
Semua orang segera membungkukkan badan untuk menyambut kedatangan mereka berdua. Termasuk Kyo. Namun sesekali Kyo juga menengadahkan wajahnya, karena dia merasa sangat penasaran dengan sosok pria yang mereka sebut-sebut sebagai Renji Aizen yang baru saja kembali berkumpul bersama keluarga besarnya.
Pria itu memiliki paras yang cukup tampan dan rupawan. Wajahnya juga terlihat tenang. Dan satu lagi yang membuat Kyo terdiam cukup lama saat memandangi pria itu adalah, saat Kyo melihat sebuah kalung berliontin batu kristal kebiruan yang sudah melingkar manis pada leher pria itu.
Kalung itu terlihat sangat mirip dengan kalungku yang hilang. Apakah jangan-jangan kalung itu adalah milikku? Lalu bagaimana dia mengetahui jika sebelumnya aku memiliki kalung itu? Dan kapan dia mengambilnya? Aku bahkan tak pernah bertemu denganmya sebumnya.
Batin Kyo malah melamun, sehingga dia malah tidak membungkuk dengan baik. Hal itu disadari oleh Renji Aizen yang kebetulan melintas di dekatnya.
Renji Aizen menghentikan langkah kakinya dan menatap Kyo dengan tatapan rumit. Mamo Aizen yang menyadari hal itu malah dengan ramah menyapa Kyo.
"Kyo, bagaimana keadaanmu? Apa sudah merasa lebih baik? Ternyata kamu sudah masuk bekerja kembali ya ..." ucap Mamo Aizen dengan ramah dan sukses membuat hampir seluruh orang melongo kebingungan.
Bagaimana mungkin sosok seorang Mamo Aizen yang begitu tinggi mengamati dan memperhatikan bawahan seperti Kyo. Bahkan Kyo masih terbilang anak baru di dalam perusahaan cabang ini.
"Kabarku sudah lebih baik, Nyonya besar Mamo Aizen. Terima kasih atas perhatiannya, Nyonya besar Mamo Aizen." jawab Kyo dengan nada rendah dan kembali membungkukkan badannya.
"Syukurlah jika memang seperti itu. Aku bisa merasa lebih lega." jawab Mamo Aizen dengan seulas senyum hangat.
"Siapa dia, Nenek?" tanya pria yang berdiri tepat di samping wanita paruh baya itu ingin tau.
"Dia adalah Kyo yang bekerja pada divisi keamanan di perusahaan cabang ini. Beberapa hari yang lalu, Kyo sudah menyelamatkan nenek dari seseorang yang ingin mencelakai nenek hinga Kyo malah terluka cukup parah dan dirawat di rumah sakit." jelas Mamo Aizen kepada Renji Aizen.
Renji Aizen mulai beralih menatap Kyo dan tersenyum hangat.
__ADS_1
"Aku sangat berterima kasih padamu, karena kamu telah melindungi dan menyelamatkan nenekku. Datanglah ke ruanganku setelah ini. Aku akan memberikan sesuatu untukmu." ucap Renji Aizen dengan ramah.
Namun belum sempat Kyo menjawab ucapannya dia segera mengajak Mamo Aizen untuk.segera pergi meninggalkan tempat ini. Hampir semua orang yang melihat semua ini seketika memuji-muji kebaikan Renji Aizen.
.
.
.
Seperti yang telah diperintahkan untuknya, akhirnya Kyo mulai mendatangi ruangan Renji Aizen yang berada di lantai 7. Setelah mengetuk pintu beberapa kali, akhirnya dia mulai dipersilakan masuk oleh sang pemilik ruangan sementara.
Karena Renji Aizen ataupun Mamo Aizen sebenarnya tidak akan selalu berada di perusahaan cabang ini. Mereka akan lebih sering berada di perusahaan pusat saja.
"Aku Kyo, datang untuk memenuhi panggilan tuan muda." ucap Kyo membungkukkan badannya saat sudah menghadap Renji Aizen.
"Terima kasih atas kemurahan hatinya, Tuan. Tapi aku melakukan semua itu dengan tulus dan tidak pernah mengharapkan imbalan apapun." jawab Kyo dengan nada rendah karena khawatir akan menyinggung pria itu.
