The Hidden Prince

The Hidden Prince
Terungkapnya Kebenaran


__ADS_3

"SUDAH CUKUP!!"


Seketika ruangan itu menjadi hening hanya karena ucapan dari Mamo Aizen yang menandaskan dengan peringatannya yang sangat tegas.


"Karena sudah menjadi seperti ini, maka aku akan memastikannya sendiri!" ucap Mamo Aizen lagi mulai melenggang mendekati mereka.


"Cucuku memiliki sebuah tanda lahir! Sekarang katakan dimana itu dan perlihatkan kepada kami semua yang ada di dalam ruangan itu!" ucap Mamo Aizen kembali menatap serius Renji Aizen dan Kyo secara bergantian.


Kyo terdiam dan sengaja membiarkan Renji Aizen berjas abu-abu untuk menjawabnya lebih dulu.


"Nenek. Tanda lahir milikku terletak pada area sensitif. Dan jujur saja aku sangat merasa kurang nyaman jika harus memperlihatkan di hadapan mereka semua." ucap Renji Aizen beralasan.


"Area sensitif? Katakan dengan jelas dimana itu?!" tandas Mamo Aizen dengan suara yang menggelegar dan sangat tegas.


"Itu ... uhm ... Itu ..." ucap Renji Aizen berjas abu-abu mulai kebingungan menjawab.


"Sebuah tanda lahir yang kecil dan tipis itu ada di sisi pangkal lengan kanan bagian dalam. Kana tolong bantu aku melepaskan sedikit pakaianku!" sela Kyo penuh percaya diri.


"Baik." sahut Kana dengan patuh dan segera membantu Kyo melepas pakaian bagian atas Kyo hingga memperlihatkan tanda lahir tersebut.


Mamo Aizen, Ryuma, Akashi dan Renji Aizen berjas abu-abu sempat terkejut bukan main melihatnya.


"Benar! Cucuku Renji Aizen memiliki tanda lahir yang kecil dan tipis pada bagian pangkal lengan kanan sisi dalam." sahut Mamo Aizen menandaskan.


Setelah cukup lama memandangi Kyo dengan raut wajah rumit, kini Mamo Aizen mulai beralih menatap Renji Aizen berjas abu-abu.

__ADS_1


"Bagaimana denganmu? Apakah kamu juga ingin memperlihatkan tanda lahir milikmu?"


"Ne-nenek. Semenjak kecelakaan 25 tahun yang lalu aku terluka cukup parah. Aku bahkan telah banyak menjalankan oprasi saat itu. Tanda lahir itu kini sudah tidak terlihat karena oprasi pada lengan kanannku saat itu." ucap Renji Aizen berjas abu-abu itu sedikit gelagapan.


"Nenek. Tidak ada gunanya mendengarkan bualan dan rekayasa cerita mereka. Lebih baik nenek melihat ini. Ini adalah hasil medis dan tes DNA dari rumah sakit atas pemeriksaanku bersama dengan nenek Yu Natsuhiko." ucap Kyo sambil memberikan sebuah berkas dengan amplop putih untuk Mamo Aizen.


Mamo Aizen segera membuka isi di dalam amplo itu dan segera memeriksanya. Sementara Ryuma, Akashi dan Renji Aizen berjas abu-abu mulai terlihat pucat dan khawatir, namun mereka tak bisa berbuat apa-apa saat ini. Seolah-olah mereka sudah akan tersudut dan akan segera tersingkir karena kekalahan mereka.


Mamo Aizen masih membaca laporan medis dan hasil tes DNA itu. Bibir dan sepasang pupilnya bergetar ketika membaca semua ini. Ada rasa bahagia karena pada akhirnya dia bisa menemukan cucunya yang sebenarnya. Namun ada amarah serta rasa kecewa dengan Akashi dan keluarganya yang rupanya berusaha untuk menipunya.


"Hasil medis dan tes DNA itu menyatakan jika aku adalah cucu dari nenek Yu Natsuhiko. Dan akulah Renji Aizen yang sebenarnya!" tandas Kyo beralih tajam menatap keempat orang yang saat ini mulai pucat.


"Ellios, putar rekaman itu!" imbuh Kyo memerintahkan Ellios.


Tanpa menjawabnya, Ellios segera menghidupkan mini komputer miliknya dan memperlihatkan sebuah video rekaman CCTV. Seluruh yang berada di ruangan ini terkejut bukan main ketika melihat rekaman video itu. Karena orang yang berusaha untuk mencelakai Mamo Aizen dan Ryuma malam itu rupanya adalah suruhan dari Akashi.


