
Ruangan kerja Mamo Aizen, Owner dari Aizen Group.
Di dalam ruangan itu kini sudah ada Mamo Aizen, Kyo, Kana, Ellios, nenek Yu, bibi Kaguya, Ryuma, Renji Aizen, Akashi Aizen serta istrinya yang juga ikut dipanggil menyusul mereka semua.
"Nyonya besar Yu Natsuhiko, sekali lagi aku minta maaf atas semua kejadian di kantor pusat." ucap Mamo Aizen merasa sungkan kepada nenek Yu.
"Tidak masalah, Nyonya Besar Mamo Aizen. Jangan khawatir dan jangan merasa sungkan. Hal seperti ini sudah sering aku lihat kok." sahut nenek Yu dengan santai.
"Terima kasih atas pengertiannya, Nyonya besar Yu Natsuhiko."
Kali ini pandangan Mamo Aizen mulai menatap satu persatu dari mereka semua selain nenek Yu.
"Sebenarnya apa sedang terjadi? Mengapa ada keributan memalukan seperti itu di kantor pusat ini?! Adakah yang bisa menjelaskannya kepadaku?!" tanya Mamo Aizen dengan suara yang cukup tegas dan menggelegar.
Meskipun sudah cukup tua, namun auranya masih sangat kuat dan penuh kharismatik tinggi. Dan hanya dengan menatap maatanya saja, sudah membuat seseorang bernyali ciut.
"Ibu. Mereka datang dan membuat keributan di perusahaan kita ini. Aku berusaha untuk memperingatkan mereka. Namun mereka malah melawan dan berbuat sangat tidak sopan. Jadi aku memerintahkan keamanan untuk membawa mereka keluar dari perusahaan. Namun lagi-lagi mereka malah melawan dan membuat keributan."
Ucap Akashi melaporkan kepada Mamo Aizen.
"Nyonya besar Yu Natsuhiko adalah tamuku. Mengapa kamu malah memintanya untuk pergi, Akashi? Beliau adalah besan dari keluarga Aizen. Apakah sikapmu ini adalah pantas dan terpuji?" ucap Mamo Aizen dengan sepasang mata yang menyorot tajam di balik kaca mata beningnya.
"Ibu, maafkan aku. Tapi aku tidak tahan melihat sikap dari orang-orang yang dibawanya hari ini. Mereka sungguh tidak beretika dan sangat kasar." ucap Akashi membela diri.
__ADS_1
"Papa benar, Nenek. Aku juga melihat semua itu dengan mata kepalaku sendiri. Kyo bahkan menyerang staff keamanan kita dan membuatnya terluka cukup parah." sela Ryuma membela Akashi.
"Bukankah papa sudah bertindak benar, Nenek? Papa hanya ingin melindungi Aizen Group dari para perusuh ini!" timpal Ryuma kembali membela sang papa.
Mamo Aizen beralih menatap Kyo dan menghela nafas lalu menghembuskan nafas kasarnya ke udara setelah beberapa saat.
"Kyo Shigeta. Bukankah kamu adalah salah satu pekerja di perusahaan cabang di Kanagawa divisi keamanan? Mengapa kamu bisa sampai ada disini?" tanya Mamo Aizen masih memlerlihatkan wajah tegas dan serius.
"Nenek. Apa nenek sama sekali tidak sama sekali tidak mengenaliku?" tanya Kyo bergetar dan menatap dalam wanita tua yang masih memperlihatkan ekspresi rumit itu.
"Apa maksud dari ucapanmu? Dan mengapa kamu memanggilku nenek?" tanya Mamo Aizen masih dengan kening berkerut.
"Karena dia adalah cucu yang selama ini kamu cari, Nyonya besar Mamo Aizen. Dia adalah Renji Aizen yang sebenarnya." potong nenek Yu menatap Kyo penuh haru. "Dia adalah cucu kita ..."
"Kalung ini adalah bukti kuat! Kalung ini telah membuktikan siapa dia! Dia adalah Renji Aizen! Karena selama ini kalung ini hanya dimiliki oleh 3 keluarga ini Aizen!" imbuh Akashi menarik kalung berliontin batu kristal kebiruan yang dikenakan oleh Renji Aizen berjas abu-abu.
