
Keesokan harinya Kyo sudah kembali bekerja. Sebenarnya nenek Yu, bibi Kaguya dan Kana sudah meminta untuk Kyo agar segera mengungkap semuanya.
Namun karena Kyo mendapatkan sebuah informasi jika Momo Aizen hari ini sedang tidak ada di Tokyo, akhirnya Kyo menunda rencananya. Dan Kyo memutuskan akan mengungkap semua sandiwara Ryuma dan Renji Aizen palsu setelah Mamo Aizen kembali ke Tokyo.
"Kyo, tuan Ryuma memintamu untuk segera menghadapnya di dalam ruangannya." ucap salah satu rekan kerjanya ketika Kyo hanya duduk mengerjakan tugasnya dengan komputernya.
"Baiklah. Terima kasih." sahut Kyo segera meninggalkan pekerjaannya dan segera bergegas untuk mendatangi ruangan Ryuma yang berada di lantai 5.
Dan sebenarnya itu hanyalah sebuah ruangan sementara, karena Ryuma hanya sesekali saja berada di beberapa kantor cabang dari Aizen Group. Selebihnya dia akan sering berada di kantor pusatnya.
"Apa tuan muda Ryuma memanggil saya?" tanya Kyo masih dengan sopan dan dengan nada yang begitu rendah.
"Aku melihat kamu telah mengajukan ijin selama 3 hari. Apa itu benar?" sebuah kalimat tanya retoris mulai dilontarkan oleh Ryuma dengan wajah arogannya.
"Benar sekali, Tuan muda Ryuma." sahut Kyo masih dengan nada rendah.
"Aizen Group adalah sebuah perusahaan yang cukup besar dan bukanlah sebuah perusahaan yang tidak memiliki aturan! Kamu adalah karyawan baru dan sama sekali belum memiliki sebuah cuti apapun! Mengapa begitu percaya diri untuk meminta ijin begitu saja?!" ucap Ryuma seolah-olah memojokkan Kyo.
"Maaf, Tuan muda Ryuma. Tapi aku sudah meminta ijin kepada supervisor divisi keamanan. Bahkan kepala supervisor divisi kemaanan juga sudah memberikan ijin itu untukku karena kebetulan untuk saat ini masih ada cukup banyak man power. Jadi mereka bisa meng-cover-ku disaat aku mengambil ijin, Tuan muda. Dan ijin ini bukanlah disahkan oleh mereka, jadi ini bukanlah salahku. Jika saja mereka tidak memberikan ijin itu, tentu saja aku tak akan berani untuk benar-benar mengambilnya, Tuan muda Ryuma."
Ucap Kyo dengan sangat ramah dan bersahabat. Namun bagi Ryuma, ucapan Kyo adalah sebuah pemberontakan dan sebuah bangkangan, meskipun caranya terlihat sangat halus. Wajah Ryuma seketika berubah menjadi merah padam karena dipenuhi amarah.
__ADS_1
"Kamu berani menyalahkan senior, supervisor bahkan kepala supervisor divisimu?! Hah ... sungguh tak bisa dipercaya. Hebat sekali kamu ya, Kyo Shigeta! Mulai sekarang kamu tidak perlu lagi bekerja untuk Aizen Group! Kami tak membutuhkan pekerja yang arogan dan sok cerdas sepertimu! Segera siapkan surat pengunduran dirimu dalam waktu 2 hari ini! Jika tidak, maka aku akan segera mengeluarkanmu secara tidak terhormat dari Aizen Goup!" tandas Ryuma penuh dengan penekanan
Sebenarnya Kyo cukup terkejut karena Ryuma tiba-tiba saja memecatnya hanya karena masalah sepele yang bahkan bukan sepenuhnya kesalahan dari dirinya. Namun Kyo tak mau berdebat, hingga pada akhirnya dia segera meninggalkan ruangan Ryuma setelah memberilan tatapan penuh kebencian yang sangat tajam untuk Ryuma.
"Ckk ... benar-benar tak tau diri! berani sekali dia menatapku seperti itu! Dasar sampah pengganggu!!"
BRAKK ...
Geram Ryuma sambil bangkit dari tempat duduknya dan menyapu barang-barang di atas meja kerjanya hingga jatuh berrserakan di atas lantai.
