
Di dalam salah satu restoran sebuah hotel berbintang 5 di Kanagawa, terlihat sebuah rombongan yang sedang mengadakan pesta makan malam bersama. Mereka terlihat sangat menikmati acara malam ini.
"Selamat atas kembalinya tuan muda Renji Aizen dan selamat atas segala pencapaiannya! Bersulang!"
TIINGGG ...
Mereka semua bersulang bersama, begitu juga dengan Renji dan juga Kana.
"Kami sungguh tidak menyangka jika tuan Kyo Shigeta yang begitu terampil dalam hal bela diri ternyata adalah tuan muda Renji Aizen yang selama ini dicari oleh nyonya besar Mamo Aizen. Pantas saja aura tuan sudah sangat berbeda semenjak kami pertama kali bertemu dengan tuan muda Renji. Benar begitu kan, Shohei?"
Celutuk salah satu pria yang tak lain adalah kepala divisi keamanan di perusahaan Aizen Group cabang Kanagawa. Dan sejak awal Kyo bekerja bersama dengan mereka, mereka memang selalu memperlakukan Kyo dengan baik dan tidak meremehkannya. Karena Kyo memang cukup berbakat, cekatan dan cerdas saat bekerja.
"Kamu benar sekali, Teo! Tuan muda Renji Aizen memang sangat berbeda! Auranya memang sangat berbeda. Namun dulu aku benar-benar tidak mengerti mengapa tuan muda Ryuma bersikeras sampai ingin memecat tuan muda Renji. Namun sekarang aku baru memahaminya. Jika tuan muda Ryuma memang sejak awal memiliki niat dan rencana jahat terhadap tuam muda Renji. Jahat sekali ..."
Celutuk pria yang dipanggil Shohei itu.
Renji hanya tersenyum tipis menanggapi semua itu dan kembali menenguk minumannya.
"Tuan muda Renji. Mengapa tuan tidak minum wine?" tanya Teo keheranan.
"Tidak. Hari ini aku mengemudi sendiri. Kalian saja lanjutkan." ucap Renji tersenyum tipis dan melirik Kana yang suga sedang menikmati makan malamnya.
Namun tiba-tiba saja ponsel Renji berdering. Dia segera berpamitan dan meninggalkan tempat itu untuk mengangkat panggilan itu.
"Sayang, tunggu disini dan jangan kemana-mana ..." pesannya kepada Kana.
"Hhm. Iya ..." sahut Kana dengan manis.
Renji pergi ke tempat yang lebih sepi yaitu sebuah koridor yang berada tak jauh dari restoran itu. Dia mulai mengangkat panggilan itu yang tak lain adalah panggilan dari paman Kana.
"Moshi-moshi. Ada apa, Paman?" sapa Renji setelah mengangkat panggilan itu.
__ADS_1
"Renji, paman sedang berada di Kanagawa hotel di kamar 808 menemui klien. Saat ini kamu juga berada di gedung yang sama bukan? Bisakah paman minta tolong padamu?" ucap seorang pria paruh baya dari seberang line telpon.
"Bantuan apa itu, Paman?"
"Pinjamkan mini computer milikmu dan antarkan pada paman. Karena tablet milik paman tiba-tiba saja rusak dan tidak bisa dipakai."
"Oh baiklah. Aku akan antarkan untuk paman. Tunggu sebentar."
"Okay! Terima kasih sebelumnya, Renji."
"Iya, Paman."
Renji segera mengakhiri panggilan itu dan bergegas untuk menuju kamar yang telah diberitahukan oleh sang paman. Dia menaiki elevator dan turun di lantai 8.
Sebuah koridor mulai dilewatinya dan dia berhenti di kamar 808. Setelah memastikan jika nomor kamar itu adalah benar, dia mulai mengetuk kamar tersebut.
CEKLEK ...
Pintu terbuka, dan seorang pria paruh baya terlihat sudah berdiri tegap di balik pintu berwana putih itu. Dia tersenyum menatap kedatangan Renji.
"Sama-sama, Paman."
BUGHHH ...
