti langkah nya dan mengetuk pintu kamar sang anak.


Tok.. Tok.. Tok..


"intaan?" panggil sang mama


Intan pun menoleh "mamah" ucap intan langsung memeluk tubuh mamah nya


"kamu kenapa nak?"


"mah, apa kau salah mah?"


"maksud kamu apa nak?"


"tadi rifal bilang aku harap kamu bisa melupakan aku dan hal yang tadi, karena aku tak ingin menjadi penghalang diantara kalian, aku harus gimana mah? "


" keputusan rifal sudah benar ntan, dilihat kamu juga sudah memiliki kekasih" ucap mama intan sambil mengusap rambut anak nya


"tapi mah.. "


" kamu harus belajar untuk melupakan rifal nak"


"itu terjadi karena kamu yang tidak bisa sabar untuk terus menunggu rifal"


"kalau tau bakal kaya gini jadi nya, aku ga akan ambil langkah itu mah"


"penyesalan datang nya terakhir nak"


"terus aku harus gimana? "


"pertahankan hubungan mu dengan fikri, dia juga pria yang baik"


"baiklah mah, aku akan mempertahankan fikri, aku akan memutuskan fikri jika aku tetap tidak bisa melupakan rifal"


"yasudah jika begitu, mamah harap ksu tidak gegabah dalam mengambil keputusan"


"iya mah"


"Yasudah lebih baik kamu istirahat, agar fikiran mu juga tenang" bujuk sang mama


"iya mah"


Intan pun menuruti kemauan mamah nya itu. Karena memang ia merasa sangat lelah juga. Intan pun terlelap dalam tidur nya.


***


Kai yang sedang berada di kamar al karena hari ini adalah rencana dari mereka berdua memberitahukan rencana rifal dan cerita rifal di masa lalu nya, maka dari itu intan yang mau menggantikan posisi al untuk menjadi kekasih pura-pura rifal.

__ADS_1


Flashback off


"intan lo jangan kaya gini, lo harus dengerin penjelasan dari gue dulu ntan. Ini ga seperti apa yang lo bayangin, gue tau elo salah paham sama gue dan ka rifal"


"... "


" ini rencana ka rifal untuk membatalkan perjodohan nya dengan wanita yang tidak ia cintai"


Ceklek


Akhirnya intan mau membuka kan pintu untuk al dan juga kai. Al dan kai pun masuk dan duduk di sofa yang berada di kamar intan itu.


"intan dengerin gue. Rifal gitu ke elu, emang karena dia yang lagi kecewa aja sama elo"


"kenapa?"


"kita kan udah pernah bahas yang di cafe waktu itu, karena dia udah tau kalo elu udah punya cowo baru, dan dia kaget"


"terus?"


"rifal kesini karena emang mau cari elo, dan dia juga menghindar dari perjodohan yang sudah ayah nya ingin kan. Ia menolak karena rifal yakin bahwa elo masih nunggu dia"


".. "


" dan pada akhirnya dia tau kenyataan nya kalau elo itu udah punya cowo lain, lo bisa bayangin kan gimana terpuruk nya dia saat dia tau cewe yang dia incar selama ini udah punya cowo lain?"


"hiks hiks" intan mulai menangis


"lo seharusnya ngerti posisi dia ntan, lo jangan balik cuek sama rifal. Disini kan yang tersakiti itu rifal bukan nya elo"


"... "


"dia nyuruh gue, karena dia yakin cuma gue yang bisa bantu dia, karena dia juga awal nya mau minta bantuan sama elo, tapi karena elo udah punya cowo pada akhirnya dia mengurung kan niat nya, karena dia ga mau ada salah paham nanti nya"


"dan kenapa ga kai yang dia pilih, karena dia udah tau kalau kai pasti nolak, di tambah lagi wanita yang sekarang dia hadapi itu bukan wanita sembarangan ntan, dia wanita licik. Jadi dia takut untuk meminta tolong kepada kai" lanjut al


"dia yang tau gua lebih cerdik dari pada kai dan dia yakin bahwa gua bisa jaga diri gue sendiri, maka dari itu dia nyuruh gue buat jadi cewe pura-pura nya dia"


"lo harus percaya kalo gue itu ga ada apa-apa sama ka rifal, gue udah anggap dia sebagai kaka gue sendiri"


"gue harap lo ngerti posisi kami. Kalau lo mau, lo bisa gantiin gue di posisi itu. Lo bisa berfikir dari sekarang, karena nanti siang semua rencana akan di mulai"


"lo tenang aja, ka rifal ga bakal marah ko, kalau lun dia marah gue yang bakal tanggung jawab. Dan li juga ga usa khawatir, ka rifal pasti bakal jagain elo ko. Walaupun ga dari jarak dekat, dia pasti jagain elo dari jauh"


"jadi gimana? "


" yaudah gue mau gantii elo" kata intan


"allhamdulilah" ucap al dan kai bersamaan


"Yaudah sekarang lo ganti baju terus pake make up biar ga malu-maluin" timpah kai


"Yaudah"


Intan pun melangkah kan kaki nya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya agar terlihat lebih segar.


Lima belas menit berkutat dengan peralatan mandi, intan pun keluar dari kamar mandi dan langsung memilih baju yang cocok untuk ia pakai bertemu dengan rifal, setelah menemukan baju yang cocok, intan pun memakai make up nya tipis.

__ADS_1


Setelah selesai semua, al dan kai pun mengantar kan intan untuk bertemu dengan rifal


Flashback on


__ADS_2