The Hidden Prince

The Hidden Prince
Harus Mengungkap Kebenaran !


__ADS_3

Setelah melakukan tes DNA, mereka memutuskan kembali untuk ke kediaman Natsuhiko. Karena nenek Yu mengajak Kana dan Kyo untuk menginap di rumahnya.


Dan tentu saja nenek Yu tak akan membiarkan Kana dan Kyo yang sudah jauh-jauh datang dari Tokyo malah menginap di hotel. Jadi nenek Yu menahan mereka untuk tetap berada di rumah besarnya.


Mereka melangsungkan makan malam bersama sambil berbincang. Suasana sangat hangat saat ini. Dan jika bisa, sebenarnya nenek Yu ingin menahan Kyo dan Kana untuk tinggal bersama dengan mereka di Nagano.


Namun Kyo terus memberikan pengertian untuk sang nenek akan hal ini. Sehingga nenek Yu dan bibi Kaguya juga memahami situasi yang sedang terjadi saat ini. Jika seseorang sedang memiliki niat yang buruk yaitu dengan memakai identitas Renji Aizen untuk meraup seluruh aset milik keluarga Aizen.


"Aku harus mengungkap semua sandiwara mereka, Nenek, bibi. Sebenarnya bukan karena aku yang sangat menginginkan semua harta dan aset keluarga Aizen agar jatuh ke tanganku. Bukan karena aku yang ingin menjadi pewaris tunggal keluarga Aizen. Namun karena aku tidak rela jika mereka para penipu itu beraksi dan menipu nenek. Nenek sangat mengharapkan kehadiran Renji Aizen, namun mereka malah menipu nenek dan mempermainkan perasaan nenek seperti ini. Rasanya membuat hatiku sakit dan nyeri. Bukan hanya nenek Mamo, tapi juga semua orang juga telah ditipu olehnya. Aku tidak bisa diam saja, Nenek. Aku harus mengungkap kebohongan mereka!"


Ucap Kyo kembali menjelaskan kepada nenek Yu dan sang bibi.


"Baiklah-baiklah. Nenek paham akan hal itu. Kamu tenang saja. Hasil tes DNA akan segera keluar lusa. Kalian bisa segera kembali ke Tokyo dan mengungkap semua ini. Dan nenek dan bibimu Kaguya juga akan menemani kalian. Nenek dan bibimu akan mendukung kalian berdua." ucap nenek Yu dengan hangat menatap Kana dan Kyo secara bergantian.


"Terima kasih, Nenek." ucap Kyo dengan tulus.


"Sama-sama, Sayang. Hhm, andai saja pria yang merawatmu saat itu lebih awal mengatakannya kepadamu, Renji. Pasti nenekmu ini tak akan menunggu selama ini. Dua puluh lima tahun ... nenek selalu menunggumu untuk kembali. Dan kini nenek benar-benar bertemu denganmu." ucapnya penuh haru, dan sepasang matanya mulai berkaca-kaca kembali mematap Kyo.


"Maafkan aku, Nenek. Aku juga tidak pernah mengira sebelumnya jika aku adalah cucu dari keluarga Aizen dan Natsuhiko. Selama 25 tahun aku hidup menjalani hari-hariku bersama kakek dan menganggapnya seperti kakekku yang sesungguhnya. Namun rupanya tidak ... selama 25 tahun kakek bahkan telah menyimpan rahasia ini seorang diri. Aku tidak bisa menyalahkannya, karena selama itu hanya aku yang dia miliki. Aku memahami perasaannya, Nenek. Kakek pasti akan sangat takut ketika membayangkan jika aku akan pergi meninggalkannya saat itu. Aku juga minta maaf kepada nenek atas hal in." ucap Kyo terlihat murung.


"Sudah. Tidak apa-apa kok. Yang terpenting saat ini kita sudah berkumpul bersama lagi. Dan bahkan kamu juga sudah menikah dengan Kana. Gadis yang baik hati dan juga cantik. Bukan hanya parasnya yang cantik, namun hatinya juga sangat baik dan lembut. Nenek bisa melihat semua itu melalui matanya. Kalian harus selalu bersama dan tidak boleh berpisah!" ucap nenek Yu beralih menatap Kana lekat.


Kana tersenyum malu mendapatkan pujian dari nenek Yu.


"Nenek benar. Kana sangat cantik dan berhati lembut. Dia bahkan bisa menerimaku disaat aku tak memiliki apapun di dalam kehidupanku ini. Aku sangat beruntung karena memilikinya, Nenek."