Baru saja Renji menjawabnya, tiba-tiba saja seseorang memukul tengkuknya dengan cukup keras hingga membuatnya pingsan.
Pria yang memukul Renji masih berdiri tepat di belakang Renji, sementara kedua anak buahnya segera menangkap tubuh Renji sebelum terjatuh.
"Kamu sudah boleh pergi, Paman!" ucap pria itu menyeringai licik menatap Yoshi.
Kedua pria mulai menyeret tubuh Renjimemasuki kamar hotel itu, sementara sang bos yang tak lain adalah Kiro juga segera memasuki kamar itu dan menutup pintu kamar itu.
__ADS_1
Sementara Yoshi masih berdiri di depan kamar 808 itu dengan ekspresi yang sulit untuk digambarkan. Ada rasa bersalah, namun dia juga tidak berdaya dan mau tak mau dia harua melakukan semua ini karena dia ingin menyelamatkan dirinya sendiri.
Namun sebenarnya dia juga cukup sedih jika mengingat keponakannya yang terlihat sangat menyukai Renji dengan tulus.
"Maafkan paman, Kana ..." ucapnya lirih dan segera meninggalkan tempat itu.
...🍁🍁🍁...
Sementara itu di dalam kamar hotel 808.
Kedua pria mulai membaringkan tubuh Renji di atas pembaringan berukuran king mewah itu. Dimana disana sudah ada ada seorang gadis asing yang juga terbaring dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Kalian berdua sudah boleh pergi! Dan segera bereskan semua rekaman CCTV!!" titah Kiro menatap Renji dengan seringai licik. "Jangan lupa untuk mengundang wartawan dan media dalam waktu 30 menit!!"
"Baik, Tuan muda Kiro. Dipahami!"
Kedua pria itu mulai meninggalkan kamar dan segera bergegas untuk melakukan tugas mereka masing-masing, yaitu untuk mengurus rekaman kamera CCTV dan memanggil wartawan untuk menjebak Renji sesuia rencana Kiro.
"Dengan begini Kana akan sangat membencimu, Renji Aizen! Dia akan segera menceraikanmu! Dan kamu juga akan merusak citra serta nama baik Aizen Group! Semua orang akan berasumsi jika pewaris sah dari Aizen Group adalah seorang pemain!! Ahahaha ..."
Kiro menyeringai kelam dengan tawa lirihnya. Dia mulai melepaskan beberapa kancing pakaian Renji. Dia juga mulai melepaskan beberapa kancing atas kemeja gadis asing itu hingga memperlihatkan belahan indah itu.
"Mari kita lihat! Kali ini kamu tidak akan bisa selamat! Kamu akan benar-benar hancur dan berakhir, Renji Aizen!! Semua media akan memberitakan tentangmu dengan berita memalukan ini. Ahahaha ..."
Kiro segera beralih mendekati nakas dan mulai menyalakan beberapa benda yang berbentuk kecil memanjang seperti ranting pohon. Dia mulai menghidupkan dupa pembangkit gairah itu dan segera mematikan lampu kamar ini dan menyalakan lampu malam, hingga suasana di dalam kamar ini adalah remang-remang.
Kiro segera mengenakan maskernya dan bergegas meninggalkan ruangan ini. Namun tiba-tiba saja ada seseorang yang memukul tengkuknya dengan cukup keras hingga membuat Kiro pingsan dan terjatuh di atas lantai.
BUGH ...
Sosok itu masih menatap tajam Kiro selama beberapa saat dan segera menyeret Kiro mendekati pembaringan lalu membaringkannya di atas pembaringan tepat berada di sebelah gadis yang sudah sengah telanjang itu..
__ADS_1
"Aku sungguh sangat tidak menyangka ternyata pria tua itu masih saja berusaha untuk mencelakaiku. Dan ternyata dia bekerja sama dengan sampah licik ini! Ckk ... jangan harap aku bisa terjebak dan melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya! Dan jangan harap kalian bisa terlepas dariku setelah ini!!"
Geramnya sambil merapikan pakaiannya dan segera meninggalkan kamar itu.