
Hari ini nyonya besar Mamo Aizen sudah kembali ke Tokyo. Namun hari ini beliau berada di kantor pusat yang berada di Ginza bersama dengan kedua cucunya. Bahkan disana juga ada tuan Akashi Aizen. Bagaimana jika kita pergi kesana saja?"
Ucap Ellios berkata ketika mereka sedang bekumpul bersama di sebuah restoran. Yeap, saat ini Kyo, Kana, Ellios, nenek Yu dan bibi Kaguya sedang berkumpul bersama di salah satu restoran di Kanagawa.
"Temanmu ini benar, Renji. Kita tidak boleh menundanya lagi. Nenek pikir mendatangi mereka di perusahaan akan lebih baik! Biarkan saja semua orang mengetahui semua ini! Biarkan saja semua orang mengetahui kebusukan Akashi, istrinya dan putranya yang melakukan hal kotor seperti ini hanya untuk mendapatkan seluruh harta warisan dari keluarga besar Aizen! Bahkan biarkan saja penipu Renji Aizen palsu itu segera ditangkap dan mendapatkan hukumannya! Ayo!! Kita berangkat ke Ginza!! Jangan ditunda lagi!"
Seru nenek Yu tak sabaran.
"Nenek benar, Sayang. Kita tidak boleh menundanya terlalu lama. Nenek Mamo Aizen harus segera mengetahui kebenarannya." sahut Kana sependapat dengan nenek Yu.
"Bibi juga sependapat dengan ibu dan istrimu, Renji. Kita harus segera pergi ke Ginza! Ayo! Jangan buang-buang wantu lagi!" timlal bibi Kaguya yang juga tak sabaran.
"Baiklah. Kita akan segera berangkat ke Ginza!" ucap Kyo yang sebenarnya juga sudah tidak sabaran untuk mengungkap semua ini.
Mereka pergi ke Ginza dengan menaiki mobil pribadi. Dan Kyo sendiri yang menyetir kali ini. Perjalanan yang mereka tempuh tidak terlalu lama dan hanya memakan waktu 45 menit saja dengan jalanan yamg lancar dan tidak terlalu macet.
Mereka mulai menuruni Lexus hitam metalik itu dan memasuki sebuah gedung yang cukup besar dan megah yang merupakan perusahaan pusat dari Aizen Group yang berpusat di Ginza.
"Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?" seorang staff mulai menyambut kehadiran rombongan Kyo dengan ramah.
"Kami ingin bertemu dengan nyonya besar Mamo Aizen dan ingin membahas sesuatu yang sangat penting." ucap Kyo yang berada barisan terdepan bersama nenek Yu.
Sementara di belakangnya ada Ellios, Kana dan bibi Kagura.
__ADS_1
"Maaf, apakah tuan sudah membuat janji bertemu sebelumnya dengan nyonya besar Mamo Aizen?" tanya staff itu kembali.
"Aku belum membuat janji bertemu dengan beliau. Tapi tolong katakan saja padanya, kami keluarga Natsuhiko dari Nagano ingin bertemu sebentar dengannya." ucap Kyo.
"Benar! Katakan padanya. Aku Yu Natsuhiko ingin bertemu dengannya." imbuh nenek Yu menambahkan.
"Baiklah. Mohon tunggu sebentar." ucap pekerja itu kembali lalu mencoba untuk menghubungi Mamo Aizen melalui telpon kantor.
Setelah beberapa saat, staff itu kembali lagi dan berkata dengan lebih sopan.
"Nyonya besar Yu. Nyonya besar Mamo Aizen meminta kalian untuk segera pergi ke ruangannya yang berada di lantai 5. Dilakan naik VIP elevator yang ada di ujung koridor ini. Setelah keluar dari elevator, ikuti lorong sebelah kanan. Ruangan nyonya besar Mamo Aizen berada di ujung dari lorong tersebut." ucap staff wanita itu dengan nada semakin rendah sambil mengulurkan tangannya ke sisi kanan untuk menunjukkan lorong tersebut.
"Baiklah, aku akan segera pergi ke ruangannya! Ayo, Renji cucuku!" ucap nenek Yu tak sabaran.
Namun baru saja mau memasuki VIP elevator itu, mereka malah berpapasan dengan Akashi yang kebetulan akan pergi ke lantai dasar.
