The First And Last Love (Revisi)

The First And Last Love (Revisi)
25


__ADS_3

Rifal berdiam diri di salah satu tempat ternyaman nya di salah satu daerah di kota itu. Rifal yang memang mengendarai mobilnya sendiri tanpa pengawalan ketat dari sang asisten nya itu.


Rifal juga sengaja berhenti di tempat itu untuk menenangkan diri nya, ia sangat tertekan dan sakit hati mengingat semua kejadian yang tadi ia hadapi bersama dengan wanita yang sangat ia sayangi.


Sebenarnya Rifal ingin egois masalah perasaan, tapi ia tidak bisa. Karena rifal tau bagaimana rasa nya tidak bersama dengan orang yang kita sayangi.


"aaaargh.. "teriak rifal yang memang ia sudah frustrasi masalah percintaan


Ponsel milik rifal pun berdering. Rifal melihat ke arah ponsel nya dan membaca layar ponsel nya siapa yang menelpon nya.


Terlihat jelas nama 'Faisal' asisten nya yang menelpon, rifal membiarkan ponsel nya untuk terus berbunyi. Ponsel itu terus menerus berdering tapi rifal tetao enggan untuk mengangkat nya.


Rifal lebih memilih untuk meminum wine yang berada di tempat itu. Yaa tempat itu adalah sebuah rumah dengan dua kamar dan dua kamar mandi di setiap kamar. Rumah itu selalu di bersihkan oleh ibu asih dan pak ciko.


Tapi mereka hanya datang di saat pagi dan kembali ke rumah saat sore hari, maka dari itu saat rifal ke rumah itu, sudah tidak ada siapa-siapa lagi karena hari audah menunjukkan pukul 7 malam, karena jarak dari rumah intan menuju tempat itu sangat jauh.


***


Di kediaman Rifal permana


Terlihat Asisten Faisal yang sedang kocar kacir mencari sang tuan muda nya. Faisal yang selalu menghubungi tuan muda nya itu tak ada satu telpon pun yang di angkat, menambahkan ke khawatiran asisten nya itu.


Faisal pun memerintahkan seluruh anak buah nya untuk mencari tuan muda nya.


"ciko.. " teriak faisal kepada salah satu anak buah nya


Ciko yang mendengar teriakan dari atasan nya itu langsung berlari tergopoh-gopoh "iya bos" kata ciko sambil menahan rasa caep nya setelah berlari


"kerah kan semua anak buah mu untuk mencari tuan muda"


"baik bos"


Ciko pun kembali ke tempat awal dan mengerah kan semua anak buah nya untuk mencari keberadaan tuan muda nya.


Faisal pun tak kalah diam, ia pun mengendarai mobil nya untuk menuju rumah intan, ia ingin melihat apakah mobil milik tuan muda nya ada di situ atau tidak.


Faisal yang mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi pun hanya menghabiskan waktu beberapa menit saja agar bisa sampai ke tempat tujuan.

__ADS_1


Ia melihat di sekeliling rumah itu tidak ada mobil tuan muda nya itu. Ia pun kembali melajukan mobil nya kembali ke kediaman rifal permana.


Di tengah perjalanan ia mendapat kan telpon dari ciko memberitahukan bahwa tuan muda nya sudah ketemu


Ciko : hallo bos


Faisal : katakan!


Ciko : salah satu anak buah saya sudah menemukan tuan muda bos, ia berada di salah satu daerah di kota ini. Tempat di mana biasa tuan muda menenangkan diri nya bos.


Faisal : oke. Kabari anak buah mu, tetap berada di situ, jangan sampe lengah. Saya akan menuju ke tempat itu


Ciko : baik bos


Tut.. Sambungan di putus oleh Faisal. Faisal pun kembali mengemudikan mobil nya ke daerah yang dimana tuan muda nya berada saat ini.


"tuan muda apa yang kalu lakukan di tempat itu" gumam Faisal khawatir


Faisal yang sangat khawatir akan tuan muda nya itu karena ia tau apa yang akan terjadi kepada tuan nya itu.


Faisal pun mengendarai mobil nya dnegan kecepatan penuh.


Tiga puluh menit sampai di tempat tuan muda nya itu, ia bergegas turun dari mobil nya dan masuk ke dalam rumah tersebut.


Sampai di depan kamar milik rifal, faisal pun mengetuk pintu kamar tuan muda nya.


Tok.. Tok.. Tok


"tuan muda ini saya Faisal. Apakah tuan muda ada di dalam?" teriak faisal dari luar


Tapi tak ada jawaban dari dalam "faisal pun kembali mengetuk pintu itu"


Tok.. Tok.. Tok..


"tuan muda jika anda masih tidak mau untuk membuka nya, saya akan mendobrak pintu ini"


Rifal tetap menjawab apapun apa yang di katakan oleh asisten nya itu.

__ADS_1


"baik. Saya akan mendobrak pintu ini" teriak faisal


Faisal pun mulai menghitung..


1...


2...


3...


Brak... Pintu di dobrak oleh Faisal


Faisal yang sudah behasil mendobrak pintu itu pun terkejut melihat kekacauan yang terjadi di dalam kamar tersebut.


Yang dimana banyak pecahan kaca botol wine, dan melihat tuan muda nya yang sedang memeluk kaki nya dan menenggelam kan kepala nya diantara kedua kaki nya itu dengan tangan yang berdarah, karena ia berhasil menonjok cermin yang ada tepat berada di hadapan nya itu.


"tuan muda" panggil faisal sambil ia mendekat ke arah tuan muda nya itu


Faisal memegang bahu rifal yang sedang bergetar. Ia tahu bahwa tuan muda nya sedang rapuh karena seorang wanita yang sangat ia sayangi.


Faisal mulai menenangkan tuan muda nya itu dan menuntun agar mau beranjak dari kamar nya itu dan beralih ke kamar sebelah.


"tuan muda, mari keluar dari sini. Tangan tuan muda harus segera di obati agar tidak terkena infeksi, mari kita ke kamar sebelah tuan muda" bujuk faisal


Rifal pun mengikuti bujukan faisal. Ia melangkah kan kaki nya untuk menuju kamar yang ada di sebelah kamar nya, ia duduk di sofa yang berada di kamar itu.


Faisal pun mengambil kotak P3K untuk mengobati luka di tangan tuan muda nya itu. Dilihat tidak ada pergerakan dari rifal, rifal yang hanya menurut dengan wajah yang menyedihkan.


Faisal hanya menggelengkan kepala nya melihat kelakuan b*d*h tuan muda nya itu.


Bagaimana mungkin, pemuda tampan bergelimang harta menjadi seperti ini hanya karena seorang wanita. Pasti akan banyak yang mentertawakan nya jika semua orang tau bahwa pemuda ini terlihat sangat sedih jika ketika urusan wanita. Gumam faisal dalam hati


"kau tidak perlu mengumpat dalam hati mu Asisten Fai, jika ada yang mau kau bicarakan, bicarakan saja kepada ku secara langsung" tegas rifal yang sudah mengetahui tingkah laku asisten nya itu


"tidak tuan muda, saya tidak mengatakan apapun di dalam hati saya" ucap faisal mengelak dan hanya di jawab anggukan saja oleh rifal


Haish apa kau bodoh faisal. Bagaimana mungkin kau malah mengatai tuan muda mu itu, kau sendiri saja tahu bahwa dia itu orang yang serba tahu apa yang sedang lawan bicara nya fikirkan. Dasar b*d*h. Umpat nya lagi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2