"Papa benar! Jelas-jelas kakak Renji sudah ditemukan! Tapi kamu malah mengatakan jika dirimu adalah kak Renji yang sebenarnya! Dasar tidak tau malu!" ketus Ryuma mencibir.
Kyo tertawa lirih dan melenggang maju beberapa langkah dan menghampiri Akashi, Ryuma serta Renji Aizen berjas abu-abu.
"Jika dia memang adalah Renji Aizen, maka seharusnya beberapa pertanyaan yang akan diberikan oleh kedua neneknya bisa kamu jawab dengan mudah." ucap Kyo penuh percaya diri.
"Ayo, Nenek Mamo Aizen ... ajukan pertanyaan untuk tuan muda yang telah hilang selama 25 tahun ini? Tuan muda Renji Aizen yang telah hilang selama 25 tahun yang sebenarnya tentu akan bisa menjawab pertanyaan itu." imbuh Kyo dengan senyum manisnya menatap Mamo Aizen.
__ADS_1
Mamo Aizen terdiam selama beberapa saat dan akhirnya mulai melontarkan sebuah pertanyaan untuk Renji Aizen berjas abu-abu itu.
Akashi, Ryuma dan Renji Aizen berjas abu-abu terlihat mulai gelisah karena mereka khawatir jika mereka tak akan bisa mengatasi masalah ini dan pada akhirnya malah akan menjadi bumerang untuk mereka sendiri.
"Ibu, jangan dengarkan dia! Dia hanyalah orang luar yang ingin menghancurkan keluarga kita! Sebaiknya kita segera mengusirnya saja! Atau dia akan bertindak lebih berlebihan." ucap Akashi menyarankan dengan cepat.
"Sebenarnya siapakah sebenarnya orang luar yang ingin menghancurkan keluarga Aizen? Bahkan hinngga mereka dibutakan oleh impiannya saja dan sangat serakah hingga melakukan hal nekat dan menyebabkan orang lain celaka?" potong Kyo dengan sepasang mata yang bergetar menatap Akashi, karena saat ini dia sedang mengingat kejadian naas yang dialami kedua orang tuanya dan dirinya 25 tahun yang lalu.
"Jaga mulutmu!! Kamu orang luar dan tidak tau apapun tentang keluarga kami" tandas Akashi semakin kehilangan kendalinya.
"Papa benar, Nenek. Jika nenek mendengarkan dan menuruti apa mau mereka, maka itu akan membuat kak Renji sedih dan sakit hati. Tolong pikirkan baik-baik, Nenek ..." imbuh Ryuma memohon kepada Mamo Aizen.
"Nenek. Akulah Renji Aizen. Akulah cucumu yang selama ini kamu cari, Nenek." ucap Renji Aizen berjas abu-abu menatap lekat Mamo Aizen, lalu dia mulai beralih menatap Kyo.
"Aku sungguh tidak menyangka jika kamu bisa sampai melakukan hal senekat ini. Padahal aku sangat menyukaimu saat pertama kali melihatmu di perusahaam cabang. Aku mengira jika kamu tulus berbuat baik untuk nenekku. Tapi ternyata kamu hanya sedang menjalankan siasat licikmu saja untuk mendekati nenekku dan melakukan semua ini. Aku sungguh sangat kecewa padamu, Kyo Shigeta!"
Ucap Renji Aizen menatap Kyo penuh kekecewaan.
Kyo kembali tertawa kecil bergantian menatap Renju Aizen berjas abu-abu, Ryuma dan Akashi.
"Sandiwara kalian benar-benar sangat menakjubkan. Tapi seberapa keras kalian akan berusaha melakukanya, kalian akan segera terjatuh! Karena aku sudah memiliki semua bukti kuat. Bahkan bukti itu lebih kuat jika dibandingkan dengan kalungku yang telah kalian curi itu!" ucap Kyo sengaja memprovokasi sambil menatap kalung yang sedang dikenakan oleh Renji Aizen berjas abu-abu.
"Kurang ajar!! Beraninya kamu menuduhku telah mencuri kalung itu!!" geram Akashi meraih kerah baju Kyo dengan wajah yang sudah memerah padam.
__ADS_1
Mamo Aizen yang menyaksikan semua keributan ini masih terdiam dan berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. Karena saat ini dia merasakan pusing yang sangat luar biasa.