The Hidden Prince

The Hidden Prince
Lembaran Baru


__ADS_3

Akashi masih memeluk kaki Mamo Aizen dan berharap kemurahan hati dari sang ibu. Namun hal sebesar itu yang telah terjadi di masa lalu dan telah merenggut nyawa sang putra serta menantunya, dan membuatnya terpisah dengan cucunya selama 25 tahun tentunya tak akan mudah untuk dimaafkan.


Bahkan Akashi melakukan semua itu dengan sengaja dan direncanakan dengan begitu apik dan rapi. Sehingga Mamo Aizen yamg memang memiliki kepribadian tegas, tentunya akan melakukan sebuah keadilan untuk Akashi dan mereka semua.


"Kamu harus membayar semua ini, Akashi! Aku akan tetap pada keputusanku! Mulai sekarang kalian bulanlah bagian dari keluarga Aizen lagi!" tandas Mamo Aizen dengan sangat tegas.


Tak menunggu terlalu lama, beberapa staff keamanan sudah berbondong-bondong datang dan segera mencekal Ryuma, Akashi, ibu Ryuma dan Renji Aizen palsu.


"Urus mereka dengan baik! Penjarakan mereka dan jangan biarkan ada seseorang yang berani menanggung mereka! Atai orang itu akan langsung berhadapan denganku!!" titah Mamo Aizen kepada salah satu dari pemimpin mereka.


"Baik, Nyonya besar! Dipahami!" sahut salah satu pria itu lalu mulai menggiring mereka meninggalkan ruangan itu.


Teriakan-teriakan dari Akashi maupun yang lainnya tak dihiraukan lagi oleh Mamo Aizen. Wanita paruh baya itu kini mulai beralih menatap Kyo dengan tatapan nanar namun penuh haru.


Pandangan mereka bertemu penuh haru selama beberapa saat. Namun disaat Mamo Aizen ingin mendekati Kyo, Kyo segera mendekatinya lebih dulu dan segera duduk bersimpuh di hadapan Mamo Aizen.


Namun Mamo Aizen segera meraih bahu Kyo dan memintanya untuk berdiri.


"Nenek maafkan aku jika aku sudah membuat cukup banyak kekacauan di perusahaan pusat ini." ucap Kyo yang tentunya juga merasa sangat bersalah.


Mamo Aizen menggeleng samar dengan tatapan haru menatap Kyo. Sepasang matanya bergetar dan masih berkaca-kaca. Jemari yang sudah dipenuhi dengan guratan-guratan halus itu kini mulai meraih sisi samping wajah Kyo.


"Kamu tidak salah. Neneklah yang selama ini sangat bersalah terhadapmu. Maafkan nenekmu ini yang sangat tidak berguna, Renji ... maaf ... nenek tidak bisa menemukanmu selama itu dan malah hidup bersama dengan para pembunuh kedua orang tuamu itu. Maafkan nenek, Renji."


Ucap Mamo Aizen merasa sangat bersalah dan tak berdaya.


"Tidak, Nenek. Ini bukanlah salah nenek. Semua ini sudah takdir. Aku juga minta maaf jika aku baru bisa menemui nenek dan mengungkap semua ini. Aku minta maaf karena selama ini tidak bisa menemani dan menjaga nenek dengan baik. Gomen ..."


Ucap Kyo yang juga merasa bersalah.


Mamo Aizen menggeleng pelan dan mulai memeluk Kyo dengan hangat dan penuh kasih. Suasana di dalam ruangan saat ini seketika dipenuhi dengan kehangatan dan keharuan karena pertemuan mereka berdua yang sudah cukup lama terpisah.

__ADS_1


Bahkan Kana, nenek Yu dan bibi Kaguya juga sangat tersentuh hingga membuat mereka menitikkan air mata haru saat menyaksikan semua itu.


Setelah saling melepas kerinduan selama beberapa saat, Mamo Aizen mulai beralih menatap Kana. Dan kali ini dia mulai memperlihatkan raut wajah kebingungan mengapa bisa sampai ada Kana yang datang bersama dengan cucu dan besannya.


Seolah bisa memahami kebingungan sang nenek, akhirnya Kyo segera meraih tangan Kana dan segera memperkenalkannya kepada sang nenek.


"Nenek, kenalkan. Dia adalah Kana. Istriku." ucap Kyo memperkenalkan Kana.


"Kana Zaraki adalah istri kamu, Renji?" tanya Mamo Aizen cukup terkejut bukan main.


"Iya, Nenek. Kami sudah 6 bulan menikah." sahut Kyo penuh binar.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Mamo Aizen sangat penasaran.


