
Fikri yang sudah mendapatkan keputusan nya akan seperti apa hubungannya dengan intan, ia memilih untuk bertemu terlebih dahulu kepada intan. Karena ia ingin mendengar langsung dari mulut sang kekasih nya itu.
Fikri mengirimkan pesan kepada intan
Fikri ardiansyah
✔️ intan, aku mau ketemu
Tak lama intan pun membalas pesan nya
Intan pratiwi mahardika
✔️ di mana?
Fikri ardiansyah
✔️ di cafe al jam 1 siang
Intan pratiwi mahardika
✔️ oke
Fikri tak membalas pesan intan lagi. Ia memilih untuk bersiap-siap.
Fikri menguatkan hati nya untuk mengatakan semua nya, ia harus rela dan kuat jika intan lebih memilih kembali lagi kepada rifal, walaupun ia sudah tahu bahwa intan sudah memilih diri nya.
***
Terlihat intan sedang mengguling-guling kan tubuh nya kesana kemari, karna ia merasa bahwa fikri akan berbicara serius saat ini.
"kira-kira fikri mau apa ya bertemu dengan ku? Ko aku merasa ia sangat serius sekali" gumam intan dalam hati nya
"aku harus menghubungi al" kata nya lagi
Intan pun mengambil ponsel nya, dan ia langsung mencari nama al di ponsel nya itu, ketika sudah ketemu, ia langsung menekan tombol hijau untuk melanjutkan sambungan nya.
Al : hallo ntan ada apa?
Intan : gue jam 1 mau ke cafe lo. Fikri ngajak gue ketemu di cafe lo
Al : oh yaudah oke, nanti gue siapin tempat nya ya buat kalian berdua
Intan : loh, emang nya Fikri belum ngabarin elo?
Al : belom, dia ga ada hubungin gue tuh
Intan : loh tumben ya dia belum hubungin elo
Al : gatau deh gua juga
Intan : yaudah kalau gitu jangan siapin tempat al, biarin aja suruh fikri aja yang dateng duluan deh
Al : oyaudah kalau gitu. Emangnya ke cafe mana lo dateng nya?
Intan : cafe yang tempat gua kencan sama sia
__ADS_1
Al : oke. Apa perlu gue kesana juga?
Intan : ga usah deh al. Nanti aja gue hubungi elo kalau misalkan gue butuh bantuan elo
Al : oke
Panggilan pun di putus oleh intan.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Dimana fikri sudah berada di cafe milik al. Fikri yang memang sengaja tidak memberitahukan tentang pertemuan nya dengan intan kepada al. Karena menurut nya ini itu urusan pribadi antara dirinya dengan intan. Sudah cukup al selalu membantu nya untuk menyenangkan hati intan.
Tak lama menunggu intan pun datang ke tempat yang sudah di janji kan, intan pun duduk yang berhadapan dengan Fikri.
Fikri yang pun memanggil pelayan dan fikri pun memesan kan minuman untuk nya dan juga untuk intan.
Fikri pun membuka obrolan nya sambil menunggu pesanan nya tiba.
"sayang? "
"ya?"
"apa aku boleh bertanya sesuatu?"
"tanyakan saja"
"sebelum aku bertanya sama kamu, apa kamu ga mau ngomong sesuatu gitu sama aku?"
Deg..
"sayang ko kamu diem?" tanya fikri lagi
"eh.. Iya sayang kenapa?"
"kamu engga dengerin aku?"
"dengerin ko sayang, cuma aku tadi lagi kepikiran sama si mona aja gitu hehe" jawab intan grogi
"oyaudah, aku ulangi lagi ya. Apa kamu ga mau ngomong sesuatu gitu sama aku?"
"ngomong apa sayang?"
"apapun itu aku akan mendengarkan nya"
"engga ada yang perlu aku bicarakan sayang, kamu aja yang ngomong. Kata nya kamu mau ngomong sama aku"
"yakin?"
