The Hidden Prince

The Hidden Prince
Mengunjungi Nenek Yu


__ADS_3

Keesokan harinya, Kana dan Kyo mulai mengunjungi sebuah kediaman yang berada di daerah Matsumoto-shi prefektur Nagano. Mereka menaiki sebuah taxi untuk mengunjungi kediaman nenek Yu, yang merupakan nenek dari pihak ibu Renji Aizen.


Untuk beberapa saat Kyo hanya terdiam dan memandangi rumah megah bernuansa putih itu. Sebenarnya dia merasa cukup gugup saat ini karena akan bertemu dengan neneknya untuk pertama kalinya.


Namun tiba-tiba saja Kana mulai meraih tangannya dan menggandengnya. Ucapannya yang lembut seketika membuyarkan angan Kyo.


"Ada apa, Kak? Apa kakak baik-baik saja?" tanya Kana mengkhawatirkan Kyo.


"Hhm. Aku baik-baik saja. Hanya sedikit merasa gugup saja kok. Ayo, Kana ..." sahut Kyo berusaha untuk tersenyum dan mulai melenggang kembali bersama Kana.


Setelah menekan bel rumah yang cukup megah dengan nuansa putih itu, seseorang wanita paruh baya mulai membukakan pintu rumah itu. Dia memandangi Kyo dan Kana dengan ekspresi rumit karena sangat asing.


"Selamat pagi, Nyonya. Apakah kami bisa mengunjungi dan bertemu dengan nenek Yu Natsuhiko?" ucap Kyo dengan ramah.


Wanita paruh baya itu masih menatap Kana dan Kyo bingung. Hingga akhirnya Kyo mulai mengatakan sesuatu lagi untuknya.


"Kami adalah saudara jauhnya yang berasal dari Tokyo. Dan kami datang untuk mengunjungi beliau, Nyonya." ucap Kyo kembali dengan ramah.


"Baiklah. Masuklah dulu. Aku akan panggilkan ibu." ucap wanita paruh baya itu mulai memasuki rumah bernuansa putih itu dan diikuti oleh Kana dan Kyo.


"Kalian tunggulah disini dulu sebentar. Aku akan memanggilkannya." ucap wanita paruh baya itu kembali dan meninggalkan Kyo dan Kana di ruang tamu.


Kana dan Kyo duduk di salah satu sofa panjang itu dan sesekali mengamati sekitar. Setelah menunggu selama beberapa saat, akhirnya wanita paruh baya itu datang kembali sambil mendorong sebuah kursi roda yang telah diduduki oleh seorang nenek-nenek yang sudah cukup tua.


Namun dia masih terlihat cukup sehat, hanya saja mungkin sudah tidak bisa berjalan dengan baik karena sebuah penyakit. Lagi-lagi pandangan yang sama dan penuh dengan rasa bingung serta penasaran ditunjukkan oleh nenek itu.

__ADS_1


Kyo segera beranjak dari tempat duduknya dan segera duduk bersimpuh di hadapan nenek itu. Hal ini semakin membuat kedua wanita yang sudah cukup tua itu semakin mengerutkan keningnya. Kana juga segera bangkit dari tempat duduknya dan berdiri di belakang sang suami.


"Siapa kamu, Anak muda?" tanya nenek itu masih menatap lekat Kyo.


"Nenek. Ini adalah aku. Cucumu, Renji Aizen. Putra dari Afito Aizen dan Ayana Natsuhiko." ucap Kyo penuh binar dan menengadahkan wajahnya menatap sang nenek.


"Renji Aizen? Benarkah itu adalah kamu?" ucap nenek Yu yang seketika merubah raut wajahnya penuh dengan haru.


"Iya, Nenek. Ini adalah aku. Maafkan aku karena baru bisa mengunjungi nenek." ucap Kyo dengan sepasang manik-manik yang sudah berkaca-kaca.


Wanita tua itu juga meraih sisi samping wajah Kyo dengan lembut. Sedangkan wanita paruh baya yang masih berdiri di belakang nenek Yu masih mematung menatap Kyo seolah masih tidak mempercayai ucapan Kyo.


"Aku selalu yakin jika hari seperti ini akan segera tiba. Dan kini semua memang benar-benar terjadi. Kamu telah datang menemuiku, Cucuku. Ternyata kamu sudah tumbuh dewasa dan besar. Wajahmu dan matamu sangat mirip dengan menantuku Afito. Hanya saja auramu seperti Ayana, begitu hangat dan lembut." ucap nenek Yu penuh haru.


