The Hidden Prince

The Hidden Prince
Hukuman Untuk Kiro


__ADS_3

"Renji, aku sebagai pemimpin keluarga Zaraki minta maaf kepadamu. Aku sungguh sangat tidak menyangka jika Yoshi bisa melakukan hal kotor seperti ini. Ini adalah kesalahan pribadi Yoshi, jadi tolong jangan marah dan melampiaskannya kepada Kana hanya karena dia juga bagian dari keluarga Zaraki. Bersatunya kalian dan kebahagiaan kalian tentunya akan sangat membuatku bahagia."


Ucap Tetsuya Zaraki mengkhawatirkan Kana, karena dia cukup khawatir jika tiba-tiba saja Renji akan memutuskan hubungan bersama keluarga Zaraki, termasuk menceraikan Kana.


"Papa mertua tenang saja. Aku tidak akan pernah melakukan hal itu. Aku tulus mencintai Kana, dan aku tidak akan pernah melepaskannya sampai kapanpun." ucap Renji penuh keyakinan dan tentu saja pernyataannya ini membuat Kana dan Tetsuya merasa lega.


Meskipun Kana memang sangat yakin jika Renji tidak akan pernah meninggalkannya, namun ucapannya itu semakin membuatnya merasa lebih baik.


"Dan aku sangat berterima kasih kepada papa mertua, karena saat itu juga begitu mempercayaiku untuk menikahi Kana." imbuh Renji dengan tulus.


Pria paruh baya itu mengukir sebuah senyuman indah di bibirnya.


"Karena aku sangat yakin dan percaya jika kamu adalah orang yang baik dan tulus. Dan aku sunguh tidak menyangka jika kamu adalah jodoh yang pada awalnya memang telah ditetapkan sejak awal untuk putriku Kana. Ini sungguh benar-benar kejutan yang sangat luar biasa."


Ucap Tetsuya penuh binar dan mulai meraih jemari Kana dan Renji lalu menyatukannya.


"Kalian adalah pasangan yang sudah ditentukan sejak 25 tahun yang lalu. Kalian harus tetap bersama sampai kapanpun kalian harus selalu bahagia!" ucap Tetsuya memandangi mereka berdua secara bergantian.


"Kami berjanji, Papa." sahut mereka berdua bersamaan.


"Sayang, bukankah kamu harus segera kembali ke Ginza?" tanya Kana mengingatkan karena seharusnya Renji sudah harus berangkat saat ini.


"Aku menundanya sampai lusa. Karena kejadian yang baru saja terjadi akhir-akhir ini, aku jadi mengkhawatirkan kamu. Aku khawatir jika mereka akan kembali melakukan hal buruk terhadapmu." ucap Renji mulai beralih menatap bibi Kana yang baru saja kembali setelah berusaha menahan para aparat kepolisian yang membawa Yoshi.


"Kakak ipar ... tolong selamatkan Yoshi adikmu. Dia adalah adikmu, Kakak ipar. Tolong selamatkan dia dan keluarkan dia dari penjara." ucap bibi Kana penuh harap memohon-mohon kepada Tetsuya.


"Dia pasti akan sangat tertekan saat berada di dalam jeruji sel. Tolong selamatkan dia, Kakak ipar. Tolong bantu keluarkan dia dari jeruji sel, Kakak ipar. Hiks ..." wanita paruh baya itu kini duduk bersimpuh di hadapan Tetsuya.


"Yoshi harus bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan. Dan kali ini aku tak bisa membantunya." ucap Tetsuya Zaraki meskipun dengan berat hati.


Yoshi adalah adik kandungnya dan tentunya Tetsuya juga selalu menghargai dan menyayanginya. Namun dia sungguh tidak menyangka jika Yoshi bisa melakukan semua hal buruk itu. Bahkan bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Dan dia malah bekerja sama dengan Kiro yang selama ini terobsesi dengam Kana.

__ADS_1


"Renji ... tolong maafkan kami. Tolong maafkan suamiku. Dia memang sudah sangat keterlaluan. Tapi dia dipaksa Kiro untuk melakukan semua ini. Dia tidak memiliki pilihan lain. Tolong maafkan dia, Renji. Hiks ... kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Hiks ..."


Kali ini wanita paruh baya itu memohon kepada kepada Renji dan berharap Renji akan membantunya.