"Kamu pasti bingung bukan, Paman Akashi? Bagaimana aku mendapatkan semua bukti ini? Hacker sewaanmu rupanya belum bisa menandingi kegeniusan Ellios." Kyo tertawa lirih menatap pria paruh baya yang sudah pucat dan kebingungan itu.


"Lanjutkan, Ellios! Putar harta karun video yang telah kamu dapatkan!" imbuh Kyo dengan seulas senyum tipis.


Video yang diputar oleh Ellios kali ini sungguh sukses membuat semua orang mematung dengan kesedihan dan amarah yang tertahan. Namun emosi ini terlihat sangat kuat menghiasi wajah mereka, terutama Mamo Aizen, nenek Yu, dan juga bibi Kagura.


Karena video ini adalah sebuah bukti dimana menyatakan jika Akashi adalah dalang dibalik kecelakaan maut yang dialami oleh Kyo dan kedua orang tuanya. Dia memerintahkan seseorang untuk merusak rem mobil itu hingga akhirnya mereka mengalami kecelakaan maut dan terjatuh ke jurang.


"AKASHI!!" geram Mamo Aizen seakan sudah kehilangan kesabarannya. "Bukan hanya ingin menghancurkan keluaga Aizen, namun kamu juga menyingkirkan putraku, istri dan cucuku! Aku sudah buta ... karena selama 25 tahun ini tak menyadari kebusukanmu selama ini! Mulai sekarang aku akan mencoret nama kalian dari keluarga besar Aizen!! Panggilkan keamanan dan penjarakan mereka!!"

__ADS_1


Ucap Mamo Aizen dengan mata yang sudah memerah dan nafas yang tidak beraturan karena emosi dan amarahnya yang meluap-luap.


"Ibu ... dengarkan penjelasanku ibu ... itu semua hanya rekayasa mereka saja! Mereka sangat licik dan pasti sengaja melakukan semua ini, Ibu ..." Akashi masih berusaha untuk membela dirinya.


"Ibu mertua. Kami adalah keluargamu yang sebenarnya. Tolong jangan lakukan ini." istri Akashi kini mulai ikut memohon.


"Nenek. Jangan dengarkan mereka, Nenek! Ini pasti rekayasa mereka saja, Nenek." imbuh Ryuma ikut memohon.


"Sudah begini saja kalian masih tidak mau mengakuinya! Aku tidak akan merubah keputusanku!! Kyo, panggil keamanan!" titah Mamo Aizen kekeh dengan keputusannya.


"Baik, Nenek."


Ucap Kyo mulai menggunakan telpon perusahaan untuk menghubungi divisi keamanan untuk segera datang mengurus mereka.


"Ibu. Tolong jangan lakukan ini. Maafkan aku, Ibu ... maafkan aku, Ibu. Aku menyesal." kali ini Akashi duduk bersimpuh dan memeluk kaki Mamo Aizen.


"Meskipun kamu hanyalah putra angkatku, namun sebenarnya aku tak pernah membeda-bedakan kamu dengan putraku Afito. Aku juga sangat menyayangimu seperti aku menyayangi Afito. Bahkan Afito juga selalu baik kepadamu bukan? Tapi mengapa? Mengapa kamu bisa melakukan hal buruk seperti ini untuk Afito dan keluarga kecilnya?! Gara-gara keserakahanmu, Afito dan menantuku meninggal karena kecelakaan itu!! Bahkan Renji cucuku juga tidak mendapatkan hak-haknya selama 25 tahun!! Dia masih sangat kecil saat itu!! Mengapa kamu tega melakukan semua ini, Akashi?!!! Mengapa?!!"


Tangisan Mamo Aizen mulai pecah di tengah-tengah sikapnya yang tegas.


"Maafkan aku, Ibu ... maaf. Aku sungguh sangat menyesalinya." ucap Akashi lirih dan juga sudah menangis memeluk kaki Mamo Aizen.


"Entah bagaimana keadaannya saat itu ... entah bagaimana caraku menebus dosa-dosaku untuk Renji cucuku ... karena aku tidak bisa menjaganya dengan baik saat itu ... karena aku tak bisa mencarinya dengan baik. Dan aku tak bisa menemukannya ... aku sangat bersalah kepadanya ..." ucap Mamo Aizen terdengar memilukan sambil memandangi Kyo dengan tatapan nanar dan penuh kesedihan.


Jujur saja Kyo yang melihat sang nenek seperti ini, juga membuat hatinya bersedih.

__ADS_1


"Maaf, Ibu ..." berulang kali Akashi mengucapkannya berharap Mamo Aizen akan memafkannya.


__ADS_2