The First And Last Love (Revisi)

The First And Last Love (Revisi)
33


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu, semakin hari Rifal lebih memilih untuk sibuk dengan pekerjaan nya, sebulan sudah pun ia dekat dengan Raihanbdan juga Rayka, mereka bertiga sudah sering bertemu dihari weekend, persahabatan antara mereka bertiga pun terjalin disana. Hari ini Rifal yang tengah sibuk dengan semua pekerjaan nya, yang tidak mau di ganggu oleh siapapun.


Fokus rifal pun terbuyarkan karena terdengar suara gaduh dari depan ruangan nya. Ia mendengar suara wanita yang ia tahu itu adalah suara sang sekretaris dan suara Jessica, dan tak lama terdengar suara pria yang tak lain itu adalah asisten Fai. Rifal hanya mendengar nya kesal, dan memijat pangkal hidung nya itu.


Ceklek.. Suara pintu terbuka


"hay sayang" sapa Jessica. Rifal hanya menatap nya sinis


"maaf pak, saya sudah melarang nya untuk masuk kedalam ruangan bapa, saya sudah bilang bahwa pak rifal sedang sibuk, tapi ia malah marah-marah dan ia menerobos masuk ruangan pak rifal" ucap sang sekretaris sambil menundukkan kepala nya


"maaf tuan muda, saya sudah berusaha untuk menahan nya" lanjut asisten Fai


"kalian berdua boleh keluar" ucap rifal dengan tatapan sinis


"baik pak permisi"


"baik tuan muda, saya permisi"


Ucap faisal dan sang sekretaris itu secara bersamaan. Mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut, dan menyisakan Jessica dan rifal saja.


Jessica yang melihat itu pun hanya bisa tersenyum bahagia. Jessica duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.


"ada apa kau kemari?" tanya rifal yang masih sama dengan tatapan sinis nya itu


"aku rindu padamu, apa aku tidak boleh kesini?"


"tidak"


"uuuh kenapa?"


".. "


" jangan lah terlalu jual mahal rifal, aku sudah tau semua tentang mu dan tentang wanita s*alan itu" kata Jessica sambil tersenyum sinis


"lalu jika kau sudah tau kau mau apa hah?"


"aku ingin melanjutkan perjodohan kita"


"kalau aku tetap menolak bagaimana?"

__ADS_1


"aku akan tetap memaksa, kau sudah tidak ada alasan lagi untuk menolak nya"


"aku akan teyap menolak perjodohan itu, karena aku sudah memiliki wanita lain di hati ku"


Mata Jessica melotot ketika mendengar pernyataan yang di lontar kan oleh Rifal "apa?!!" teriak Jessica kepada rifal


"aku sudah bilang aku itu audah memiliki wanita lain di hati ku" ucap rifal kembali sambil melangkah kan kaki nya mendekat ke arah Jessica


"jadi aku minta sekarang kamu keliar dari ruangan ku sekarang juga" pinta rifal


"siapa wanita itu rifal? Apakah masih wanita yang sama yang membantu mu untuk membatalkan perjodohan kita?"


"kalau iya kenapa?"


"aku akan membunuh wanita itu. Camkan itu Rifal!!! "


"kalau sampai kau berani menyentuh wanita ku, kau berurusan dengan ku Jessica" ancam rifal


"aku tak peduli" ucap Jessica sambil melangkah keluar dari ruangan tersebut


Di depan ruangan rifal ~


Terdapat dua sejoli yang sedang menunggu Jessica keluar dari ruangan bos nya itu. Siapa lagi kalau bukan Faisal dan sang sekretaris bos nya yang tak lain adalah Milka Widya ningsih.


Faisal yang melihat itu pun merasa kesal, karena ia merasa pusing melihat Milka yang sedari tadi selalu mondar mandir tidak jelas.


"Milka, kau bisa diam tidak"


"ini juga aku sudah diam faisal"


Milka yang memang tidak pernah takut dengan Faisal. Entah apa yang membuat Milka seberani itu terhadap Faisal, padahal senua karyawan yang berada di perusahaan itu sangat takut kepada asisten sang bos nya itu, ia termasuk pria yang sangat dingin, cuek dan kejam. Tapi itu tidak berlaku untuk Milka, milka hanya menganggap santai sikap Asisten Faisal itu.