Melihat Kyo yang datang bersama beberapa orang, bahkan dengan pihak keluarga Natsuhiko, tentu saja membuat pikirannya melayang entah kemana dan menjadikannya tidak tenang.
Apa yang dilakukan bocah ini di kantor pusat?! Dan mengapa ada nyonya besar dari keluarga Natsuhiko disini? Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Ataukah jangan-jangan semua ini ... ugh! Tidak mungkin!! Tidak mungkin bukan jika mereka sudah mengetahui semuanya? Sial! Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Tunggu dulu! Beberapa hari yang lalu Ryuma mengatakan padaku jika bocah ini dan istrinya pergi ke Nagano untuk berbulan madu. Mengapa aku sampai bisa kecolongan seperti ini?! Ryuma juga mengapa begitu bodoh dan ceroboh!! Aku tidak boleh membiarkan dia bertemu dengan ibu! Atau semua rencanaku yang telah aku susun dengan sangat rapi akan berantakan dalam sekejap! Cepat lakukan sesuatu, Akashi!!
Batin Akashi terlihat sedang berpikir keras dan masih berdiri mematung di hadapan Kyo.
"Selamat pagi, Nyonya besar Yu Natsuhiko. Sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabar nyonya besar Yu Natsuhiko?" sapa Akashi memasang wajah ramah.
__ADS_1
"Kabarku sangat baik! Sudah lama aku tidak berkunjung dan berbincang bersama besanku nyonya besar Mamo Aizen. Aku akan menemuinya sebentar."
Balas nenek Yu dengan nada bicara ramah, namun tatapannya tak bisa berbohong dan masih mengandung unsur ketidaksukaan saat menatap Akashi.
"Uhm. Tapi ibu sedang sangat sibuk saat ini dan masih menemui beberapa klien. Lebih baik nyonya besar Yu Natsuhiko menyampaikan saja padaku pesan nyonya. Nanti aku akan menyampaikannya untuk ibu." ucap Akashi masih dengan ramah.
"Wah wah! Tidak aku sangka ternyata kamu sangat baik dan ramah seperti ini." ucap nenek Yu seakan malah sedang mencibir dan membuat Akashi tersenyum kaku.
"Tapi maaf. Aku benar-benar sangat ingin bertemu denga ibumu saat ini..aku ingin berbincang dan melepaskan kerinduan bersama besanku. Ayo dorong, Cucuku!" imbuh nenek Yu memerintahkan.
"Baik, Nenek." sahut Kyo dengan dengan patuh.
Apa?! Nenek?? Cucu?? Apakah nyonya besar Yu memiliki cucu lain selain Renji Aizen?! Setahuku putri keduanya adalah seorang janda dan tidak memiliki seorang anak. Jadi apakah itu artinya mereka sudah mengetahui semuanya? Ini benar tak bisa dibiarkan! Aku harus segera membuatnya untuk meninggalkan perusahaan ini! Mereka tidak boleh bertemu!
Batin Akashi lalu mengulurkan tangan kanannya ke sisi samping untuk menghalangi jalan mereka.
"Akashi, apa yang sedang kamu lakukan?! Ini sangat tidak sopan?!" tandas nenek Yu tak habis pikir dengan perlakuan Akashi yang berusaha untuk menghalangi jalannya seperti itu.
"Ibuku sedang sibuk dan sedang tak ingin menemui siapapun! Jadi tolong mengertilah, Nyonya besar Yu Natsuhiko! Alu disini hanya menjalankan perintah dari ibu!" ucap Akashi menandaskan, dan kini raut wajah serta auranya sudah berubah kelam dan menakutkan.
"Bagaimana seseorang bisa berubah dam memberikan dua perintah yang berlawanan dalam sekejap saja? Nenek Mamo Aizen bahkan mengundang kami untuk datang ke ruangannya! Lalu bagaimana mungkin kini tiba-tiba saja beliau memerintahkan kepadamu untuk menghalangi kedatangan kami? Ckk ... ini sungguh sangat tidak masuk akal!" celutuk Kyo dengan dengusan dan tawa singkatnya.
Mendengar ucapan dari Kyo kini semakin membuat Akashi tak bisa mengendalikan dirinya kembali.
__ADS_1
"Kamu bahkan hanya seorang karyawan cabang yang sudah dipecat oleh putraku! Berani sekali kamu berkata seperti itu kepadaku!" ucap Akashi tersulut api amarahnya.