"Tidak mungkin! Ini tidak mungkin!" ucap wanita paruh baya tang masih berdiri di belakang kursi roda itu menatap Kyo penuh selidik.


"Ibu, hati-hati! Dia pasti hanya seorang penipu yang dengan sengaja mendekati keluarga Natsuhiko untuk mendapatkan dukungan agar diakui oleh keluarga besar Aizen!" imbuh wanita paruh baya itu kembali sedikit menarik mundur kursi roda itu, sehingga menjauh dari Kyo.


"Bibi Kaguya. Kamu adalah adik dari ibuku bukan? Jika bibi dan nenek tidak mempercayaiku aku sangat mengerti. Apalagi aku tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk saat ini, karena bukti kuat milikku telah dicuri oleh mereka hanya untuk membuat sebuah identitas palsu untuk Renji Aizen itu. Bibi, nenek ... aku adalah Renji Aizen yang sebenarnya. Aku bisa membuktikannya kepada kalian." ucap Kyo berharap kedua wanita itu akan percaya kepadanya.


"Renji Aizen cucuku memiliki sebuah tanda lahir pada salah satu bagian tubuhnya. Apakah kamu bisa membuktikan dan memperlihatkannya kepada kami?" nenek Yu yang sejaj dari tadi terdiam, kini mulai berbicara kembali dan menatap lekat Kyo.


Kyo terdiam selama beberapa saat, lalu mulai menjawab ucapan sang nenek.


"Nenek benar sekali. Aku memiliki tanda lahir tepat pada lengan kanan atasku. Dan kini aku akan memperlihatkannya kepada bibi dan nenek."

__ADS_1


Ucap Kyo mulai melepaskan pakaian hangatnya lalu melepaskan beberapa kancing pakaian atasnya hingga membuka sedikit pakaiannya bagian atas. Mereka cukup tercengang saat melihat sebuah tanda lahir tipis dan kecil yang berada pada lengan atas sebelah kanan Kyo.


"Ka-kamu ... jadi kamu adalah benar-benar Renji Aizen yang sebenarnya?" ucap Kaguya menutup mulutnya dengan jemarinya dan sepasang matanya juga membulat.


"Sudah aku duga. Kamu adalah benar-benar cucuku." ucap nenek Yu dengan senyum penuh binar, hingga membuat guratan-guratan halus itu semakin terlihat nyata menghiasi wajahnya.


"Tapi, Bibi ... nenek. Tanda lahir saja masih belum cukup kuat dan masih bisa dimanipulasi. Aku akan melakukan tes DNA bersama nenek Yu. Apakah nenek bersedia melakukannya?" tanya Kyo beralih menatap sang nenek.


"Tentu saja nenek akan melakukannya, Sayang. Ayo! Ayo! Kita segera pergi ke rumah sakit!" seru nenek Yu sangat bersemangat.


"Ibu. Kamu baru saja meminum obatmu. Tunggu dulu selama beberapa saat dan istirahatlah sebentar dulu." sahut Kaguya memperingatkan dengan nada seperti sedang memperingatkan seorang anak kecil.


"Ahh ... baiklah-baiklah ..." sahut nenek Yu sedikit kesal.


"Apakah nenek sedang sakit? Mengapa nenek menggunakan kursi roda?" tanya Kyo meraih jemari nenek Yu dan mengusapnya dengan lembut.


"Hanya penyakit orang tua saja kok. Jangan khawatir." jawab nenek Yu dengan tawa bahagia.


Pandangan nenek Yu kini mulai beralih menatap Kana. Karena tanggap dan telah melupakan Kana untuk beberapa saat, akhirnya Kyo mulai berdiri kembali dan meraih tangan Kana untuk mendekati nenek Yu.


"Nenek, bibi. Kenalkan, dia adalah Kana. Istriku." ucap Kyo memperkenalkan Kana.


"Salam kenal, Nenek ... bibi ..." ucap Kana membungkukkan badannya.


"Cantik sekali. Kalian berdua sangat serasi." ucap nenek Yu yang sukses membuat wajah Kana merona.

__ADS_1


Karena merasa sangat bahagia dan rindu, mereka masih saja berbincang cukup lama. Bahkan mereka baru sempat pergi ke rumah sakit saat sore hari.


__ADS_2