The Hidden Prince

The Hidden Prince
Salju, Selalu Mengingatkanku Padamu


__ADS_3

BRAKKK ...


Kiro menggebrak meja dengan sangat keras. Pemuda itu itu terlihat sangat frustasi dan tak bisa menutupi kemarahannya lagi. Wajah putihnya seketika menjadi memerah.


Sementara pria paruh baya yang masih terduduk di hadapannya juga terlihat begitu lesu seakan tak memiliki sebuah harapan untuk mendapatkan perlindungan dari Kiro lagi. Dia tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menjalankan keinginan dari Kiro, meskipun taruhannya adalah dirinya sendiri.


"Jika kamu tak bisa memisahkan mereka, kamu tentu sudah tau bukan apa konsekuensi yang harus kamu terima? Kamu akan kehilangan jabatanmu sebagai manager di perusahaan papaku! Dan kamu juga akan ditendang secara tidak hormat atas kasus penggelapan uang perusahaan papa! Dan kamu akan mendekam di penjara!!"


Ucap Kiro masih menatap tajam Yoshi. Ucapannya begitu penuh dengan penekanan dan ancaman. Dan tentu saja sebenarnya hal itu cukup menakutkan untuk pria paruh baya itu.


"Aku mohon jangan lakukan itu, Tuan muda Kiro. Selama ini aku bahkan sudah sangat berusaha untuk memisahkan mereka berdua. Aku bahkan sudah pernah berusaha untuk menjebak mereka berdua. Tapi rupanya gara-gara kejadian saat itu, malah membuat mereka berdua semakin dekat dan lengket. Maafkan aku, Tuan muda Kiro ..."


"Cukup!!" pangkas Kiro dengan suara yang sangat menggelegar. "Aku memintamu datang menemuiku saat ini bukan untuk mendengar hubungan Kana dan Kyo yang semakin dekat!!"


"Ma-maaf, Tuan muda Kiro. Aku salah ..."


"Atau kamu sudah mulai merasa tenang dan mulai mengabaikanku, Paman Yoshi? Apa kamu mengira jika kamu akan mendapatkan perlindungan dari menantu kalian yang saat mendadak menjadi anak kaya raya dan terpandang itu? Cihh ..." ucap Kiro tersenyum remeh dan memojokkan Yoshi.


Yoshi semakin menunduk dan kebingungan harus berbuat apa saat ini. Posisinya saat ini benar-benar sangat sulit!


"Aku akan memberikan kesempatan sekali lagi padamu! Apa kamu masih mau melakukannya, Paman Yoshi?" tanya Kiro menundukkan kepalanya dan semakin menatap lekat Yoshi.


Yoshi mengambil nafas panjang, lalu mengeluarkannya perlaha.


"Baiklah. Aku akan melakukannya. Katakan saja padaku. Apa yang harus aku lakukan kali ini?" tanya Yoshi akhirnya.


Kiro menyeringai puas mendengarkan jawaban dari Yoshi, karena itu artinya Yoshi masih berada di pihaknya dan bukan di pihak Kyo.

__ADS_1


"Aku akan memberitahukan rencana itu saat waktunya telah tiba!" sahut Kiro masih tersenyum penuh misteri.


...🍁🍁🍁...


Sore ini Renji mengajak Kana untuk berjalan-jalan untuk melihat taman kota. Dua hari ini mereka selalu menghabiskan waktu bersama dan tak pernah berpisah sama sekali. Jikapun harus berpisah, mereka hanya berpisah ketika mereka sedang menjalankan ritual mandi masing-masing.


Karena besok malam Renji harus sudah kembali ke Ginza untuk melakukan beberapa tugas dan tanggung jawab barunya sebagai penerus utama di Aizen Group.


Kini mereka sedang berada berdiri di pinggiran sebuah danau di taman kota dengan air yang begitu jernih dan tenang. Menatap sekerombolan ikan yang berenang dan sesekali melompat ke permukaan air kolam.


"Sayang, pejamkan matamu ..." ucap Renji tiba-tiba.


"Ehh? Ada apa?" tanya Kana cukup terkejut.


"Aku punya sesuatu untukmu. Ayo, pejamkan matamu, Sayang ..." ucap Renji dengan senyum hangatnya menatap Kana.