Lagi-lagi Kyo melihat kalung berliontin batu kristal biru yang sedang dikenakan oleh Renji Aizen saat ini. Kali ini lebih dekat dan sangat jelas. Kalung itu benar-benar sangat mirip dengan kalung milik Kyo yang telah hilang beberapa hari yang lalu.
Pandangan Kyo cukup lama menatap kalung itu, dan hal itu ternyata disadari oleh Renji Aizen. Dia malah sengaja mengeluarkan kalung itu hingga semakin terlihat oleh Kyo.
"Ada apa? Mengapa kamu malah menatap kalung ini terus? Apa kamu menginginkan kalung ini sebagai hadiah? Tapi sayang sekali aku tidak akan pernah memberikan kalung ini untuk siapapun. Kalung ini adalah bukti kuat dan hanya dimiliki oleh keluarga inti Aizen saja." ucap Renji Aizen memilin liontin kristal kebiruan yang sangat indah itu.
__ADS_1
"Kyo Shigeta, kamu sungguh sangat baik. Tapi aku tak bisa memberikan kalung ini untukmu." imbuhnya lagi.
"Tuan muda Renji Aizen, maaf ... tapi bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?" tanya Kyo dengan sangat hati-hati.
"Katakan saja padaku." jawab Renji Aizen dengan santai.
"Kalau boleh tau, darimana tuan muda mendapatkan kalung itu?"
"Tentu saja kalung ini aku dapatkan dari kedua orang tuaku. Mereka terjatuh di jurang ean meninggal dan hanya meninggalkan kalung ini untukku. Hanya saja ... aku baru memutuskan untuk kembali lagi setelah 25 tahun. Karena selama ini aku berada di luar negeri bersama seseorang yang selama ini merawatku." ucap Renji Aizen penuh binar dan tanpa beban sama sekali.
Bohong! Tidak mungkin bukan saat itu ada 2 buah mobil yang mengalami kecelakaan maut dan terjatuh di dalam jurang? Dan tidak mungkin bukan ada dua keluarga Aizen yang mengalami kecelakaan maut 25 tahun yang lalu? Entah mengapa aku menjadi semakin yakin, jika kalung yang sedang dia pakai itu adalah kalungku. Dan aku juga merasa sangat yakin jika pria ini bukanlah Renji Aizen. Karena akulah Renji Aizen yang sebenarnya. Dia hanya mengaku-ngaku dan memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa mengelabuhi nenek dan bergabung ke keluarga besar Aizen. Jika memang seperti itu, itu artinya nenek juga berada dalam bahaya. Bahkan malam itu saja para berandalan hampir saja mencelakai nenek. Aku harus melakukan sesuatu untuk membongkar semua sandiwaranya ini! Aku harus segera melakukakn sesuatu!
Batin Kyo tanpa sadar mengepalkan tangannya, sementara pandangannya masih menatap lekat kalung berliontin baru kristal berwarna biru itu.
CEKLEKK ...
Belum sempat terjadi perbincangan diantara mereka berdua kembali, kini tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka tanpa ada sebuah ketukan ataupun tanpa ada sebuah kata permisi terlebih dulu.
Terlihat Ryuma mulai memasuki ruangan ini. Dia segera menghampiri Renji Aizen. Namun dia sempat memberikan tatapan penuh ketidaksukaan saat menatap Kyo. Bahkan sebenarnya dia cukup lama menatap Kyo.
"Aku ingin bicara dengan kakakku. Bisakah kamu meninggalkan kami berdua?" ucap Ryuma seolah mengusir Kyo secara halus.
Kyo hanya mengangguk lalu segera berpamitan dengan membungkukkan badannya. Dia segera meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
"Kak Renji, jangan terlalu mudah untuk bergaul dengan seseorang. Dan jangan mudah untuk mempercayai orang asing ..."
Samar-samar Kyo masih bisa mendengarkan perbincangan mereka berdua, namun dia tak menghiraukannya dan terus melenggang untuk segera kembali bekerja.