"Maaf, Bibi. Tapi paman Yoshi sudah melakukan sebuah kesalahan yang begitu fatal. Penggelapan dana itu berhubungan dengan perusahaan papa Kiro, dan mereka tak akan tinggal diam saja untuk masalah kali ini. Terlebih apa yang sedang menimpa Kiro saat ini sangat berhubungan dengan paman Yoshi."


Jawab Renji dengan ramah, namun sebenarnya dia sedang memojokkan paman dan bibinya.


Tetsuya segera meninggalkan ruangan itu dan disusu oleh Kana dan Renji yang juga mulai meninggalkan ruangan itu.


...🍁🍁🍁...


BLAM ...


BUAGHH ...


BUGHH ...


"Sialan!!! Bagaimana ini bisa terjadi?! Padahal jelas-jelas saat itu sampah Renji itu sudah pingsan dan tidak sadarkan diri. Tapi mengapa dia malah lolos dan malah aku yang terkurung?! Dan kini semua opini publik yang jahat malah mengarah padaku. Ughhh!!"


"BRENGSEKKK!!!" erangnya kembali menyapu meja dengan kedua tangannya hingga membuat benda-benda yang berada di atas meja tersebut jatuh berserakan.


CEKLEK ...


Tiba-tiba saja pintu kamar Kiro terbuka. Seorang pria paruh baya masih dengan setelan jasnya yang masih rapi dan necis terlihat sangat murka. Di belakangnya juga ada wanita paruh baya yang berjalan cepat mengikutinya dengan raut penuh kekhawatiran.


"Dasar anak tidak tau diri! Hanya bisa menyusahkan orang tua dan membuat masalah saja!! Dimana otakmu?! Bagaimana cara berfikirmu?!"


Pria paruh baya itu meraih kerah baju Kiro dan menghantamnya karena masih dipenuhi amarah.


Kiro tak melawan dan hanya bisa parsrah. Namun pria paruh baya itu masih berusaha untuk menghajar Kiro.

__ADS_1


"Mengapa kamu begitu bodoh dan bertidak sembrono seperti ini?! Kamu telah mencoreng nama baik keluarga baik kita! Kamu juga harus menikahi gadis itu!!" tandas pria paruh baya itu kembali melayangkan tinjunya.


GREP ...


Namun serangannya kali ini ditahan oleh wanita paruh baya itu.


"Sayang hentikan! Tolong hentikan semua ini. Lihatlah putra kita sudah memiliki cukup banyak luka memar seperti ini ..." ucap mama Kiro yang sudah menangis karena melihat putranya yang audah terluka cukup parah pada bagian wajahnya.


"Tidak bisa! Dia harus diberi pelajaran agar tidak bertingkah sesuai kemampuannya sendiri lagi! Kamu terlalu sering memanjakannya hingga membuatnya tumbuh seperti ini!!"


Papa Kiro membali meraih kerah pakaian Kiro dan menghempaskannya cukup kuat tingga Kiro menabrak sebuah rak buku dan membuatnya terjatuh di atas lantai.


Tak puas dengan itu saja. Papa Kiro kini sudah mengeluarkan cemetinya dan melenggang mendekati Kiro.


CTAKK ...


CTAK ...


"Arrghhh ..."


Beberapa cambukan kuat mendarat pada beberapa bagian tubuh Kiro hingga membuat Kiro memekik menahan rasa sakit itu.


"Kiro ..."


Mama Kiro segera berlari dan memeluk tubuh Kiro disaat suaminya berniat untuk memberikan cambukannya lagi. Namun papa Kiro segera menghentikannya karena tidak ingin melukai istrinya.


BRAKK ...


Masih dipenuhi dengan amarah, papa Kiro menghempaskan cemeti itu ke arah lain.


"Persiapkan dirimu dengan baik! Kamu akan segera menikah dengan gadis itu!!"

__ADS_1


Tandas papa Kiro sebelum dia meninggalkan kamar Kiro.


Kedua tangan Kiro mengepal kuat mendengar ucapan dari papanya. Bahkan Kiro tidak mengenali siapa gadis itu. Dia hanya memerintahkan anak buahnya untuk mempersiapkan seorang gadis yang akan digunakan untuk menjebak Renji saat itu. Lalu bagaimana mungkin kini dia harus menikahi gadis asing itu?


__ADS_2