The First And Last Love (Revisi)

The First And Last Love (Revisi)
38


__ADS_3

Di rumah Fikri sudah terlihat ada, mona, intan dan kedua orang tua dari Fikri. Intan mengajak mona untuk ikut bersama nya.


Fikri yang melihat intan, langsung memeluk tubuh nya, ia menitikan air mata nya, ia tidak sanggup jika harus berjauhan dengan sahabat nya itu.


Yaa... Setelah kemarin bersenang-senang bersama, akhirnya fikri memutuskan bahwa mereka akan kembali menjadi sahabat, fikri meminta intan untuk melupakan masa masa di mana mereka bersama menjadi sepasang kekasih, intan menyanggupi itu semua, ia tidak mau membuat fikri kecewa, akhirnya intan menuruti semua perkataan Fikri.


"jaga diri lo baik baik ya disini, gue kan udah ga di sini lagi, jadi ga bisa jafain lo lagi. Jadi lo harus bisa jaga diri lo ya"


"lebay banget si lo, lo tau kan kalau gue ini cewe tangguh"


"iya iya gue tau lo itu cewe tangguh"


"ada juga elo tuh harus bisa jaga diri, inget gue ga bisa nemenin lo disana. Jangan cuek cuek sama cewe, entar cewe cewe nya pada menghindar dari elo, entar lo jones terus lagi, gimana coba?"


"yeh anak tu*ul malah ngomongin jones, inget ya gua itu kesana mau belajar bukan mau cari jodoh"


"ya siapa tau aja kan lo disana dapet jodoh"


"iya iya amin aja dah gua mah"


"yaudah ini gua engap banget ini, bisa lepasin kaga"


"heheh iya iya soryy"


Kedua orang tua Fikri hanya bisa tersenyum melihat anak dan sahabat sahabat anak nya itu, mereka terharu dengan apa yang anak anaknya lakukan.


"yaudah yuk, lebih baik sekarang kita ke bandara, sekarang udah jam 9" ucap sang papa fikri


"iya pah ayo" timpal fikri


Mereka berlima pun berjalan ke arah mobil nya, Fikri yang naik mobil bersama dengan intan dan juga mona. Papah dan mama fikri memakai supir pribadi jeluarga mereka.


***


Setiba nya di bandara, fikri pamit kepada kedua orang tua nya, karena 15 menit lagi pesawat akan take off.


"pah, mah, fikri pamit ya. Doakan fikri, semoga Fikri betah dan sukses di negara K" ucap Fikri kepada kedua orang tua nya


"iya nak, hati hati ya disana, kalau ada apa apa kamu bisa langsung menghubungi mama dan papah" ucap sang mama


"iya mah. Maafkan fikri ya mah kalau fikri banyak salah sama mama"


"iya, udah mama maafkan nak. Kamu hati hati ya disana" ucap mama fikri lirih


"iya mah, mamah sudah jangan nangis" ucap fikri dan dapat anggukan dari mama fikri. Fikri pun beralih ke arah papah nya.


"pah maafkan fikri ya kalau fikri banyak salah kepada papah"


"iya nak"

__ADS_1


"jaga mamah ya pah" ucap fikti dan dijawab anggukan oleh papah nya. Fikri pun beralih ke mona dan juga intan


"mona"


"iya ka?"


"jaga kaka mu ya, kalau dia nakal atau bandel sentil aja jidat nya" ucap Fikri sambil tersenyum ke arah mona


"siap ka. Kaka juga hati hati ya disana" ucap mona dan di jawab anggukan dan senyuman oleh Fikri.


"intan" panggil intan


Intan yang di panggil pun langsung menghambur kedalam pelukan fikri "hiks.. Hiks.. Hiks.." tangis intan pecah


"sudah kau tidak boleh menangis lagi, kaya aku mau pergi untuk selama lamanya saja" ledek fikri


"ih fikri" kata intan sambil memukul dada bidang fikri


"apa hem?"


"kau harus sering sering menghubungi ku jika sudah sampai disana, jangan sombong dan janhan melupakan aku"


"baiklah, aku berjanji padamu"


"benar ya"


"ya. Yasudah aku harus segera berangkat, kau jaga diri disini ya. Ingat kalau ada apa apa walaupun aku jauh, kamu harus tetap bercerita dan memberitahukan nya kepada ku"


"nah gitu dong, itu namanya sahabat ku" ucap fikri dan membuat mereka berdua tersenyum


"Yaudah aku berangkat dulu ya"


"iya fik, hati hati"


"mah, pah fikri berangkat ya"


"iya nak hati hati"


Fikri pun berjalan meninggalkan mereka sambil menarik koper yang ada di tangan nya itu.


Baru lima langkah fikri mendengar teriakan dari intan. Intan menghentikan langkah nya dan membalikkan badan nya, terlihat intan berlari ke arah nya.


"fikri jangan lupain gue pokoknya" ucap intan sambil memeluk tubuh fikri


Fikri yang sebenarnya tidak tega untuk meninggalkan intan, tapi mau apa lagi ini sudah menjadi keputusan nya, ia berusaha untuk menahan air mata nya agar tidak jatuh.


"iya gue janji" kata fikri sambil membalas pelukan intan


"bro" ucap pria yang sudah berada di hadapan fikri

__ADS_1


Fikri dan intan melepaskan pelukan nya setelah mendengar suara laki-laki yang menyapa fikri


"rifal?" gumam intan


"eh elo" kata fikri santai


"soryy gue telat, gue baru sampai juga dari negara Z. Semoga lo betah ya di negara lo, dan lo sukses disana"


"makasih ya bro"


"yoi"


"gue titip intan ya, gue harap lo bisa jaga dia" fikri pun mengambil tangan rifal dan intan untuk menjadi satu. Intan dan rifal saling pandang dan terakhir menatap ke arah fikri. Fikri yang di tatap hanya bisa membalas dengan senyuman saja.


"pokoknya gue titip. Udah gue berangkat ya. Semoga kalian selalu langgeng" kata Fikri dan melanjutkan langkah nya


"dadah" kata fikri sambil melambaikan tangan nya ke arah mereka berlima


Fikri pun sudah tak terlihat oleh mereka, karena fikri sudah jauh.


Intan yang masih menangis kemudian rifal menarik nya kedalam pelukan nya, rifal mulai menenangkan intan.


Papa dan mama fikri yang melihat itu, mendekat ke arah intan dab juga rifal.


"sudah nak, sekarang lebih baik kau doakan saja fikri yang terbaik ya" ucap mama fikri


"iya tante" kata intan sambil mengusap air mata nya yang jatuh


"Yaudah lebih baik kamu pulang ya" dan hanya di jawab anggukan oleh intan


"yaudah tante sama om pulang duluan"


"iya tante, om dan tante hati hati ya"


"iya"


Kedua orang tua fikri meninggalkan mereka bertiga dan berjalan ke arah parkiran.


"kaka ayo kita pulang" ajak mona


"iya ayo. Maaf fal jas mu jadi basah karena terkena air mata ku"


"ah tidak masalah, apa kamu mau di antar?"


"tidak usah fal, aku bersama mona saja"


"oyaudah kalau begitu, hati hati"


"iya"

__ADS_1


Intan dan mona berjalan untuk keluar dari bandara, rifal memperhatikan mereka sampai tubuh mereka tidak terlihat lagi.


Setelah itu, rifal juga memilih untuk meninggalkan bandara.


__ADS_2