
Di tengah-tengah kekhawatiran dan ketegangan antara pasangan suami istri itu, tiba-tiba saja mulai terdengar suara derap langkah yang semakin mendekat. Pasangan suami istri itu kini mulai beralih menatap siapa yang baru saja datang itu.
Terlihat Kana yang datang bersama dengan Kyo. Namun bukannya mereka memberikan salah penghormatan, namun mereka berdua malah berniat untuk segera pergi ke kamarnya, dengan Kana yang menggandeng lengan kuat Kyo dan menggiringnya melalui paman dan bibinya.
"Kana!! Kyo!! Beraninya kalian tak mengacuhkan kami dan bersikap tidak sopan seperti ini! Pria ini benar-benar sangat merubahmu ya!" ucap sang bibi mulai dipenuhi dengan amarah dan kembali menyalahkan Kyo sebagai penyebab semua ini.
Kana menghentikan langkah kakinya dan menghela nafas.
"Maaf, Bibi, paman ... tapi kami sangat lelah dan ingin segera beristirahat. Permisi ..." ujar Kana yang sempat berhenti karena ucapan sang bibi.
Namun setelah mengucapkan itu, Kana kembali menaiki tangga bersama dengan Kyo untuk segera pergi ke kamar mereka. Hal ini tentu saja membuat kedua orang itu semakin kesal dan merasa tak dihargai sebagai orang yang lebih tua.
"Benar-benar tidak punya aturan dan sopan santun! Lihat saja! Setelah kakak pulang nanti!"
Masih sempat terdengar kicauan dari sang bibi, namun Kana tak menghiraukannya sama sekali dan terus mengajak Kyo untuk pergi ke kamarnya.
"Kana, apakah tidak apa-apa seperti ini? Paman dan bibimu sangat marah kepadamu. Dan ini semua adalah gara-gara aku." ucap Kyo merasa bersalah dan tak enak hati.
"Sudah, Kak. Jangan pedulikan mereka. Mereka sendiri yang tidak bisa menghargai dan menghormati keputusan orang lain. Lagipula aku tidak menyesal kok karema telah menentang mereka. Aku hanya sedang berusaha menjaga dan mempertahankan apa yang menjadi milikku. Lagipula papa juga mendukung kita." ucap Kana menghempaskan tubuhnya dan duduk di atas pembaringan.
__ADS_1
"Milikmu?" pertanyaan yang terdengar cukup konyol itu tiba-tiba dilontarkan oleh Kyo begitu saja dan sempat membuat Kana salah tingkah kembali.
"Te-tentu saja, Kak. Kita sudah menikah, uhm ... itu berarti ... kakak adalah milikku bukan? Dan aku hanya ingin mempertahankan hubungan ini ..." ucap Kana berusaha menjawab setenang mungkin.
Kyo duduk di sebelah Kana dan menatapnya dalam, "Kana. Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu."
"Hhm. Katakan saja padaku, Kak. Jangan sungkan." jawab Kana dengan ramah.
"Sebenarnya ... apa yang kamu sukai dariku? Aku ini sangat biasa-biasa saja dan tak ada yang bisa diandalkan. Padahal di luar sana, ada banyak pemuda yang jauh lebih baik dariku, tapi kamu tetap mempertahankanku dan menentang paman serta bibimu." tanya Kyo yang sebenarnya cukup penasaran.
"Karena kebaikan, kelembutan dan ketulusan kakak. Aku suka semua itu. Dan ... meskipun aku sangat ketakutan malam itu, namun aku merasa cukup takjub saat melihat aksi kakak. Bela diri kakak sangat keren malam itu. Keren sekali! Padahal itu sangat berbahaya, dan padahal kakak bisa saja tak menghiraukanku dan tidak menolongku saat itu. Tapi kakak yang begitu pemberani malah memutuskan untuk menolongku. Terima kasih ya, Kak." ucap Kana dengan tulus.
"Kini kakek sudah tiada. Dan kini aku juga sudah memutuskan, orang yang akan selalu aku lindungi saat ini ... adalah Kamu, Kana." imbuhnya kembali menatap Kana lekat.
Sudut-sudut bibir Kana mulai ditariknya hingga menyembulkan sebuah senyuman yang sangat manis.
"Dan aku juga berjanji. Aku tak akan melepaskan kakak meskipun paman dan bibi selalu saja memaksaku." ucapnya penuh dengan keyakinan.
Mereka berdua saling bertatapan dengan hangat selama beberapa saat, lalu Kana segera melemparkan tubuhnya ke depan dan memeluk Kyo dengan hangat. Menyandarkan kepalanya pada dada bidang itu, dan mendengarkan debaran jantung Kyo yang kali ini berdegup dengan lebih kencang dengan ritme teratur.
__ADS_1
Secara naluri, Kyo segera membalas pelukan itu dengan hangat. Dia merasa menjadi pria yang sangat beruntung di dunia ini karena kehadiran Kana di dalam hidupnya, yang seolah menjadi pelangi yang mulai mewarnai hari-harinya, menjadi cahaya yang menerangi dunianya yang selama ini salu gelap, dan layaknya sinar mentari yang menghangatkan dirinya.
...🍁🍁🍁...
Seorang pria paruh baya yang berusia kira-kira 45 tahun terlihat sedang berkutat di depan laptopnya. Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan dan segala kesibukannnya, dia segera menikmati kopi hangatnya yang sudah disiapkan oleh sang asisten beberapa saat yang lalu.
"Akhirnya semua kerja kerasku selama ini kini akan segera terbayarkan. Kerja kerasku dan penantianku selama lebih dari 25 tahun ini akan segera terbayarkan! Aizen Group akan segera berada dalam kekuasaanku sepenuhnya. Tidak sia-sia aku membuatnya mereka lenyap saat itu. Dan kini ... hanya akan ada putraku seorang yang akan menjadi pewaris sah dari Aizen Group dan seluruh harta keluarga besar Aizen!"
Gumam pria paruh baya itu tersenyum misterius dan mengira dirinya sudah pasti akan mendapatkan apa yang selama ini selalu diimpikan olehnya.
Dia adalah Akashi Aizen, anak angkat dari nyonya besar Mamo Aizen. Dan dia adalah saudara tiri dari Afito Aizen, papa dari Renji Aizen yang sudah meninggal karena sebuah kecelakaan maut 25 tahun yang lalu.
Sebenarnya ahli waris yang sah adalah Renji Aizen, karena dia adalah cucu pertama laki-laki dari keluarga besar Aizen. Namun karena Renji Aizen dinyatakan menghilang sejak dia berusia 1 bulan, dan tidak diketahui keberadaannya hingga sampai saat ini, maka dari itu putra dari Akashi Aizen lah yang akan segera disahkan menjadi pewaris sah, karena mengingat usia nyonya besar Mamo Aizen yang sudah semakin menua dan sering mengalami sakit.
"Ryuma! Aizen Group dan seluruh hartanya akan menjadi milikmu sepenuhnya! Kamu akan segera menjadi seorang pewaris sah Aizen. Karena si nenek tua itu akan segera menyerahkannya kepadamu." ucap Akashi menyeringai licik dan menatap sang putra yang saat ini berada tepat di hadapannya.
Pemuda tampan yang tidak memiliki eyelid itu, kini tersenyum miring mendengarkan ucapan dari papanya. Mendengar semua ini, membuatnya merasa sangat bangga dan behagia. Karena tentunya dia juga begitu menantikan semua ini. Disaat dia menjadi seorang pewaris tunggal dari Aizen group dan segala aset keluarga besar Aizen.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1