Sama seperti Milka, Faisal pun tidak merasa risih ketika milka bersikap seperti itu kepada nya, padahal ia sangat merasa ingin marah ketika ada orang lain yang bersikap kurang aja seperti milka kepada nya. Tetapi beda dengan milka, entah apa yang di rasakan oleh asisten faisal terhadap milka, ia merasa biasa saja saat wanita itu bersikap tidak takut dan tidak sopan terhadap nya.


"apa kau tidak bisa duduk diam? Aku pusing melihat mu sudah seperti setrikaan saja"


"sungguh kau sangat menyebalkan sekali asisten faisal" asisten faisal yang mendengar milka mengumpat terhadap nya hanya bersikap santai saja. Sebenarnya ia pun merasa kan gelisah ketika bos nya itu tengah berada di dalam hanya berdua dengan wanita licik itu, karena faisal yang bisa menyembunyikan kegelisahan nya itu, maka dari itu ia kelihatan biasa saja, tidak seperti milka yang gusar.


Terdengar suara handle pintu yang di putar, milka dan faisal pun langsung terkesiap berdiri di depan meja milik milka, untuk melihat akan ada apa lagi yang terjadi.

__ADS_1


Ceklek.. Suara pintu terbuka


Milka dan faisal melihat raut wajah Jessica yang terlihat jelas bahwa dia sedang menahan amarah yang sangat besar.


Jessica melihat sinis ke arah mereka berdua sebelum melanjutkan langkah nya lagi. Milka yang di tatap seperti itu pun langsung menundukkan kepala nya, berbeda hal nya dengan faisal, ia malah membalas tatapan tajam milik Jessica. Jessica yang di balas tatapan tajam seperti itu, melanjutkan langkah kaki nya lagi untuk meninggalkan perusahaan tersebut.


Melihat Jessica sudah meninggal kan ruangan itu, milka membuang nafas lega.


"kenapa kau malah menundukkan kepala mu seperti itu ha?"


"refleks tau fai, gue takut tatapan nya tatapan membunuh banget hii serem" ucap milka sambil bergidig ngerih


"lain kali kau tidak pwrlu takut seperti itu, jika kau seperti itu, yang ada dia nambah berani terhadap mu, ia akan menganggap mu sebagai wanita lemah"


Milka terkesiap mendengar tuturan dari faisal "iya kah?" tanya milka dengan wajah serius


Baru faisal akan menjawab nya, rifal sudah terlebih dahulu memanggil asisten nya itu, ia pun langsung bergegas meninggalkan milka.


"Asisten Fai" teriak rifal dari dalam, karena memang pintu nya belum di tutup sejak tadi, maka dari itu suara rifal terdengar sampai keluar


Dengan tergesa-gesa faisal pun menghampiri rifal.


Milka yang di tinggal begitu saja oleh faisal hanya bisa mengumpat di dalam hati.


Haish, kau ini. Kau itu tidak berprikemanusiaan. Disini sudah jelas jelas ada aku yang sedang menunggu jawaban nya, dia malah pergi begitu saja. Awas saja kau pria jones. Umpat milka dalam hati


Di dalam ruangan rifal ~


Faisal yang sudah berada tepat di depan bos nya itu langsung menanyakan apa yang terjadi dengan nya dan juga Jessica.


"iya tuan muda? Apakah terjadi sesuatu antara anda dan nona Jessica?"


"tidak"


"tetapi tadi ia terlihat sangat marah ketika keluar dari ruangan anda tuan muda"


"yaa, dia memang sangat marah. Karena aku sudah bilang kepada nya bahwa aku tidak akan mau menerima perjodohan ini. Aku sudah memiliki wanita lain di hati ku"


"dia sangat marah dan benci kepada wanita itu. Dan dia bilang dia akan membunuh wanita itu. Dan tugas kau sekarang, harus lebih memperketat penjagaan intan lagi" lanjut rifal

__ADS_1


"baik tuan muda. Kalau begitu saya permisi dulu"


Rifal hanya mengganggukan kepala nya, dan faisal pun keluar dari ruangan tersebut


__ADS_2