"Brengsek!!"
...🍁🍁🍁...
Karena selama berada di Tokyo, mereka memutuskan untuk tinggal di hotel dan tidak langsung mendatangi keluarga Aizen sebelum Mamo Aizen kembali ke Tokyo.
"Tidak masalah, Nenek. Sebentar lagi semua akan segera berbalik. Aku dengar nenek Mamo Aizen akan segera kembali dan tiba di Tokyo besok malam. Lusa kita bisa langsung pergi untuk mengunjunginya di kediamannya dan mengungkap semua ini. Nenek jangan khawatir." ucap Kyo berusaha untuk menghibur nemek Yu.
"Iya, Renji. Hanya saja perilaku bocah serta papa bocah itu sangat membuat nenek geram. Mereka bahkan nekat mencuri kalungmu dan membuat sosok palsu dari dirimu! Sebenarnya nenek sudah sangat tidak sabar ingin segera bertemu dengan Mamo Aizen dan memberitahukan semua ini kepadanya!" geram nenek Yu seolah sudah sangat tidak sabaran.
Andai saja nenek tau apa yang telah mereka lakukan pada ibu dan juga ayah dua puluh lima tahun yang lalu. Nenek pasti akan semakin membenci mereka dan tak akan pernah mengampuni mereka. Aku harap lusa nenek bisa kuat menghadapi semua kenyataan ini. Karena aku sudah memutuskan juga akan membongkar semua kebusukan dan kejahatan mereka! Semuanya!!
__ADS_1
Batin Kyo meraih jemari hangat nenek Yu yang sudah dipenuhi dengan guratan-guratan halus.
Namun tiba-tiba saja Kyo mulai mengkhawatirkan Mamo Aizen yang dikabarkan sedang berada di luar kota untuk mengurus sesuatu.
Semoga nenek Mamo Aizen baik-baik saja. Namun sebenarnya aku masih merasa tidak tenang saat ini sebelum mengetahui keadaannya. Bagaimana ini?
Batin Kyo kebingungan, hingga akhirnya Kyo hanya bisa berusaha untuk menghubungi Mamo Aizen dengan private number. Dan setelah mendengarkan suara sang nenek, Kyo mulai mematikan penggilan itu. Dia merasa cukup lega setelah mendengarkan suara Mamo Aizen.
...🍁🍁🍁...
Sementara itu di wilayah Nagoya, seorang wanita tua terlihat sedang berada di dalam kamar hotelnya dan memandangi foto bersamanya bersama seorang pria muda yang masih cukup muda dan tampan.
Foto itu mereka ambil ketika mereka sedang pergi ke pantai beberapa hari yang lalu. Di dalam foto itu dirinya mengenakan pakaian santai dengan topi pantai dan kacamata berlensa kecoklatan.
Sementara pemuda itu mengenakan pakaian you can see pria yang cukup press body warna putih yang dipadankan dengan celana pantai pendek berwarna kehijauan. Kalung berliontin batu kristal kebiruan juga masih melingkar manis pada leher jenjangnya.
Kedua orang di dalam figura itu adalah Mamo Aizen bersama Renji Aizen. Dan di dalam foto itu Renji Aizen sedang memeluk bahu Mamo Aizen dengan tangan kirinya.
Senyuman penuh binar menghiasi wajah yang sudah dipenuhi dengan guratan-guratan halus ketika melihat foto bersama itu. Tentu saja Mamo Aizen merasa sangat bahagia, karena kini dia sudah menemukan kembali cucunya yang pernah hilang selama 25 tahun ini. Dan kini mereka telah berkumpul bersama-sama.
Namun senyuman Mamo Aizen tiba-tiba mulai memudar ketika dia melihat lengan kanan sisi dalam dari Renji Aizen. Tatapannya perlahan mulai berubah penuh dengan ketidakmengertian.
__ADS_1
"Mengapa tanda lahir milik Renji tidak ada? Padahal aku sangat yakin dan aku masih sangat mengingatnya. Jika Renji memiliki sebuah tanda lahir pada lengan bagian dalamnya." gumam Mamo Aizen penuh ketidakmengertian.