
Bisa di katakan, al dan kai itu sudah trauma dengan hubungan seperti itu. Mereka masih menutup rapat-rapat hati nya untuk para pria yang mendekati nya. Berbeda hal nya dengan intan. Intan yang belum merasakan yang nama nya di sakiti, ia lebih terbuka dengan seorang pria, bahkan ia mampu membuat 2 laki-laki menyukai nya sekaligus, bahkan mampu membuat salah satu dari mereka menjadi benar-benar frustrasi.
Intan masih memikirkan siapa si penelpon tersebut, ia melihat kai yang merasa kesulitan pun bertanya kepada nya.
"gimana kai?"
"agak sulit ntan. Tapi tenang gue pasti bisa" kata kai, dan hanya di acungkan jempol saja oleh intan
Sepuluh menit kemudian
"taraaa... Akhirnya dapet juga" kata kai berbangga
"siapa siapa?"
"Jessica" ucap kai dengan polos nya
"what?" pekik intan
"iya Jessica" ulang kai
"yaampun gua baru inget kai, kalau gue udah punya masalah sama dia" kata intan sambil menepuk jidat nya
"maksud lo Jessica yang rifal itu?"
"yap"
"emang dia ngomong apa sama lo?"
"dia bilang, kau akan menyesal sudah berurusan dengan ku, kau tunggu saja pembalasan ku"
"haaa?"
"terus gue harus gimana ini?"
"ko elo malah tanya ke gua sih ntan, gue juga gatau lah. Yang terpenting itu sekarang lo harus berhati-hati dimana pun elo berada" kata kai memperingati
"gue ga masalah kai, gue takut nya dia malah nyebar ke elo dan al juga" kata intan
Dan sontak membuat mereka berdua mengingat bahwa al sedang ada perlu.
"al" ucap intan dan kai bersamaan sambil saling pandang
"cepat hubungi al kai"
__ADS_1
"iya oke oke"
Kai pun langsung menghubungi al. Al yang memang sibuk dengan klien dari perusahaan nya pun tidak mengangkat telpon dari kai. Sehingga membuat mereka berdua merasa sangat khawatir, padahal di lain tempat mereka bertiga sudah ada yang mengawasi, dari anak buah milik rifal.
Rifal yang memang sudah menebak akan apa yang terjadi di antara mereka bertiga mulai memperketat penjagaan mereka. Rifal tidak mau mereka bertiga terjadi hal yang tidak di inginkan karena sudah masuk kedalam permainan nya sendiri.
Kai dan intan yang semakin panik karena nomor al tak kunjung di angkat, mereka langsung melacak keberadaan al saat ini juga.
Dengan gesit, kai mendapatkan tempat keberadaan al sekarang, mereka berdua pun langsung menyusul al tanpa fikir panjang, padahal mereka berdua akan masuk kelas sebentar lagi.
Intan mengendarai mobil nya dnegan kecepatan tinggi, karena ia tidak mau terjadi hal yang tidak di inginkan terhadap al.
***
Setelah selesai menghubungi Jessica, Jessica mulai memikirkan rencana selanjutnya. Ia belum sepenuh nya bergerak, ia baru saja menggeretak intan. Karena ia tahu bahwa sekarang intan sudah mengetahui bahwa diri nya lah yang menghubungi nya dan akan menyiapkan semua nya.
Maka dari itu Jessica belum bergerak, ia menunggu mereka bertiga lengah baru ia akan masuk. Jessica baru menyuruh sebagian anak buah nya untuk mengawasi mereka bertiga. Tanpa Jessica ketahui bahwa rifal yang sudah terlebih dahulu menyuruh anak buah nya untuk melindungi mereka bertiga.
Jessica terlihat percaya diri dengan apa yang akan di rencana kan nya, ia hanya ingin menghabiskan intan dan kawan-kawan nya saja. Karena ia tidak ingin ada penghalang diantara dirinya dan juga rifal.
