The Hidden Prince

The Hidden Prince
Extra Part ( Hadirnya Pangeran Kecil )


__ADS_3

Dua bulan kemudian ...


Suasana saat ini sedang dipenuhi dengan kehawatiran. Kana diperkirakan tidak akan bisa melahirkan dengan normal karena tiba-tiba saja kontraksi itu tidak berlanjut.


Hingga akhirnya dokter menyarankan untuk segera melakukan oprasi karena mengkhawatirkan bayi tersebut akan terlalu lama dan tidak segera lahir.


Hingga akhirnya Renji yang pada awalnya selalu menemani Kana di dalam ruangan tersebut, kini harus keluar dan hanya bisa menunggu di luar saja.


Beberapa saat Renji hanya terlihat mondar-mandir di depan ruangan bersalin VIP itu. Dia tidak merasa tenang karena tidak bisa menemani Kana saat ini. Dia sangat mengkhawatirkan Kana dan juga buah hatinya.


"Renji Sayang, Kana dan anakmu pasti akan baik-baik saja. Kamu harus yakin itu!" Mamo Aizen yang juga berada di rumah sakit berusaha untuk menghibur cucunya yang terlihat sangat khawatir dan tidak tenang.


"Benar. Kana pasti bisa melalui semua ini. Dan cicitku pasti juga akan segera melihat dunia ini!" imbuh nenek Yu yang juga sedang berada di rumah sakit membersamai Renji dna tentunya juga bersama bibi Kaguya.


Renji hanya menatap lemah Mamo Aizen dan nenek Yu secara bergantian, lalu dia mengangguk pelan. Namun meskipun begitu, sebenarnya rasa khawatir itu masih saja menguasai hatinya saat ini.


Beberapa saat berlalu dan suasana hatinya masih saja gundah dan gelisah. Hingga akhirnya suara tangisan seorang bayi laki-laki memecahkan keheningan di ruangan bernuansa putih itu, hingga terdengar sampai ke luar ruangan.


Beberapa dokter dan tenaga medis merasa lega dan bahagia setelah pasien VIP nya telah melahirkan dengan selamat.


Beberapa anggota keluarga yang berada di luar ruangan juga mulai menghembuskan nafas lega setelah mendengarkan tangisan bayi laki-laki itu. Begitu juga dengan Renji, sebuah senyuman penuh binar mulai menghiasi bibir tipisnya, namun rasa kekhawatiran itu masih bersemayam menguasai hatinya karena dia belum mengetahui keadaan sang istri.


Setelah beberapa saat, pintu ruangan itu akhirnya mulai terbuka. Seorang wanita berusia 35 tahun dengan jas almamater putih kebanggaannya mulai keluar dari ruangan itu.


Renji segera menghampirinya karena sudah tidak sabar untuk mengetahui keadaan istri dan bayinya.


"Dokter, bagaimana keadaan istri dan anakku?" tanya Renji tak sabaran.


Wanita dengan jas alamamater putih itu mengukir senyumannya dan berkata, "Selamat, Tuan Renji Aizen. Putra tuan sudah terlahir dengan selamat dan sehat. Nyonya Kana Aizen juga selamat."

__ADS_1


Mendengar ucapan itu tentu saja membuat Renji merasa lega bukan main. Kegelisahan beberapa saat yangalu itu kini sirna begitu saja saat mendengarkan ucapan sang dokter.


Bukan hanya Renji saja, namun tentu saja hal ini juga membuat Mamo Aizen dan nenek Yu merasa lega dan juga bahagia, karena cicit mereka berdua telah terlahir di dunia ini dengan selamat.


"Dokter, bolehkah aku masuk?" tanya Renji tidak sabaran.


"Tentu saja, Tuan. Tuan Renji bisa masuk." sahut sang dokter dengan ramah.


Masih dengan senyum berbinar, akhirnya Renji melangkah cepat untuk memasuki ruangan itu. Jantungnya berdegup semakin kencang disaat dia mulai meraih gagang pintu tersebut.


CEKLEKK ...


Pintu berwarna putih itu mulai terbuka, Renji mulai memasuki ruangan itu dengan langkah yang lebih pelan karena merasa gugup namun sebenarnya juga tidak sabaran.


Langkah demi langkah kakinya kini telah membawanya semakin mendekati brankar. Dia melihat Kana yang masih terbaring lemah dengan wajah pucat di atas brankar.


Kana yang menyadari kehadiran sang suami, kini mulai mengukir senyum haru. Jemarinya mulai merasakan kehangatan karena Renji mulai menggenggamnya.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Renji dengan sepasang manik-manik yang bergetar memandangi sang istri.


Kana mengangguk pelan dengan senyuman hangatnya. Wajah pucat Kana membuat Renji merasa sangat bersalah karena tak bisa menemaninya selama proses melahirkan dengan cara opersi itu.


"Maaf ... aku tidak bisa menemanimu saat itu. Pasti sakit sekali ..." ucap Renji sungguh merasa sangat bersalah.


Kana tersenyum hangat dan mengusap genggaman tangan mereka dengan jemarinya yang lain.


"Rasa sakit itu tidak seberapa dan kini sudah tergantikan dengan rasa bahagia setelah melihat putra kita ... pangeran kecil kita ..." ucap Kana dengan manis dan hangat.


Renji semakin menggenggam hangat Kana dan mulai mengecup keningnya lembut.

__ADS_1


"Aku berjanji padamu. Aku akan memperlakukanmu dengan lebih baik dan tak akan pernah menyakitimu. Hari ini ... cintaku untukmu semakin bertambah besar dan kuat, Istriku!" ucal Renji lirih namun begitu penuh keyakinan.


Kana tersenyum hangat dan mengangguk kembali.


Renji mulai melepaskan genggaman tangannya dan beralih menatap pangeran kecilnya yang masih tertidur lelap.


"Pangeran kecil kita sangat tampan dan memiliki sepasang mata yang indah seperti kamu, Sayang." ucap Kana lirih dan penuh binar.


"Dan pastinya dia akan berhati lembut seperti mamanya ..." sahut Renji tersenyum hangat dan mulai menggendong putranya.


"Aku akan memberikan nama untuk pangeran kecil kita ... Kyo Aizen. Aku tak ingin melupakan nama itu ..." ucap Renji masih menatap lekat pangeran kecilnya.


Disaat Renji mengatakannya, bayi kecilnya menggeliat di dalam selimut hangatnya dan tersenyum dengan mata yang masih terpejam.


Kana sama sekali tidak keberatan dengan nama tersebut. Dia malah sangat setuju dan menyukai nama itu.


Tak beberapa lama Mamo Aizen dan nenek Yu juga mulai memasuki ruangan rawat itu. Dan ternyata mereka mendengar saat-saat Renji memberikan nama untuk cicitnya yang baru terlahir.


"Nenek setuju! Nama itu juga sangat bagus!" sahut nenek Yu yang masih terduduk di atas kursi roda yang didorong oleh bibj Kaguya.


"Benar begitu kan, Besan?" imbuh nenek Yu melirik Mamo Aizen yang berdiri di sampingnya.


Mamo Aizen tersenyum hangat dan berkata, "Benar. Nama Kyo selalu mengingatkan aku terhadap sosok pria berhati lembut dan penolong. Aku juga setuju ..."


Suasana bahagia menyelimuti ruangan itu karena kelahiran Kyo Aizen yang semakin melengkapi kebahagiaan mereka.


...🍁🍁🍁...


__ADS_1


__ADS_2