
Sebulan sudah fikri meninggalkan negara ini, dan sampai satu bulan itu pula fikri belum bisa melupakan mantan kekasih nya itu yang sekarang telah berubah lagi menjadi sahabat nya lagi, walaupun mereka bertukar pesan dan bertemu tidak sesering dulu, tapi perasaan fikri tetap tidak pernah berubah.
Fikri melewati hari hari nya seperti biasa ia di negara kelahiran nya, cuek dan tidak peduli lingkungan sekitar. Bukan ia melupakan pesan dari intan, tetapi Fikri yang enggan akan hal itu ia lebih menikmati sikap nya yang seperti ini.
Bykan hanya fikri yang masih sama perasaan nya dengan yang dulu, intan yang berads di negara nya pun masih sama seperti fikri, ia merasa kehilangan seorang sahabat nya itu.
Beda nya kalau fikri itu merasa perasan nya masih sama seperti dulu, kalau intan sudah berbeda, ia sudah merubah perasaan nya menjadi sahabat bukan mantan nya.
"galau aja lo" ledek al
"tau lo. Pas ada aja lo cuekin pas ga ada lo pikirin gimana sih lo" ledek kai
"bodo" jawab intan
Intan, al dan kai yang memang sedang bersama di cafe milik al. Mereka berkumpul karena intan yang minta.
"eh gimana perkembangan hubungan lo sama ka rifal?" tanya al
"biasa aja tuh"
"ah lebay lo"
"loh ko gue, lo yang nanya ya gue jawab, ngapa jadi gue yang lebay. Ga jelas lo"
"lah ngapa kalian jadi ribut?" tanya kai
"tau tuh si al"
"yeh ko gue sih, ga jelas lo"
__ADS_1
"baku hantam tah yuk"
"ayo"
Al dan intan sudah mengangkat sendok dan garpu nya untuk berperang. Tapi kai menengahi perkelahian mereka.
"aih aih aih ai kalian kenapa? Ish ish ish aku tak habis pikir sama kalian, kalian kan sudah dewasa kenapa seperti anak kecil begini. Haduh haduh aku tak abis pikir" ucap intan sambil memegang kepala nya seperti orang pusing.
Setelah kai berbicara seperti itu, al dan intan menatap satu sama lain dan berakhir melihat ke arah kai. Mereka berdua pun menurun kan sendok dan garpu nya yang sudah berada di tangan nya itu.
"lo sih" ucap al
"lo juga sama salah" kata intan
"hei kalian berdua itu salah ish ish ish" ucap kai lagi
"eh eh jangan" larang al dan intan bersamaan
"yaudah kalian ga usah kaya anak kecil"
"iya iya"
Tak lama ponsel intam berdering menandakan bahwa ada seseorang yang menghubungi intan.
Intan melihat nama yang tertera di layar ponsel nya itu sambil melirik ke arah al dan kai. Al dan kai yang melihat itu merasa penasaran kepada intan.
"siapa yang menghubungi mu?" tanya kai
"kepo deh"
__ADS_1
"cih" timpal al
Intan pu mengangkat telpon itu yang ternyata seseorang itu menghubungi melalui video call.
"hai" sapa laki laki itu
"oh hai" jawab intan sambil tersenyum
"lagi di cafe al ya?"
"hehe iya"
Mendengar itu, al dan kai saling melirik.
"kai, ko cowo itu tau sih kalau dia ada di cafe gue?"
"gue juga gatau deh al, kayanya cowo itu kenal deh sama kita, mangka nya dia tau sama cafe elo"
"kalau engga ka rifal ya Fikri"
"iya bener tuh"
Al dan kai yang masih sibuk menerka nerka siapa yang menghubungi intan. Intan juga masih sibuk dengan video call nya itu, intan tidak menghiraukan kedua sahabat nya itu yang tengah memperhatikan dirinya.
Al yang tak sabaran langsung merebut ponsel nya dari tangan intan. Ia pun langsung melihat siapa yang menghubungi intan.
Dan
"elo"
__ADS_1