__ADS_1


Ucap Kyo mulai teringat disaat paman, bibi Kana, teman-teman Kana yang selalu menghina dan meremehkannya saat itu, namun Kana selalu saja ada untuknya. Kana tidak pernah meninggalkannya dan terus mempertahankan dirinya.


"Dan nenek tenang saja. Aku tidak akan pernah melepaskan Kana untuk selamanya, Nenek. Tidak akan pernah!" imbuh Kyo mulai meraih jemari Kana di hadapan nenek Yu dan bibi Kaguya.


Nenek Yu dan Kaguya yang melihat pasangan muda itu tersenyum hangat dan terlihat bahagia.


"Syukurlah jika memang begitu." ucap sang bibi yang tak bisa lagi untuk menahan senyum lebar bahagianya.


"Baiklah. Kalau begitu kapan kalian akan segera memberikan cicit untukku?" ucap nenek Yu dengan nada jenaka menggoda Kana dan Kyo.


Wajah Kana yang mendengarkan hal ini, seketika merona seperti tomat. Bahkan Kyo juga terlihat tersipu malu.


"Nenek tidak bisa menimangmu lebih lama saat itu, jadi kalian harus segera memberikan cicit untuk nenekmu yang sudah tua ini." ucap nenek Yu lagi karena Kyo maupun Kana masih saja terdiam dengan wajah merona.


"Nenek doakan saja untuk kami. Semoga malakikat itu segera hadir dalam keluarga kecil kami." ucap Kyo dengan tenang dan sesekali melirik Kana yang masih menunduk dan tersipu malu.


"Ibu. Ini sudah semakin larut. Biarkan mereka berdua beristirahat dulu. Ibu juga harus segera minum obat dan beristirahat. Ayo aku antarkan ke kamar ibu." bujuk Kaguya sambil sedikit mendorong kursi roda nenek Yu.


"Baiklah. Kalian segeralah beristirahat dulu. Besok kalian harus menemani nenek untuk melihat bunga-bunga di taman dan berjalan-jalan di sekitar." ucap nenek Yu sebelum meninggalkan Kana dan Kyo.


"Baik, Nenek." sahut Kana dan Kyo bersamaan.


"Sayang, kamu pasti sangat lelah. Ayo kita juga segera beristirahat." Kyo segera menggandeng tangan Kana.


Kana menganguk dan tersenyum hangat mengiyakan ajakan Kyo. Mereka mulai mendatangi kamar mereka berdua yang berada di lantai 3.

__ADS_1


.


.


.


Di dalam kamar yang juga terlihat rapi dan mewah ini, Kana dan Kyo masih terduduk bersama di tepian tempat tidur. Mereka berdua masih berbincang dengan obrolan ringan seperti biasa. Karena berbincang bersama ini seakan membuat mereka berdua semakin dekat dan merasa nyaman satu sama lain.


"Sayang, maaf jika nenekku terlalu menekan kita. Dan untuk soal anak ... aku tidak akan memaksamu jika kamu belum menginginkannya. Kamu masih kuliah dan pastinya kehamilan dan menjadi seorang ibu akan sedikit menyulitkanmu. Jadi ..." ucap Kyo belum menyelesaikan ucapannya, karena Kana segera memotongnya.


"Aku siap, Kak. Aku tidak peduli bagaimanapun beratnya semua itu. Aku ... malah sangat menantikannya ..." potong Kana dengan sepasang pupil mata yang bergetar saat bertatapan dengan Kyo.


"Benarkah itu?"


"Hhm. Tapi jika kakak memang belum menginginkannya ... aku akan ..."


"Tentu saja aku juga menginginkannya ..." pangkas Kyo yang membuat wajah Kana kembali merona.


Kyo benar-benar merasa sangat beruntung karena selama ini selalu ada sosok Kana di sisinya. Masih dengan senyuman yang begitu berbinar, dia mulai memiringkan wajahnya mendekati wajah Kana. Namun sebuah notifikasi pesan mulai terdengar melalui ponsel Kana, sehingga membuat Kyo menghentikan semua itu.


TRING ...


"Bukalah dulu. Mungkin ada sesuatu yang penting.


Kana mengagguk dan dengan patuh segera memeriksa pesan pada ponselnya.

__ADS_1


Kana, kamu harus lihat semua ini! Ellios.


__ADS_2