Dia terkejut namun sebenarnya juga merasa sangat bahagia, karena akhirnya mereka berdua benar-benar menikah seperti janji yang telah disepakati oleh keluarga Zaraki dan Aizen yang memang ingin menjodohkan mereka berdua sejak dulu. Namun rupanya kini mereka malah sudah bersatu dengan sendirinya.


"Ceritanya panjang, Nenek. Kapan-kapan aku akan menceritakannya kepada nenek." sahut Kyo dengan seny penuh binar.


Perbincangan hangat mereka masih saja berlanjut selama beberapa saat, seolah-olah mereka sudah melupakan waktu begitu saja.


...🍁🍁🍁...


Dan semenjak saat itu Mamo Aizen menobatkan sang cucu Renji Aizen sebagai pewaris sahnya. Bukan hanya melalui sebuah wacana saja, namun kali ini semua sudah diserahkan kepada Renji Aizen.


Kyo alias Renji Aizen mulai belajar mengelola perusahaan besar utamanya di Ginza. Dan di setiap akhir pekan dia akan mengunjungi kediaman Zaraki, karena Kana masih tinggal di rumah besar Zaraki agar tidak terlalu jauh untuk pergi ke kampusnya.


Ada banyak yang memuji Renji dan merasa iba padanya, namun tak sedikit juga yang menghujatnya karena menilainya urakan karena saat itu melihat secara langsung perselisihannya bersama Ryuma dan Akashi.


.


.

__ADS_1


.


"Aku sungguh tidak menyangka jika pria urakan yang datang ke perusahaan pusat dan membuat kericuhan itu ternyata adalah tuan muda Renji Aizen yang sebenarnya." bisik seorang pekerja yang sedang belajar menyusuri koridor perusahaan pusat


"Ssttt ... pelankan suaramu!" bisik yang lainnya lagi sambil melihat ke sekelilingnya, khawatir jika akan ada yang mendengarnya dan akan melaporkannya.


"Tapi aku sedikit mendengar tentang dia lo. Sebelumnya dia bekerja di kantor cabang di Kanagawa. Dan dia memang miskin dan menikahi seorang putri Menteri Pertahanan hanya karena balas budi." bisik pekerja pria itu lagi.


"Apa maksudmu?"


"Dia menyelamatkan putri seorang Menteri Pertahanan dan meminta balas budinya untuk bisa menikahi putrinya. Sungguh sangat licik. Aizen Group akan hancur dan berantakan jika memiliki pemimpin seperti dia. Yang ada dipikirannya hanya kelicikan. Coba saja bayangkan, dia bahkan bisa mengungkapkan semua rahasia tuan Akashi dan tuan muda Ryuma. Bahkan tentang kecelakaan 25 tahun yang lalu. Apa menurutmu itu bukanlah hal yang menakutkan? Ihhh ... kelicikan dan kemampuannya mendapatkan semua informasi itu sungguh membuatku merinding."


"Baka! ( Bodoh!) Justru itu artinya tuan Renji Aizen sangat cerdas karena bisa membongkar semua itu, meskipun itu sudah sangat lama sekali. Aku malah suka jika dia yang memimpin Aizen Group! Lagipula tuan Akashi dan tuan muda Ryuma memang sudah sangat bersalah. Dan mereka sedang menjalani hukumannya." sahut yang lainnya lagi.


"Tapi dia ..."


Belum sempat melanjutkan pembicaraannya lagi, tiba-tiba saja melihat seorang pria yang masih cukup muda dengan balutan jas hitam dan terlihat tampan, necis dan penuh kharisma melenggang bersama beberapa orang berpapasan dengan mereka.


Mereka bertida seketika mati kutu dan menunduk karena khawatir jika orang yang sedang mereka bicarakan telah mendengar pembicaraaan mereka.


"Masih sangat pagi. Jangan terlalu membuang tenaga. Oh ya ... berikan juga untuk mereka!" ucap pria berjas hitam itu dengan senyum ramahnya, sementara kedua tangannya tersemat rapi di dalam saku celana berbahan super drill itu.


"Baik, Tuan muda Renji." sahut salah satu anak buahnya lalu memberikan sebuah bingkisan untuk mereka bertiga.


"Tuan muda Renji Aizen baru saja kembali dari Yokohama dan membawakan oleh-oleh untuk kalian." ucap pria berjas lainnya yang memberikan bingkisan itu.


Setelah itu Renji Aizen mulai melenggang meninggalkan ketiga staff itu bersama dengan kedua anak buahnya.


...🍁🍁🍁...


Bonus visual Kyo / Renji Aizen setelah dia menjadi pewaris tungal dari Aizen Group.

__ADS_1




__ADS_2