" yakin dong"
"yaudah aku mau nanya ten..." ucap fikri terhenti karena ada pelayan yang mengantarkan pesanan mereka
"permisi, tuan, nona ini pesanan nya" ucap pelayan
"oh iya mba terimakasih" jawab intan sambil tersenyum dan hanya di jawab anggukan saja oleh pelayan tersebut
__ADS_1
"Yaudah kamu mau ngomong apa sayang? Tadi kepotong sama si mba nya" kata intan
"Yaudah sambil minum aja"
"oke"
"ehem.. Jadi gini sayang, aku mau tau tentang hubungan kamu sama rifal"
Uhuk... Uhuk.. Uhuk...
"pelan pelan dong kalau minum" ucap Fikri
"hehe iya sayang maaf, kamu tadi ngomong apa? Pengen tau hubungan aku sama rifal?" tanya intan lagi dan hanya di jawab anggukan oleh rifal
"aku ga ada hubungan apa apa ko" jawab intan
"engga bohong?"
"kamu kenapa sih? Ko tiba-tiba nanya hubungan aku sama dia hm?"
"hemm gapapa sih sayang aku pengen tau aja?"
"emang kamu tau rifal dari mana?"
"eh.. Itu.. Anu... Yaaa aku tau aja sayang hehe" jawab Fikri gugup
"loh ko kamu gugup?"
"gapapa ko"
"Yaudah jawab aja ada hubungan apa kamu sama rifal?" lanjut Fikri lagi
"bener deh sayang"
"oke kalau gitu. Terus apa rifal adalah pria yang kamu tunggu selama ini?"
Deg..
Lagi dan lagi jantung ini hadeh.. Kayanya iya deh fikri udah tau semua tentang hubungan aku sama rifal. Haduuh aku harus gimana ini? Batin intan
"eh hehe bukan ko sayang"
"jujur aja ntan, aku ga akan marah ko" ucap fikri sambil tersenyum
Haduhh.. Ini yang aku takutin. Baiklah jika semua nya sudah seperti ini mau bagaimana lagi, semua harus segera di selesaikan. Batin intan
"haaah... Baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya"
"aku akan mendengarkan nya"
"ya.. Rifal adalah pria yang selama ini aku tunggu, dia adalah pria dari masalalu ku, masa kecil ku. Dia datang kembali setelah sudah beberapa tahun lama nya, kami di pertemukan kembali saat rifal membawa ku kerumah sakit saat aku kecelakaan waktu itu. Awal nya ia tidak tahu jika yang dia korban yang dia bawa adalah wanita yang selama ini dia cari, tetapi setelah dia membayar kan rumah sakit itu, mengisi biodata dan bertemu dengan kedua orang tua ku, dia baru menyadari bahwa wanita yang dia cari selama ini adalah korban kecelakaan yang dia bawa dari tempat itu. Aku pun waktu itu tak sempat mengenalinya, aku pun sempat ragu untuk percaya mendengar cerita dari al dan kai bahwa rifal yang membawa alu kerumah sakit itu adalah rifal. Tapi setelah mama dan rofal sendiri yang ngomong langsung sama aku kalau dia adalah pria yang selama ini aku tunggu, akhirnya aku percaya bahwa dia adalah rifal" jelas intan
"hem.. Terus?"
"terus, dia selalu datang kerumah sakit untuk menjenguk ku, tetapi kalian tidak pernah saling bertemu saat aku berada di rumah sakit, entah itu nasib baik atau buruk bagi ku. Tapi yang jelas aku merasa sangat lega karena kalian tidsk bertemu terlebih dahulu. Karena aku masih harus mencari waktu untuk mempertemukan kalian. Tapi takdir berkata lain, rifal yang sudah mengetahui hubungan ku dengan mu, ia lebih memilih mundur. Dan sekarang ia tidak mau menemui ku lagi setelah tujuan nya selesai" jelas intan lagi
__ADS_1