Renji mulai mengambil sesuatu dari saku pakaian hangatnya lalu mulai memakaikan sebuah kalung dengan liontin berbentuk salju kecil yang berkilauan pada leher jenjang Kana.


"Sudah. Kamu bisa membuka matamu sekarang ..." ucap Rendi lirih namun masih tetao terdengar hangat.


Kana membuka sepasang matanya dan mulai melihat kalung indah itu. Senyumnya terlihat semakin merekah saat melihat kalung itu.


"Cantik sekali. Terima kasih, Sayang ... tapi bukankah kalung ini sangat mahal. Aku melihatnya di sebuah iklan terbaru dari Ruby Shine." ucap Kana mulai terlihat murung.


Renji yang mendengar ucapan Kana seketika tertawa kecil dan berkata, "Selama ini aku tidak pernah membelikan sesuatu yang benar-benar berharga untukmu. Dan kali ini aku hanya ingin memberikan sesuatu dengan benar untukmu."


"Apa kamu menyukainya?" imbuh Renji kembali bertanya.

__ADS_1


Kana kembali mengangguk dengan wajahnya yang masih berseri.


"Apapun yang kamu berikan padaku, aku akan selalu menyukainya." ucapnya dengan manis dan sukses membuat Renji merasa bahagia tak terkira.


"Terima kasih." ucap Renji lirih dan mulai berpindah di belakang Kana lalu melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Kana. Sementara kedua tangan Kana mulai ditumpangkan di atas kedua tangan Renji yang memeluk tubuhnya.


"Salju akan selalu mengingatkan aku padamu. Karena di malam bersalju itulah pertama kali kita bertemu. Di malam yang sangat dingin itu, betapa beruntungnya aku karena bertemu dengan seorang gadis yang begitu baik, hangat dan berhati lembut. Dan aku semakin merasa beruntung karena aku bisa memilikimu." ucap Renji lirih dan mulai mengecup pipi Kana.


"Dan di malam bersalju itu aku bertemu dengan pahlawan penyelamatku. Terima kasih karena sudah datang saat itu ..." balas Kana yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat ini, wajahnya begitu berseri.


"I love you, Kana ..." ucap Renji semakin memperkuat pelukannya dan kembali mengecup pipi Kana.


"Love you more, Dear ..." balas Kana lirih.


...🍁🍁🍁...


Malam ini tiba-tiba saja ada sebuah acara perayaan makan malam bersama dengan kantor cabang Aizen Group yang berada di Kanagawa. Dan karena Renji sedang berada di Kanagawa, maka dia juga akan menghadiri perayaan ini.


Dan tentunya Renji juga mengajak Kana untuk menghadiri pesta perayaan itu. Dan sebenarnya perayaan itu dibuat oleh para pekerja yang dulu sempat mengenal dekat Renji saat dia pekerja di devisi keamanan.


Mereka yang mendengar jika Renji sedang berada di Kanagawa, kini berniat untuk membuat sebuah pesta sebagai perayaan Renji yang kini sudah resmi menjadi seorang pewaris tunggal dari Aizen Group.


Kana berdandan dengan cantik dan anggun seperti biasanya. Sentara Renji mengenakan sebuah setelan jas mewah yang sebenarnya adalah pilihan dari Mamo Aizen. Karena Mamo Aizen membelikan pakaian serta apapun untuk Renji saat dia sedang berada di Ginza.


Kana dan Renji mulai meninggalkan kediaman Zaraki dengan Buggati Divo hitam metalik baru milik Renji. Namun kepergian mereka berdua rupanya ditatap sinis oleh pasangan paruh baya yang sedang berada di balkon lantai 3.


"Mereka sudah pergi. Apa kamu yakin akan melakukan hal itu? Bagaimana jika kamu gagal melakukannya? Kamu akan habis di tangan Kiro. Dan bagaimana jika kamu berhasil melakukannya? Kamu juga akan berakhir di tangan Renji Aizen. Karena dia tak bisa kita remehkan. Selain seorang tuan muda, dia juga cukup cerdas untuk menghadapi apapun. Apa kamu lupa bagaimana dia membongkar kebusukan Akashi dan putranya? Posisi ini sangat tidak baik untuk kita ..." ucap wanita paruh baya itu tampak gusar.

__ADS_1


Sementara itu Yoshi masih terlihat cukup dilema harus menentukan apa yang akan dia lakukan saat ini.


__ADS_2