"rifal kau akan kembali menjadi milikku sayang" gumam Jessica sambil tersenyum dan memegang segelas wine yang berada di tangan kanan nya
***
Nicholas yang sudah mendapatkan kabar dari anak buah nya bahwa intan sudah mendapatkan teror dari Jessica pun langsung memberitahukan nya kepada sang tuan muda.
"masuk" teriak rifal dari dalam
"maaf tuan muda saya sudah mendapatkan informasi dari anak buah saya, bahwa nona intan sudah mendapatkan teror dari nona Jessica ia mengatakan bahwa ia akan membalas kan dendam nya terhadap nona intan. Tapi sekarang nona intan dan juga nona kai sedang di dalam perjalanan untuk menemui nona al, karena nona al yang tidak kunjung mengangkaylt telpon dari nona kai"
Rifal yang mendengar penuturan dari nicholas pun meletakkan dokumen yang sedang ia pegang dan menatap tajam ke arah depan "ternyata dia sudah mulai menjalankan rencana nya" ucap rifal sambil tersenyum sinis
"perketat penjagaan untuk mereka bertiga, jangan sampai ada yang curiga" ucap rifal sambil melihat ke arah nicholas
"baik tuan muda, saya permisi dulu" pamit nicholas dan hanya di jawab anggukan saja oleh rifal
Setelah kepergian nicholas, rifal kembali berucap "kau salah jika ingin berurusan dengan ku Jessica"
Rifal pun kembali mengambil dokumen nya yang tadi sudah ia lepas kan dari genggaman nya itu.
***
Intan dan kai pun sampai di tempat dimana al sedang bersama dengan klien nya. Intan dan kai langsung berlari untuk masuk ke dalam cafe dan mereka merasa lega ketika melihat bahwa sahabat nya itu dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
"haah. Haduh gue cape banget kai. Nafas gua mau berenti mendadak ini" kata intan sambil ngos ngosan
"haduh sama gue juga cape banget ntan. Udah lah meningan kita pesen minum dulu deh" kata kai
"yaudah deh ayo" ucap intan
Mereka berdua pun duduk di meja yang dekat dengan al dan memesan minuman karena mereka yang sangat haus setelah berlari untuk masuk kedalam cafe. Karena mereka berdua yang khawatir akan nyawa sahabat nya itu.
Pesanan mereka pun datang mereka berdua langsung meneguk minuman yang mereka pesan.
Al yang sudah selesai dengan klien nya itu,m terkejut ketika melihat kedua sahabat nya berada di situ dengan nafas yang tersengal-sengal seperti orang yang habis di kejar hantu. Al dan sekertaris nya pun mendekat ke arah mereka berdua.
"kalian kenapa?" hal yang pertama kali al pertanya kan kepada kedua sahabatnya itu
"al sini duduk" titah intan sambil masih mengatur nafas nya
Al pun mengikuti kemauan kedua sahabatnya itu "kalian kenapa sih ko ngos-ngosan gini?" tanya al dengan penuh selidik
"kalian abis di kejar-kejar sama hantu?" celetuk al dan mampu membuat intan tersedak saat minum
Uhuk.. Uhuk.. Uhuk...
"eh pelan-pelan dong" kata al
"lagian elo ada ada aja, mana aja siang bolong begini ada hantu" kata intan
"yaa abis kalian aneh, kaya abis ngeliat sesuatu gitu"
"kita khawatir sama lo" kata kai
"lo emang nya gue kenapa?"
"lo di hubungi sama si kai tali ga pernah lo jawab sama sekali"
"iya kah?"
"lo liat aja" titah kai dan al pun membuka ponsel nya sudah terlihat 30 kali panggilan tak terjawab dari kai
"hehe sorry" kata al sambil nyengir kuda
"bu maaf, saya harus kembali ke kantor bamyak pekerjaan yang harus di selesaikan secepatnya bu" kata adriana sekertaris al
"yasudah kamu boleh kembali, jika ada dokumen yang sangat penting kau bisa mengirim nya lewat e-mail kalau tidak kau bisa membawa nya kerumah saya" jelas al
__ADS_1
"baik bu saya permisi" pamit nya dengan sopan
"ya" jawab al